BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SEORANG KAKAK YANG KHAWATIR DENGAN ADEKNYA


__ADS_3

di Rumah Leon. di ruangan tamu, Kak Siska saat ini, sedang berbaring di sofa, sambil memainkan hpnya.


ketika ia memainkan hpnya, ia memperhatikan, bahwa Jam yang berada di sudut layar hpnya, sudah menunjukkan pukul 17:14.


seusai Kak Siska melihat jam itu, wajahnya lansung berubah menjadi khawatir dan seperti sedang mencemaskan sesuatu.


"ini sudah hampir mau malam, tapi, Leon pergi kemana sih!?"


ketika Kak Siska mengatakan itu. ia mengarahkan pandangannya ke arah, pintu keluar rumah, dan setelah beberapa detik melihat, ia mengarahkan pandangannya ke arah hpnya lagi.


"haaa,....!?"


saat dia mencoba untuk menenangkan dirinya, tiba - tiba hp yang ia genggam, mulai bergetar, sambil diikuti dengan musik panggilan.


ketika Kak Siska memperhatikan hpnya, di sana terlihat nama sahabat Kak Siska, Putri sedang menelpon dirinya.


tampa menunggu lama, Kak Siska lansung mengangkak panggilan itu dan mengarahkan hpnya, ke dekat telinga.


"halo,..ada apa Putri?"


ketika aku sedang bertanya, sesaat kemudian, sebuah suara mulai terdengar, di dalam hp yang aku genggam.


{Siska,..bukan apa - apa kok, hanya saja, apa Leon sudah pulang di Rumahmu?}


"tidak,..Leon belum pulang di rumah, emang ada apa??"


{yah, kau tau, baru saja adekku pulang dari rumah, ia bilang saat pulang sekolah, dia, bersama dengan Leon dan juga teman perempuannya, pergi ke warnet bermain game-}


(Warnet,..jadi, itulah kenapa Leon lama pulang!?)


ketika Kak Siska sedang memikirkan itu. Sahabatnya, Putri mulai melanjutkan kata - katanya lagi.


{- tapi, adekku bilang, waktu mereka ingin pulang, di tengah jalan, Leon entah kenapa, tiba - tiba memilih jalan lain. sehingga ia berpisah dengan adekku!?}


"berpisah?"


jawabku dengan suara pelang. sambil terlihat bertanya - tanya.


{yah, makanya aku menelponmu, karna, adekku dari tadi terus saja khawatir. ia bilang, apa Leon Sudah pulang apa belum!?}


"jadi begitu,..sayangnya Leon belum pulang ke rumah!?"


ketika Kak Siska mengatakan itu, meskipun ia tersenyum, namun wajahnya terlihat sedih.


setelah itu, perlahan ia mengarahkan pandangannya ke arah pintu keluar Rumah, sambil terus melihat dengan ekspresi khawatir.


(dia,...pergi kemana sih anak itu!?)


ketika ia sedang memikirkan itu, tiba - tiba sahabatnya, Putri mulai bertanya.


{ngomon - ngomon Siska, aku ingin tau, apa Leon masih ingat, jalan pulang kesekolah ke rumahnya??}


Siska lansung terlihat bingun, ketika mendengarkan apa yang di katakan putri.


"tentu saja Leon tau, lagi pula, Leon sudah sering, jalan sendiri ketika pulang sekolah!?"


{begitu...}


jawab putri secara singkat, setelah itu, Siska mulai bertanya balik.


"...Putri, kenapa kau menanyakan hal itu??"


{yah, kau tau, bukankah Leon saat ini sedang hilang ingatan, jadi aku pikir, mungkin saja Leon saat ini sedang tersesat di suatu tempat, karena tidak ingat arah jalan, untuk Pulang kerumahnya!?}


sentak Kak Siska lansung melebarkan matanya, karena terkejut mendengar apa yang di katakan sahabatnya.


ia tidak menyangkah, bahwa ia lupa kalo adeknya, Leon saat ini sedang hilang ingatan.


meskipun, ingatan leon tidak hilang sepenuhnya, namun. tidak ada kemungkinan jika Leon tidak tau, arah jalan untuk pulang Ke rumahnya sendiri.


"Setelah kau bilang begitu, benar juga,...ngomon - ngomon, di jalan mana adekmu berpisah dengan Leon??"


{jalan mana?..Siska jangan bilang kau!?}


"yah, aku akan pergi mencari Leon!?"


{.....}


untuk sementara Putri tidak mengatakan apapun, dan hanya diam saja. namun setelah beberapa detik, ia mulai bicara lagi.


{....kalau begitu, tunggu sebentar, biarku tanya dulu adekku??}


"yah."


jawab Kak Siska secara singkat.


setelah menunggu beberapa Detik, tak lama kemudian, suara Putri mulai terdengar lagi.


