
Saat keluar dari sekolah. aku berjalan di gerbang sekolah dan melihat Sara sedang berdiri di pinggir jalan.
ketika aku memperhatikannya, ia sedang bicara dengan kakaknya yang duduk di dalam mobil.
meskipun aku dengar apa yang mereka bicarakan, namun tanpa pedulikan hal itu, aku mencoba menjauh dari mereka.
sayangnya Ketika Kakaknya Sara, Firdaus melihatku, ia lansung memanggilku ke sana.
awalnya aku tidak mau. tapi karena aku lihat, bisa menggunakan dia jadi...
"haa mau gimana lagi."
sambil membisikkan itu, aku lansung pergi ke sana.
Di sisi lain ketika Sara melihat kakaknya sedang memanggil seseorang, ia melihat ke arah belakang dan memperhatikan aku sedang menuju ke arahnya.
"Leon?"
sambil membisikkan itu, Sara terlihat terkejut dan lansung melihat ke arah kakaknya.
"Kak apa yang kau lakukan?"
"Ada apa?"
"Bukankah aku sudah bilang, kalau Leon tidak bisa datang."
"Yah, aku sudah dengar itu tadi."
"Kalau begitu, kenapa kau memanggil Leon Kesini?"
"Memang kenapa, aku hanya ingin bicara dengannya sebentar. Apa salah?" Tanya Firdaus
Meskipun Sara mencoba bertanya balik. Namun ketika ia merasakan kalau aku sudah berada di dekatnya. Ia lansung berhenti.
melihat hal itu, Firdaus lansung mengalihkan pandangannnya ke arahku.
"Leon, apa kau baru pulang?"
Saat Firdaus bertanya aku berdiri di samping Sara dan menjawab...
"Yah, aku habis bantu Bu Guru."
"Begitu,..omong - omong aku dah dengar dari Sara. Tapi apa kau benar - benar tidak mau ikut?"
Saat Firdaus bertanya soal acara yang di bicarakan Sara saat di kelas. dengan tenang aku jawab...
"Maafkan aku, seperti yang kau dengar dari Sara aku punya urusan setelah ini jadi..."
"Begitu yah,..sangat di sayangkan kau tidak bisa ikut. Tapi, mau gimana lagi."
Ucap Firdaus. di sisi lain untuk sementara aku melihat ke arah Sara. Namun ketika Sara merasakan tatapanku ia bertanya.
"Ada apa?"
"Tidak, aku hanya ingin tau apa kalian bisa menungguku di sini selama beberapa menit saja?"
Saat aku bertanya ke dua saudara di depanku. Firdaus bertanya balik.
"Menunggu? Memang kenapa?"
"Yaa, aku hanya ingin kalian menungguku saja di sini, apa tidak boleh."
"Tentu sajalah tidak. siapa juga yang mau menunggumu di sini?"
Ucap Sara sambil terlihat marah. Namun, tanpa pedulikan dia, aku terus melihat ke arah Kakaknya.
"Kalau begitu, tunggu aku di sini, aku pergi dulu sebentar."
Sambil meninggalkan kata - kata itu, aku lansung pergi ke suatu tempat.
Di sisi lain, Sara yang melihatku pergi, lansung terlihat kesal.
"LEON KAMI TIDAK AKAN MENUNGGUMU, KAMI AKAN LANSUNG PERGI, KAMU DENGAR!!"
Setelah Sara meneriakkan itu, ia lansung masuk ke dalam Mobil dan melihat ke arah kakaknya.
"Kak, ayo kita pergi."
"Eh, memang kenapa. Tidak apa - apakan kita tunggu Leon sebentar."
"Tidak usah kita tunggu, ayo cepat jalan."
Ketika Sara mengatakan itu ia terlihat makin kesal.
Melihat hal itu Firdaus sangat terkejut, sebab ia jarang melihat adeknya sekesal ini. Meskipun ia tau alasan adiknya kesal karena ajakannya di tolak oleh Leon, namun.....
"Sara, aku tau kau kesal karena Leon menolak ajakanmu, tapi, bukankah tidak baik jika kau marah padanya?"
"Aku tidak marah sama sekali."
"Benarkah?"
"Tentu saja."
Jawab lansung Sara.
namun, Meski begitu Firdaus lebih memutuskan untuk menunggu Leon di bandingkan mendengarkan Sara.
Hingga akhirnya ia terus di omeli oleh adiknya sendiri.
___________________________________
__________________________
Setelah beberapa saat mereka Menungga. Tak lama kemudian Dari jauh Firdaus melihat Leon sedang berlari ke arah mereka.
"Oh, sepertinya Leon sudah datang Sara."
"......."
Tanpa menjawab Sara melihat ke arah lain. Di sisi lain, aku yang sudah sampai di Mobil Firdaus, lansung melihat ke arahnya.
