BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PENYERBUAN MONSTER Bagian 1


__ADS_3

ketika selesai mendengarkan Laporan tentara itu, untuk sesaat, semua orang di ruangan ini masih terkejut.


mereka tidak menyangka, bahwa pasukan dari unit pertahanan pertama sudah di lewati oleh para monster itu.


"sepertinya, ini situasi yang sangat gawat!?"


kata Rangga ketika berguman, sambil melirik ke arah Kolonel, dengan ekspresi serius, dan melanjutkan lagi.


"jika para monster itu sampai melewati unit 9 dan unit 16, maka target mereka selanjutnya, tidak lain, adalah,...."


untuk sementara Rangga berhenti bicara dan melihat semua orang di ruangan ini, dengan tatapan serius.


"...Markas ini!?"


ketika Rangga mengatakan itu dengan nada tenang, dan bergema di ruangan ini.


sesaat semua orang di ruangan ini lansung terdiam dan tidak mengatakan apapun.


namun, setelah beberapa detik kemudian, tiga Kapten mulai bicara dan memberikan pendapat mereka masing - masing.


"itu benar sekali!?"


kata Kapten dari Unit 15.


dia bernama Widura berumur 33 Tahun.


"yah, apa yang di katakan Kapten Rangga memang benar, jika Markas ini hancur, maka para monster itu pasti akan memasuki penduduk Warga!?"


kata Kapten dari Unit 11,


dia bernama Ardiyanto, berumur 32 Tahun.


"yah, itu benar, setidaknya kita harus menghindari hal itu!?"


kata Kapten dari Unit 17.


dia bernama Surya, berumur 32 Tahun.


setelah para Kapten dari unit 15, 11 dan juga 17 mengatakan itu.


beberapa detik kemudian, Kapten dari unit 16, yang berdekatan lokasinya dengan unit 9 ku, perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Kolonel.


"jadi Kolonel, apa yang harus kita lakukan sekarang?'


ketika Kapten dari unit 16, yang bernama Reswara, Berumur 33 Tahun mengatakan itu, pandangan semua orang lansung mengarah ke arah Kolonel.


untuk sementara Kolonel tidak mengatakan apapun, dan hanya terus menutup matanya, sambil memikirkan sesuatu.


namun, tak lama kemudian, ia perlahan membuka matanya, dan lansung melihat para kapten di ruangan ini, dengan ekspresi serius.


"baiklah,..pertama - tama, kita harus mengetaui dulu, jalur mana para monster itu lalui?"


"sepertinya begitu."


jawab Rangga dengan santai.


setelah itu, Kolonel lansung mengarahkan pandangannya ke arah Tentara, yang sedang melapor.


"kalo begitu, bisa kamu beritau kami, jalur mana saja, yang di lalui para monster itu??"


"BA- BAIK PAK-!"


meski gugup, Jawaban tentara itu tetap Tegas.


setelah itu, ia mengeluarkan sebuah peta dari dalam bajunya dan meletakkannya di atas meja.


seusai ia meletakkannya, semua orang di ruangan ini lansung melihat ke arah peta itu, begitupun denganku, Rangga.


ketika Rangga melihat ke arah peta itu, disana terdapat sebuah area pegunungan bebatuan dan juga hutan tempat kami saat ini berada.


dan di paling atas peta itu, di dekat laut. terdapat sebuah lingkaran ungu gelap, yang di hiasi dengan retakan seperti kaca di dalamnya. yang menunjukkan, dimana Lubang para monster itu keluar.


bukan hanya itu saja, bahkan di peta itu juga menunjukkan, ada beberapa titik Hijau yang terlihat, di mana setiap lokasi, para unit kami berada.


salah satunya di bawah lingkaran ungu. di situ terdapat 3 titik hijau yang sedang menyebar. dimana memperlihatkan unit dari pasukan pertahan pertama.


yaitu, Unit dari 12, 13 dan juga 14.


sedangkan di bagian bawah, tidak jauh dari tiga titik hijau itu.


terdapat juga, 4 titik hijau yang sedang menyebar, dimana menunjukkan unit dari pasukan pertahanan kedua.

__ADS_1


yaitu, Unit dari 9, 10, 15 dan juga 16 berada.


dan tidak jauh di bagian bawah 4 titik hijau itu. terdapat sebuah dataran datar di tengah hutan, yang menunjukkan dimana Markas militer dan juga beberapa unit yang sedang bersiaga berada.


seusai semua orang melihat peta itu, perlahan Kolonel mengalihkan pendangannya ke arah orang yang membawa peta ini.


