BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AKU SEMBUH, WAKTUNYA PULANG


__ADS_3

Setelah Rangga meninggalkan Rumah, Bagas mencoba mengejarnya, tetapi ia lansung di hentikan oleh Suara Brid yang memanggilnya.


"Bagas, apa kau yakin ingin mengejar Rangga? Bukankah lebih baik jika kau membiarkannya saja pergi dan menyembuhkan adeknya?"


"Jika itu potion yang kalian beli aku pasti akan biarkan, tapi sayangnya Potionmu itu adalah Hasil Curian. Kau pikir aku mau membahayakan keluargaku?-


-Selain itu jangan lupa, aku ini sangat tidak suka dengan orang - orang Seperti kalian."


"Maksudmu Orang dunia bawah."


"Memang apa lagi."


Balas Bagas dengan nada dingin sambil Sorot matanya melirit Brid dengan tajam. Tetapi Brid tidak takut sedikitpun malahan ia menatap Balik Bagas dan berkata...


"Bagas aku mengerti apa yang ingin kau katakan. Tapi kau tidak usah khawatir meskipun kalian mengambil Potion itu aku berjanji kalian tidak akan ikut terlibat di dalamnya.-


-Selain itu, Aku juga punya alasan lain kenapa ingin memberikan Potion itu pada kalian."


"Alasan lain."


"Yah, aku ingin kalian menyembuhkan anak itu supaya aku bisa minta bantuannya."


Bagas yang dengar itu sesaat kebingungan, namun beberapa detik kemudian tiba - tiba ia terkejut lalu ia tatap Brid dengan serius.


"Jadi begitu, aku mengerti sekarang. Brid...Kau Bukan ingin minta bantuan pada anakku, melainkan kau ingin minta bantuan pada Makluk yang mengambil ahli tubuh anakku kan?"


Sontak saja Brid lansung melebarkan matanya karena terkejut. "Eh!" Lalu ia bertanya..


"Ka-Kau bagaimana bisa kau tau itu?"


"Tentu saja Dia sendiri yang memberitaukannya padaku."


"Maksudmu Leon?"


"Yah."


"Hmmm...itu berarti kau juga sudah tau dong Siapa Identitas Yang mengambil ahli tubuh anakmu itu?"


"Tidak aku belum tau, aku hanya tau kalau dia itu bukanlah anakku."


"Begitu, Syukurlah."


Guman Brid yang terlihat senang, lalu kemudian ia berdiri dari tempat duduk dan mencoba meninggalkan Ruangan ini.


"Kalau begitu, aku naik dulu ke atas, aku harus memberikan Potion ini juga padanya(Selena.)"


"Hah, tunggu dulu sebentar kita masih belum selesai Bicara."


Bagas mencoba menghentikan Brid, tetapi Brid mengabaikannya dan lansung naik ke lantai atas, Tempat dimana Selena dirawat.


____________________________________


_________________________________


>Di Rumah Sakit.


Di dalam Ruangan, Aku(Leon) sedang duduk di atas Kasur sambil ngobrol dengan Ibu dan Kak Siska yang berada di samping kasur.


Lalu tiba - tiba Pintu ruanganku terbuka dengan keras, dimana membuat aku, Ibu dan juga Kak Siska kaget dan lansung melihat ke arah sana.


Dimana di situ kami melihat Kak Rangga sedang kecapean di tambah lagi Keringatnya sangat banyak.


"~Haaa....Haa...~Haa.."


Namun ketika Kak Rangga melihat diriku, ia lansung terlihat bahagia dan buru - buru masuk ke dalam mendekatiku.


"Le~Leon, Lihat apa yang ku bawa ini."


Kak Rangga menunjukkan Sebuah Kapsul kecil di tangannya. Yang di dalamnya berisikan Cairan Hijau.


Aku penasaran jadi aku bertanya...


"Apa itu?"


"Ini adalah Obat yang bisa menyembuhkan semua lukamu secara lansung."


Aku terkejut. Namun Bukan aku yang pertama kali merespon perkataan Kak Rangga, melainkan Ibu.


"Eh Rangga apa itu benar?"


"Yah. Kalau tidak percaya ayo kita coba saja lansung. Kamu maukan Leon?"