"Maaf aku lama."
"Itu tidak apa - apa, dari pada itu, kau dari mana?"
Saat Firdaus Bertanya, Aku menunjukkan 1 kantong Hitam yang aku Genggam. Setelah itu aku menjawabnya.
"Aku, aku tadi beli beberapa barang di Toko."
"Hmm, begitu.....jadi kenapa kau menyuruh kami menunggumu?"
Saat Firdaus bertanya lagi, dengan santai aku menjawabnya.
"Yaa, kau tau saat ini aku lagi capek habis membantu Bu Guru di tambah lagi aku berlari beli ni barang jadi, Bisa tidak kau antar aku kerumah."
Mendengar apa yang aku katakan membuat Firdaus lansung terlihat membatu.
Bahkan Sara yang dari tadi melihat ke tempat Lain lansung melirik ke arahku sambil mendecatkan Lidahnya.
"Cih, sudah kuduga."
Namun, tanpa pedulikan itu, aku lansung membuka pintu Mobilnya dan mencoba masuk ke dalam.
Firdaus yang melihat itu lansung sadar kembali dan melihat ke arah belakang.
"Leon, apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Apa? Tentu saja duduk, tidak mungkin aku duduk di depankan?"
"Aku sudah tau itu, tapi yang ingin kutanyakan. Kenapa kau main masuk saja. Aku belum mengizinkanmu masuk."
"Eeeeeh. Jadi Kak Firdaus tidak mau mengantarku?"
"Bukannya tidak mau,...tapi..."
"Kalau begitu, tidak ada masalah kan?"
"......."
Saat Firdaus tidak bisa berkata apa - apa lagi. Sara yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya. Sambil menatap kasihan kakaknya.
"Haaa, Kak Menyerah saja, tidak ada gunanya aduh mulut dengan Leon. Bahkan Guru sekalipun tidak bisa mengatasinya."
"Eh, apa anak jaman sekarang tidak takut lagi sama Guru?"
"Bukan semua anak, tapi hanya nih orang yang tidak takut sama guru."
Ucap Sara sambil menunjuk ke belakang dimana aku duduk. Disisi lain aku yang mendengar itu lansung melihat ke arah Sara.
"Sara, makasih atas pujiannya, aku sangat senang."
"AKU TIDAK MEMUJIMU BODOH."
Setelah Sara teriak, perlahan Firdaus menghela nafasnya "haaa.." setelah itu ia mulai menyalahkan Mobilnya sambil melihat ke arahku.
"Baiklah, bisa beritau aku, dimana kau tinggal?"
saat Firdaus bertanya, aku mencoba mempermainkan ia sedikit, namun...
"Hah, Kak Firdaus lurus saja, kalau ada pembelokan Kak Firdaus belok saja sampai menemukan Lampu lalu Lintas. Dan kalau ada nenek yang mau menyebrang di sana. Kak Firdaus harus memba-!!"
""BERITAU SAJA DIMANA KAU TINGGAL!!""
ketika aku mencoba mempermainkannya. Bukan hanya Firdaus yang teriak tapi Sara juga ikut teriak di depanku.
Sehingga membuat aku berhenti dan lansung memberitaukan Lokasi Rumahku.
Setelah Firdaus mengetaui lokasinya. Ia lansung menancap Gas. Namun sesaat Mobilnya berjalan. Jauh di dalam Hati Firdaus, ia mengatakan....
"AKU MENYESAL TUNGGUIN NIH BOCAH."
____________________________________
_______________________________
Setelah beberapa saat perjalanan, tak lama kemudian kami akhirnya sampai di depan Rumahku.
"Makasih sudah mengantarku pulang!"
"Kami tidak mengantarmu pulang, kau yang memaksa kami."
Ucap Sara sambil terlihat marah.
Meski begitu, bukannya aku marah, namun aku senang melihat tingkahnya yang seperti itu.
Sebab sangat jarang menemukan gadis kecil yang seperti dirinya.
"Sara, tidak usah marah - marah, nih aku kasih hadia."
Saat aku mengoporkan kantong yang ku genggam ke pangkuannya, aku lansung keluar dari dalam mobil.
Setelah aku keluar, Firdaus yang melihat adeknya mendapatkan hadia lansung melihat ke arahku.
"Leon, kenapa hanya Sara, mana untukku?"
"Hah, kau itu sudah besar mana mungkin dapat hadia."
Namun ketika baru saja mau berjalan, aku ingat ada sesuatu yang penting ingin ku katakan ke Sara, sehingga aku balik lagi.
"Sara."
"A-apa?"
"Aku lupa mengatakan ini, tapi.....SELAMAT ULANG TAHUN."
Sesaat Sara mendengar itu, matanya lansung melebar. Bukan hanya ia, bahkan Kakaknya Firdaus sampai tertekun di sana.
