BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENYERETKU KE UKS


__ADS_3

Di ruang kelas. Pada saat pelajaran berlansung, di sana terlihat aku sedang menulis catatan yang ada di buku pelajaranku.


Dimana, ketika aku sedang menulis, aku terlihat sedikit bermasalah.


Alasannya itu karena, tepat di sampingku, terlihat Bu Linda sedang berdiri dengan melipat kedua tangannya sambil memperhatikan wajahku.


Jujur aku tidak bisa fokus jika di perhatikan seperti itu terus, sehingga aku lansung berhenti belajar dan melihat ke arahnya.


"Bu Linda, bisa berhenti melihatku, aku tidak bisa belajar."


Ucapku, namun bukannya menjawab Bu Linda malah memperhatikan wajahku terus, dimana ia menatap Kacamata Hitam yang sedang aku pakai.


"Leon, dari tadi aku bertanya - tanya, apa yang sedang kau lakukan?"


Tanya Bu Linda


"Apa? Bukankah sudah jelas, aku sedang belajar." jawabku


"Aku tau itu,..maksudku apa yang kau lakukan, memakai kacamata di dalam kelas."


Ucap Bu Linda sambil terlihat kesal. Namun bukannya melapas kacamataku aku malah bertanya balik.


"Memang masalah yah, jika aku pakai kacamata?"


"TENTU SAJALAH!"


Bentak lansung Bu Linda, dimana ia terlihat jengkel, bahkan urat - uratnya sampai terlihat di dahinya.


Setelah itu, ia mengulurkan tangannya di depanku dan berkata..


"Sekarang, serahkan kacamata itu."


Pada saat ia meminta Kacamataku. Untuk sementara aku terus menatap dirinya.


Namun, setelah beberapa detik kemudian aku mendesah "Haaa.." dan tanpa berkata apapun aku kembali belajar.


Merasa dirinya sedang ku abaikan, Bu Linda merasa Cemberut, dan lansung memukul bangku ku.


BUUKK!!


Mendengar itu, aku berhenti belajar lagi dan melirik ke arahnya.


"Bu Linda, apa yang kau lakukan?"


Saat aku bertanya. Dengan senyumannya yang menyeramkan Bu Linda menjawab.


"Leon, Justru aku yang tanya, kenapa kau mengabaikanku? Cepat serahkan Kacamata itu."


"Tidak mau."


Jawabku lansung dengan datar. Mendengar itu, Urat - urat Bu Linda lansung terlihat lagi di dahinya, dimana ia lansung membentakku dan berkata...


"KENAPA?"


..namun, bukannya takut aku dengan tenang menjawab.


"Yaa, jika aku buka kacamata ini, bisa - bisa anda mengusirku dari kelas."


"Hah, tidak mungkin aku mengusirmu, lagi pula mana ada guru melakukan itu."


"Benarkah?"


Saat aku tanya, Aku perhatikan Bu Linda mengangguk Setuju "Umm." setelah itu, aku melepas kacamataku dan lansung menyerahkannya ke Bu Linda.


"Baiklah, ni ambil."


Ucapku.


Namun, ketika aku menyerahkan kacamataku, di sana terlihat wajah Bu Linda membeku.


Dimana ia menatap mataku yang merah, dengan ekspresi kaget.


"Le~Leon,..Matamu kenapa?"


Ketika Bu Linda bertanya, aku menyipitkan mataku dan menjawab.


"Tidak usah pedulikan itu, yang lebih penting Ni ambil kacamataku."


Ucapku sambil mengulurkan kacamataku ke arahnya. Namun, Bu Linda tidak mengambil kacamata tersebut, malahan ia terus menatap mataku dengan ekspresi khawatir.


"....."


Jujur, aku tidak suka jika membuat orang - orang di sekitarku merasa khawatir denganku.


Sehingga biasanya aku mencoba menyembunyikannya, namun...


(Seperti yang aku duga, Bu Linda benar - benar khawatir denganku.)


Meskipun aku merasa sedikit senang karena ia khawatir denganku, namun karena merepotkan jika ia terus menatapku seperti itu. Sehingga aku berkata...


"Bu Linda, kenapa kau diam saja, cepat ambil kacamataku dan kembalilah di tempatmu."


Seolah - olah tau kalau aku ingin ia abaikan saja, soal mataku ini. Bu Linda lansung menjawab.


"Leon apa kau bodoh, sekarang bukan waktunya untuk itu. Cepat pergi ke UKS dan istirahatlah di sana."


"Hah, buat apa aku ke sana? Aku baik - baik saja."


"BAIK APANYA, DI LIHAT DARI MANAPUN JELAS - JELAS KAU SEDANG SAKIT."


