
Author: akhirnya kita bisa lanjut lagi.
sebetulnya sudah lama aku keluar dari rumah sakit tapi aku masih di suruh untuk banyak istirahat, jadi baru sekarang aku bisa update.
baiklah tanpa menunggu lama lagi selamat membaca...
**************
Setelah ku beritaukan alasanku ingin membuat ia menjadi pionku, Firdaus benar - benar terlihat sangat terkejut sampai - sampai ia memegang kedua pundakku dengan erat dimana membuat aku sedikit kesakitan.
"LE~LEON APA MAKSUD MU KOTA INI AKAN HANCUR? APA KAU INGIN BILANG KOTA INI AKAN DI SERANG OLEH NEGARA LAIN?"
"Jika kota ini di serang oleh negara lain mungkin itu lebih baik, tapi sayangnya tidak.-
-Yang menyerang kota ini bukan sebuah negara ataupun manusia, melainkan makluk dari dunia lain."
Firdaus yang dengar itu merasa sangat kaget, bukan hanya dia saja tapi PIX juga sama, sebab ia tidak pernah menyangkah kalau aku akan memberitaukan keberadaan para monster itu kepada Firdaus.
[Master apa anda sudah gila, kenapa anda memberitaukan hal itu padanya, anda seharusnya tau informasi itu masih di rahasiakan.-
-Selain itu ada kemungkinan juga ia bisa saja menyebarkan informasi itu?]
(Ooh kalau itu kau tidak usah khawatir, karena ia tidak akan pernah melakukan hal itu.)
PIX seolah tidak bisa menerimanya dan bertanya padaku..
[Kenapa anda berpikir seperti itu?]
(Itu karena aku sudah tau dia ini orang yang seperti apa.-
-Yaa meskipun aku tidak terlalu dekat dengannya, karena kami hanya bisa bertemu beberapa kali saat ia menjempuk adiknya di sekolah.-
-Tapi berkat informasi dari Bulan serta juga adiknya, Sara yang sering kali menceritakan soal Kakaknya, aku jadi sedikit tau tentang dirinya.)
[Hmm karena itulah anda percaya dan memberitaukan hal itu padanya?]
(Yah.)
Jawabku secara singkat. Namun tak berhenti sampai di situ aku melanjutkan lagi...
(Selain itu masih ada alasan lain kenapa aku memutuskan untuk memberitaukan hal itu padannya.)
PIX sedikit penasaran dan bertanya..
[Apa itu?]
__ADS_1
(Kau tau sendirikan dia ini sangat membenciku?)
Tanpa pikir panjang PIX lansung menjawab...
[Yaa itu sudah jelas, lagi pula anda seorang pembunuh sedangkan ia seorang polisi, di tambah lagi anda juga sering menghilangkan semua jejak dan bukti atas penyelidikan yang ia lakukan, yang dimana membuat ia sangat kerepotan. Jadi tak bisa di pungkiri jika ia sangat membencimu.]
(Nah karena itulah cara biasa tidak akan mempan untuk membuat ia menjadi Pionku. Setidaknya Kita membutuhkan cara lain yang tidak pernah ia duga.)
[Dan cara itu adalah memberitaukan soal keberadaan para Monster?]
Sambung lansung PIX, dimana dengan kuat aku menganggukkan kepalaku.
(Benar. Dengan memberitaukan keberadaan mereka(para Monster) serta situasi dunia kita saat ini maka ada kemungkinan aku masih bisa menjadikan ia sebagai pionku.)
Setelah mendengar penjelasanku, PIX beberapa kali menganggukkan kepalanya, seolah - olah mengisyaratkan bahwa ia sudah mulai sedikit mengerti.
[Hmm begitu,...aku mengerti.]
Ucap PIX, lalu kemudian ia kembali melihatku dan melanjutkan lagi...
[Baiklah, jika itu memang yang anda inginkan, maka aku tidak akan mengganggu anda lagi.]
(Baguslah, kalau begitu......)
Aku mengalihkan pandanganku dari PIX ke Firdaus, dimana Firdaus saat ini sedang melamun. Kemungkinan besar itu karena ia sedang memikirkan soal apa yang ku katakan tadi, Makanya wajahnya kelihatan serius begitu.
Firdaus kaget mendengar pertanyaan ku dan buru - buru menganggukkan kepalanya dengan pelang.
"Eh..u-um."
