BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERAKHIRNYA PERTARUNGAN ANTARA GREGORI DAN VALDO


__ADS_3

Tubuh Gregori masih di rantai. Gregori menengok ke atas dan melihat sebuah pedang besar yang muncul dari atas langit.


Pedang itu berwarna emas dan di hiasi dengan cahaya dan juga terdapat sebuah tulisan di sekitarnya. Dimana tulisan itu tidak pernah Gregori lihat sebelumnya.


"I~ini!"


Valdo kaget, sebab untuk pertama kalinya ia dengar Gregori berbicara.


"Oh jadi kau bisa bicara, aku pikir kau tidak bisa bicara."


Gregori diam saja menatap Valdo.


Sebelumnya Gregori sudah mengira bahwa lingkaran sihir besar yang Valdo munculkan sebelumnya akan sangat berbahaya baginya.


Namun ia tidak menyangka kalau lingkaran sihir besar itu ternyata akan mengeluarkan pedang seberbahaya ini.


Gregori yakin satu serangan dari pedang besar itu bisa langsung menumbangkannya.


"Cih."


Gregori ingin kabur tapi sayangnya di karenakan seluruh badannya di lilit oleh rantai sehingga Ia tidak bisa bergerak.


Gregori mencoba menghancurkan rantai itu, namun semakin ia melawan, rantai itu semakin kuat juga melilit badannya hingga Gregori tidak bisa lagi kabur dari tempat itu.


Bukan hanya itu saja, Gregori juga merasa kekuatan nya terus di serap oleh rantai itu sehingga membuat dirinya merasa lemas.


Walau begitu Gregori tidak berhenti dan masih terus mencoba melawan. Menghancurkan rantai itu.


"~Arghhhhhhhh!!"


Teriakan Gregori sangat keras hingga membuat gendang telinga Valdo merasa kesakitan.


"~Ughh dasar bodoh, tidak ada gunanya kau melawan.-


-Semakin kau melawan rantai - rantai itu juga akan semakin kuat melilit badanmu."


Meskipun Valdo sudah memperingati nya tetapi Gregori tidak mendengarkan dan masih tetap melawan.


Valdo pikir itu sia - sia saja namun...


"~ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!"


Sekali lagi Gregori berteriak, namun kali ini teriakannya sungguh sangat keras hingga bisa di dengar di seluruh medan pertempuran.


Baik di Gerbang, tempat Carla ataupun di tempat Amaliya.


Bukan hanya itu saja bahkan Mael serta juga Brid yang sedang berada di Control room bersama dengan gadis itu juga bisa mendengarnya.


Lalu tak lama kemudian tiba - tiba aura Gregori terkumpul di satu titik dan dalam sekejap aura itu meledak dengan dahsyat hingga menyebabkan pepohonan. 15m di bawah kakinya berhemburan.


Bahkan Valdo sendiripun tidak sempat menahan daya ledakan itu sehingga ia di hempaskan.


Meski begitu Valdo berhasil mengatur posisinya kembali dan berdiri di atas pedang nya.


"Sungguh daya ledakan yang sangat kuat. Tidak ku sangka Senjata S Gearnya masih memiliki kekuatan sebesar ini."


LIEV Yang dengar itu lansung menyangkal perkataan Valdo dan berkata..


[Master, anda salah.]


(Apanya?)


[Ledakan barusan, itu tidak berasal dari Senjata S Gearnya, melainkan itu berasal dari kekuatannya sendiri.]


Hal itu tentu membuat Valdo merasa kaget dan terkejut.


(Apa! Bisa kau jelaskan lebih jelas lagi?)

