
Di tengah Laut CN Selatan, di sana terdapat sebuah kapal pesiar menengah. Kapal itu berhenti di tengah lautan.
Di atas kapal itu, terdapat aku(Leon) yang sedang duduk santai sambil memperhatikan anak Boktis yang sedang menikmati pemandangan laut di bagian depan kapal. Tentu saja dia tidak sendirian, ia di temani sama Ibunya.
"Waaa ini sangat indah angin nya juga sangat sejuk." Ucap Adna. Anak Boktis.
"Adna, hati - hatilah, jangan terlalu di tepi nanti kamu jatuh." Ucap Elisya, yang mencoba memperingati Anaknya.
"Mama tidak usah khawatir, aku baik - baik saja, selain itu sudah lama aku tidak melihat pemandangan seperti ini. Aku senang sekali."
Melihat anaknya Ceria membuat Elisya tersenyum.
Sementara itu, aku yang sedang memperhatikan mereka dari atas kapal tiba - tiba merasakan ada seseorang yang sedang mendekatiku dari arah belakang.
"Bocah."
Saat aku berbalik, aku melihat seorang pria botak, tubuhnya kekar, besar dan tinggi. Ia adalah Boktis.
"Oh Boktis, bisa tidak kau berhenti memanggilku Bocah, aku punya nama."
"Hah maaf."
"Sudahlah, jadi ada apa?"
Pada saat aku bertanya tatapan Boktis yang tadinya santai langsung berubah menjadi serius.
"Aku hanya bertanya - tanya, berapa lama kita berada di sini? Sejak tadi kita sudah diam saja terus di sini, Bukankah kita harus cepat pergi ke sana(tempat Carla) dan menyelamatkannya?"
"Pergi ke sana? Tunggu dulu, sejak kapan aku bilang kita pergi ke sana?"
Boktis kaget mendengar itu.
"Eh tapi bukankah kau bilang ingin menyelamatkan nya?"
"Tentu saja aku ingin menyelamatkan nya tapi bukan berarti kita harus pergi ke sana kan?"
Benar. Menyelamatkan seseorang bukan berarti kita harus berada di sana. Aku yakin Boktis pasti menyadari itu.
"...Kau benar, kalau begitu kenapa kita diam saja terus di sini?"
"Kalau itu, kau akan tau sendiri nanti."
Aku hanya membalas begitu, lalu kemudian aku buru - buru mengganti topik pembicaraan.
"Yang lebih penting, bagaimana dengan latihan mu, apa berjalan lancar?"
"Ya, berkat Instruksi GOR(Roh TUPXION ku), aku sudah mulai sedikit menguasai kemampuan ku."
Boktis mencoba menunjukkan kemampuan TUPXION nya, dimana Ia mengulurkan tangannya ke depan dan tiba - tiba muncul sebuah garis - garis akar merah di tangannya.
Garis - garis itu bercahaya. dan beberapa detik kemudian tepat di depan Boktis tercipta sebuah perisai transparan dari udara kosong.
Perisai itu hampir tidak bisa di lihat oleh mata. bentuknya kotak dan ukurannya hampir sama seperti Jendela rumah.
(Oh jadi inilah perisai transparan yang PIX bicarakan itu.)
Sejak awal kemampuan Boktis sebetulnya bukan hanya memperkuat tubuhnya saja melainkan ia juga bisa menciptakan sebuah perisai transparan seperti ini.
__ADS_1
Alasan kenapa tubuhnya tidak bisa di lukai juga karena ia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan perisai ini.
Kecuali lubang hidung, mulut atau telinga. Karena lubang itu sangat di butuhkan agar ia bisa mendengar, bicara dan bernafas.
Ini juga menjadi alasan kenapa aku bisa mengalahkannya saat itu.
(Baiklah, mari kita lihat.)
Aku mendekati perisai transparan itu dan mengelusnya.
(PIX, bagaimana menurutmu?)
[Dari sentuhan anda, aku bisa merasakan kalau perisai ini sangat kuat.]
(Ooh seberapa kuat itu?)
[Hmm Mungkin lebih kuat dari material apapun yang ada di dunia ini.]
Jika perisai ini memang sekuat itu maka...
(SEHARUSNYA INI BISA MENAHAN SENJATA PEMUSNAH MASSAL ITU.) Pikirku.
Sesaat kemudian Garis - garis di tangan Boktis mulai lenyap di ikuti dengan perisai nya yang perlahan menghilang.
"Sudah ku duga aku belum bisa mempertahankan kemampuan ini.-
-Menurut GOR aku bisa menguasai sepenuhnya kekuatan ini jika aku naik ke tingkat dua. Tapi jujur saja aku tidak mengerti sama sekali apa maksudnya? aku bahkan tidak tau bagaimana caranya untuk menaikkan kekuatanku ke tingkat dua?"
