
saat aku mendengarkan apa yang di katakan PIX, aku lansung terkejut. tidak ku sangka, yang memberikan aku kekuatan ini, ternyata bukanlah gadis itu.
tapi, jika bukan gadis itu yang memberikan aku kekuatan ini, kalau begitu....
(siapa yang memberikan kekuatan ini kepada ku??)
saat aku memikirkan itu, aku beralih ke PIX. emoji yang ada di kaos tanganku.
"kalo bukan gadis itu, kalo begitu siapa??"
[untuk saat ini, aku tidak bisa memberitau master, karena kalo master mengetauinya, bisa - bisa master akan memukul saya?!]
"tenang saja, aku tidak akan melakukan itu kok, jadi cepat beritau aku, siapa yang memberikan kekuatan ini ke padaku??"
[maafkan aku, aku tetap tidak bisa memberitau master, siapa yang memberikan kekuatan itu ke master!?]
"emang kenapa??"
[aku takut di pukul sama master!?]
"sudah kubilang aku tidak akan melakukan itu, lagi pula aku tidak bisa memukulmu kan!?"
[itu memang benar!...tapi, maafkan aku, aku memang tidak bisa memberitau master.]
saat aku terus memaksa dia untuk mengatakannya, namun, PIX sepertinya masih keras kepala, dan tetap tidak ingin mengatakan apapun.
mungkin dia masih mengingat saat kejadian di rumah sakit, ketika dia sudah memberitauku yang sebenarnya, aku lansung hilang kendali dan tampa sadar, aku mulai memukul para dokter yang mencoba menghentikanku.
itulah kenapa mungkin dia takut kalo nanti aku akan hilang kendali lagi dan memukul dia, seperti yang kulakukan dengan para dokter itu.
jadi, tidak bisa di pungkiri kalo PIX tidak ingin mengatakan apapun. lagi pula, itu juga kesalahanku sendiri, karena sudah hilang kendali waktu di rumah sakit.
"haaa..sudahlah, kalo kau memang tidak ingin mengatakan apapun!?"
[terima kasih master.]
setelah itu, aku mulai mengumpulkan lagi cemilanku. dan tak lama kemudian, setelah aku sudah memasukkan semua cemilanku ke dalam kantong.
aku mulai berjalan ke arah sepedaku yang sudah penyok dan bamnya yang juga sudah kempes.
[sepertinya master tidak punya pilihan lain selain berjalan!?]
"yah,"
setelah aku menjawabnya dengan singkat, aku mulai mengambil sepedaku dan membuatnya berdiri.
[tapi, kenapa anak - anak itu ingin menyerang master??]
"aku juga tidak tau, tapi, kita akan segera mengetauinya sebentar lagi. alasan kenapa mereka semua menyeranku!?"
[apa maksud master!?]
tampa pedulikan PIX, aku mulai berjalan ke arah salah satu anak berandalan yang sudah tidak sadarkan diri, sambil mendorong sepedaku.
setelah aku sampai, aku lansung mengambil salah satu benda yang ada di dekat anak itu. dan saat PIX mengetaui benda apa yang aku ambil, dia lansung mengerti apa yang aku katakan.
__ADS_1
[master, itu..jangan bilang!!?]
"yah, seharusnya kita bisa mengetaui, alasan mereka semua menyerangku di dalam hp ini!?"
betul, benda yang saat ini aku pegang adalah HP dari anak ini.
saat itu, aku merasa curiga, ketika anak ini memberikan hp dia kepada ketuanya, entah kenapa, sikap mereka semua, tiba - tiba berubah dan lansung ingin menyerangku tampa pedulikan aku anak kecil.
itulah kenapa aku pikir, alasan mereka menyerangku, mungkin jawabannya ada di dalam hp.
"kalo begitu coba kita lihat, apa yang kita temukan didalam hp ini!?"
setelah aku mengatakan itu, aku mulai mencari sesuatu yang berhubungan dengan anak - anak ini yang ingin menyerangku. mulai dari apk Pesan, Wa, instagram, bahkan sampai di Twitter sekalipun, aku tetap tidak menemukan apapun.
namun, setelah beberapa saat, ketika aku memasuki apk yang ada grub chattingnya, sentak aku lansung terkejut saat melihat apa yang aku temukan didalam pesan grub.