{Siska, aku sudah bertanya ke adekku, ia bilang, ia berpisah dengan Leon di jalan xxxxxx....}


"begitu,..."


jawabku, sambil sedang memikirkan sesuatu. namun, sebelum aku berpikir, tiba - tiba Putri mulai bertannya.

__ADS_1


{Siska, apa kau ingin ku bantu untuk mencari Leon??}


"eh,..tidak usah, biar aku sendiri saja yang mencarinya!?"


{apa kau tidak masalah, mencarinya sendiri??}


"yah,..lagi pula, aku punya banyak kenalan yang tinggal di sekitar daerah itu kok, jadi, aku bisa bertanya pada mereka!?"


{benarkah,...kalo begitu, hati - hatilah saat kau di jalan?}


"umm, aku tau!?"


kata Siska, sambil menganggukkan kepalanya.


setelah itu, ia mencoba untuk mengakhiri pembicaraan dengan Putri.


"kalo begitu, aku tutup dulu ya Putri?"


{yah.}


seusai Putri menjawabnya secara singkat, aku lansung mengakhiri panggilnya.


setelah itu, aku perlahan berdiri dari sofa, dan berjalan untuk mengambil jaketku di dalam kamar.


setelah aku memakai jaketku, aku berjalan ke luar dari Rumah dan lansung memakai sepatuku, sambil berlari meninggalkan rumahku.


________________________


______________


setelah beberapa saat, Siska pergi mencari Leon.


di tepi jalan, Leon saat ini sedang berlari, sambil membawah sebuah kantong hitam di tangannya.


"ini sudah hampir mau malam, mereka pasti sangat khawatir denganku!?"


kataku sambil membisikkan itu, ketika melihat ke arah atas, dimana langit sudah hampir mau gelap.


setelah itu, aku mengerakkan tanganku tepat di depan dadaku, dan melihat PIX yang berbentuk emoji hijau, di kaos tanganku.


"PIX apa kau tau, ini sudah jam berapa??"


karena aku tidak mempunyai hp dan juga jam tangan, sehingga aku tidak mengetaui, ini sudah jam berapa.


[hmm, menurut data yang aku dapatkan dari ingatan Leon, jika kita lihat warna langit yang sekarang,setidaknya ini sudah hampir masuk jam 6 sore master!?]


"be-begitu!?"


jujur aku hanya ingin mencoba mempermainkan PIX, tapi tidak ku sangka ia malah menjawabnya dengan serius.


[master, coba kau lihat ke depan? sepertinya ada seseorang yang sedang mencarimu?]


"mencariku??"


setelah mendengarkan PIX, aku lansung mengalihkan pandanganku ke arah depan, dan melihat ada Kak Siska sedang berdiri, tidak jauh dariku.


"Kak Siska?..apa yang sedang ia lakukan disana??"


ketika aku sedang memperhatikan Kak Siska, ia sepertinya sedang berdiri di depan Lorong kecil, sambil terus menatap Lorong itu dengan ekspresi khawatir dan juga sedih.


"hmm!!"


untuk sementara, aku terus melihat Lorong itu. dan tak lama kemudian, aku ingat, Lorong itu tempat dimana, aku tadi memberi pelajaran pada anak - anak berandalan itu.


"kenapa ia berdiri di tempat itu??"


[aku tidak tau, tapi dari ekspresi wajahnya, sepertinya ia dari tadi sedang mencarimu master, sambil terus menanyakan beberapa orang, tempat dimana kau tadi berjalan, hingga akhirnya ia sampai di tempat itu!?]


"setelah kau bilang,...sepertinya begitu!?"


ketika aku membisikkan itu, untuk sementara aku terus menatap Kak Siska. namun, setelah beberapa detik, PIX mulai bicara lagi di dalam pikiranku.


[master, bagaimana jika kau menyapa dia dulu, aku rasa ketika ia melihatmu, ia akan lansung memelukmu, master!?]


"memelukku? buat apa Kak Siska melakukan itu??"


kataku ketika melihat ke arah PIX yang berada di kaos tanganku, sambil terlihat bingun.


[master, apa kau tau. jika seseorang sangat khawatir dengan keselamatan orang yang ia sayangi, tampa sadar, orang itu biasanya akan lansung memeluknya, ketika mengetaui orang yang ia sayangi baik - baik saja!?]


"hmm, jadi yang ingin kau ingin bilang,bahwa keadaan Kak Siska saat ini hampir mirip dengan orang itu,. kan??"


[begitulah!?]


setelah PIX menjawabnya, untuk sementara aku melihat ke arah Kak Siska. dan tak lama kemudian, aku mulai berjalan ke arahnya.


(tidak mungkin Kak Siska, mau melakukan hal itu!?)


ketika aku sedang memikirkan itu, tak lama kemudian, aku sudah hampir berada di dekat Kak Siska.


dan saat aku memperhatikan Kak Siska, wajahnya terlihat sangat lelah dan juga khawatir, sambil di penuhi keringat di wajahnya.


