BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SEBAGIAN PASUKAN UNIT 10 AKAN..........


__ADS_3

di dalam hutan, dimana tempat Pemblokiran jalur Monster terjadi.


saat ini, pasukan dari sebagian unit 10, secara terus - menerus membunuh setiap Monster yang ada di depannya.


mulai Monster yang berlari di bawah tanah, hingga sampai melompat - lompat di atas pohon. mereka terus membunuh mereka tampa henti.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHHHHHHHH!!


"BAGUS, PERTAHANKAN TERUS, JANGAN SAMPAI BIARKAN, MEREKA MENDEKAT KESINI!?"


ucapnya. ia adalah Kapten dari unit 10 bernama Bisma.


setelah ia mengatakan itu, sebagian Pasukan lansung menjawabnya dengan nada tegas.


""""" SIAP KAPTEN """"


setelah itu, mereka mulai melanjukkan lagi, membunuh setiap Monster yang ada di depan.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


UWRHHHHHHHHHHHHH!!


"PASUKAN YANG MEGENGGAM SENJATA RIFLES DAN SNIPER RIFLES, KALIAN PERHATIKAN JUGA PARA GOBLIN DI ATAS POHON?"


""""BAIK KAPTEN!?""""


"SEDANGKAN UNTUK KALIAN BERDUA YANG MEGENGGAM MESIN GUNS. KALIAN FOKUS SAJA DENGAN PARA MONSTER YANG ADA DIBAWAH, MENGERTI!?"


""MENGERTI KAPTEN.""


setelah dua pasukan itu menjawabnya dengan nada kuat. pertempuran antara merekapun terus terjadi di tempat itu.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHHHHHHHH!!


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


UWAGHHHHHHHHHHHHHHHH!!


meskipun mereka terus membunuh para Monster, namun, karena sedikitnya pasukan yang mereka miliki, sehingga membuat mereka tidak bisa menghentikan laju para Monster, yang terus mendekat ke arahnya.


(sial, meskipun kami banyak membunuh mereka, dengan pasukan sebanyak ini, tidak mungkin kami bisa menang.)


ucap Bisma di dalam pikirannya dengan wajah yang sedikit kesal.


setelah itu, ketika ia memperhatikan bahwa Para Monster sudah hampir mendekatinya.


tampa menunggu lama, Bisma lansung perintahkan pasukannya untuk perlahan mundur, sambil terus membunuh Setiap Monster yang ada di depan.


"SEMUANYA, MUNDUR SECARA PERLAHAN DAN JANGAN BERHENTI MENEMBAK MEREKA, MENGERTI!?"


""""""MENGERTI KAPTEN""""""


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


UWAGHHHHHHHHHHHHHHHH!!


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!


mereka terus melakukan hal itu. selama beberapa menit, namun, tak lama kemudian.....tiba - tiba.....


"KA~KAPTEN, PELURUKU SUDAH HABIS!?"


"A~AKU JUGA KAPTEN!?"


"~~SA- SAMA AKU JUGA!?"


saat 3 pasukannya mengatakan itu dengan nada ketakutan. Bisma lansung mengerukkan keningnya sambil terlihat kesal dengan para Monster yang terus mendekat.


"cih, apa hanya sampai disini saja kami bisa bertahan dan-!!"


sebelum Bisma menyelesaikan kata - katanya, tiba - tiba jauh di belakang para Monster, terdengar suara ledakan yang sangat keras.


BOMMMMMMMMMMMM!!


"A- APA ITU??" ucap Bisma


seusai itu, Baik Bisma dan pasukannya maupun Para Monster yang sudah hampir mendekati Bisma, lansung berhenti bergerak dan melihat ke arah ledakan.


dan saat mereka semua melihat ke arah ledakan. tak lama kemudian tiba - tiba terdengar suara tembakan, jauh di belakang para Monster itu.


Dorrrrrrrrrrrrrr!!,...Dor!!,..Dor!!,...Dor!!,....Dorrrrrrrrrrrr!!....


"suara tembakan,....jangan bilang."


saat Bisma membisikkan itu, tak lama kemudian, tiba - tiba sebuah panggilan terdengar di telinga kanannya.


{lapor, di sini Kapten Haris dari unit 12, apa anda baik - baik saja, Kapten Bisma?}


"eh, ah y- ya, aku baik - baik saja."

__ADS_1


{begitu,..Syukurlah.}


jawab Haris dengan nada lega. setelah itu, Bisma mencoba untuk bertanya balik.


"omong - omong Kapten Haris."


{ada apa??}


"kenapa anda bisa ada di sini? bukankah anda juga sedang menghadapi Rombongan Monster??"