"jadi, bisa kau tunjukkan pada kami, dimana saja, jalur para monster itu Lewati sekarang??"


"BAIK PAK."


jawabnya secara tegas, setelah itu, ia mengambil sebuah spidol merah di balik bajunya, dan mengambar sebuah jalur, di mana para monster itu lewati.


setelah beberapa saat orang itu selesai menggambar, ia lansung menunjukkannya ke arah kami semua.


dengan cepat semua orang di ruangan ini lansung memperhatikan peta itu, yang dimana menunjukkan ada 5 jalur yang di gambar orang itu.


jalur pertama, itu berada di dalam hutan, dan mengarah lansung ke arah tepi laut, dimana pasukan pertahanan pertama, dari unit ke 13 itu berada.


sedangkan jalur kedua, itu mengarah lansung ke arah Unit 14, yang berada di pegunungan bebatuan untuk pengintaian.


dan untuk jalur ketiga, sama seperti unit 13. dimana, ia berada di dalam hutan, dan mengarah lansung ke arah tepi laut, dimana pasukan pertahanan pertama, dari unit 12 itu berada.


adapun jalur monster yang di hadapi pasukan pertahanan kedua, dari unit 9 dan juga unit 16.


jalur itu awalnya Lewat di tengah - tengah, dari unit 14 dan juga unit 12. namun, tak lama setelah jalur itu hampir sampai di pertahan kedua, jalur itu lansung terbelah menjadi dua dan lansung mengarah ke arah unit 9 dan juga unit 16.


ketika semua orang memperhatikan jalur di peta, entah kenapa mereka semua terlihat kebingungan dan merasa aneh, dengan pergerakan para Monster itu.


"bukankah ini terlihat aneh?"


"yah, jalur para monster ini tidak seperti biasanya, ini hampir seperti, ada monster kuat, yang sedang mengendalikan mereka atau memberi mereka sebuah perintah.!?"


"setelah kau mengatakannya,..sepertinya begitu!?"


"jika apa yang kau katakan itu benar, itu berarti, kita akan melawan Monster yang lebih kuat, di banding Monster yang kita lawan sebelum - sebelumnya...?!"


untuk sementara tidak ada yang menjawab pertanyaan itu, dan beberapa detik kesunyian terjadi di ruangan ini.


namun, tak lama kemudian, Kolonel menghilankan kesunyian itu dengan menepuk meja di depannya, dan mulai bicara.


"untuk saat ini, kita hadapi dulu para Monster penyerbuh. setelah itu, kita pikirkan, bagaimana cara untuk mengatasi Monster kuat ini, Mengerti??"


ketika mendengarkan apa yang dikatakan Kolonelnya, secara serentak semua kapten di ruangan ini lansung menggangukkan kepalannya.


Jawab para Kapten dengan nada tegas.


setelah mendengarkan hal itu, Kolonelnya lansung tersenyum, dan mulai memberi perintah setiap Kapten di ruangan ini.


"bagus,...kalo begitu, unit 15, untuk saat ini kalian tinggalkan dulu lokasi kalian, dan bagi pasukan kalian menjadi dua untuk memberi bantuan kepada unit 13 dan juga unit 14??"


"BAIK PAK!?"


Jawab kapten unit 15 dengan nada tegas, setelah itu, komandan mengarahkan pandangannya ke arah kapten unit 10.


"sendangkan untuk unit 10, sama seperti unit 15, bagilah pasukan kalian menjadi dua, dan bantu unit 16 dan juga unit 12, MENGERTI??"


"MENGERTI PAK!?"


Jawabnya juga dengan nada tegas.


setelah itu, Kolonel melihat ke arah unit 17 dan juga unit 11, dimana pasukan mereka sedang bersiaga di dalam Markas Militer.


"dan untuk unit 17 dan juga unit 11, kalian pergilah ke lokasi masing - masing dari unit 15 dan juga unit 10, untuk berjaga - jaga, jika sesuatu yang tak di inginkan terjadi, di pasukan pertahanan pertama, MENGERTI??"


"" BAIK PAK. ""


setelah Kapten dari unit 17 dan juga unit 11 mengatakan itu dengan nada tegas.


untuk sementara aku terus memperhatikan ke arah peta, dimana sudah ada Tiga warna, jalur yang di gambar di peta itu.


pertama, Jalur warna merah, menunjukkan dimana jalur musuh sedang lewati.


yang kedua, Jalur warna biru, menunjukkan jalur Unit bantuan lewati.


sedangkan yang ketiga. Jalur warna hijau, menunjukkan jalur Unit pengganti.



setelah beberapa detik aku melihat peta itu, tak lama kemudian, tiba - tiba kapten dari unit ke 10 mengangkat tangannya ke arah atas, sehingga pandangan semua orang lansung mengarah ke arahnya.


