BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
ALASAN UNIT 14 DI HANCURKAN.


__ADS_3

di atas pegunungan bebatuan.


setelah Respati memperhatikan, dimana Lubang dimensi, sudah seutunya kembali berwarna hijau.


perlahan ia mengalihkan pandanganya ke arah bagian bawah Lubang, dimana para Monster sudah tidak secara, terus - menerus keluar dari dalam sana.


begitupun dengan Cahaya Laser yang menabrak lubang itu, secara perlahan, ia mulai terhisap masuk kembali ke dalam, Kristal Bintang 4 yang ada di depan kotak.


setelah itu, ia keluar dari Bola Kristal Yang ada di atas tongkat, dan lansung terhisap naik ke atas langit.


"ah, dia sudah pergi!?"


ucap Respati, sambil terus menatap Cahaya Laser, yang terus Terhisap naik ke atas langit.


setelah beberapa saat menatap Cahaya Laser, tak lama kemudiam, tiba - tiba terdengar suara panggilan dari Kolonel, di telinga kanan Respati.


{Respati, apa kau dengar?}


"ya Kolonel, aku mendengarnya dengan baik"


{bagus, kalo begitu, cepat masukkan kembali benda itu ke dalam koper. setelah itu kita lanjukkan ke rencana Selanjutnya!?}


"...baik, aku mengerti Kolonel."


setelah Respati mengatakan itu, ia lansung memanjat naik ke atas bebatuan, dimana benda itu tadi di letakkan.


seusai ia sampai di sana, pertama ia mulai mencopot Tongkat yang tertancap di atas kotak.


setelah itu, ia lansung menekan sebuah Tombal yang ada di atas kotak, dan perlahan kotak itu lansung mulai menipis ke arah bawah. hingga akhirnya kembali kebentuk seperti semula.


setelah Kotak itu kembali ke bentuk awalnya, tampa menunggu lama, Respati lansung memasukkan kedua Benda itu ke dalam koper.


setelah itu, ia lansung megenggam koper itu dan mencoba untuk membawanya turung dari atas bebatuan.


namun, sebelum ia membawanya turung, tiba - tiba ia mendengar suara panggilan dari Kolonel.


{Respati, tunggu sebentar, kau tidak perlu mengembalikan benda itu ketempat yang tadi. kau tunggu saja di situ, biar kami yang membawanya.}


"membawanya? tapi, bukankah aku harus mengambil senjata itu juga?"


{soal itu, kau tenang saja, kami sudah mengam-......oh, Respati, sepertinya senjata itu sudah hampir sampai ke arahmu!?}


"ke saya??"


ketika Respati mengatakan itu dengan wajah kebingungan, tiba - tiba ia mendengar suara mesih dari atas langit.


saat ia melihat ke atas langit, disana ia melihat sebuah DRONE yang sangat besar, sambil membawa sebuah koper penyimpanan senjata, yang panjangnya sekitar 2 sampai 3 Meter, berada di bawah DRONE.


"apa itu DRONE pengintai?....tidak, itu bukan DRONE pengintai, Itu DRONE pengangkut barang."


ketika Respati mengatakan itu, sambil terus menatap DRONE yang sedang mendekat ke arahnya, tiba - tiba suara Kolonel terdengar lagi di telinga kanannya.


{kau benar, itu memang DRONE pengangkut barang.}


"tapi, kenapa harus DRONE pengangkut barang? bukankah kita mempunyai DRONE pengintai?"


ketika Respati bertanya, tampa menunggu lama, Kolonel lansung menjawabnya.


{seperti yang kamu tau, saat ini kita tidak bisa mengirim Alutsista penerbangan kita ke medan perang, karena sekali kita mengirimnya, mereka pasti lansung di hancurkan oleh para Monster Kelelawar itu.}


saat Respati mendengar, apa yang dikatakan Kolonel, tiba - tiba ia mengingat setiap wajah para pasukan dari unit 14, dan juga Satya, orang terdekat Respati.