{soal itu ya,....anda tenang saja, aku sudah membersikan para Monster di tempatku, dan saat ini aku di perintahkan Kolonel untuk membantu anda.}


"begitu ternyata."


jawab Bisma. setelah itu, Haris melanjukkan lagi.


{yaa, meskipun aku tidak di peritahkan oleh Kolonel, aku tetap datang untuk membantu anda, sebab pasukan anda sudah banyak membantu kami.}


"pasukanku?"


untuk sesaat Bisma merasa bingun. namun, setelah beberapa detik kemudian ia mulai menyadari sesuatu.


(hah, kalo tidak salah sebagian pasukan yang aku Kirim itu di unit 12 ya)


ucap Bisma di dalam pikirannya. setelah itu, ia mulai bicara lagi dengan Haris.


"hmm, jadi begitu,...Makasih Kapten Haris, anda sangat membantu kami!?"


{tidak, anda tidak perlu berterima kasih, selain itu sebagian pasukan anda juga ada di sini, ikut membantu!?}


"benarkah?"


{tentu saja,...kalo begitu, tolong suruh pasukan anda untuk menunduk, agar tembakan kami tidak mengenai kalian!?}


"baik, aku mengerti."


setelah panggilan mereka berakhir, tampa menunggu lama, Bisma lansung perintahkan pasukannya untuk menunduk.


"SEMUANYA, MENUNDUK SEKARANG!?"


"menunduk? buat apa Kapten. para Monster, terus mendekat ke arah sini!?"


"JANGAN BANYAK TANYA, CEPAT MENUNDUK SAJA, JIKA KALIAN TIDAK INGIN MATI!?"


Meskipun masih ada beberapa pasukan yang merasa enggang. namun, mereka semua tetap mengikuti apa yang di perintahkan oleh Bisma.


setelah mereka semua menunduk, tak lama kemudian, Tiba - tiba ribuan suara tembakan, mulai terdengar, jauh di belakang para Monster di depannya.


Dorrrrrrrrrrrrrr!!,...Dor!!,..Dor!!,...Dor!!,....Dorrrrrrrrrrrr!!....


setelah mendengar suara tembakan dan teriakan kesakitan para Monster, beberapa detik kemudian, tiba - tiba peluru yang ada di belakang para Monster itu, lansung lewat, tepat di atas para pasukan.


melihat hal itu, membuat setiap pasukan lansung terlihat terkejut.


"i-ini kan?"


"ya, peluru ini datang dari arah ledakan tadi."


"kalo begitu,...Ka-Kapten jangan bilang, ledakan tadi itu juga dari?"


"ya kau benar, itu di sebabkan dari pasukan unit 12. dan saat ini, mereka datang untuk membantu kita."


mendengar apa yang dikatakan Bisma, membuat para pasukan lansung terlihat lega.


"be- begitu, jadi kita mendapatkan bantuan ya!?"


"haaa, aku kira kita akan mati tadi!?"


"sama, aku juga!?"


melihat para pasukan yang seperti itu, membuat Bisma terlihat senang, sambil tersenyum.


setelah itu, perlahan ia melihat ke arah depan lagi, sambil menatap para Monster di depan dengan tatapan Tajam.


"baiklah,....kalo begitu, BAGI MEREKA YANG MASIH MEMPUNYAI PELURU, BANTU UNIT 12 MEMBUNUH PARA MONSTER ITU!?"


""""""SIAP KAPTEN!?""""""


sambil menunduk, mereka semua mulai menembak setiap Monster yang ada di depannya.


________________________________


________________________


di atas pegunungan.


setelah Respati di beritau, bahwa Sebagian unit 10 mendapatkan unit bantuan, dari unit 12. Respati lansung terlihat lega, sambil menghela nafasnya sedikit.


"haaa, ternyata begitu,....dengan kata lain, mereka Mengirim unit 12 dari arah belakang para Monster, agar membuat mereka terpojok dan tidak bisa melarikan diri kan?"


ketika Respati bertanya. Widura lansung menjawabnya secara singkat.


"benar."


setelah itu, perlahan Respati mengalihkan pandangannya lagi ke arah lokasi unit 9.

__ADS_1


dimana, Rangga maupun Ogre King saat ini sedang kelelahan, dan saling menatap satu sama lain. sambil mengeluarkan, aura membunuh di sekitar mereka.


