BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
DROME VS RANTAI ES


__ADS_3

Carla terkejut melihat banyaknya Drome yang terbang di atas mereka. sampai - sampai Drome itu terlihat seperti burung gagak yang sebentar lagi akan mendatangkan malapetaka.


"Noel, Apa kamu yang kendalikan ini semua?" Tanya Carla.


[Ya Master.]


"Tapi bagaimana bisa? waktu kita gunakan DIMENSI SISTEM aku tidak mendeteksi adanya Drome sebanyak ini."


[Itu tentu saja, lagi pula Drome ini tidak ku ambil dari tempat ini melainkan dari tempat lain.]


"Apa tempat lain? Tunggu bagaimana bisa kau mengendalikan Alutsista dari tempat Lain? Bukankah DIMENSI SISTEM hanya bisa mengendalikan Alutsista di tempat ini saja?"


[Itu benar, tapi anda lupa satu hal Master.]


Carla menyipitkan matanya karena penasaran dan bertanya..


"Apa?"


[Selain DIMENSI SISTEM kita juga telah mengambil alih Sistem Control room Tempat ini.]


"Hah!" Carla seolah sudah mulai mengerti.


Carla ingat Noel pernah berkata bahwa Control room hanya salah satu dari banyaknya sistem pertahanan yang di miliki negara ini.


Dan setiap Control room memiliki akses untuk menghubungkan ke Control room lainnya.


Noel sendiri telah menguasai Control room tempat ini, jadi sudah pasti ia juga bisa menghubungkan Control room ini dengan Control room dari tempat lain. dari situlah ia bisa mendapatkan Akses untuk mengendalikan semua Drome yang ada di tempat itu.


"Jadi begitu, aku mengerti sekarang. Alasan kenapa Drome - Drome ini tidak memiliki garis hijau di body mereka seperti alutsista lainnya karena Drome ini tidak di kendalikan dari kemampuan DIMENSI SISTEM kita, melainkan Drome ini di kendalikan langsung dari sana(Control room lainnya) secara manual olehmu, benarkan?"


Noel dengan kuat Langsung menganggukkan kepalanya.


[Benar sekali, jujur saja sangat sulit mengendalikan Drome - Drome ini, apa lagi mengontrolnya secara Manual, ini benar - benar sulit.-


-Tapi tak apa karena aku cuma perlu menabrakan Drome - Drome ini ke rantai es itu lalu meledakkan nya, dengan begitu rantai esnya akan hancur.]


Ucap Noel, kemudian Ia menambahkan lagi....


[Yaa meskipun rantai esnya bisa kembali lagi seperti semula tetapi setidaknya itu membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memperbaikinya. dari situlah kita bisa mendapatkan kesempatan untuk mendekatinya dan menyentuhnya.]


Noel menatap Carla dan mencoba mengingatkan lagi apa yang harus mereka lakukan.


[Ingat, untuk membatalkan Area bekunya anda perlu menyentuh tubuhnya, mengerti.]


"Yah aku tau."


[Baiklah, kalau begitu bersiaplah, kita akan segera menghancurkan rantai es itu.]

__ADS_1


Noel mengulurkan tangannya ke bawah, saat itu juga semua Drome penghancur yang berterbangan di atas Mereka lansung turung ke bawah dan berkumpul di belakang Carla.


Lalu kemudian Noel mengulurkan tangannya ke depan. Seluruh Drome penghancurnya lansung maju ke depan dan menghampiri rantai es itu.


Carla dengan dua Drome tempurnya yang masih tersisa, langsung ikut dari belakang.


[Tak'kan ku biarkan kalian mendekati Masterku.]


ELSIE menggerakkan 7 rantainya dan mencoba menahan serangan Carla.


Lebih dari 10 Drome Carla berhasil di tangkap oleh rantai es itu, namun ELSIE tidak tau bahwa yang ia tangkap adalah Drome penghancur.


Sebelum ELSIE membekukan Drome - Drome itu menjadi es Noel lebih dulu meledakkan Drome itu, dan terjadilah sebuah ledakan yang sangat besar di tempat itu.


~BOOOOOOM!!