Bentak lansung Bu Linda. Dimana ia terlihat sangat marah. Setelah itu ia lanjutkan lagi.

__ADS_1


"Cepat, pergi saja ke sana?"


"Tidak mau."


Jawabku lansung dengan datar.


"Apa kau tidak dengar, CEPAT PER-GI KE SA-NA."


"A-KU TI-DAK MA-U."


Jawabku, seolah - olah ingin melawannya. Mendengar itu membuat Bu Linda tambah jengkel, dan lansung memutar telingaku.


Kreeeek!!


"~~Aghh,..woy apa yang kau lakukan?"


"CEPAT IKUT DENGANKU!"


"Hah, buat apa? apa kau tidak lihat aku sedang bela-!! ~Aghhh..."


Sebelum aku selesai bicara, Bu Linda lansung menarik telingaku dan mencoba menyeretku keluar dari kelas.


"~aghh,..~Aduhh...woy itu sakit, lepaskan sekarang?"


"Tidak usah banyak bicara, cepat ikut Denganku."


"~~aghhh,..sial, bukankah tadi kau bilang tidak akan mengusirku!"


"Aku tidak mengusirmu. Aku hanya membawamu ke UKS."


"ITU SAMA SAJA-! ~AGHHH!!"


Saat aku terus memberontak dan di seret keluar dari kelas.


di dalam kelas, Terlihat semua siswa terkaku dan memiliki ekspresi yang Rumit di wajah mereka, Tanpa Kecuali Sara yang duduk di samping Bangku.


_________________________________


____________________________


Setelah aku di seret Bu Linda keluar dari kelas, saat ini aku berada di ruang UKS, dimana aku sedang tiduran di kasur sambil melihat perawat yang sedang mengobatiku.


ia bernama Nara, seorang Wanita berumur 28 tahun dan memiliki Rambut Ungu yang panjang di kempang ke arah belakang.


ia juga memiliki Sikap keren dan tenang. aura yang ia keluarkan pun terasa seperti wanita dewasa.


(Benar - Benar tipeku banget.)


Saat memikirkan itu, aku menatap dokter Nara, Dimana ia sedang menyenter mataku sambil berkata..


"Hmm, sepertinya ia hanya mengalami sakit kepala. Tapi kenapa matanya bisa Merah?"


Yaa, itu tidak bisa di pungkiri lagi pula ia tidak tau kalau yang buat aku begini, bukanlah sesuatu yang pernah orang alami, melainkan ada suatu makluk di dalam kepalaku, yaitu...


[AKU.]


Jawab Lansung PIX. Mendengar itu membuat aku lansung kesal dan berkata..


(DIAMLAH BRENGSEEK!)


Setelah itu, Dokter Nara yang udah selesai mengecek mataku lansung mematikan senternya dan berahli ke arah Bu Linda dimana ia berdiri tepat di samping kasurku.


"Bagaimana?"


Tanya Bu Linda.


"Dari yang aku lihat sepertinya ia hanya mengalami sakit kepala, tapi untuk saat ini aku akan mengawasinya, jadi biarkan ia dulu istirahat di sini."


"Begitu,..baiklah, terima kasih Dok Nara."


Ucap Bu Linda dimana ia terlihat lega, setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arahku dan berkata..


"Kalau begitu Leon, aku kembali dulu di kelas, kamu istirahat lah di sini, mengerti?"


"Tidak mau, aku ikut denganmu."


Ucapku sambil mencoba bangun dari kasur. Namun sebelum aku bangun Bu Linda lansung memegang pundakku dan mendorongku kembali ke kasur.


"~Ugh, sial lepaskan a-!!"


'Ku' ingin ucapku. Namun sebelum mengucapkan itu, aku lansung berhenti.


Sebab tepat di depan mataku, aku melihat Bu Linda sedang menatapku dengan senyuman.


Dimana Senyumannya itu entah kenapa terasa menakutkan, sampai - sampai membuat aku meneteskan keringat dingin di wajahku.


"LEON, APA KAMU TIDAK DENGAR, AKU BILANG ISTIRAHLAH DI-SI-NI MENGERTI."


"~~Y~Yah, aku mengerti."


Ucapku dengan ekspresi pucat. Melihat itu, Bu Linda lansung tersenyum Ceria sambil berkata.


"Bagus, kalau begitu aku pergi dulu."


Setelah mengucapkan itu, Bu Linda lansung berjalan dan meninggalkan Ruangan.


Knock!!


Ketika Bu Linda sudah keluar dari ruangan, Dari samping aku dengar suara orang yang lagi tertawa.


"Fufufu."

__ADS_1


Saat aku melihat ke arah sana, di situ terlihat Dokter Nara sedang tertawa sambil menatap lurus ke arah Pintu. Dimana Bu Linda keluar.