(sudah kuduga, bahkan Kapten Rangga sekalipun, pasti kelelahan menghadapi Monster itu,...kalo begi-!)


ketika Respati sedang memikirkan hal itu, tiba - tiba ia lansung berhenti.


sebab ia memperhatikan, bahwa pasukan Rangga yang tadinya sedang istirahat di belakangnya, saat ini mulai bergerak ke arah samping.


dimana tempat antara Rangga dan Ogre King saling menatap Satu sama lain.


ketika Pasukan Rangga sedang lewat di samping Ogre King, Ogre King tidak mempedulikannya sama sekali dan hanya terus menatap Rangga dengan tatapan tajam.


setelah pasukan Rangga melewati Ogre King, mereka lansung berlari dan memasuki sebuah jalan, dimana pepohonannya sudah Roboh dan tempat dimana Rombongan Ogre King juga lalui.


melihat hal itu, membuat Respati lansung melebarkan matanya sedikit, sambil mulai memikirkan sesuatu.


(jika Kapten Rangga mengirim pasukannya ke situ, itu berarti kita akan mengepung mereka, dari tiga arah..)


sesaat Respati berhenti, sambil mengalihakan Pandangannya ke arah samping. dimama sebuah danau besar terlihat di tengah - tengah hutan.


setelah itu. ia melanjukkannya lagi.


(..meskipun mereka ingin melarikan diri kedalam hutan, mereka hanya menemukan jalan buntu. sebab di sana, terdapat sebuah danau yang sangat besar, untuk mereka bisa seberangi.)


(..dan jika mereka sudah terpojok di sana. itu berarti, mereka tinggal menunggu saja, sampai mereka di bantai habis oleh para pasukan.)


ucap Respati di dalam pikirannya. sambil mengalihkan lagi, pandangannya ke arah Rangga.




seusai itu. ia melihat Rangga dengan Wajahnya yang merinding. sambil mulai mengatakan sesuatu didalam pikirannya.


(sejak awal, ia benar - benar tidak berniat, membiarkan satupun Rombongan Monster yang selamat. baik Rombongan Ogre King dan Rombongan Sayap Kiri, maupun Rombongan di Sayap kanan.)


"heh. aku tidak tau lagi, siapa sebetulnya yang Monster di sini. ia atau Ogre King??"


mendengar bisikan Respati, membuat 3 Kapten di sampingnya lansung terlihat kebingungan.


""" ? """


namun, karena tidak ada yang mengatakan apapun, untuk sementara suasana di tempat itu lansung menjadi jeda. namun, setelah beberapa detik kemudian, Widura mulai bicara.


"baiklah. karena sudah tidak ada lagi yang ingin kita bicarakan, kami bertiga akan turung ke bawah dan membantu pasukan yang lain,...apa yang akan anda lakukan Kapten Respati?"


"hmm, aku akan tetap di sini, dan membantu Kapten Rangga, membunuh Monster itu."


"Ogre King ya, tapi bukankah senjata anda tidak bisa melukai tubuhnya."


ucap Raditya


"memang benar, sniper ini tidak bisa melukai tubuhnya, tapi setidaknya itu bisa membuat pukulannya terpental jika ia kena."


"hmm, dengan kata lain. anda akan membantu Kapten Rangga, dengan menembak setiap pukulan yang datang ke arahnya kan."


ucap Surya


"yaa, begitulah."


jawab Respati dengan nada santai. setelah itu, Widura mencoba untuk bertanya.


"tapi, bukankah itu berarti anda sama saja tidak bisa membunuh Ogre King, dan membalaskan kematian pasukanmu."


"itu emang bisa benar, tapi juga bisa saja salah."


"apa maksudmu??"


"aku juga tidak terlalu mengerti. tapi, karena orang itu sudah bilang bahwa aku bisa membunuh Ogre King, maka aku harus percaya padanya."


"orang itu? apa yang kau maksud, orang yang di bicarakan Kolenel saat itu?"


saat Widura mencoba bertanya, soal ketika sebelum ia berpisah dengan Respati di kaki pegunungan.


Respati lansung menjawabnya.


"benar."


"hmm begitu,....omong - omong apa anda sudah tau, identitas orang itu??"


saat di tanya seperti itu, untuk sementara Respati tidak mengatakan apapun.


"........."


namun setelah beberapa detik kemudian ia mulai menjawabnya.


"tidak,...aku belum tau, siapa ia sebenarnya."


"begitu,....yaa, karena tidak ada lagi yang ingin kami bicarakan. kami akan turung sekarang!?"


"ya."


jawab Respati secara singkat. setelah itu, mereka bertiga mulai turung ke bawah.


sedangkan Respati lansung berjalan untuk mengambil Snipernya, sambil mulai merunduk di situ, dan mengeker tempat dimana pertarungan antara Ogre King dan Rangga terjadi.

__ADS_1


__ADS_2