
Setelah pertempuran di dalam Hutan selesai, Di malam hari tepat jam 22 : 47. Saat ini aku sedang baring - baring di atas kasur, dimana Brid juga ada di sini dan sedang duduk di samping Kasurku.
"Jadi, bagaimana Situasi Selena sekarang? Apa ia baik - baik saja?"
tanyaku.
"Yah, dia baik - baik saja, saat ini ia sudah di rawat di rumahmu." jawab Brid.
"Begitu."
Aku mencoba bangun dan duduk di atas Kasur, lalu aku perhatikan Salah satu kaki Brid sedang terluka dan di perban. Kemungkinan luka itu ia dapatkan ketika bertarung dengan Rangga.
"Omong - omong ada apa dengan kakimu?"
"Huh i-ini,...sebetulnya aku terluka Gara - Gara menahan diri waktu menghadapi Rangga."
"Menahan diri yah...."
Di lihat dari manapun jelas - jelas luka ini di dapatkan bukan karena ia menahan diri menghadapi Rangga, melainkan ia melawan Rangga dengan serius.
Jika tidak, mana mungkin Rangga mau memberikan Luka Seserius itu padanya..
"Brid jawab pertanyaanku, apa mungkin kau melawan Rangga dengan Serius?"
"Eh i-itu tidak benar sama sekali."
"Tidak usah bohong, kau pikir bisa menipu mataku. Kau melawannya dengan seriuskan?"
Aku bertanya untuk kedua kalinya, dimana Brid lansung terdiam.
"...."
Setelah beberapa detik kemudian ia pun menjawab...
"Y-yah, seperti yang Ketua katakan aku memang melawannya dengan Serius."
"Hmm boleh aku tau, kenapa kau melawan ia dengan Serius? Bukankah aku sudah bilang untuk menahan Dia saja.-
-Apa lagi aku dengar kau bahkan sampai mengalahkannya, padahal aku sudah bilang tidak usah di kalahkan."
"Yah mau gimana lagi, lagi pula aku terpaksa harus melakukan itu, karena aku tidak pernah menyangka ia akan menggunakan Senjata S Gearnya."
"Senjata S Gear?"
(Kalau tidak salah ingat, Bagas pernah bilang juga saat ini ada banyak kekuatan yang sangat sulit untuk di jelaskan di dunia ini sekarang, salah satunya adalah Senjata S Gear. Jangan Bilang.....)
"Brid, apa mungkin Senjata S Gear yang kau maksud itu sama dengan kekuatan Teleportasi yang Selena miliki?"
"Eh yah itu benar."
"Hmm kalau begitu Brid bisa beritau aku semua hal yang kau ketaui Soal Senjata S Gear itu?"
"Yaa aku tidak masalah."
Balas Brid.
Lalu setelah itu ia mulai memberitaukan Semua hal yang ia ketaui soal Senjata itu padaku.
Mulai Dari siapa pembuatnya, sampai siapa saya yang menggunakan Senjata S Gear itu.
Setelah Brid memberitaukan semuanya, aku kembali baring - baring di kasur, dimana aku sedang merenung sambil membisikkan sesuatu.
"Jadi begitu, Senjata S Gear di buat supaya bisa membantu pasukan Keamanan PBB melawan Para Monster.-
-Di tambah lagi yang Buat Senjata itu bukan Seorang Pembuat Senjata api melainkan salah satu dari Tujuh PENGGUNA TUPXION. Benarkan?"
Tanyaku kepada Brid, dimana Brid dengan serius menjawab.
"Ya itu Benar, dan bukan hanya itu saja, menurut informasi yang Carla dapatkan, Orang itu juga Partner dari PENGGUNA TUPXION lainnya yang Pernah membunuh anda."
Mendengar hal itu sontak mataku menyipit dengan tajam. Yang Dimana membuat Brid lansung gemetar dan ia terlihat sedikit ketakutan.
Namun meski begitu, Brid berusaha untuk tetap terlihat tenang dan mencoba mengajukan pertanyaan padaku.
