BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERTARUNG DENGAN GORILA DI PULAU Bagian 3


__ADS_3

setelah beberapa saat, ruangan yang tadinya di tutupi oleh debu akibat dari ledakan mulai menghilang.


di dalam ruangan memperlihatkan lubang besar yang terbentuk dari Ledakan tersebut. sehingga Brid yang berdiri di dekat pintu bisa melihat kebawah.


tempat dimana Boktis terjatuh dan terkubur oleh puing - puing lantai yang hancur.


sesaat Brid melihat ke bawah, ia mulai memikirkan apa yang di rencanakan ketuanya sebelum Boktis sampai ke ruangan ini.


saat itu....


___________________


_________


"ketua, apa kita betul harus melarikan diri dari dia??"


saat brid mengatakan itu, ketuanya langsung berbalik dan melihat Brid dengan tatapan (nih orang bilang apa sih!). Brid yang merasa tidak enak di lihat seperti itu mulai bertanya.


"a- ada apa ketua??"


"tidak, aku hanya tidak menyangkah, apa yang aku pikirkan dengan mu ternyata tidak sama!!"


"apa maksudmu??"


"tidak, bukan apa - apa!"


Brid yang tidak mengerti, apa yang di maksud ketuanya , mulai bertanya lagi.


"jadi, apa kita harus membunuhnya??"


"tidak,..kita tidak akan membunuhnya!!"


"haaa, kita tidak akan melarikan diri, dan kita juga tidak akan membunuhnya,..kalo begitu kita harus melakukan apa??"


Saat Brid mengatakan itu, dia melihat ketuanya tersenyum sedikit, sebelum akhirnya dia bicara.


"TENTU SAJA, KITA AKAN KUBUR DIA HIDUP - HIDUP!!"


Brid yang mendengar ketuanya berkata begitu, lansung merasa merinding.


sebab jika ketuanya sudah mengatakan itu, maka ia pasti akan melakukannya. meski sekuat apapun orang tersebut.


namun, jika ketuanya benar - benar berniat untuk mengubur orang itu hidup - hidup, itu berarti....


"ke- ketua, boleh aku bertanya sesuatu."


"ada apa?"


"kalau kita mau kubur dia hidup - hidup, bukankah kita harus menggunakan pasir, tapi di ruangan ini sama sekali tidak ada pasir? apa ketua mau pergi keluar menggambilnya??"


saat Brid mengatakan itu, ketuanya langsung berbalik dan menatap Brid seperti (nih orang apa betul - betul sangat bodoh?) setelah itu, ketuanya kembali melihat kearah bawah, sambil berbicara.


"tentu saja tidak, coba kau perhatikan ruangan ini baik - baik, apa yang kau temukan??"


saat Brid mulai memperhatikan ruangan sekitar. ia tidak banyak menemukan apapun. melainkan hanya beberapa prabotan Rumah yang sudah lama tidak di pakai dan Ruangan yang sangat Rapuh.


"ketua, tidak banyak apa - apa di ruangan ini, hanya ada beberapa prabotan Rumah, di tambah lagi, Lantainya ini bisa saja han-!!"


sesaat Brid mengatakan itu, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia sudah menyadari sesuatu.


"ke- ketua, jangan bilang kita akan..."


ketika Brid mengatakan itu. dari arah belakang, Brid bisa melihat bahwa ketuanya baru saja tersenyum.


"Brid, sepertinya, kau sudah mengerti!"

__ADS_1


meskipun Brid sudah mengetaui rencana ketuanya, namun, ada satu hal yang harus mereka butuhkan....yaitu.


"ketua, jika kita ingin meruntuhkan lantai ini, bukankah kita harus membutuhkan sebuah Bom?"


Saat Brid mengatakan itu, ketuanya masih terus melihat kebawah. dan tak lama dia pun mulai bicara.


"kalau itu, kamu tak usah khawatir, coba kau lihat kebawah sana, apa yang kau temukan??"


saat ketuanya menujuk ke sebuah Lubang. dimana Lubang ini terhubung dengan Ruangan bawah.


Brid lansung menjawabnya.


"kalau itu bukankah sudah jelas, di bawah sana cuma ad-..!!"


sesaat Brid kaget dan lansung berhenti,


sebab di Ruangan bawah adalah tempat dimana bahan - bahan makanan di simpan. itu berarti di bawah sana ada...


"begitu, kita akan menggunakan Tepung kan??"


"benar!"


jawab lansung ketuanya. setelah itu Brid bertanya lagi.


"kalo begitu, apa yang harus aku lakukan ketua?"


saat Brid mengatakan itu, dia sangat senang. dan bersemangat.


"kau terlalu bersemangat Brid?"


saat ketuanya mengantakan itu Brid hanya tersenyum saja. dan ketuanya mulai bicara lagi.


"kalo begitu, pertama - tama aku akan turung ke bawah, setelah itu aku akan mengoporkan kamu tepung dari bawah sehingga kamu bisa menggunakannya. setelah itu kamu tumpah sebagian di kain yang aku ambil tadi dan mengikatnya di atas agar Gorila itu tidak bisa lihat.


setelah itu kau tunggu saja di atas dan hemburkan ruangan itu dengan tepung sampai Gorila itu datang!"


setelah Brid mengatakan itu, ketuanya tidak mengatakan apapun,


"......."


setelah beberapa saat ia diam, tak lama kemudian ketuanya mulai bicara, sambil menunjukkan jempolnya ke arah Brid.