(apa dia, dari tadi mencariku terus??)

__ADS_1


ketika aku memikirkan itu, perlahan aku mulai memanggil Kak Siska dari samping.


"Kak Siska, Sedang apa kau di sini??"


seketika, Kak Siska lansung terkejut mendengar suaraku, dan dengan cepat ia lansung berbalik dan melihat ke arahku.


"Le- Leon....!?"


seusai mengatakan itu, untuk sementara Kak Siska terus memperhatikan wajahku.


namun, setelah beberapa detik memperhatikan wajahku, perlahan ekspresinya yang khawatir, lansung berubah menjadi terlihat senang dan juga sedih, sambil meneteskan air matanya.


"Kak Siska?"


sentak aku lansung tercengan melihat Kak Siska, yang berada di depan ku. tidak ku sangkah ia sampai meneteskan air matanya.


(sepertinya, dia benar - benar sangat khawatir denganku!?)


ketika aku memikirkan itu, perlahan Kak Siska mulai berjalan mendekatiku.


namun, entah kenapa, ketika Kak Siska mendekatiku, untuk sesaat aku mengingat lagi apa yang di katakan PIX tentang pelukan itu.


(jangan Bilang, Kak Siska benar - benar akan memelukku!?)


namun, berbeda dengan apa yang aku pikirkan, PIX entah kenapa, meskipun ekspresinya terlihat sangat senang namun, wajahnya ketika ia melihatku, terus saja menyeringai.


[Master, siap - siap.]


"hah? apanya yang siap - si-!!"


sebelum aku selesai bicara, tampa aku sadari, sebuah pukulan lansung mengarah ke arah atas kepalaku, dan dengan cepat lansung memukul kepalaku sebanyak beberapa kali.


BUK!!....BUK!!.....BUK!!....


seusai aku di pukuli, aku lansung berjongkok dan memegangi kepalaku dengan kedua tanganku, sambil merintih kesakitan,


"aghhh,..Kak Siska, ini sakit sekali!!"


kataku sambil teriak.


setelah itu, aku lansung melirik ke arah PIX, yang berada di kaos tanganku. dengan ekspresi marah. sambil melihatnya dengan tatapan tajam.


(PIX, beraninya kau menipuku!?)


[master, aku melakukan ini bukan untuk menipumu. tapi aku melakukan ini demi kebaikan master sendiri!?]


(kebaikan apanya??)


[tentu saja, kebaikan untuk membuat pikiran master jernih, agar tidak mengincara istri orang lain lagi!?]


(sudah ku bilang, aku tidak pernah berniat, mengincar istri orang lain!!)


ketika aku bertengkar dengan PIX di dalam pikiranku. tak lama kemudian, aku lansung mengarahkan pandanganku ke arah Kak Siska.


"Kak Siska, Apa yang kau lakukan tadi?"


"apa yang ku lakukan..."


kata Kak Siska ketika Berguman, sambil wajahnya tidak terlihat, karena di tutupi oleh poninya.


"SAHARUSNYA AKU YANG BILANG BEGITU, APA SAJA YANG KAU LAKUKAN SAMPAI PULANG SETELAT INI!!"


Kak Siska lansung berteriak dengan sangat marah, dan dengan cepat lansung mencubit telingaku. sambil menariknya ke arah atas.


"aduh..aduh..Kak Siska cepat Lepaskan, telingaku sangat sakit!?"


"tidak mau,..cepat, ikut dengan Kakak pulang kerumah!?"


setelah Kak Siska mengatakan itu, ia mulai berjalan pulang ke arah rumah,sambil terus menarik telingaku.


"aghh,...baik, baik aku akan pulang, jadi cepat lepaskan telingaku Kak Siska!??"


"tidak usah banyak bicara, cepat ikut Kakak pulang!?"


"aghh, aghh...aku mengerti, aku akan pulang, sekarang!?"


setelah itu, Kak Siska, terus menarik telingaku sambil berjalan. sesaat kemudian, aku melirik ke arah PIX dan mengutuk ia di dalam pikiranku,


(pelukan apanya,..sialan kau PIX, mati saja kau!?)


seolah olah, mengetaui apa yang aku pikirkan, PIX lansung membalasku.


[master, apa itu sakit,...rasain tuh!?]


(diamlah Brengseet!)


[Mampus kau master!!]


(aku bilang,..diamlah Brengseet!?)


[Mati saja kau Master!?]


(GUE BULANG DIAMLAH BRENGSEEEEEEEEEEEEEEEET)

__ADS_1


pada akhirnya, aku terus bertengkar dengan PIX di dalam pikiranku, sampai akhirnya kami pulang ke rumah.


__ADS_2