"Ke-Ketua, apa mungkin kau berniat membunuh mereka berdua."
Untuk Sesaat aku tidak menjawab pertanyaannya dan hanya melihat ia saja..
"......."
Setelah beberapa detik kemudian, mataku melirik ke arah Luar jendela kemudian menjawab...
"Tidak tau. Saat ini aku hanya bisa menjawab Seperti itu. Karena aku juga masih belum bisa pastikan apa Tujuan mereka.-
__ADS_1
-Selain itu, AKU JUGA MERASA ADA ALASAN LAIN DI BALIK KEMATIANKU SAAT ITU."
"Apa itu?"
"Aku juga tidak tau, namun aku bisa pastikan, bahwa semua Jawaban yang kita butuhkan saat ini Akan Terjawab nanti ketika Kalian sudah di pertemukan dengan Orang itu."
Jawabku dengan Serius.
____________________________________
__________________________________
Beberapa Hari telah berlalu setelah Brid Bicara dengan Leon, Dan saat ini ia sedang duduk dan istirahat di Ruang tamu. dimana Ia ngobrol bersama dengan Rangga dan juga Bagas.
Lalu tak lama setelah mereka Ngobrol, tiba - tiba Rangga merasa ada seseorang yang sedang mendekati mereka, sehingga ia melihat ke arah sana.
Dimana Di situ ia melihat Rina, pelayan Rumah ini Sedang membawa Sebuah Kotak Kardus di kedua tangannya. Karena penasaran Rangga pun bertanya.
"Rina, apa itu?"
"Tadi saat aku sedang bersih - bersih di luar, ada pengantar paket. Sepertinya ini milik tuan Brid."
Brid lansung melihat ke Arah Rina ketika nama ia di sebut. Lalu ia terlihat senang melihat Paketnya yang di bawa oleh Rina.
"Ooh akhirnya sampai juga."
Bagas Penasaran juga dengan isi paket itu sehingga ia bertanya...
"Apa isi paket itu?"
"Huh ini...."
Brid buru - buru membuka paket itu dan memperlihatkannya ke Bagas dan juga Rangga.
"Lihat."
Mereka berdua kaget dan terkejit ketika mengetaui isi paket itu adalah semacam sebuah Ramuan dengan Cairan Hijau yang di simpan di dalam Sebuah Kapsul bening berukuran sekitar 10cm.
"Tu-Tunggu, Bukankah ini...."
"Benar, ini Heal Potion."
Heal Potion adalah Semacam obat Cairan Yang biasannya di gunakan untuk menyembuhkan Seseorang. Bahkan jika orang itu sedang terluka parah atau mungkin dalam keadaan sekarat sekalipun, orang itu akan Lansung sembunyi jika meminum Potion ini.
Bukan hanya itu saja bahkan pembuatannya pun membutuhkan waktu yang lama, Dimana Setidaknya ia membutuhkan 2 sampai 3 Minggu untuk Membuat 5 Potion. Dan paling cepat itu biasanya Seminggu.
Karena saking terbatasnya Heal Potion ini di buat, di tambah lagi bisa menyembuhkan semua Penyakit dan semua luka dalam waktu cepat, sehingga banyak sekali orang - orang kaya yang ingin membelinya, bahkan ada yang ingin Membayar Puluhan Juta, Ratusan Juta Bahkan sampai Miliaran Dollar hanya untuk bisa mendapatkan Satu Potion ini.
Namun sayangnya si pembuat Potion ini tidak menjualnya, karena menurut dia Heal Potion ini di buat bukan untuk memberikan harapan kepada Orang - orang kaya yang suatu saat mereka mungkin saja akan mengalami Suatu kecelakaan atau penyakit yang tidak bisa di sembuhkan.
Tetapi Heal Potion ini di buat untuk membantu para Pejuang yang bertarung di garis depan untuk menghadapi para Monster. Contohnya saja Para Pengguna Senjata S Gear.
Sebab Dia sendiri juga adalah Pengguna Senjata S Gear. Namun karena Senjata S Gear ia bukan tipe petarung Sehingga ia tidak bisa berada di garis depan.
