
pada saat waktu istirahat berlansung, aku saat ini sedang makan di kanting bersama dengan Rusli dan Lia.
namun, ketika kami sedang makan, lia melihatku sedang pucat sambil lesu di meja makan.
"Leon, sepertinya kau kurang sehat hari ini, apa terjadi sesuatu?"
"~tidak, bukan apa - apa kok, hanya saja aku merasa sangat lelah hari ini."
"lelah?"
"ya."
saat aku menjawabnya secara singkat, aku mulai mengingat lagi apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.
_________________________________
_______________________
ketika aku sudah menjawab semua pertanyaan yang di berikan Bu Linda, aku pikir aku bisa tidur nyenyak tanpa ada yang ganggu. namun, aku salah.
sebab, ketika Bu Linda sudah memberikan pelajaran ke para murid, ia lansung pergi menghampiriku dan duduk tepat di sampingku.
"umm!"
merasakan keadirannya, perlahan aku mengangkat kepalaku sedikit sambil melihat ke arah samping. dimana, Bu Linda sedang melihatku sambil tersenyum.
"oh Leon, sepertinya kau sudah bangun."
"Bu Linda ya, apa yang sedang kau lakukan di situ?"
"hmm, aku hanya ingin tau saja, apa kau sudah tidak ngantuk lagi. kalau tidak, bisa kau tulis pelajaran di atas?"
ketika Bu Linda mengatakan itu, perlahan aku mengalihkan pandanganku ke arah depan dan melihat sebuah catatan hampir memenuhi papan tulis.
melihat hal itu, aku merasa sangat malas dan lansung melihat ke arah Bu Linda lagi.
"maaf Bu Linda, untuk sekarang sepertinya aku belum bisa mengerjakannya. aku masih ngantuk."
"eh!"
mungkin Bu Linda berpikir, jika ia duduk di sampingku aku merasa terganggu dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.
namun, tanpa pikir panjang, aku lansung kembali Tidur. hingga membuatnya sedikit terkejut.
"~LE-LEON, BUKANKAH TIDAK BAIK JIKA KAU TIDAK BELAJAR."
"anda tenang saja, lagi pula Bu Linda sudah lihat kan tadi. jadi biarkan aku tidur sebentar saja."
"ta-tapi, jika kau begini terus, bisa - bisa nilaimu akan ku turunkan lo?"
"lakukan saja, aku tidak peduli."
"apa kau tidak takut, tinggal kelas?"
"bodoh amat." jawabku dengan cepat
seolah - olah tidak peduli dengan setiap ancaman yang di Lontarkan Bu Linda.
hingga membuat ia makin geram saat melihatku masih tiduran di meja.
"LEON, APA KAU BENAR - BENAR TIDAK INGIN BANGUN?"
"......"
"OI LEON, APA KAU DENGAR?"
"......"
"LEON."
"......"
tanpa ada satupun respon dariku. dengan geram, Bu Linda lansung memukul kepalaku menggunakan Buku yang ia genggam.
BUK!!
"~~Aduh, APA YANG KAU LAKUKAN?"
"jika, kau masih tidur di situ, aku akan terus memukulmu, Mengerti."
"HAH, TIDAK BISAKAH KAU LIHAT AKU SANGAT NGANTUK HARI INI. LAGI PULA, NANTI AKU KERJAKAN SENDIRI KOK PELAJARAN DI ATAS."
"MAU KAU KERJAKAN NANTI ATAU APA, YANG PENTING JIKA AKU MELIHATMU TIDUR LAGI, AKU AKAN TERUS MENGGANGGUMU. MENGERTI!?"
ucap Bu Linda sambil menatapku dengan tatapan tajam.
jujur saja aku sangat kesal dengan sikap ni Wanita, namun, tanpa pedulikan lagi ancamannya, aku kembali Tidur.
"Terserah kau saja, aku tidak peduli."
melihat aku kembali Tidur, Bu Linda mulai memukul - mukul kepalaku menggunakan buku. sambil sesekali menarik telingaku ke atas.
namun, sayangnya semua yang ia lakukan tetap tidak bisa membangunkan ku, hingga akhirnya ia bersandar di punggungku sambil membisikkan sesuatu di telinga kananku.
"hei Leon, apa kau benar - benar ingin tinggal kelas? apa kau tidak takut jika Orang tua mu kecewa?"
"sudah ku bilang Bodoh Amat, yang lebih penting bisa kau pergi dari situ, aku tidak bisa tidur."
mendengar apa yang aku katakan, membuat Bu Linda lansung tersenyum licik.
"hee, apa kau tidak suka kalau aku menyentuhmu?"
"tentu saja."
[tidak, master Bohong bu, ia suka kalau kau menyentuhnya, apa lagi jika payudaramu menyentuh punggungnya, aku yakin Master sangat suka itu.]
__ADS_1
(WOI, KAU DIAM SAJA SIALAN.)
Saat aku marah dengan PIX di dalam pikiranku, Bu Linda mulai membisikkan sesuatu lagi di telinga kananku.