"Kolonel, bisa aku bertanya sesuatu??"

__ADS_1


{umm, ada apa?}


"apa karena itu, saat itu anda tidak mengirim Hellikopter tempur, untuk membantu unit 14 ku?"


ketika Respati bertanya, sambil melirik ke arah telinga kanannya dengan ekspresi serius.


untuk sesaat suasana mereka berdua menjadi Jeda. namun, setelah beberap detik kemudian, Kolonel mulai menjawabnya.


{ya, kamu benar. alasan aku tidak mengirim Hellikopter untuk membantu unitmu, karena, saat itu, di rombongan Ogre King ada Monster Kelelawar.}


"...jadi begitu."


ketika Respati mengatakan itu,kolonel lansung melanjukkannya lagi.


{bukan hanya itu saja. meskipun Monster Kelelawar saat itu ada di sana, namun, kami berencana untuk tetap mengirim Hellikopter untuk membatu mereka,...hanya saja...}


ketika Kolonel tiba - tiba berhenti bicara, sesaat Respati mengingat Percakapan ia dengan Kapten Rangga, ketika ia sedang menuju untuk mengambil koper yang ada di dalam hutan.


saat itu....


{Kapten Respati, bisa aku menanyakan sesuatu??}


ucap Rangga, yang suaranya terdengar di benda seperti Headset di telinga kanan Respati.


"ya, ada apa Kapten Rangga??"


{aku ingin tanya, apa kau tau, siapa yang sebenarnya membawa kehancuran pada unit 14 mu??}


mendengar kata - kata Rangga, Respati, sentak melebarkan matanya sedikit. hingga bercampur kemarahan di wajahnya.


"i- itu bukankah sudah jelas, Monster Ogre King."


{apa anda pikir begitu.}


merasa bingun dengan kata - kata Rangga, Respati mencoba untuk bertanya.


{seperti yang kamu tau, emang benar yang membantai seluruh pasukanmu Monster Ogre King. namun, yang membawa Kehancuran pada Pasukanmu, bukanlah ia,....tapi....}


sebelum ia selesai mendengar ucapan Rangga, Respati lansung kembali sadar. dan perlahan melihat ke arah atas langit. sambil mulai membisikkan kata - kata yang ingin di ucapkan oleh Rangga saat itu.


"begitu, monster yang membawa kehancuran pada unitku, bukanlah Ogre King, melainakan,....Goblin Shaman, atau lebih tepatnya, Sihir penghalangnya itu kan."


ketika Respati mengatakan itu, tiba - tiba, Kolonel lansung bicara dan menjawab kata - kata Respati.


{...kau benar, seandainya, sihir penghalan itu tidak ada, kami yakin masih punya kesempatan untuk menyelamatkan pasukanmu. hanya saja, karena Penghalan itu ada-!!}


sebelum, Kolonel melanjukan bicaranya, Respati lansung memotongnya.


"-Sehingga, anda tidak mengirim Hellikopter tempur untuk membantu pasukanku. karena anda tau, Kita hanya akan menambah Korban jiwa, jika kita melakukan hal itu kan?"


{ya, baik persenjataan Hellikopter maupun beberapa Rudal atau Misil, tidak ada yang bisa merusak atau menghancurkan penghalan itu.}


ucap Kolonel, dengan nada serius, setelah itu ia melanjukkan lagi.


{itulah kenapa, saat pasukanmu Satya mengetaui hal itu, ia lansung mencoba untuk membawa semua pasukanmu untuk mundur. karena ia tau, jika ia mendapatkan bantuan, itu hanya akan menambah Korban jiwa,....jadi, maafkan aku.}


setelah Kolonel mengatakan itu, dengan nada rasa bersalah yang terdengar di telinga kanan Respati.


untuk sesaat suasana di sekitar mereka menjadi diam, dan tidak ada yang mengatakan apapun.


namun, setelah beberapa detik kemudian, perlahan Respati menghela nafasnya "haaa..." sambil menatap ke arah DRONE, yang sudah hampir mendekatinya.


