BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENCARIMU....


__ADS_3

seusai kami sampai di rumah, aku saat ini sedang berlutut di lantai, sambil menghadap ke arah Kak Siska, yang sedang duduk di sofa sambil menyilankan tangannya.


"jadi, dari mana saja kau, setelah pulang sekolah?"


"i-itu,...aku, aku abis pergi ke warnet bermain game, bersama Rusli dan juga teman kelasnya!?"


"ho,..kalo itu aku sudah tau, yang ingin aku bilang, setelah kau berpisah dengan adeknya Putri, kau pergi kemana saja??"


kata Kak Siska sambil melihatku dengan serius.


tentu saja aku sudah mengirah, kalo Kak Siska akan menanyakan hal ini, lagi pula, tidak mungkin ia tidak khawatir jika adeknya pulang setelat ini.


"yah, soal itu,...Kak Siska masih ingatkan, sebelum aku keluar dari rumah sakit, saat itu aku mengatakan, aku ingin sekali makan gado - gado Kesukaan Kak Siska, saat keluar nanti dari rumah sakit"


ketika aku mengatakan itu, mata Kak Siska melirik ke arah atas, sambil beberapa kali menepuk dagunya dengan jari telunjuknya, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"oh, saat di taman itu yah,...tentu saja aku masih ingat!?"


katanya ketika berguman, dan perlahan mengarahkan pandangannya ke arahku lagi.


"jadi, apa hubungannya ini dengan itu?!"


"yah, kau tau, saat aku mau jalan pulang ke rumah, saat itu, aku ingat kalo ada warung gado - gado di dekat daerah itu, jadi, itulah kenapa aku berpisah dengan Rusli dan juga teman kelasnya, Lia,...karena-!?"


"kau ingin pergi beli gado - gado?"


"yah."


jawabku secara singkat. setelah itu, Kak Siska mulai mengarahkan pandangannya ke arah, Kantong hitam yang aku letatkan di atas sofa.


"jadi, kantong hitam yang di sana itu, apa isinya Gado - gado yang sudah kau beli??"


"yah,"


jawabku sekali lagi secara singkat, setelah itu Kak Siska perlahan mengalihkan pandangannya ke arahku lagi.


"hmm,...tapi Leon, bukankah ini terlalu lama jika hanya beli Gado - gado saja. aku dengar dari adeknya Putri, ia bilang kalo ia berpisah denganmu sekitar jam 4 sore, dan kau malah baru pulang hampir jam 6 sore,..bukankah itu aneh!?"


tentunya aku sudah mengira hal itu,...jadi...


"oh, itu karena, aku lama mengantri disana, itulah kenapa aku telat pulang!?"


ketika aku mengatakan itu, Kak Siska entah kenapa terlihat masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan.


"Leon, jawab aku dengan jujur,....apa benar, kau hanya pergi beli gado - gado, saat berpisah dengan adeknya Putri??"


"so- soal itu,...aku...."


"ada apa, cepat jawab??"


katanya, sambil melihatku dengan ekspresi serius.


jujur saja, aku ingin mengatakan yang sebenarnya ke dia, tapi, karena sangat merepotkan jika ia khawatir denganku lagi,...jadi...


"yah,..aku hanya pergi beli gado - gado saja Kak Siska!?"


jawabku, sambil menatap mata Kak Siska dengan ekspresi serius.


"....begitu."


ketika ia mengatakan itu, aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, karena di tutupi oleh poninya.


"...."


namun, setelah beberapa saat ia tidak mengatakan apapun. aku mulai khawatir, dan dengan tenang memanggilnya


"Kak Siska,..apa kau tidak apa - apa??"


ketika ia sedang di panggil, mata Kak Siska sentak melebar karena terkejut, setelah itu, ia lansung melihat ke arahku dengan wajah yang linglung.


"Leon,..ya~yah, aku,....aku baik - baik saja!?"


"benarkah, begitu??"


"um,..yah."


jujur, aku masih ingin mengatakan sesuatu kepadanya, tapi. karena ia sepertinya ingin mengakhir pembicaraan tentang itu, jadi....


"baiklah, jika Kak Siska mengatakan itu."

__ADS_1


seusai aku mengatakan itu, Kak Siska perlahan menghembuskan nafasnya untuk mencoba menenangkan dirinya kembali.


"fuuu..."


setelah itu, ia melihat ke arahku dan tersenyum, sambil wajahnya terlihat sedih.


"ngomon - ngomon Leon, bisa tidak kau ambilkan aku piring dan sendok di dapur, aku ingin makan Gado - gado yang sudah kamu beli?!"