__ADS_1


[Baik, Pertama - tama rantai itu sebetulnya hanya bisa menyerap kekuatan dari monster saja. Sedangkan Senjata S Gear sendiri terbuat dari Roh Monster.-


-Jadi seandainya ia menggunakan Senjata S Gearnya pada ledakan barusan, maka sudah pasti rantai itu akan lansung mendeteksinya dan segera menyerapnya agar ledakan itu tidak terjadi. Tapi sayangnya saat itu ia tidak menyerap apa - apa sama sekali.-


-Itu berarti satu - satunya alasan kenapa ledakan itu bisa terjadi karena ledakan itu tidak berasal dari kekuatan Senjata S Gearnya melainkan itu berasal dari kekuatannya sendiri.]


Ucap LIEV dengan serius. Kemudian ia menambahkan lagi..


[Jujur saja aku tidak pernah melihat manusia normal seperti dia memiliki kekuatan yang sebesar ini.]


Sebetulnya Valdo sudah dengar dari jendral Alexei bahwa Gregori adalah orang yang sangat kuat. bisa di katakan ia juga salah satu orang terkuat di dunia bawah selain Ketua KSP sebelumnya.


Apa lagi kekuatannya sendiri tidak jauh beda dengan Jendral Alexei, atau bahkan mungkin melebihinya. jadi tak bisa di pungkiri jika ia punya kekuatan sebesar ini.


Meski begitu...


(LIEV.)


[Ada apa Master?]


(Kau bilang rantai itu hanya bisa menyerap kekuatan Senjata S Gearnya saja dan tidak kekuatannya kan?)


[Yah.]


(Itu berarti jika ia terus menggunakan kekuatannya maka..)


[Benar, ada kemungkinan ia bisa menghancurkan rantai itu.]


Sambung langsung LIEV dengan nada serius.


Dan seperti yang LIEV katakan, rantai itu perlahan mulai rerak di iringi dengan suara keras Gregori yang masih terus berusaha menghancurkan rantai tersebut.


"~ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!"


Beberapa detik kemudian Gregori akhirnya berhasil menghancurkan satu rantai yang melilit tangan kanan nya, kemudian di susul dengan kaki kirinya.


(Kau benar, kita tidak boleh membiarkannya. mari kita akhiri ini.)


[Siap Master.]


Valdo mengangkat tangannya ke atas kemudian menurunkan kebawah, saat itu juga pedang besar itu mulai turung ke bawah dan menyerang Gregori.


Gregori ingin kabur dari tempat itu tapi sayangnya di karenakan tubuhnya masih di tahan oleh 3 rantai sehingga ia tidak bisa kabur.


Pada akhirnya Pedang besar itu berhasil mengenai tubuh Gregori. namun di karenakan tubuh Gregori sangat kuat sehingga pedang itu tidak berhasil menembus tubuhnya.


Walau begitu Gregori tetap mendapatkan luka dalam dan membuat ia mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.


"~Ougrhhhh!"


Pedang itu terus mendorong tubuh Gregori ke bawah hingga menghantam tanah.


~BUUUUTSSS!


Asap tebal terkumpul di tempat itu.


Awalnya Valdo mengira kalau ini sudah berakhir namun ketika Asap itu menghilang Valdo kaget karena ia melihat Gregori masih berusaha bertahan di bawah sana dan menahan pedang besar itu dengan tangannya.


Meskipun Gregori sudah terlihat lelah dan pakaiannya juga sudah compang camping tetapi terlihat jelas kalau ia masih tidak mau menyerah.


"Astaga kau ngotok sekali, kenapa kau tidak menyerah saja?"


Gregori tidak peduli dengan perkataan Valdo dan tetap bertahan.


Valdo sadar tidak ada gunanya bicara dengannya lagi jadi ia lebih kuat mendorong pedang besar itu ke bawah.


Tubuh Gregori semakin tertekan sampai - sampai membuat tanah yang di pijaknya itu retak dan hancur hingga membentuk sebuah lubang raksasa.

__ADS_1


Darah juga mengalir keluar dari dalam hidungnya. meski begitu Gregori tidak menyerah dan tetap bertahan.