"tidak perlu minta maaf, lagi pula, aku senang, pasukanku tetap melakukan yang terbaik, hingga akhir hidupnya."

__ADS_1


{....begitu.}


setelah Kolonel mengatakan itu, Respati mencoba untuk menanyakan sesuatu lagi.


"ngomon - ngomon Kolonel, aku ingin menanyakan, satu hal lagi?"


{apa itu?}


"anda bilang, bahwa anda tidak bisa mengirimkan Alutsista penerbangan ke medan Perang, karena takut di hancurkan oleh para Monster kan?"


{umm, itu emang benar.}


"lalu, kenapa anda mengirim DRONE pengangkut barang itu kesini?"


{....yaa, bukankah sudah jelas, karena DRONE ini lebih murah, di bandingkan dengan Alutsista DRONE pengintai.}


"eh?"


mendengar kata - Kata Kolonelnya, sentak membuat ekspresi Respati lansung membatu dan terlihat sangat terkejut.


tampa pedulikan ekspresi Respati, Kolonel lansung melanjukkannya lagi.


{alasan aku lebih memilih, mengirim DRONE ini untuk membawa senjatamu, di bandingkan dengan Alutsista DRONE pengintai. itu karena, jika DRONE ini tiba - tiba di serang oleh Monster Kelelawar-!!}


"-maka, anda tidak akan kena Rugi banyak, di bandingkan jika DROME pengintai yang kena kan?"


jawab Respati, sebelum Kolonel selesai bicara.


{ya, kau sudah tau


jawabannya,...bagaimana, kolonelmu jeniuskan!?}


mendengar apa yang yang dikatakan Kolonelnya, membuat wajah Respati tambah membatu.


(apa - apaan nii pemimpin, saat semua orang memikirkan cara mengatasi para Monster, ia malah masih bisa - bisanya memikirkan Kerugian.}


Ucap Respati di dalam Pikirannya,


setelah itu, tiba - tiba ia merasakan bahwa DRONE itu sudah berada tepat di depannya.


setak membuat Respati sadar kembali, dan lansung mencoba untuk mengambil Koper yang ada di bawah DRONE, sambil mengantinya dengan Koper yang ia pegang.


"aku sudah mengerti dengan apa yang anda katakan. jadi bisa beritau saya, kenapa anda harus repot - repot mengirim senjata ini, sampai Memakai DRONE Segala."


(Oh,...itu karena.......)


__________________________________


___________________


ketika Respati sedang berlari di atas pegunungan, sambil megenggam sebuah Koper, yang baru saja ia ambil dari DRONE. perlahan ia mengingat lagi, apa yang di katakan Kolonelnya tadi.


{oh....itu karena. saat ini, Rangga sudah tidak bisa menahan, Serangan Rombongan, Ogre King, jadi-}


"-anda mengirimkan Senjata ini ke saya, agar saya secepatnya pergi, untuk membantu Kapten Rangga kan?"


jawab Respati, sebelum Kolonel selesai bicara.


{ya,...dan kau seharusnya sudah tau, kalo Rencana selanjutnya, tidak bisa dijalankan Sebelum kau sampai di sana.}


setelah mengingat apa yang di katakan Kolonel, Respati lansung menambahkan kecepatan larinya.


sambil terus membunuh, setiap sisa - sisa Monster yang ketinggalan dari Rombongan Ogre King.

__ADS_1


"Kapten Rangga tunggulah, sebentar lagi aku akan sampai di sana."


ucap Respati Sambil menembak Beberapa Monster yang ada di depan, saat terus berlari untuk pergi ke tempat yang sudah di intruksikan.


__ADS_2