[master, apa kau menemukan sesuatu??]
"yah, tidak ku sangka anak - anak ini...!!"
saat PIX melihatku memperhatikan hp itu dengan wajah yang sangat serius, PIX entah kenapa mulai gugup dengan apa yang sebetulnya aku temukan di dalam Hp.
[ma- master apa yang kamu temukan??]
ketika PIX mengatakan itu, aku perlahan membalikkan layar Hp tepat di depan emoji yang ada di kaos tanganku.
dan ketika PIX melihat itu, dia lansung terkejut juga seperti yang aku lakukan.
[ma- master ini..]
"yah, ini sangat menarik kan"
[master!]
"ada apa?"
saat aku memperhatikan emoji yang ada di kaos tanganku, tiba - tiba ekspresi dia lansung berubah lagi, dan terlihat seperti sedang marah.
[MASTER BISA SERIUS TIDAK, AKU PIKIR MASTER SUDAH MENEMUKAN ALASAN ANAK - ANAK ITU MENYERANGMU, TAPI KENAPA MASTER MALAH ASIK - ASIKKAN MELIHAT FILM DEWASA DI HP ITU. DASAR MASTER MATA PLAYBOY!!]
benar, apa yang aku tunjukkan saat ini kepada PIX adalah film dewasa yang dikirimkan di dalam grub. dan ketika PIX marah - marah sambil berteriak, aku lansung kaget, karena suara dia yang sangat keras bergema di dalam kepalaku.
"PIX bisa tidak, kau tenang dulu?"
[MANA MUNGKIN AKU BISA TENANG. PADAHAL AKU SANGAT GUGUP KETIKA MASTER MELIHAT ISI HP. TAPI, TERNYATA MASTER MALAH MELIHAT HAL - HAL SEPERTI INI!!]
"aku tau, aku salah jadi bisa kau berhenti du-...eeh!!"
saat aku mencoba untuk membuat PIX tenang, tampa sengaja aku menemukan salah satu pesan seseorang yang ada di grub. hingga membuatku sangat terkejut.
[ada apa master tiba - tiba berhenti bicara, apa master menemukan film dewasa yang lebih bagus dari yang tadi??]
"tentu saja tidak bodoh, lagi pula, lupakan saja apa yang aku lakukan tadi,..dan lihatlah ini, sepertinya aku sudah menemukan alasan mereka ingin menyerangku!?"
saat aku mengatakan itu, aku lansung membalikkan layar hp yang aku pegang tepat di depan PIX, yang ada di kaos tanganku.
__ADS_1
dan saat PIX melihat itu, dia juga lansung kaget melihat isi pesan di grub.
[ma- master ini kan!!]
"yah, ini sudah pasti perbuatan anak - anak yang pernah membuli bocah ini dan kakaknya!?"
ketika aku melihat isi hp itu lagi, disana, terdapat sebuah pesan dari grub. dimana memperlihatkan fotoku yang berisikan kata - kata.