Karena itulah satu - satunya yang bisa ia lakukan Adalah memberikan bantuan ke para Pejuang, agar Para Pejuang tidak khawatir lagi menghadapi para Monster ketika memiliki Heal Potion ini.
Sebab Heal Potion ini bisa menjamin keselamatan mereka.
(Yaa Sebetulnya aku(Rangga) juga pernah di berikan satu Potion seperti ini saat menghadapi Ogre King di Lubang Abnormal, namun karena saat itu aku tidak mengalami luka Yang terlalu parah Sehingga Aku mengembalikkannya agar bisa di gunakan Oleh Pengguna Senjata S Gear yang Lain.)
Pikir Rangga. Lalu kemudian ia melirik Brid dan melanjutkan..
(Yang menjadi masalah itu adalah dia. bagaimana Bisa Paman Brid mendapatkan Heal Potion ini Padahal dia sendiri bukan anggota Dari Pasukan khusus keamanan PBB.-
-Bahkan ia sampai memiliki dua Potion.)
Rangga terlihat kebingungan dan bertanya - tanya ke Brid...
"Paman Brid bagaimana anda bisa mendapatkan Potion ini? Dari yang aku dengar dia itu(Si pembuat Potion) bukan orang yang akan memberikan Potionnya kepada siapapun kecuali Pasukan Khusus(Senjata S Gear) keamanan PBB?"
"Yah, seperti yang kau katakan dia itu memamg bukan orang yang akan memperikan Heal Potionnya kepada siapapun.-
-Bahkan kami yang sering ikut terlibat bertarung melawan para Monster juga, Tidak di berikan."
"Kalau begitu, bagaimana anda bisa mendapatkannya?"
"Itu....tentu saja aku mengambilnya secara diam - diam."
Sontak saja Rangga dan Juga Bagas yang dengar itu lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"Eh tunggu dulu, itu berarti anda mencurinya?"
"Yah, aku Curi Heal Potion ini dari dia."
__ADS_1
Jawab Brid dengan Serius.
Kejadian ini beberapa minggu yang lalu, dimana Setelah Brid berhasil menguasai kekuatan Senjata S Gearnya, ia berpikir untuk pergi mengambil Heal Potion yang di buat oleh Orang itu.
Untuk jaga - jaga jika suatu saat salah satu anggotanya mengalami luka parah ketika menghadapi Alexei.
Awalnya Brid berpikir ini adalah sesuatu yang sangat sulit untuk di lakukan, karena tempat orang itu di jaga sangat ketat di tambah lagi di antara mereka ada juga beberapa pengguna Senjata S Gear yang menjaga, Sehingga membuat Brid makin kesulitan untuk menyusup ke dalam.
Namun semua pemikiran itu berubah, ketika ia menggunakan Kekuatan S Gearnya. Dimana tidak ada satupun yang menyadari keberadaannya.
bahkan ketika ia berpapasan dengan beberapa orang di koridor ia tetap tidak di lihat. Sampai - sampai Brid berjalan santai melewati mereka.
Sampai akhirnya, tak butuh waktu Lama Brid berhasil menemukan tempat Potion itu berada, dimana setidaknya ada 3 Potion yang berhasil ia Curi.
Setelah mengingat kejadian itu. Brid melihat ke arah Potionnya yang di pegang lalu Berpikir.
(Sejujurnya aku tidak punya niat untuk menyuruh Carla mengirimkan 2 potion ini padaku kesini. Karena Potion ini sangat berharga dan di butuhkan sekali ketika waktunya menghadapi Alexei.-
-Namun, karena saat ini kita juga sangat membutuhkan bantuan dia(Leon) Sehingga mau tidak mau kita harus menggunakan Potion ini agar bisa menyembukannya.)
Pikir Brid. Lalu kemudian ia menambahkan...
(Selain itu, kita juga harus menyembuhkan Selena.)
Setelah Brid memikirkan itu, Ia lansung mengalihkan pandangannya ke arah Rangga, dimana ia serahkan satu Heal Potionnya pada Rangga. "Ini." yang dimana membuat Rangga lansung terkejut.