"Yaa mau gimana lagi, lagi pula mana ada orang yang mau mempercayai sesuatu yang seperti itu. Bahkan aku sekalipun jika di beritaukan hal itu aku tidak akan lansung percaya.-
-Namun biar aku ingatkan, keberadaan mereka memang ada dan aku tidak tau kapan, yang jelas suatu hari mereka pasti akan menyerang dan menghacurkan kota ini. Karena itulah sebelum hal itu terjadi aku butuh bantuanmu agar bisa menghindari Kota ini dari kehancuran."
Meskipun aku sudah berkata begitu tetapi Firdaus tetap saja sepertinya masih ragu. Ia diam saja di situ sambil wajahnya kelihatan kebingungan begitu.
"Astaga, sepertinya kau masih ragu ya."
Gumanku. Lalu kemudian aku mengalihkan pandanganku ke arah tengah ruangan, tempat dimana Terakhir kali Selena menghilang.
"Kak Firdaus, kau masih ingatkan Wanita itu(Selena)."
Firdaus yang masih melamun sontak lansung sadar kembali dan buru - buru melihatku.
"Eh Umm, aku masih ingat."
__ADS_1
"Aku yakin kau pasti penasaran kekuatan apa sebenarnya yang sering ia gunakan itu?"
Ketika aku menanyakan itu, untuk pertama kalinya aku melihat Firdaus sepertinya sangat tertarik dengan pembicaraan ini dan melihatku dengan tatapan serius.
"Setelah kau mengatakannya, memang benar sejak kemarin aku penasaran, kekuatan apa sebenarnya yang ia gunakan itu? Kenapa...Kenapa ia bisa berpindah tempat ke tempat yang lainnya dalam waktu sesingkat itu?"
Pertanyaan demi pertanyaan terus di tanyakan Firdaus kepadaku, tetapi aku tetap berusaha untuk bersikap tenang dan mencoba menjelaskannya agar ia mengerti.
"Kekuatan yang ia miliki itu berasal dari sebuah Senjata yang di sebut....SENJATA S GEAR."
Tentu saja Firdaus yang baru pertama kali dengar kata - kata itu merasa kebingungan dan bertanya....
"Se-Senjata S Gear?"
"Yah, Saat ini Senjata itu hanya ada ratusan lebih dan mereka tersebar di seluruh dunia.-
-Masing - masing dari mereka memiliki kekuatan yang berbeda seperti wanita itu(Selena), kekuatannya adalah teleportasi. Ada juga yang bisa membuat tubunya menghilang dan ada juga yang bisa bergerak dengan kecepatan seperti sebuah kilat."
"Apa! Le-leon kau pasti bercandakan?"
"Bercanda? Buat apa aku bercanda, lagi pula kau sendiri sudah lihatkan salah satu kekuatan dari mereka(Kekuatan Selena) dengan mata kepalamu sendiri."
"Ka-kau benar juga,...maafkan aku."
Guman Firdaus yang sepertinya udah mulai sedikit percaya padaku. Lalu kemudian Firdaus kembali melihatku dan menatapku dengan serius.
"Tapi Leon, untuk apa Senjata S Gear itu dibuat? Bukankah sangat berbahaya jika kekuatan seperti itu ada di dunia ini?"
"Memang benar, jika kekuatan seperti itu ada, maka keseimbangan dunia ini akan hancur. namun meski begitu tetap saja itu di butuhkan, karena jika tidak, besar kemungkinan dunia ini akan hancur."
Firdaus yang dengar itu lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"Apa Hancur? Apa mungkin ini ada hubungannya juga dengan yang kau katakan sebelumnya soal Kota ini akan di serang oleh makluk dari dunia lain?"
Tanya Firdaus.
"Yah, kau mungkin berpikir bahwa hanya kota ini saja yang di serang tapi kau salah, sebetulnya mereka sudah melakukan penyerangan di berbagai tempat.-
-Bahkan sudah banyak prajurit yang tewas atas penyerangan mereka.-
-Karena itulah Kak Firdaus, jika kau memang mempunyai niat untuk menyelamatkan kota ini dari kehancuran maka jadilah pionku. Selama kau menuruti semua yang aku katakan maka aku berjanji akan menyelamatkan kota ini dari kehancuran."
Aku mengatakan itu dengan wajah yang sangat serius, sampai - sampai membuat Firdaus sedikit tercengan.
Namun meski begitu Firdaus tetap merasa murung, sebab ia kebingungan apa mau menerima tawaran dari seorang penjahat sepertiku atau tidak.
__ADS_1
Bagaimanapun juga ia adalah seorang polisi, jadi sudah pasti sangat sulit untuk memutuskan pilihannya.