Rangga menyerahkan Potion itu padaku, tetapi aku tidak lansung mengambilnya karena Di lihat dari manapun jelas - jelas kapsul ini sangat mencurigakan di tambah lagi Cairannya berwarna Hijau seperti limbah radioaktif, sehingga Membuat aku takut dan Ragu untuk mengambilnya.


"Leon, tidak usah takut ini tidak berbahaya Kok."


Kak Rangga mencoba meyakinkan diriku. Tetapi tetap saja aku tidak mau mengambilnya, Sampai akhirnya PIX ikutan juga.


[Master, aku rasa sebaiknya anda ambil itu, karena Cairan itu memang tidak berbahaya sama sekali, malahan itu Bisa menyembuhkan Seluruh Luka anda secara lansung.]


(Apa kau Serius?)


[Yah.]


(Hmm, tapi bagaimana kau bisa tau kalau itu tidak berbahaya? Apa kau sudah pernah melihatnya.)


[Yah, Kapsul itu di namakan Heal Potion dan Itu biasannya di Gunakan oleh para Pejuang di dunia kami saat menghadapi para Monster.]


Sontak saja aku terkejut. Namun tak butuh waktu lama Aku kembali tenang lalu dengan wajah yang masih sedikit ragu aku ambil Potion itu dari tangan Kak Rangga kemudian aku minum.


~Glup!!....Glup!!....Glup!!


Setelah aku minum semua Cairan hijau yang ada di dalamnya, tiba - tiba aku Merasa ada sebuah kehangatan di sekujur Tubuhku. Di tambah lagi aku di selimuti oleh Cahaya Hijau di serta oleh butiran - butiran neon yang melayan - layan di udara.

__ADS_1


Baik Ibu maupun Kak siska merasa sangat terkejut. dan Kak Siska bertanya - tanya..


"A-apa aku sedang mimpi? Aku lihat Sepertinya Tubuh Leon sedang Bersinar."


"Sama, ibu juga melihatnya."


Balas Ibu.


Lalu kemudian Ibu mengalihkan pandangannya ke arah Rangga dan bertanya.


"Rangga, apa yang terjadi dengan Tubuh adekmu? Apa mungkin ini semua gara - gara Cairan Hijau yang kau berikan?"


"Yah. Tapi ibu tidak usah khawatir, karena Sebentar Lagi Leon pasti akan Sembuh jadi Kalian perhatikan saja."


Ibu dan juga Kak Siska masih terlihat khawatir, walau begitu mereka juga ingin percaya apa Yang Rangga katakan.


Lalu Setelah beberapa detik Tubuhku di Selimuti oleh cahaya Hijau, tak lama kemudian Cahaya itu pun perlahan mulai memudar hingga akhirnya ia menghilang.


"Sepertinya sudah selesai, kalau begitu Leon coba kau gerakkan tanganmu yang patah, apa kau masih merasa kesakitan?"


Aku mengikuti apa yang di katakan Kak Rangga. aku mulai menurungkan Tanganku yang di gantung Oleh kain, Lalu Aku mencoba mengerakkannya dimana Aku tidak merasakan rasa sakit sedikipun.


(Ini pasti bercandakan? Apa aku benar - benar sudah sembuh? Kalau begitu...)


Kerena aku masih penasaran sehingga aku mencoba meninju kasurku. Yang dimana Membuat Ibu Shock dan khawatir.


"Leon apa yang kau lakukan, Tanganmu belum Sembuh tau."


"Tenang saja Bu. Sepertinya tanganku sudah sembuh sepenuhnya."


"Eh benarkah?"


"Yah."


Jawabku yang terlihat Senang. Lalu kemudian aku mulai menurungkan satu - persatu kaki ku yang patah juga. setelah itu aku lepas Semua Perbannya.


Kemudian aku Turung dari kasur, dimana membuat Kak Siska Dan Ibu kaget saat melihat aku berhasil berdiri.


"Le-Leon apa kau benar Baik - baik saja."


"Yah, aku baik - baik saja."


Jujur saja aku terkejut melihat seberapa kuatnya efek potion yang ku minum ini, tidak ku sangkah semua Luka ku akan disembuhkan dalam waktu sesingkat ini.