"ada apa Bisma? apa kau ingin mengatakan sesuatu??"

__ADS_1


kata Kolonel.


"ya pak, aku ingin tau, kenapa setiap unit di berikan unit bantuan, sedangkan untuk unit 9, tidak pak??"


"setelah kau mengatakan itu,...benar juga!?"


kata kapten dari unit 15, ketika berguman sambil megenggam dagunya.


setelah itu, semua pandangan orang di ruangan ini, lansung mengarah ke arah Kolonel.


tampa menunggu lama, Kolonel lansung menjawab pertanyaan Bisma dengan ekspresi serius.


"itu karena, Rangga, berbeda dengan kalian semua, setidaknya ia masih bisa mengatasi penyerbuan monster itu, dengan hanya unitnya yang sekarang...benarkan Rangga??"


kata Kolonel sambil mengalikan pandangannya ke arahku.


"ya pak."


jawab Rangga dengan nada santai, seolah olah itu bukan masalah sama sekali.


tapi, berbeda dengan Kolonel yang percaya denganku.


sepertinya masih ada beberapa dari Kapten di ruangan ini, yang tidak percaya dengan ku. dan saat Kokonel memperhatikan hal itu, ia lansung mengarahkan pandangannya lagi ke arah semua orang di ruangan ini.


"terserah kalian percaya atau tidak, yang penting untuk saat ini, kalian semua kembalilah ke unit kalian masing - masing, dan ikuti perintah yang tadi ku katakan, MENGERTI??"


""""""MENGERTI PAK!?""""""


Setelah semua kapten menjawabnya secara serentak dengan nada tegas, perlahan semua orang mulai berjalan keluar dan meninggalkan ruangan ini.


ketika Rangga mencoba untuk berjalan keluar juga, tiba - tiba Kolonel bicara dengannya dari belakang.


"Rangga,..semoga berhasil?"


"...ya pak."


jawabku dengan nada singkat, tampa membalikkan wajahku ke arah belakang, dan mulai berjalan keluar, meninggalkan Ruangan ini.


setalah aku berada di luar, aku melihat salah satu bawahanku sedang menghampiriku.


ia bernama Ardi, pasukan dari unit 9 ku.


"Kapten, akhirnya anda keluar juga, saat ini pasukan kita sedang-!"


sebelum Ardi selesai bicara, Rangga lansung memotongnya.


"yah, aku tau, ikuti aku cepat!"


ketika Rangga mengatakan itu, ia lansung keluar dari Markas Militer, dan mulai berlari masuk ke dalam hutan untuk pergi ke lokasi unit 9, sambil di ikuti bawahannya, Ardi dari belakang.


___________________


___________


ketika aku sedang berlari di dalam hutan, aku sering mendengar suara tembakan dari segala arah dan juga suara ledakan.


sambil terus mendengarkan suara itu. tak lama kemudian, aku mulai bertanya sama Ardi tentang situasi unit kami saat ini, tampa membalikkan badanku ke arah belakang.


"Ardi, bagaimana Situasi unit kita saat ini??"


"menurut Laporan dari Pasukan kita,..saat ini, para monster tidak ada habis - habisnya, keluar dari kedalaman hutan Kapten. tapi, meskipun begitu,entah bagaimana pasukan kita masih bisa mengatasinya dengan baik!?"


"benarkah?,...apa di pasukan kita, sudah ada jatuh korban?"


"tidak, aku belum mendengar hal itu, Kapten!?"


"begitu, ya."


ketika aku mengatakan itu, tiba - tiba sebuah suara ledakan terjadi tidak jauh dari depan kami.


Bommm!!


Saat mendengar suara Ledakan itu, sentak aku dan juga Ardi lansung melihat ke arah depan, dan melihat sebuah asap naik ke atas langit dari celah pepohonan.


"Kapten, arah asap itu..bukankah-!!"


sebelum Ardi selesai bicara, aku lansung memotongnya.


"yah, aku tau, itu tempat lokasi Unit kita berada,...Cepat, kita harus pergi kesana!?"


"Baik Kapten!?"

__ADS_1


jawabnya dengan nada tegas, setelah itu, kami mulai menambah kecepatan lari kami, dan pergi ke unit 9 ku.


__ADS_2