"tentu saja aku akan langsung pergi untuk mengejar sih target!"


"hee.. jadi, apa ketua menyuruhku melawan orang itu sedirian??"


saat Brid mengatakan itu, ketuanya sekali lagi menunjukkan jempolnya kearah Brid.


"tentu."


"tidak, tidak, tidak,. tidak mungkin aku bisa mengalahkannya sendirian?"


Saat ketuanya mendengar apa yang di katakan Brid, dia mulai mengubah eksprisinya menjadi serius dan menatap Brid dengan Tajam.


"BRID, PERCAYALAH DENGAN KEKUATANMU, KARENA KEAHLIANMU ITU DAPAT BERGERAK DENGAN SANGAT CEPAT DAN BISA MENGIKUTI JALUR PELURU. SEHINGGA KAMULAH YANG PALING PAS UNTUK MELAWAN ORANG ITU."


ucap ketuanya, setelah itu ia menghela nafasnya dan melanjutkan lagi.


"yah, meskipun aku juga ingin melawannya, TAPI, KAMU HARUS TUNJUKKAN KEKUATANMU ITU PADA DIA. ORANG TERKUAT KEDUA DARI KELOMPOK INI, KAMU MENGERTI KAN??"


"...YAH, AKU MENGERTI?"


_________________________________


_______________________

__ADS_1


setelah Brid mengingat hal itu, dia kembali sadar dan melihat lagi Boktis yang sudah terkubur oleh puing - puing.


setelah beberapa saat Brid melihat Boktis. dia mulai berjalan lagi di lorong, namun....


"~UGH!!"


pas dia baru mau membalikkan badan, sebuah suara muncul. Brid yang mendengar itu langsung melihat kearah bawah, dan di sana, Boktis sudah keluar dari puing - puing dan mengankat kepalanya ke atas sambil melihat Brid yang lagi terkejut.


"WOY, KAU PIKIR MAU PERGI KEMANA..HAA??"


Meskipun awalnya Brid Terkejut, namun dia mulai mengubah eksprisi menjadi serius, dan menatap balik Boktis.


"kau,..bagaimana kau bisa selamat dari bebatuan itu??"


"APA KAU PIKIR AKU AKAN KALAH HANYA DENGAN, TRIK SEPERTI INI?"


saat Brid mendengar itu, dia tidak mengatakan apa pun


"....."


"TAPI, JUJUR RENCANAMU ITU SUDAH SANGAT BAGUS, MENGUBURKU HIDUP - HIDUP. SAYANGNYA KAU MEMILIH LAWAN YANG SALAH!!"


Brid yang melihat itu, hanya bisa mengepalkan tangannya sambil merasa frustasi karna, tidak bisa mengalahkan Boktis, meski ketuanya sudah sangat mempercayainya.


"apa ini belum cukup?"


saat dia menanyakan diri sendiri,


tiba - tiba sebuah suara muncul, dari lantai bawah.


"tidak, kau sudah melakukannya dengan baik, Brid!"


sentak saat mendengar suara itu, Brid dan Boktis lansung kaget, karena suara itu terdengar seperti ketuanya.


Boktis yang sekarang berada di lantai bawah, melihat ke arah pintu yang terbuka, dan didalamnya terdapat lorong yang sangat gelap.


setelah itu, sebuah bayangan muncul di lorong itu, sampai akhirnya dia berdiri tepat di depan pintu lantai 1.


di sisi lain, Boktis mulai tertawa dengan sangar sambil menatap tajam setelah mengetaui, siapa orang itu.


"HEHEE,..AKU PIKIR KAMU AKAN MELARIKAN DIRI CEBOL?"


"heh, tenang saja, aku tidak mungkin melarikan diri, aku cuma lupa, memberi kamu peti mati!..Gorila!!"


"PETI MATI? APA MAKSUDMU?"


saat Boktis terlihat kebingungan, aku langsung mengambil gas, yang tadi aku ambil di ruangan tempat dimana Boktis saat ini berdiri.


"BRID, CEPAT LARI DARI SINI?!"


"eh a- apa maksudmu??"


tampa menunggu lama, aku langsung melempar gas itu ke tempat Boktis berdiri.


sedangkan Brid, yang melihat gas itu keluar dari pintu bawah, langsung shock dan dengan cepat meninggalkan tempat itu, sambil berteriak.


"KETUA, KAU SANGAT GILAAAA!!"


sebelum gas itu sampai ke Boktis, aku dengan cepat mengeluarkan pistolku dan mundur sampai ke dinding, setelah itu aku mengekernya dan langsung menembaknya.


DOOR


dengan gerakan lambat, peluru itu terus berjalan ke arah gas, dan saat Gas itu berada tepat di depan wajah Boktis. peluru itu lansung mengenai gas tersebut. hingga akhrinya terjadi sebuah ledakan yang sangat besar.


**BOOOOOOOOOOOOM**!!

__ADS_1


ketika Ledakan itu terjadi, beberapa orang di area sekitar sejenak berhenti berperang, dan melihat ke arah ledakan itu, begitupun dengan para anggotaku.


__ADS_2