Kegigihannya itu membuat Valdo merasa sedikit kagum padanya. sebab selama ini Valdo tidak pernah melihat orang yang pantang menyerah seperti dia.


(Sungguh pria yang sangat kuat.)


[Aku setuju, bahkan Dragon yang kita kalahkan waktu itu tidak bisa menahan serangan ini, tapi dia....Aku rasa ia bahkan jauh lebih kuat dari Dragon itu.]


(....)


Valdo tidak mengatakan apa - apa, namun di dalam hatinya ia juga merasa setuju dengan apa yang Roh TUPXION nya katakan.


[Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang Master?]


(Aku ingin segera mengakhiri pertarungan ini, lagi pula ini sudah jam setengah 5 sore. sebentar lagi malam.)


[...Anda benar.]


(Kalau begitu LIEV tolong lakukan seperti tadi.)


Meskipun tidak terlalu jelas tetapi LIEV mengerti apa yang Masternya inginkan.


[Baik.]


LIEV memunculkan 2 lingkaran sihir Silver. satu di samping kiri Gregori sedangkan yang satunya lagi di samping kanan.


Lingkaran sihir itu mengeluarkan rantai yang lebih besar dari rantai yang sebelumnya. dimana rantai itu melilit kedua tangan Gregori dan menariknya agar bisa melepaskan genggaman Gregori dari pedang besar itu.


Namun seperti yang Valdo pikirkan ini tidak mudah dari yang ia pikirkan. Gregori masih kukuh dan berusaha melawan.


"~ARGHHHHHHHHHHH!"


Auman keras terus di keluarkan Gregori. sampai - sampai kesadarannya sudah menghilang. meski begitu tubuhnya masih tetap bertahan. berdiri kokoh menahan pedang besar itu.


"Kau sungguh pria yang sangat kuat tapi sudah saatnya kau tidur."


Valdo mengepalkan tangannya saat itu juga rantai itu berhasil melepaskan genggaman Gregori dari pedang besar itu.


Dengan kuat pedang besar itu lansung menghantam tubuh Gregori ke tanah hingga terjadi sebuah ledakan yang sangat besar yang menyebabkan tanah di wilayah itu berguncang dengan hebat.


Guncangannya itu bahkan sampai bisa di rasakan semua orang. termaksud Mael yang sedang menuju ke tempat Carla.


Setelah guncangan itu reda dan debu sekitar lenyap Valdo akhirnya bisa melihat Gregori yang di penuhi oleh luka di sekujur tubuhnya sudah tidak bergerak di bawah sana.


Di tambah lagi tubuhnya juga sudah kembali seperti semula dan tidak berwarna hitam lagi.


Melihat itu Valdo merasa sedikit khawatir. bagaimanapun juga Jendral Alexei telah memerintahkan mereka agar tidak membunuh siapapun. dan jika Gregori sampai terbunuh maka Valdo pasti akan mendapatkan masalah.


"Dia tidak matikan?"


Seolah tau kekhawatiran Masternya. LIEV langsung mencoba menenangkan nya.


[Tenang saja Master, dia masih hidup kok. pedang itu tidak akan membunuhnya, Sejak awal pedang itu di rancang untuk bisa melenyapkan kekuatan dari para Monster.]


"Melenyapkan? Tunggu itu berarti...."


[Yah, saat ini dia sudah tidak memiliki Senjata S Gear lagi.]


Setelah Valdo perhatikan baik - baik. memang benar sudah tidak ada parasit lagi di dada Gregori .


Yang dimana parasit itu tidak lain adalah Senjata S Gearnya.


"Kau benar, Baiklah, kalau begitu mari kita kembali ke tempat tuan Alexei."


[Siap Master.]


Setelah itu Valdo mengangkat tubuh Gregori menggunakan pedang besarnya yang bisa melayang juga.

__ADS_1


Lalu kemudian Valdo membawa Gregori terbang menjauh dari tempat itu.


__ADS_2