"hmm, Leon, apa kau segitunya ingin tidur?"
"tentu saja, jadi berhentilah menyentuhku terus."
sambil mengatakan itu, aku mengambil tasku yang ada di bawah laci. setelah itu aku menutupi seluruh bagian kepalaku.
(baiklah, dengan begini seharusnya ia tidak bisa lagi menggangguku.)
namun, berbeda dengan apa yang aku pikirkan, Bu Linda terlihat bersenang - senang saat melihatku seperti itu.
"fufufu, apapun yang kau lakukan, aku tidak akan membiarkanmu tidur, Le..on๐"
sambil mengatakan itu dengan nada menggoda, Bu Linda lansung mengelitik setiap bagian tubuhku. mulai dari ketiak, leher sampai pinggangku.
tidak tahan dengan Rasa geli yang Bu Linda Lakukan, dengan cepat aku berdiri dari tempat dudukku dan lansung melihat ke arah Bu Linda.
"OI BISA KAU BERHENTI MENGELITIK KU TERUS, AKU TIDAK BISA TIDUR."
"yaa, aku tidak peduli, lagi pula, Selama kau mencoba untuk tidur, aku akan tetap mengganggumu, Le....on๐"
ucap Bu Linda dengan nada menggoda sambil tersenyum Licik saat melihatku.
hingga pada akhirnya, aku tidak bisa tidur, sampai waktu istirahat berlansung.
________________________________
______________________
setelah aku mengingat hal itu semua, aku merasa sangat pusing dan wajahku terlihat pucat.
(DASAR, WANITA ITU BENAR - BENAR TIDAK MEMBIARKAN KU TIDUR, SIALAN.)
[yaa, lagi pula Master salah sendirikan tidur di kelas.]
(mau gimana lagi. lagi pula, aku sangat capek habis latihan,..jadi-)
sesaat aku berhenti, aku mengingat beberapa ekspresi Bu Linda saat ia menggangguku.
setelah itu aku melanjuk kan lagi.
(Selain itu, bukankah kau merasa, ada sesuatu yang aneh dengannya.)
[maksud Master?]
(Maksudku Bu Linda. beberapa hari terakhir ini, aku juga sering kok tiduran di kelas. namun, ia tidak pernah bersikap seperti itu. tapi, kenapa hari ini ia terus saja menggangguku?)
[hmm, mungkin saja ia sudah tidak tahan lagi, melihat Master tiduran di kelas, makanya ia mengganggumu.]
(benarkah begitu?)
[tentu saja, lagi pula, manusia mempunyai kesabaran yang terbatas kan?]
(....yaa, kau benar juga.)
"oh iya,...Leon."
"hmm, ada apa?"
"apa kau sudah Lihat, video penampakan Laser Alien?"
"hah, laser Alien?"
"benar, beberapa hari terakhir ini ada sebuah video yang sangat Viral di Fb-"
"dan Video yang kau maksud itu, Laser Alien?"
"betul, coba kau lihat ini."
sambil mengatakan itu, Rusli mengulurkan Hpnya ke arahku.
setelah aku mengambil hp itu, aku lansung memutar Videonya dan memperhatikan kalau Video ini di ambil di tengah laut.
dimana Sang Perekam sedang naik perahu sambil merekam sebuah Laser biru, yang turung dari atas Langit.
"hmm. ini ya Laser Alien."
"benar, bagaimana menurutmu Leon?"
ketika Rusli sedang bertanya, aku tidak mengatakan apapun dan hanya memperhatikan video itu terus.
namun, saat aku memperhatikan Videonya, Tiba - tiba PIX terlihat terkejut, saat melihat garis Hijau yang sedang tertempel di Laser itu.
[La-Laser di garis itu, ini Tidak mungkin.]
(hmm, PIX, apa kau tau sesuatu tentang Laser ini?)
saat aku mencoba untuk bertanya, untuk sementara PIX sepertinya agak Ragu - ragu untuk menjawabnya.
namun, setelah beberapa detik kemudian ia mulai memberitauku.
[memang benar aku tau sesuatu tentang Laser ini.]
(oh, bisa beritau aku.)
[tentu. sebetulnya awalnya aku mengirah kalau Laser ini mungkin saja hanya Laser biasa. namun, Saat aku memperhatikan Garis Hijau yang tertempel di Laser itu. aku jadi tau,kalau Laser ini bukanlah Laser biasa.]
mendengar apa yang di katakan PIX, aku merasa Bingun dan mencoba untuk bertanya.
(apa maksudmu Bukan Laser biasa?)
[seperti yang aku katakan, itu bukanlah Laser biasa, yang biasanya ada di dunia ini, melainkan Laser itu besar kemungkinan berasal dari dunia lain.]
(DU- DUNIA LAIN? MAKSUDMU DUNIA GADIS KECIL ITU BERASAL?)
__ADS_1
saat aku mencoba untuk bertanya. tampa jeda, PIX lansung menjawabnya.