(Ini benar - benar sunggu luar biasa.)


Pikirku.


Sementara Itu Ibu yang melihat aku sudah sembuh sepenuhnya terlihat sangat senang lalu kemudian ia melihat ke arah Kak Rangga dan memegang kedua tangannya.


"Rangga, makasih sudah menyembuhkan Adekmu."


"Tidak, Ibu tidak perlu berterima kasih padaku, lagi pula semua ini terjadi karena berkat Paman Brid. Dialah yang berikan Potion itu padaku."


"Benarkah, kalau begitu Sepertinya aku harus berterima kasih padanya nanti."


"Sepertinya aku terlambat."


Guman Ayah. Lalu kemudian ia menghela nafasnya "Haaaa..!" setelah itu ia pergi menghampiri Rangga dan bertanya...


"Rangga, Bagaimana Kondisi Leon? apa ia sudah sembuh?"


"Eh y-yah, seperti yang ayah lihat, dia sudah sembuh sepenuhnya."


"Begitu."


Ucap Ayah dengan datar. Yang dimana membuat aku lansung memperhatikan wajahnya.


Aku melihat ia Senang namun di saat bersamaan aku merasa ia juga kecewa.


Bukan berarti ia kecewa karena diriku yang udah Sembuh, melainkan aku merasa Ia kecewa karena sesuatu yang lain.


(Tapi apa itu?)


Di saat aku memikirkan itu, Ayah memanggil Namaku "Leon." yang dimana membuat Aku kembali sadar dan melihat dia.


"Um, Ada Apa?"


"Karena kamu sudah sembuh, kalau begitu kapan kamu ingin meninggalkan Rumah Sakit ini?"


Jika aku di tanya seperti itu, maka kalau bisa aku ingin di sini selama Beberapa Hari lagi, bagaimanapun juga di sini sangat nyaman Di tambah lagi para Perawatnya Cantk - cantik.


Namun karena Masih banyak hal yang harus ku lakukan, di tambah lagi masih ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mereka berdua(Brid dan Selena), jadi...


"Ayah, aku ingin keluar dari sini secepat mungkin, kalau bisa Besok."


"Besok yah,...Baiklah, Aku mengerti. Kalau begitu untuk sekarang istirahatlah, aku akan keluar dulu sebentar pergi mengurusi pengeluaranmu."


Ibu yang dengar itu terlihat cemas dan bertanya ke Ayah.


"Sayang, apa tidak - apa - apa mengelurkan Leon secepat ini, bukankah akan berbahaya jika ia kesakitan lagi?"


"Tenang saja, Itu tidak akan terjadi, lagi pula Seperti yang Rangga katakan, Leon sudah sembuh sepenuhnya jadi tak usah khawatir."


Balas Ayah. Lalu kemudian ia menambahkan...


"Selain itu, aku yakin Leon pasti akan merasa Bosan jika Terbaring terus disini."


"....ka~kau benar juga."


Guman Ibu seolah setuju dengan pendapat Ayah.


(Yaa meskipun aku tidak merasa bosan sih jika tinggal terus di sini karena di sini Banyak Wanita - wanita cantik. Tapi...ya sudahlah.) pikirku dengan Lesu.

__ADS_1


_____________________________________


________________________________


Keesokan paginya, di saat Aku, Ibu, Ayah, Kak Rangga dan juga Kak Rani sedang mengemasi barang - barangku, tiba - tiba pintu Ruanganku terbuka Dan terlihat Brid sedang berjalan masuk ke dalam. Dimana ia lansung menghampiri kami semua.


Rangga sedikit terkejut dan bertanya..


"Paman Brid, apa yang anda lakukan disini?"


"Aku datang ke sini ingin membantu."


"Eh. Anda tidak perlu melakukan itu, lagi pula Sebentar lagi ini Selesai."


"Hahaha Tidak usah Sungkan. Lihat di sana masih banyak Barang yang belum kalian bereskan."


Ucap Brid, Yang dimana membuat Rangga lansung tidak bisa berkata apa - apa.


"...."


Lalu Setelah itu Brid mendekatiku dan bertanya..


"Omong - omong apa ada yang bisa ku bantu Leon kecil?"