Ledakannya tidak hanya sekali tapi beberapa kali hingga ke 7 rantai Es itu hancur.


[Cih.]


ELSIE Mengerutkan keningnya dan terlihat kesal. ia lalu buru - buru mencoba memperbaiki rantai es nya kembali seperti semula.


Namun Noel tidak membiarkannya, Noel mengirim Drome penghancurnya lagi dan meledakkan Rantai es itu lagi, lagi dan lagi. sampai - sampai Rantai es itu tidak bisa melakukan apa - apa dan yang bisa pasrah di hancurkan secara terus menerus.


Carla menghindari setiap puing - puing dari ledakan itu dan berhasil melewati ke 7 rantai es Amaliya dengan mudah.


[Master bersiaplah lompat, sebentar lagi kita sampai.]


"Aku ta-!!"


Tiba - tiba Carla merasakan ada serangan yang datang dari arah bawah.


"Noel."


[Yah.]


Noel seolah merasakannya juga dan buru - buru membelokkan Drome yang di kendarai Carla ke arah samping.


Saat itu juga beberapa duri es muncul ke permukaan dari bawah tanah dan menghancurkan sebagian Drome yang mengikuti Carla di belakang.


Sedangkan Sebagiannya lagi berhasil selamat termaksud Dua Drome tempur yang terus mengikuti Carla di belakang.


Tak berhenti sampai di situ, duri es terus bermunculanlah dari bawah tanah dan mengincar Carla. Namun Carla masih bisa selamat.


Melihat hal itu ELSIE tidak senang, ia menambah serangannya lagi dengan menciptakan lebih banyak duri es di atasnya di bandingkan sebelumnya.


Dimana ada sekitar ribuan duri es yang berhasil ia buat. sebagian dari mereka masih di gunakan untuk menahan serangan dari kendaraan tempur yang datang dari arah depan, sedangkan sebagiannya lagi di gunakan untuk menyerang Carla.

__ADS_1


Sekarang Carla di serang dari dua arah, di atas dan di bawah.


"Cih, Noel percepat."


[Baik Master.]


Serangan demi serangan terus di lancarkan oleh ELSIE Namun beruntungnya entah bagaimana Carla masih bisa selamat, yaa meskipun ia harus mengorbankan beberapa Drome nya sekalipun.


"Kita tidak boleh terus seperti ini, kita harus cari cara agar bisa mendekatinya" Ucap Carla.


[Aku setuju.] Balas Noel.


Noel lalu melihat sekeliling dan memperhatikan satu orang yang bisa mengatasi masalah mereka. Yaitu Selena..


[Master aku tau, kita suruh saja dia(Selena) teleportasi anda ke tempat Gadis itu.]


"Hah, tapi dia saat ini bertarung dengan pak tua itu, jika kita menyuruhnya kesini maka Gregori dan Mael akan kesulitan menahan pak tua itu."


[Tenang saja, aku akan ikut membantu mereka.]


Sebagian dari kendaraan tempur berhenti menyerang Amaliya dan berahli ke arah Valdo, kemudian menyerangnya.


""APA!!""


Baik Selena dan juga Gregori kaget dan buru - buru menjauh dari Valdo. Dan saat itu juga Valdo di hujani oleh banyak sekali peluru. Namun Valdo masih bisa menebas semuanya.


Gerakan ayunan pedangnya sangat cepat hingga sulit untuk di lihat oleh mata.


(Apa - apaan pak tua ini! bagaimana bisa ia menebas semua serangan itu hanya dengan dua pedangnya?)


Sementara Selena memikirkan itu, dari jauh ia dengar suara Carla yang sedang memanggilnya.


"SELENA."


Selena langsung balik ke arah sana dan melihat Carla.


"......"


Carla tidak mengatakan apa - apa tapi dari tatapan matanya Selena langsung tau apa yang Carla inginkan. Selena Segera menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


[Sepertinya ia setuju membantu anda Master.] Ucap Noel.


"Yah."


[Kalau begitu, apa anda siap?]


"Tentu saja." Jawab Carla dengan tatapan serius.

__ADS_1


__ADS_2