Mereka tidak pernah menyangkah bahwa aku mengetaui hari Ulang tahun Sara.
Meskipun aku tau, karena Daftar nama yang ku lihat di meja Bu Linda, namun aku senang, karena melihat Ekspresi mereka yang seperti itu.
"Kalau begitu, aku masuk dulu. sampai jumpa besok."
Sambil meninggalkan Kata - kata itu aku lansung berjalan masuk ke dalam.
Di sisi lain, untuk sementara Firdaus melihat ke arahku. Namun setelah beberapa saat kemudian ia mulai membisikkan sesuatu.
"Bocah itu, jangan bilang sejak awal ia sudah tau Ulang Tahun Sara? Kalau begitu Hadia yang ia kasih ke Sara Tadi, jangan Bilang!!"
Ketika Firdaus mengarahkan pandangannya ke arah Sara, ia melihat Sara sudah mengeluarkan Isi kantong tersebut. Yang isinya tidak lain adalah sebuah kado Ulang Tahun.
Melihat hal itu, baik Firdaus dan juga Sara lansung terlihat tertekun. sebab mereka tidak pernah menyakah hal ini akan terjadi.
bahkan Firdaus bisa perhatikan kalau Sara terlihat senang. sampai - sampai bibirnya melengkun seperti bulan sabit.
Meskipun sangat di sayangkan karena Leon tidak bisa hadir ke Acaranya. namun, Firdaus sudah bersyukur karena Leon mengetaui hari Ulang Tahun adiknya. bahkan sampai memberinya Kado.
Sehingga jauh di dalam Hatinya, Firdaus sangat Terharu sekaligus merasa senang atas apa yang di lakukan Leon...
"TERIMA KASIH LEON."
____________________________________
___________________________
di dalam Rumah.
"Aku pulang."
Saat aku masuk ke dalam, aku pergi ke ruang tamu di mana aku melihat Airani sedang nonton Tv sambil memangku Fira.
Ketika Airani merasakan keadiranku, ia lansung menyapaku.
"Ara, kau sudah pulang Leon."
"Yah, baru saja aku pulang."
jawabku.
setelah itu, ketika aku perhatikan sekitar, aku tidak menemukan Kak Rangga di manapun sehingga aku mencoba bertanya ke Istrinya.
"Kak Rani, dimana Kak Rangga?"
"Fufufu, kalau kamu cari Kakakmu, ia ada di sana."
sambil tertawa Licik, Airani menunjuk ke belakang Sofa. saat Aku pergi ke sana aku melihat Kak Rangga sedang tiarap di lantai sambil melihat ke arahku.
"O~Oh, Leon kau sudah datang."
"Datang palamu, apa yang kau lakukan di situ?"
Ketika aku bertanya, Kak Rangga seperti sedang bersembunyi dari seseorang.
Meskipun aku tidak tau ia bersembunyi dari siapa. namun aku tetap menatapnya.
__ADS_1
setelah beberapa detik Kak Rangga melihat tatapanku. ia mulai menjawab.
"Yaa, kau ingatkan, kemarin kau bilang kalau hari ini Rusli sama Lia akan datang ke sini menemuiku,..jadi."
"..jadi kau pergi bersembunyi."
"Umm." Angguk Kak Rangga.
meskipun aku tidak tau setakut apa ia di temui oleh mereka berdua namun, melihat tingkahnya yang seperti ini membuatku lupa kalau ia adalah Salah satu Orang yang harus ku waspadai.
di tambah lagi, ia adalah satu - satunya murid yang aku punya. sehingga saat aku melihatnya seperti ini membuatku merasa malu.
"Haaa, ini benar - benar sangat memalukan.."
bisikku setelah itu aku menatap Kak Rangga dan melanjutkan lagi.
"Kak Rangga kau tenang saja, aku sudah memberitau mereka kalau hari ini kita mau pergi jadi, mereka tidak akan datang ke sini."
"Benarkah, baguslah kalau begitu."
Ucapnya sambil terlihat senang. setelah itu ia lansung berdiri dan pergi duduk di samping Istrinya.
ketika Istrinya (Airani) melihat Kak Rangga merasa Lega, ia lansung tertawa.
"sayang,..sepertinya kamu dah selesai main petat umpet yah. Fufufu."
"jangan tertawa, kamu pikir ini salah siapa?"
"Ara, Ara...apa kamu mau bilang ini salahku, SA..YANG!"
ucap Airani sambil menatap Tajam Kak Rangga.
Kak Rangga yang melihat itu lansung merinding, ketakutan sambil menunduk ke arah bawah.
"~Ma~Maafkan aku. aku salah."
sambil mendengar pembicaraan mereka berdua. perlahan aku duduk di sofa yang satunya, setelah itu aku menyimpan Tasku di bawah lantai..