"Anu, apa anda tidak apa - apa?"


Saat aku bertanya, Dokter Nara perlahan berhenti tertawa dan melihat ke arahku.


"Hah, maafkan aku,..hanya saja aku tidak pernah lihat dia bersikap seperti itu."


"Dia? Maksudmu Bu Linda?"


"yah."


Jawab Dokter Nara, setelah itu ia lanjutkan lagi.


"Jujur, aku terkejut saat melihat ia membawa muridnya kesini. Apa lagi ia menarik telingamu fufufufu."


Ucapnya sambil tertawa. Melihat itu entah kenapa aku merasa malu sehingga aku lansung berkata..


"Tolong lupakan saja itu."


"Oh, oh, ada apa? Apa mungkin kamu malu?"


tanya Dok Nara sambil tertawa Licit. Melihat itu membuat aku kesal dan menjawab.


"Siapa yang kamu bilang malu, lagi pula wajahku merah begini gara - gara aku sedang sakit tau."


"Setelah di pikir - pikir benar juga, Fufufu."


Ucap Dok Nara, seolah- olah ia sedang mempermainkan ku. Namun setelah ia tertawa, tiba - tiba ekspresinya berubah sedih, dimana ia menatap lurus ke arah pintu dan berkata..


"Yaa apapun itu, aku senang karena hari ini ia hanya membawa muridnya kesini."


mendengar itu, membuat aku lansung menyipitkan mataku sambil bertanya.


"Apa maksudmu?"


"Bocah Kamu mungkin tidak tau, tapi Gurumu itu sering kali datang kesini, biasanya ia datang 3 sampai 4 kali dalam seminggu."


Mendengar itu membuat mataku lansung melebar karena terkejut.


"Eh."


Namun setelah aku menenangkan diriku kembali, aku melihat ke arah Dokter Nara dan bertanya.


"Anu, Apa Bu Linda punya penyakit?"


Saat aku bertanya, ekspresi Dok Nara kelihatan serius dan menjawab.


"Tidak, dia tidak punya penyakit. Lebih tepatnya ia sering datang kesini karena mendapatakan beberapa luka di bagian tubuhnya."


Mendengar itu membuat mataku lansung menyipit dengan tajam sambil mencoba bertanya.


"Luka? boleh anda memberitauku lebih jelas?"


Saat aku mencoba mencari tau lebih dalam, Dokter Nara mengetaui hal itu dan lansung mengelangkan kepalanya.


"Tidak,..Bocah sepertimu seharusnya tidak perlu tau soal itu."


Ucapnya sambil mengelus kepalaku.


Tentu saja di perlakukan seperti itu membuat aku sangat kesal. Dimana wajahku bahkan tidak bisa di lihat karena di tutupi oleh bayangan.


Namun, tanpa menyadari hal itu, Dok Nara terus mengelus kepalaku dengan senyuman sambil berkata..


"Kalau begitu istirahatlah dulu, aku ambilkan obat untuk mu."


Namun, ketika ia mau meninggalkan tempat ini, aku lansung megenggam tangannya dari belakang dan menariknya ke kasur....


"Kyaaa!"


...Dimana membuat ia menindihku di atas kasur sambil wajahnya terlihat merah.


"Bo~Bocah, apa yang kau lakukan?"


"Tolong beritau aku semuanya soal Bu Linda."


"Hah, apa yang kau katakan!"


Ucap Dokter Nara dimana ia mencoba menjauh dariku, namun sebelum ia menjauh aku lansung memeluknya menggunakan tangan kiriku.


Sedangkan tangan kananku, aku menyentuh dagunya dan membuat mata kami saling menatap satu sama lain.


dimana membuat Wajahnya tambah memerah.


"Bo-Bocah apa yang kau lakukan, cepat lepas tanganmu dari situ."


Namun tanpa pedulikan aku terus menatap matanya, dimana tatapanku terlihat sangat tenang bagaikan air namun tajam bagaikan jarum.


Melihat itu membuat hati Dokter Nara seolah - olah lansung tertujuk dan terpesona dengan tatapanku.


"~Ka~Kau....."


"SEKARANG, TOLONG BERITAU AKU, SEMUA YANG KAU TAU TENTANG BU LINDA?"


Bisikku dengan nada tajam di dekat telinganya. dimana membuat mata Dok Nara seperti masuk kedalam kegelapan dan tidak memancarkan cahaya sedikitpun, Seolah - olah ia sedang terhipnotis oleh sesuatu.


Hingga akhirnya tanpa ia sadari, ia dengan tenang menjawab..


"Baik."


..Dan mulai memberitauku semua yang ia tau soal Bu Linda. Dimana aku masih menahan ia di kasur.

__ADS_1


__ADS_2