BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MAKAN MALAM DI RUMAH BU LINDA


__ADS_3

Setelah aku pingsan untuk kedua kalinya, Aku kembali terbangun dan Sinar cahaya lampu menerangi pandanganku.


"~Ughh, sepertinya aku pingsan lagi,...Omong - omong aku ada dimana ini?"


Aku mencoba untuk bangkit dan memperhatikan Ruangan Sekitar dimana aku mengetaui bahwa aku sedang berada di sebuah kamar yang aku tidak tau kamar siapa ini.


Terlebih lagi, sepertinya aku berada di kasur, sehingga aku mencoba untuk turung.


Namun, tiba - tiba aku berhenti saat melihat Sebuah Bingkai Foto yang ada di atas Laci di sebelah kasur.


Dimana Bingkai itu menghadap ke bawah sehingga aku tidak bisa Lihat Foto siapa itu.


Karena penasaran akhirnya aku pun mengambil Bingkai tersebut dan mencoba melihatnya.


Dimana Terdapat 3 orang di Foto itu, salah satunya adalah anak kecil berumur 2 tahun. sedangkan dua lainnya adalah orang dewasa, Pria dan Wanita. Berumur sekitar 25 tahun ke atas.


Aku mengirah kemungkinan Wanita ini adalah Bu Linda, sedangkan Pria itu adalah Suaminya.


"Meski begitu Baik dulu maupun sekarang, ia(Linda) tetap saja terlihat Cantik yah. Adapun suaminya,....meskipun aku tidak ingin mengakuinya tapi, dia ini benar - benar sangat tampan.-


-tidak bisa di pungkiri Jika Bu Linda sampai jatuh cinta padanya."


Ucapku dengan tenang, dimana PIX yang lihat itu lansung Seringai dan bertanya...


[Master, apa anda Cemburu?]


"Cemburu? Buat apa aku Cemburu?"


[Yaa bukankah anda sedang ingin mengincar Wanita ini?]


"Memang benar aku sedang ingin mengincarnya, tapi bukan berarti aku ingin mencurinya dan menghancurkan Rumah tanggannya.-


-Selain itu, selama ia bahagia Bersama dengan Pria ini, aku tidak merasa Cemburu sama sekali, Malahan aku merasa senang kok."


[Eeeh benarkah?...hati manusia sangat aneh yah?]


"yaa kau mungkin benar."


Balasku sambil mengangguk, Namun tidak berhenti sampai disitu PIX melanjutkan lagi.


[Tapi Master, seandainya ia tidak bahagia bersama dengan Pria ini, apa mungkin anda berniat Mengambilnya?]


"Soal itu...."


Sesaat Sebelum aku selesai jawab, tiba - tiba Pintu kamar ini terbuka Dan memperlihatkan Seorang Gadis yang berjalan masuk ke dalam. Dimana Gadis itu tidak lain adalah Kana.


"Oh Leon, kamu sudah sadar."


"Um, baru saja aku sadar."


Jawabku sambil menyimpan kembali Bingkai itu di atas laci dan mengembalikkan ke posisi sebelumnya.


Setelah itu Kana mendekat dan berdiri di samping kasur yang ku tempati duduk, lalu ia bertanya....


"Leon, apa kondisimu sudah baik - baik saja?"


"Yah aku sudah mendingan."


"Benarkah? Baguslah....kalau begitu ayo keluar, sebentar lagi Ibu ku selesai memasak."


"Memasak?...Hah! Benar juga...."

__ADS_1


Sebelum aku Pingsan, saat itu aku terima ajakan Bu Linda untuk Makan malam bersama.


Lalu tanpa menunggu lama kami berdua pun keluar dari kamar dan tidak lupa aku menitup pintunya kembali.


KNOCK!!..


________________________________


___________________________


Setelah aku keluar, aku menuju ke Ruang makan, Dimana aku melihat Haira dan Rezvan sudah duduk di sana.


Selain itu aku juga melihat beberapa macam makanan sudah tersaji di atas meja dan aromanya yang kuat memasuki Hidungku.


"Oh dari aromanya saja, sepertinya semua makanan terasa Enak."


Mendengar apa yang aku katakan, membuat Kana terlihat senang.


"Benarkan, asal tau saja Ibu itu sangat jago loh memasak!"


"Eeh benarkah?"


"Um! Aku yakin kamu pasti akan suka."


Meskipun aku tidak terlalu peduli soal enak atau tidaknya makanan itu, tetapi melihat Kana yang Ceria begitu entah kenapa membuat aku senang dan tanpa sadar aku lansung mengelus kepalanya.


"Jika kau berkata seperti itu, maka aku tidak sabar mencobanya." ucapku.


Setelah itu, kami pun berjalan Ke Meja makan. Dimana Bu Linda yang berada di dapur memperhatikan dirku dan lansung memanggilku.


"Ara Leon kamu sudah bangun,...soal yang tadi, Ma-Maaf karena sudah memukulmu."