"haaa, akhirnya bisa istirahat juga..."
ucapku sambil menyandarkan punggungku di belakang Sofa. setelah itu aku melihat ke arah Kak Rangga dan mencoba bertanya.
"Omong - omong Kak Rangga, kapan kita akan berangkat?"
saat aku bertanya soal pembicaraan pergi ke kuburan. Kak Rangga melihat ke arah jam dan menjawab.
"kita akan berangkat, setelah Siska Pulang sekolah."
"begitu yah." ucapku
Karena Kak Siska pulang sekolah sekitar jam satu siang, itu berarti kita akan berangkat di siang hari.
Ketika aku memikirkan itu aku ingat kalau ada sesuatu yang ingin ku tanyakan tadi pagi. Yaitu Kuburan Siapa yang ingin kita kunjungi.
Namun karena banyaknya orang saat itu, sehingga aku hentikan niatku.
tetapi, berbeda dengan tadi pagi. saat ini di ruangan hanya ada aku, Kak Rangga, Airani dan juga anaknya Fira. Sehingga aku merasa kalau ini waktu yang pas untuk bertanya.
"Omong - omong Kak Rangga, dari tadi aku sering bertanya - tanya, kuburan siapa yang ingin kita kunjungi?"
saat aku bertanya, Kak Rangga terlihat terkejut.
"Eh leon, apa kau tidak ingat itu"
"Yah, sayangnya aku ingat."
jawabku lansung.
meskipun aku bisa tau kalau bertanya ke PIX, namun karena PIX terus menolak untuk memberitauku jadi. Aku tidak punya pilihan lain selain bertanya ke mereka.
Saat aku memikirkan itu, tiba - tiba Kak Rangga memanggilku.
"Leon."
"Ada apa?"
"Sebetulnya kami sudah sepakat untuk tidak membicarakan soal ini, tapi karena kau bertanya,...baiklah aku akan memberitaumu."
Sambil melihat Kak Rangga, aku menunggu jawabannya.
namun, ketika Airani mendengar itu. ia lansung berdiri dan mencoba menjauh dari kami berdua.
melihat hal itu Kak Rangga mencoba bertanya
"Rani, kamu mau kemana?"
"pergi cari udara segar dulu."
"udara segar?"
"umm."
angguk Airani sambil tersenyum.
di sisi lain, ketika Kak Rangga menatap mata Istrinya, ia Sadar kalau Istrinya tau kalau pembicaraan kami saat ini sangat Penting. sehingga istrinya mencoba menjauh Dari kami berdua.
mengetaui Hal itu Kak Rangga lansung tersenyum sambil melihat Istrinya.
"aku mengerti, kalau begitu jangan terlalu lama kena matahari. nanti kamu bisa sakit."
"Fufufu, kamu tenang saja."
sambil meninggalkan kata - kata itu, Airani lansung keluar dari Rumah.
melihat hal itu, Kak Rangga lansung mengalihkan pandangannya ke arahku.
"baiklah, ayo kita lanjutkan pembicaraan tadi."
"......."
tanpa mengatakan apapun, aku terus menatap Kak Rangga dengan tenang sambil menunggu ia bicara.
setelah beberapa detik aku menunggu tak lama kemudian Perlahan Kak Rangga menghela nafasnya setelah itu ia mulai bicara.
"Leon Kau Tau, sebelum Istri ayah yang sekarang, sebetulnya dulu ayah mempunyai seorang Istri."
"Seorang Istri?"
"benar, Ia adalah Istri pertama ayah yang saat ini sudah meninggal.."
"tu-tunggu dulu. Istri pertama? selain itu meninggal. jangan bilang..."
"BENAR, KUBURAN YANG KITA KUNJUNGI NANTI TIDAK LAIN ADALAH ISTRI PERTAMA AYAH, SEKALIGUS IBU KANDUNGKU DAN JUGA SISKA."
Mendengar hal itu Mataku lansung melebar. Sebab jika ia mengatakan kalau dirinya dan juga Kak Siska adalah anak dari Istri pertama, itu berarti aku adalah anak yang lahir dari Istri kedua yang tidak lain adalah sih LOLI ITU.
*************
Author:
baiklah, karena di Chapter selanjutnya banyak penjelasan yang susah untuk di mengerti jadi sebisa mungkin aku membantu kalian.
meski aku tidak tau, apa Kata - kata yang ku buat sudah lebih baik atau tidak. namun, aku akan berusaha untuk membuatnya lebih mudah di mengerti.
jadi, jika ada dari kalian yang belum mengerti, kalian bisa tulis di komentar nanti aku jawab. selama itu tidak masuk dalam Spoiler
dan yang terakhir, untuk yang sering Like dan mendukun Karya ini. aku sangat berterima kasih.😄
__ADS_1