[benar. sebelum anda menjadi Masterku, sebetulnya aku mempunyai Master yang berasal dari dunia lain dan aku sering melihat laser itu di gunakan saat Lubang Abnormal sedang terjadi.]
(Lubang Abnormal?)
belum selesai Laser ini, sekarang ada lagi Lubang Abnormal. apa - apaan ini.
saat aku tidak mengerti dengan semua yang di katakan PIX. aku mencoba untuk bertanya.
(bisa kau beritau aku, apa itu Lubang Abnormal?)
[.......]
saat aku mencoba untuk bertanya. PIX tidak mengatakan apapun. namun, setelah beberapa detik kemudian ia mulai Bicara.
[.....Master, sebaiknya kita bicarakan ini nanti saja. lagi pula, aku rasa ini akan jadi pembicaraan yang sangat panjang.]
(hah, tidak bisakah kau bicarakan saat ini juga?)
[aku ingin melakukan itu, tapi..]
sesaat PIX berhenti bicara ia melirik ke arah Rusli dan Lia.
ketika aku mencoba melirik ke arah sana juga. aku melihat mereka berdua sedang khawatir denganku.
mungkin mereka mengira, aku sedang tidak enak badan karena tidak pernah bicara sedikitpun saat melihat video itu. makanya mereka khawatir denganku.
(bakilah, kalau begitu kita bicarakan ini nanti saja.)
setelah aku mengatakan itu, aku melihat ke arah Rusli, sambil mencoba untuk bertanya sesuatu.
"omong - omong Rusli, kapan video ini di ambil?"
"eh, seharusnya kau bisa lihat, Tanggal postingannya di situ."
tentu saja aku sudah tau itu, hanya saja aku ingin bertingkah layaknya seorang Bocah yang belum tau apapun.
setelah memikirkan itu. aku mulai melihat tanggal Postingannya.
"begitu ternyata. video ini di ambil beberapa hari yang lalu ya."
ucapku sambil mengembalikkan Hpnya.
"benar, aku saja baru melihatnya pagi ini."
"benarkah?"
"ya,.....jadi, bagaimana Leon, apa kau pikir ini Laser Alien apa bukan?"
sebelum aku mengatakan sesuatu, dengan cepat Lia lansung menjawabnya.
"tentu saja bukanlah, lagi pula mana ada Alien di dunia ini."
"hah, apa yang kau katakan Lia, Alien itu benar - benar ada tau, sudah banyak orang yang mengvideo pesawat mereka."
"video itu cuma editan saja bukan betulan."
"itu tidak benar, aku yakin Video itu betulan, benarkan Leon?"
(hah, kenapa kau tanya aku.)
"tidak, video itu cuma editan, kan Leon?"
(sudah ku bilang, kenapa kalian tanya ke aku sialan.)
saat aku memperhatikan mereka, aku merasa sangat jengkel sambil meremas kepalaku karena Pusing melihat pertengkaran mereka.
(SIALAN, PERTAMA DI KELAS, AKU TIDAK DI BIARKAN TIDUR NYENYAK SAMA BU LINDA. SEKARANG DI KANTING, AKU TIDAK DI BIARKAN LAGI ISTIRAHAT DENGAN TENANG, KARENA PERTENGKARAN PARA BOCAH INI.)
"haaaa,...ini benar - benar hari yang sangat menyebalkan."
saat aku membisikkan itu, PIX merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku dari samping.
[Master.]
(yaa, aku tau,....tapi sebelum itu, aku harus hentikan mereka berdua dulu bertengkar.)
[....itu benar juga.]
setelah itu, aku lansung memanggil mereka berdua.
"Rusli, Lia."
saat aku memanggil mereka, mereka berdua yang saling menatap, lansung melihat ke arahku.
"ada apa Leon?" ucap Lia
"yaa kau tau. waktu Istirahat sudah hampir selesai, jadi sebaiknya kalian habiskan cepat makan kalian."
saat aku mengatakan itu, Rusli lansung melihat ke arah jam yang ada di dalam hpnya.
"hah, kau benar juga,....Lia, kita akan lanjuk kan ini nanti saja saat pulang Sekolah, mengerti?"
"tentu, siapa takut."
saat mereka berdua mulai makan, perlahan aku menyendok nasi ke dalam mulutku.
namun, sebelum aku memasukkan nasi itu ke dalam mulutku. sesaat aku melirik ke arah Samping.
dimana tatapanku sedang memancarkan cahaya, saat melihat beberapa Kakak kelas sedang makan, sambil sesekali mereka melihat ke arahku.
(BELUM SELESAI SATU, MUNCUL LAGI YANG SATUNYA.)
"haaa, ini benar - benar sangat merepotkan."
"eh Leon, apa kau mengatakan sesuatu." ucap Rusli.
__ADS_1
"tidak, bukan Apa - Apa kok."
setelah mengatakan itu, aku mulai melanjuk kan makan bersama dengan Rusli dan Lia. hingga waktu Istirahat berakhir.