jika kalian bisa membuatnya babak belur akan ku kasihkan 500rb, dan jika kalian mematakan beberapa tulang bocah ini, akan ku kasihkan 3jt, dan bahkan kalo kalian bisa membunuh bocah ini, aku bersumpah akan mengasihkan kalian uang sebanyak 10jt.dan ingat ini baik - baik, setelah kalian melakukan itu, lansung kirimkan foto dia ke padaku dan aku berjanji akan lansung membayar kalian.dan satu hal lagi. apapun yang terjadi pada Bocah ini, itu bukanlah urusanku, tapi urusan kalian sendiri, kalian harus ingat itu.>(hmm..dengan kata lain, dia tidak mau bertangung jawab dengan apa yang terjadi denganku, melainkan hanya orang yang mengambil bayaran ini yang harus bertangung jawab kah!...menarik juga.)saat aku sedang memikirkan itu sambil terus membaca isi surat di hp, tampa sadar aku mulai tertawa sambil memperlihatkan mataku yang sedang menyala di dalam kegelapan, karena pantulan dari cahaya layar hp."Hehehe,..ini pasti akan sangat menyenangkan, apa lagi teman dia yang di pukul bocah ini ternyata masih hidup,...hehehe ini benar - benar sangat menarik"[master, sepertinya kau terlihat sangat senang!?]"benarkah?"[umm!!]setelah PIX mengatakan itu, aku perlahan memasukkan hp itu kedalam kantong celanaku dan mulai berjalan meninggalkan tempat ini, sambil mendorong sepedaku yang sudah rusak.[apa master lansung mau pulang??]"yah, emang kenapa??"[bukan apa - apa, hanya saja bagaimana dengan Es krim kakak master yang sudah tumpah??]"Es krim Kak Siska...??"[yah.]"....."[.....]setelah beberapa saat kesunyian, akhirnya aku ingat kalo Es krim Kak Siska saat ini sudah tumpah.karena aku terlalu senang dengan informasi yang aku dapatkan, hingga hampir lupa membelikan Kak Siska Es krim baru."BENAR JUGA, KENAPA AKU BISA LUPA DENGAN ES KRIM KAK SISKA!!"aku lansung berteriak saat mengatakan itu. setelahnya, aku dengan cepat berlari sambil mendorong sepedaku ke arah super market.setelah aku sampai, aku lansung mengambil Es krim sendotan yang di inginkan Kak Siska dan membawanya ke kasir untuk membayarnya.setelah aku bayar, aku lansung keluar dari super market, dan kemudian dengan cepat berlari meninggalkan tempat itu sambil mendorong sepedaku."apa mereka akan marah, karna aku lama pulang??"[sepertinya begitu!]
jika kalian bisa membuatnya babak belur akan ku kasihkan 500rb, dan jika kalian mematakan beberapa tulang bocah ini, akan ku kasihkan 3jt, dan bahkan kalo kalian bisa membunuh bocah ini, aku bersumpah akan mengasihkan kalian uang sebanyak 10jt.
dan ingat ini baik - baik, setelah kalian melakukan itu, lansung kirimkan foto dia ke padaku dan aku berjanji akan lansung membayar kalian.
dan satu hal lagi. apapun yang terjadi pada Bocah ini, itu bukanlah urusanku, tapi urusan kalian sendiri, kalian harus ingat itu.>
(hmm..dengan kata lain, dia tidak mau bertangung jawab dengan apa yang terjadi denganku, melainkan hanya orang yang mengambil bayaran ini yang harus bertangung jawab kah!...menarik juga.)
saat aku sedang memikirkan itu sambil terus membaca isi surat di hp, tampa sadar aku mulai tertawa sambil memperlihatkan mataku yang sedang menyala di dalam kegelapan, karena pantulan dari cahaya layar hp.
"Hehehe,..ini pasti akan sangat menyenangkan, apa lagi teman dia yang di pukul bocah ini ternyata masih hidup,...hehehe ini benar - benar sangat menarik"
[master, sepertinya kau terlihat sangat senang!?]
"benarkah?"
[umm!!]
setelah PIX mengatakan itu, aku perlahan memasukkan hp itu kedalam kantong celanaku dan mulai berjalan meninggalkan tempat ini, sambil mendorong sepedaku yang sudah rusak.
[apa master lansung mau pulang??]
"yah, emang kenapa??"
[bukan apa - apa, hanya saja bagaimana dengan Es krim kakak master yang sudah tumpah??]
"Es krim Kak Siska...??"
[yah.]
"....."
[.....]
setelah beberapa saat kesunyian, akhirnya aku ingat kalo Es krim Kak Siska saat ini sudah tumpah.
karena aku terlalu senang dengan informasi yang aku dapatkan, hingga hampir lupa membelikan Kak Siska Es krim baru.
"BENAR JUGA, KENAPA AKU BISA LUPA DENGAN ES KRIM KAK SISKA!!"
aku lansung berteriak saat mengatakan itu. setelahnya, aku dengan cepat berlari sambil mendorong sepedaku ke arah super market.
setelah aku sampai, aku lansung mengambil Es krim sendotan yang di inginkan Kak Siska dan membawanya ke kasir untuk membayarnya.
setelah aku bayar, aku lansung keluar dari super market, dan kemudian dengan cepat berlari meninggalkan tempat itu sambil mendorong sepedaku.
__ADS_1
"apa mereka akan marah, karna aku lama pulang??"
[sepertinya begitu!]