"eh,..y- yah,..tunggu sebentar, aku akan mengambilnya!?"


meskipun aku masih, khawatir dengan ekspresi sedih Kak Siska, tapi, untuk saat ini, aku biarkan saja.


setelah itu. aku perlahan berdiri dan mulai berjalan ke arah dapur, untuk mengambil Piring dan sendok untuk Kak Siska dan diriku juga.


TAP....Tap....tap....


ketika Kak Siska merasa bahwa Leon sudah agak menjauh darinya. ia lansung menyandarkan punggungnya di sofa, sambil melihat ke arah atas.


setelah beberapa detik Kak Siska melihat ke arah atas, perlahan ia menutup matanya, dan mencoba untuk mengingat sesuatu, ketika ia sedang mencari Leon.


saat itu...


_____________________


___________


ketika aku sedang berlari di sekitar area, tempat dimana Leon berpisah dengan adeknya putri.


setiap perjalanan, aku terus menanyakan beberapa orang dan juga kenalanku yang tinggal di daerah sekitar situ, untuk mengetaui,apa mereka pernah melihat Leon sedang berjalan, di sekitar daerah ini atau tidak.


tapi, sayangnya mereka semua tidak melihat atau mengetaui keberadaan adekku, Leon.


namun, setelah beberapa saat aku berlari dan mencari Leon sambil terus menanyakan beberapa orang yang kulewati.


tak lama kemudian, akhirnya, ada 1 orang yang melihat adekku, Leon.


ia mengatakan, saat itu, ia melihat Leon, sedang berjalan masuk di sebuah Lorong kecil, di samping toko xxxxx.


tapi, ketika Leon masuk ke dalam sana, ada beberapa anak muda juga yang masuk dan mengikuti Leon dari belakang.


ketika mendengarkan apa yang dikatakan orang itu, sentak Siska lansung melebarkan matanya karena terkejut. sambil wajahnya terlihat Pucat.


dengan cepat Siska lansung berlari ke arah tokoh, tempat di mana orang itu sebutkan.


namun, ketika Siska sedang berlari ke arah sana, ia mengingat lagi ingatan yang paling ingin ia lupakan.


yang dimana, saat itu, ia melihat adeknya, Leon sedang di siksa tampa ampun oleh beberapa anak SMA yang sering membulinya.


dan, ketika Siska melihat hal itu, ia sangat membenci dirinya sendiri karena, saat itu ia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Leon.


ketika Siska mengingat kejadian itu, ia mengingat juga beberapa wajah orang yang pernah membuli Leon.


setelah mengingat wajah mereka,Siska merasa, besar kemungkinan, jika orang yang saat ini mengikuti Leon di Lorong itu, tidak lain adalah mereka...


"Cih,...seharusnya aku tidak menyetujuinya, saat Leon minta masuk sekolah!?"


kata Siska, sambil mengertakkan giginya.


setelah itu, Siska lansung menambahkan Kecepatan larinya, sambil wajahnya terlihat sangat khawatir, dan juga Pucat.


(Leon,..aku harap kau masih baik - baik saja!?)


setelah mengatakan itu di dalam pikirannya. tak lama kemudian, ia akhirnya sampai di depan Toko xxxx, yang orang itu sebutkan.


namun, ketika Siska mengarahkan pandangannya ke arah Lorong di samping Toko xxxx.


dia melihat, ada banyak sekali Orang yang sedang berdiri di depan sana, sambil melihat ke arah dalam Lorong.


sementara wajah Siska masih terlihat Pucat, ia mencoba untuk bertanya ke salah satu orang yang ada di sana.


"um,..pe~ permisi!?"


"umnm? ada apa gadis kecil??"


"a- aku ingin tanya, apa ada sesuatu yang terjadi di Lorong itu.?


"eh,..yah, aku tidak tau secara pasti, tapi aku dengar ada beberapa anak yang sedang terluka parah di dalam sana!?"


"Terluka!!"

__ADS_1


kata Siska Sambil terkejut.


seketika, Siska mengingat wajah Leon yang di penuhi oleh darah di wajahnya. saat kejadian itu.


merasa sangat khawatir dengan Leon, ia bertanya lagi ke orang itu.


"anu,..a- apa ada anak kecil juga. yang terluka didalam sana??"


"tidak, aku tidak pernah dengar ada anak kecil di dalam sana!?"