Sudah jelas jika Boktis tidak tau, lagi pula untuk menaikkan kekuatan nya ke tingkat dua ia harus memiliki Kristal Bos Monster untuk di serap ke dalam tubuhnya agar bisa menaikkan kekuatan nya ke tingkat dua.
Sedangkan dirinya sendiripun belum pernah melihat atau mendapatkan itu(Kristal Bos Monster).
Seperti pengguna TUPXION yang telah membunuhku(Sherlie, Vincent) dan juga yang berada di pihak Alexei(Amaliya, Valdo).
Adapun Carla, ia bisa menaikkan kekuatan nya karena ia sendiri sering terlibat dalam mengahadapi para Monster sehingga ia bisa mendapatkan Kristal itu.
Bahkan Brid sampai memberikan satu untuk Ku.
Sementara Boktis yang tidak pernah menghadapi para monster itu apa lagi melihatnya bagaimana mungkin ia bisa menaikkan kekuatannya ke tingkat dua.
(Yaa sebetulnya aku sudah memperkirakan ini, inilah kenapa aku membawa Kristal yang di berikan Brid padaku ke sini.)
Aku mengeluarkan sebuah bola kristal hitam dari dalam saku ku dan melemparnya ke arah Boktis.
"Boktis, ambillah."
Boktis dengan tenang menangkap Bola kristal hitam itu. Ia lalu memperhatikan nya dan bertanya - tanya..
"Apa ini?"
"Itu Kristal dari Bos Monster."
"Kristal Bos Monster? Untuk apa kau memberikan ini padaku?"
"Itu untuk membuatmu naik ke tingkat dua."
Alis Boktis terangkat dan ia terlihat terkejut.
__ADS_1
"Apa! Serius?"
"Ya. Tapi Jujur saja aku tidak terlalu banyak tau soal itu jadi kau bisa tanyakan sisanya ke Roh TUPXION mu. Nanti dia yang akan memberitahu mu apa yang harus kau lakukan."
Lagi pula saya juga tidak ingin memberitahu ia kalau bola Kristal itu harus ia telan ke dalam mulutnya. Bisa - bisa ia menganggap kalau aku sedang mencoba menjahilinya.
Karena itulah lebih baik ini di serahkan ke Roh TUPXION nya.
"Aku mengerti, kalau begitu aku turung dulu ke bawah."
Setelah mengatakan itu Boktis Turung kembali ke bawah.
Pada saat kehadiran Boktis sudah tidak terlihat, PIX langsung melihatku dan memanggilku.
[Master.]
"Ada apa?"
[Apa tidak masalah memberikan Kristal itu padanya?]
Dengan cepat aku jawab.
"Yah, itu tidak masalah."
[Tapi, bukankah kita sangat membutuhkannya, apa lagi saat ini anda sedang di incar oleh para Pengguna TUPXION dari dunia lain. Tanpa kristal itu anda pasti akan kesulitan menghadapi mereka.]
"Tentu saja aku tau itu tapi yang paling membutuhkan Kristal itu sekarang bukan aku tapi dia.-
-Selain itu kita masih mempunyai banyak waktu untuk memikirkan hal itu nanti, Jadi yang harus kita fokuskan saat ini adalah apa yang akan terjadi di depan kita."
Kata - kataku mungkin sedikit ambigu tapi aku yakin PIX pasti mengerti maksudnya.
[Hmn jadi begitu.]
Lalu dari bawah kapal, Reyna berjalan keluar dari dalam kapal dan melihat ke atas untuk memanggilku.
"Oooi Leon, cepat turunglah ke bawah, waktunya makan."
Sejak kami berangkat kami belum makan sama sekali. Jujur saja aku memang sedikit lapar.
"Ya, aku mengerti, aku akan segera Turung."
Setelah aku mengatakan itu. Reyna lalu mengalihkan pandangannya ke arah Adna dan Elisya yang sedang menikmati pemandangan laut di depan kapal.
"Kalian juga, cepat masuklah ke dalam, makan."
Adna membalas dengan senyuman bahagia sedangkan Elisya menganggukkan kepalanya secara sopan.
Lalu kemudian mereka bertiga masuk ke dalam kapal, dan hanya menyisakan aku saja yang berada di luar.
"Baiklah, waktunya kita Turung juga." Ucapku.
Namun sebelum aku turung ke bawah, aku memperhatikan langit biru yang terbentang luas di depanku.
Langit itu saat ini sangat tenang tetapi tak lama lagi akan ada sesuatu yang membuat dunia ini mengalami kepanikan hingga menuju kekacauan.
Semua ini di sebabkan oleh satu orang yaitu....CARLA.
__ADS_1
"Aku harap mereka berdua(Selena, Brid) melakukan nya dengan baik di sana."
Bisik ku dengan tatapan tenang namun tajam. Setelah itu aku buru - buru turung ke bawah dan makan bersama mereka.