"LEON KECIL."


Aku berbalik ke arahnya kemudian aku tatap ia dengan tajam. Yang dimana membuat Brid Sontak menggigil dan buru - buru mencoba memperbaiki cara bicaranya.


"Hah maaf, maksudku Leon."


"...."


Untuk sesaat aku diam dan menatap ia terus. Setelah beberapa Detik aku menatapnya tak lama kemudian aku


Berahli ke arah beberapa barang Yang sudah ku bereskan, kemudian aku suruh ia membawanya.


"Baiklah, Kalau begitu Paman Brid, bisa kau bawa semua Barang disana keluar?"


"Um, tentu saja."


Balas Brid, lalu ia mulai mengangkat Satu - persatu barang yang aku suruh bawa.


Setelah ia mengangkat semuanya, ia kembali melihatku dan bertanya...


"Leon, apa hanya ini barang yang ingin kau aku bawa Keluar?"


"Tidak, Masih ada lagi, itu yang di dekat Ibu sama di dekat Kak Rani, bawa itu juga."


"Hmm baiklah, kalau begitu aku bawa ini dulu keluar, setelah itu aku kembali lagi membawa yang di sana."


"Yah, terserah kau."


Setelah pembicaraan kami selesai Brid Mulai membawa Barang - barang yang ia angkat keluar.


Setelah Brid Keluar dari Ruangan ini, Tepat di belakangku, aku bisa merasakan semua orang sedang menatapku.


Dimana Mereka semua merasa tercengan melihat aku Dengan santainya menyuruh Brid mengangkat semua barang yang udah di bereskan.Tanpa Kecuali Ayah sendiri.


Lalu Setelah Semua barangku sudah di bereskan dan di masukkan ke dalam Mobil. Akhirnya kami pun berangkat dan lansung Pergi meninggalkan Rumah Sakit ini.


____________________________________


_________________________________


Tak butuh waktu lama kami menempuh perjalanan, Akhirnya kami pun sampai di rumah. dimana Semua Orang sedang mengeluarkan Barang - barangku di bantu juga Oleh beberapa Pelayan.


Tentu saja aku ingin ikut membantu juga tetapi aku Tidak di biarkan Sehingga aku memutuskan untuk Masuk duluan ke dalam Rumah.


Lalu di saat aku mencoba menuju ke ruang Tamu, aku bertemu dengan Rina.


"Oh Tuan muda, Selamat Datang kembali."


"Rina ya. Um aku pulang."


Balasku. Lalu Rina mencoba memperhatikan diriku, dimana ia melihat aku sehat dan Tidak ada satupun luka lagi di tubuhku.


"Syukurlah, sepertinya anda benar - benar sudah sembuh."


Aku membalas Perkataan Rina dengan Senyuman lalu bicara sedikit dengannya kemudian meninggalkannya.


Setelah itu aku menuju ke Ruang Tamu Dimana aku lansung membuang Diriku di Sofa dan baring - baring sebentar.


"~Haaa....akhirnya aku bisa istirahat juga, aku sangat capek hari ini."


Perlahan aku memejamkan Mataku, namun tak lama kemudian tiba - tiba aku merasa Ada sesorang yang sedang mendekatiku.


Aku lansung membuka mataku dan melihat ke arah sana, dimana aku melihat Selena Sedang berdiri tepat di sampingku.


"Ternyata kau yah, Sepertinya kau juga sudah sembuh."


"Begitulah."


Jawab Selena dengan santai. Lalu kemudian aku tatap ia dan mencoba bertanya..


"Jadi apa ada yang ingin kau bicarakan?"


"Tidak ada."


"Hah."


Aku kaget dan lansung menatap ia dengan kesal.


"Kau, apa kau main - main denganku? Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan maka Pergi sana, aku mau Istirahat."

__ADS_1


"Astaga, tidak usah semarah itu, lagi pula alasan aku datang kesini bukan karena ingin bicara denganmu melainkan kaulah yang ingin bicara denganku, Benarkan Bocah Brengset? atau mungkin...AKU HARUS MEMANGGILMU DIRMAN."


Ucap Selena dengan senyum Seringai dimana membuat mataku lansung menyipit dengan tajam.


__ADS_2