"be- begitu.."


masih merasa khawatir dengan keadaan Leon, ia mengalihkan pandangannya ke arah Lorong itu.


dan tak lama kemudian, sebuah ambulans datang dan beberapa perawat lansung turung dari mobil, sambil membawa tandu, dan dengan cepat berlari masuk ke dalam Lorong.


setelah beberapa saat di dalam Lorong, beberapa Perawat mulai keluar, sambil membawa orang - orang yang terluka di dalam Lorong itu.


Tampa menunggu lama - lama, Siska lansung menerobos kerumunan orang di depannya, untuk mengetaui apa Leon ada di salah satu orang terluka di sana atau tidak.


"permisi.....permisi.....permisi......"


kata Siska sambil terus melewati beberapa orang yang berada di depannya.


ketika Siska sudah berada di paling depan, ia bisa melihat beberapa orang yang terluka di dalam sana,sedang di bawah memakai tandu.


namun, ketika Siska memperhatikan wajah orang - orang itu, tidak ada satupun dari mereka yang mirip sama seperti Leon, maupun orang yang Sering membuli Leon.


(tidak ada satupun dari mereka yang yang mirip dengan orang yang sering membuli Leon,....kalo begitu, siapa mereka ini? kenapa mereka mengikuti Leon?)


saat Siska terus bertanya - tanya hal itu di dalam pikirannya.


beberapa perawat yang sudah memasukkan orang - orang yang terluka di dalam Ambulans lansung pergi, dan meninggalkan tempat kejadian.


tak lama kemudian setelah ambulans itu pergi, beberapa orang yang tadinya berdiri disini, sudah mulai meninggalkan tempat ini, dan hanya menyisakan Siska seorang.


secara perlahan Siska mulai berjalan dan berdiri di tengah - tengah di depan Lorong itu, sambil terus melihat jauh, ke arah dalam Lorong.


ketika ia melihat ke dalam Lorong, ia terus berpikir. apa yang terjadi dengan Leon, atau dimana Leon berada sekarang bahkan ia berpikir bahwa Leon sudah di bawah di suatu tempat, dan saat ini, mungkin saja sedang di siksa.


saat ia memikirkan hal itu semua, wajahnya lansung tambah Pucat dan terlihat sangat khawatir, tampa memperhatikan sudah berapa menit ia berdiri terus di situ.


namun, setelah beberapa menit Siska terus berdiri di situ, tiba - tiba sebuah suara yang ingin sekali ia dengar sedang memanggilnya dari samping.


"Kak Siska, Sedang apa kau di sini??"


seketika, Siska lansung melebarkan matanya, karena terkejut mendengar suara itu. dan tampa menunggu lama, ia dengan cepat lansung mengalihkan pandangannya ke arah suara itu.


setelah Siska melihat ke arah suara itu. seketika, semua Pikiran negatif Siska yang tadi, lansung menghilang dan wajahnya terlihat senang ketika melihat orang di depannya.


sambil gugup dan tersenyum, Siska dengan tenang memanggil nama adeknya.


"Le- Leon....!?"


_________________________


________________


setelah Siska mengingat hal itu semua, perlahan ia menghela nafas, sambil terlihat kelelahan.


"haaa,..aku ingin tau, apa yang terjadi di lorong itu,...kenapa leon baik - baik saja, sedangkan anak - anak itu....."


ketika Siska sedang mengumankan itu, untuk sesaat Siska berhenti, dan merinding ketika mengingat luka - luka anak itu, ketika di bawah keluar oleh perawat.


(luka - luka mereka sangat parah,...siapa yang membuat mereka jadi seperti itu???)


sambil terus melihat ke arah atas dan memikitkan hal itu. tak lama kemudian, ia perlahan membuang dirinya ke Sofa, dan mulai berbaring.


"haaa....aku sangat capet!?"


setelah mengatakan itu, Siska mengarahkan pandangannya ke arah salah satu foto orang, yang sedang mengenakan pakaian tentara, yang terpajang di dinding.


ia adalah Rangga, anak pertama dari keluarga ini, sekaligus kakak dari Leon dan Siska.


Karena Kakak pertama kami, Rangga sudah menikah 2 tahun yang lalu, jadi ia saat ini sedang tinggal bersama dengan istrinya di luar kota.


saat Siska terus melihat foto Rangga, ia menguap dan perlahan matanya mulai tertutup sambil berguman sesuatu.


"Kak Rangga, kumohon cepatlah pulang dan,...bantu...lah,...le...on......"

__ADS_1


setelah mengumankan itu, mata Siska lansung tertutup dan mulai tertidur di sofa dengan wajah santai, sambil menghilangkan semua kelelahan, yang ia sudah alami tadi.


__ADS_2