"Eh apa anda memberikan Potion ini padaku?"
"Yah. Ambil lah dan pergi sembuhkan adekmu.
Jawab Brid, namun di saat Rangga baru saja mau mengambil Potion itu tiba - tiba Bagas Menahannya dan mencoba menolak pemberian Brid.
"Tidak, kami tidak bisa menerima ini, ini adalah sesuatu yang sangat berharga dan juga sangat mahal, bahkan Seluruh kekayaan ku mungkin tidak akan bisa membelinya."
"Kau tidak usah khawatir kan itu, lagi pula aku berikan potion ini bukan tanpa alasan, itu karena aku ingin kalian menyembukan Anak itu.-
-Selain itu, ini juga sebagai permintaan maaf kami, karena sudah melibatkan anakmu."
"Aku mengerti apa yang kau katakan, tapi tetap saja ini-!!"
Sebelum Bagas selesai Bicara, Rangga lansung menyalip Bagas kemudian ia mengambil Potion itu dari tangan Brid, yang dimana Membuat Bagas lansung terkejut.
"Huh Ra-Rangga apa yang kau lakukan, berikan itu kembali padanya."
"Tidak Ayah, aku akan ambil ini dan pergi ke rumah sakit menyembuhkan Leon."
"K-Kau apa kau sadar apa yang kau lakukan, Potion itu-!"
"Yah aku tau, tapi tetap saja...aku harus mengambilnya Supaya bisa menyembuhkan Leon."
Meskipun Bagas mencoba membujuk Rangga, tetapi Rangga tetap Ngotok mengambil Potion itu.
Bukan berarti Bagas tidak mengerti apa yang di rasakan Rangga. Bagi Rangga yang belum tau identitas adeknya pasti berpikir bahwa Leon saat ini sedang menderita di sana(Rumah sakit).
Meskipun Leon sudah di beri perawatan tetapi Sekujur tubuhnya pasti masih merasakan kesakitan.
Karena itulah Rangga ngotok ini mengambil Potion itu.
Namun berbeda dengan Rangga, Bagi Bagas yang sudah tau identitas anaknya, ia tidak khawatir sama sekali.
Karena dari pengamatan ia selama ini, ia merasa bahwa Leon,..Atau Orang yang telah mengambil ahli tubuh anaknya bukanlah Orang Biasa melainkan Orang yang kuat.
Meskipun ia saat ini sedang mengalami luka parah tetapi Bagas yakin ia tidak terlalu merasa kesakitan. karena itulah Bagas tidak khawatir sedikitpun.
Selain itu Alasan lain kenapa Bagas menolak Mengambil potion pemberian Brid, itu karena Potion itu di dapatkan bukan karena Pemberian dari seseorang atau di beli melainkan itu di dapatkan karena hasil dari curian.
Dan jika ia atau Rangga sampai Mengambil potion itu maka Secara tidak lansung mereka juga bisa saja ikut terlibat didalamnya.
Karena itulah Bagas menolak Keras mengambil Potion itu....
(Aku yakin Rangga juga menyadari hal ini, tapi kenapa kau tetap keras kepala dan ingin Mengambilnya?)
Pikir Bagas Yang sedikit kesal. Namun ia tidak menyerah ia mencoba membujuk Rangga sekali lagi.
"Rangga, dengar baik - baik, adekmu tidak apa - apa, ia akan sembuh sendiri nanti jadi...cepat kembalikan Potion itu padanya."
"Tidak akan, aku akan tetap ambil Potion ini dan pergi ke rumah sakit untuk menyembuhkan Leon."
Rangga menolak, ia terus ngotok ingin mengambil Potion itu.
Sampai akhirnya ia pun berdiri dari tempat duduk, lalu ia pergi mengambil jaket hitamnnya yang tergantung di dinding. Setelah itu ia berjalan Keluar dan lansung pergi meninggalkan Rumahnya.
"Cih, Dasar Anak itu."
__ADS_1
Ucap Bagas sambil mengertakkan Giginya.