"itu tidak apa - apa lagi pula aku yang salah karena berkata seperti itu.-


Ketika aku mengajukan diri untuk membantu Bu Linda menyelesaikan makanan yang belum selesai, Bu Linda lansung menolak dan menyuruhku untuk Duduk di Meja makan.


"Tidak, kamu tidak perlu membantuku, lagi pula sebentar lagi ini selesai, jadi kamu duduk saja di sana."


"Hmm Baiklah jika Bu Linda mengatakan itu, kalau begitu aku kesana dulu."


Aku pun menuju ke meja makan lalu duduk tepat di sebelah Kana. Haira yang memperhatikan diriku lansung menatapku dengan senyuman Seringai di bibirnya.


"Ooh Leon, ternyata kau masih hidup ya, aku pikir kau sudah mati."


"Woy, aku baru duduk dan kau sudah bilang begitu, apa kau ngajak berantem."


"Hah, siapa juga yang mau mengajakmu berantem, lagi pula hanya anak kecil yang suka berantem."


"Apa kau bilang, apa kau ingin bilang kalau aku ini masih anak kecil?"


"Memang apa lagi."


"Ka-Kau...."


aku pura - pura marah kepada Haira, tetapi ia lansung mengabaikanku dan mengalihkan pandangannya ke arah Kana.


"Omong - omong Kana, semua Makanan di sini kelihatan enak ya, apa Ibumu jago masak?"


"Yah, Ibu sangat jago masak, apa lagi ia juga pernah Menang Lombah memasak."


"Eh benarkah?"

__ADS_1


Tanya Rezvan kepada Kana, dimana Kana menjawab dengan anggukkan.


"Umm."


Di saat Kana senang bicara dengan Haira dan Rezvan, tanpa ia sadari Ibunya yaitu Bu Linda sedang memperhatikan dirinya dari dapur, dimana Bu Linda terlihat bahagia.


(Syukurlah, Sudah lama aku tidak lihat dia(Kana) Senang begitu.)


Pikir Bu Linda. Lalu tiba - tiba ia memperhatikan Sorot mataku sedang melirik dirinya dari balik pundak.


Dimana Sorot mataku terlihat sangat Tenang bagaikan Danau dan lembut bagaikan awan yang membuat Bu Linda lansung tersipu malu dan buru - buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Leon,...Oi Leon apa kau dengar?"


Ketika Rezvan terus memanggilku, aku lansung kembali sadar dan melihat dia.


"Oh maaf aku tadi melamun, ada apa?"


"aku bertanya, Leon apa ada yang pernah mengajarimu bela diri?"


"Bela Diri? Tidak,....tidak ada Orang yang mengajariku."


"Eeeeeh kau pasti bohongkan, padahal kau jago banget berkelai."


Ucap Rezvan yang sangat terkejut. Sementara itu Haira yang dengar pembicaraan kami berdua mulai ikutan juga.


"Kau benar, bahkan ia mengalahkan ke 6 anak berandalan itu dengan mudah.-


- Apa kau benar - benar tidak di ajari?"


"Sudah ku bilang aku tidak di ajari siapapun. Meskipun ada orang yang mengajariku, memang kenapa? Apa kalian ingin di ajari juga?"


"Hah tentu saja tidaklah, buat apa aku belajar bela diri. Lagi pula aku ini perempuan tau."


"perempuan tidak ada kaitannya bela diri.....tapi, Yaa kau benar juga. Aku pikir kau itu tidak usah belajar bela diri."


Balasku seolah sependapat dengannya.


Karena jika ia sampai belajar bela diri, bisa - bisa ia malah tidak menggunakannya dengan baik seperti melindungi dirinya sendiri, melainkan ia menggunakannya dengan salah seperti memukul orang atau mungkin memukulku.


Apa lagi di lihat dari sifat yang ia punya, sudah pasti ia akan melakukannya.


Itulah sebabnya aku sependapat jika ia lebih baik tidak usah saja belajar bela diri. Karena itu pasti akan sangat merepotkan buat diriku juga.


"~Haaaa...."


Aku mengehala nafas. Lalu saat itu juga Bu Linda yang udah selesai memasak membawa makanan itu ke Ruang makan dan menaruknya di Atas meja.


"Maaf membuat kalian menunggu, sekarang makanlah."


"Ooh kelihatannya enak."


Ucap Haira yang senang, lalu di balas oleh Rezvan yang mengangguk setuju.


"Um. Kau benar."


Setelah itu kami semua Mulai mengambil setiap makanan di atas meja dan mengisi piring kami masing - masing.


Sedangkan Bu Linda yang memperhatikan itu lansung tersenyum, lalu ia Pergi duduk di samping Kana dan berkata..


"Baiklah, karena kalian semua sudah mengisi Piring kalian masing - masing kalau begitu ayo kita makan."

__ADS_1


""""Baik,.....Selamat Makan.""""


__ADS_2