BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEMBALI KE TEMPAT LINDA


__ADS_3

Setelah aku menembak Bos mereka, aku buang pistol itu kembali ke lantai kemudian aku pergi mengambil Koperku yang berisikan uang, yang di jatuhkan tidak jauh dariku.


Setelah itu aku melihat ke arah Brid, Dimana ia sedang berusaha membunuh Bawahan terakhir orang itu yang tingginya hampir dua kali lipat dari ketinggian si Gorila.


Tak lama setelah mereka bertempur, akhirnya Brid berhasil Menebas Lehernya. Sampai - sampai darahnya tersembur keluar dan tersebar dimana - mana.


Bahkan pipiku sampai kena, walau begitu aku dengan santai melapnya menggunakan jari jempolku.


Setelah itu aku berjalan mendekati Brid dan memperhatikan ia di penuhi oleh darah.


"Sepertinya kau sudah selesai."


"Oh Leon, kamu juga sepertinya bagianmu juga sudah selesai."


Ucap Brid saat melihat Bos mereka sudah mati dan terpapar di lantai.


"Brid."


Aku memanggilnya, dimana Brid lansung melihat ke arahku..


"Apa?"


"Ini, karena mereka semua sudah mati jadi aku kembalikan uang ini padamu."


Aku mencoba menyerahkan Koper itu kembali ke Brid, tetapi Brid tidak mengambilnya, ia malah mendorong balik koper itu padaku.


"Tidak, anda tidak perlu mengembalikan uang ini padaku, lagi pula sejak awal aku memang sudah berniat memberikan uang ini padamu, jadi anda simpan saja."


"Apa kau yakin?"


Tanyaku. Dimana Brid dengan tegas menjawab.


"Yah. Lagi pula itu hanya jumlah yang sedikit."


Memang benar bagi dia ataupun aku, Jumlah ini (7000 Dollar) sangatlah sedikit di bandingkan penghasilan kami di kehidupanku sebelumnya yang seorang tentara bayaran.


Dimana rata - rata kami biasanya bisa mendapatkan Ratusan ribu Dollar atau mungkin Jutaan dollar, bahkan bisa sampai puluhan Juta, karena itulah jumlah ini bukanlah apa - apa bagi kami.


Selain itu aku juga masih punya banyak penyimpanan di kehidupanku sebelumnya. Dimana sejak aku reinkarnasi di tubuh ini aku tidak pernah berpikir untuk mengambilnya karena penyimpanan itu di atur oleh Carla.


Jadi jika aku sampai mengambilnya dan mentransfernya ke Akun keuanganku yang sekarang, maka ada kemungkinan Carla bisa mengetaui keberadaanku, yang artinya identitasku bisa saja terbongkar.


(Karena itulah sampai saat ini aku belum pernah mengambil sepersenpun Penyimpanan itu.)


Pikirku. Lalu Kemudian aku kembali melihat Brid dan berkata.


"Baiklah, aku akan simpan uang ini."


Brid mengangguk dengan Senang. Setelah itu ia melihat sekeliling dan memperhatikan orang - orang yang telah ia Bunuh, dimana tubuh mereka berserakan dimana - mana.


"Omong - omong, apa yang harus kita lakukan pada tubuh mereka? Apa kita menyewa Jasa Cleaner saja untuk membersihkan tempat ini?"


Jasa Cleaner. Adalah salah satu Organisasi yang di bentuk oleh dunia bawah untuk mempersihkan tempat pembunuhan, mereka juga akan menghilangkan segala jejak yang di tinggalkan oleh sang pembunuh.


Di tambah lagi organisasi ini juga sudah tersebar di seluruh Negara, salah satunya adalah Negara ini.


"Kau benar. Mungkin kita harus menyewah jasa mereka."


"Benarkah? Kalau begitu...."


"Yah, tolong lakukan."

__ADS_1


Balasku lansung, Setelah itu Brid mulai menghubungi mereka.


___________________________________


________________________________


Sambil menunggu kedatangan mereka aku dan Brid menggunakan Kamar mandi di tempat itu untuk membersihkan diri. Terutama Darah dari Orang - orang yang telah kami bunuh.


Setelah kami membersihkan diri, kami bersantai sebentar di ruang Tamu.


Lalu tak lama kemudian akhirnya Mereka pun datang, dimana mereka lansung membersihkan tempat itu serta memasukkan tubuh dari orang - orang yang telah kami bunuh ke dalam beberapa Kantong besar dan di masukkan ke dalam Mobil pembawa barang di ujung Lorong.


Setelah semuanya sudah selesai Brid lansung membayar mereka. Seusai mereka di bayar, mereka lansung pergi meninggalkan tempat itu.


"~Haaa akhirnya selesai juga."


Guman Brid yang terlihat lelah, kemudiam aku membalasnya..


"Kau benar, tidak ku sangka ini akan memakan waktu lebih lama dari yang aku kira. Kalau tidak salah lebih dari satu jam kan?"


"Yah."


Jawab Brid yang setuju denganku. Lalu kemudian ia melihatku dan bertanya..


"Omong - omong setelah ini apa yang akan anda lakukan?"


"Hmm untuk sekarang aku akan kembali ke tempat dia(Bu Linda) dulu untuk menunjukkan diriku bahwa aku tidak apa - apa. Aku yakin ia pasti khawatir denganku."


Seolah sependapat denganku, Brid lansung membalas..


"Kau benar, kalau begitu sini biar aku yang antar anda ke sana."


"Kalau itu aku masih bisa melakukannya besok."


"Hmm ya udah, kalau begitu ayo kita pergi."


Tak lama setelah kami menempuh perjalanan, akhirnya kami sampai di tempat Bu Linda, dimana aku lansung turung dari Mobil dan berpisah dengan Brid.


____________________________________


________________________________


Sementara itu di dalam Apartemen tepatnya di ruang tamu, di sana Bu Linda sedang duduk di sofa sambil wajahnya terlihat sangat Cemas.


Lalu tak lama kemudian tiba - tiba Belnya berbunyi dan dari Luar terdengar suara seseorang yang ia tunggu - tunggu kedatangannya...dimana Suara itu tidak lain adalah Aku(Leon).


"Linda ini aku Leon, apa kamu masih di dalam?"


Mendengar hal itu sontak membuat Mata Bu Linda lansung melebar kerena terkejut. Lalu ia buru - buru pergi ke depan membuka Pintu.


KNOCK!!


"Le-Leon."


"Oh Linda, aku kembali."


Ucapku dengan senyuman, dimana membuat Bu Linda merasa lega sekaligus merasa sangat senang.


Lalu ia jongkot untuk menyamai ketinggianku kemudian ia memelukku dengan erat, yang dimana membuat aku sedikit terkejut.


"Eh."

__ADS_1


Walau begitu Bu Linda tak mempedulikannya sama sekali dan terus memelukku.


"~Leon, syukurlah kamu baik - baik saja. aku senang kamu kembali dengan selamat, aku sangat khawatir denganmu."


Bisik Bu Linda di dekat telingaku, dimana suaranya terdengar gemetar.


Tentu itu membuat aku untuk sesaat terdiam, namun tak lama kemudian aku peluk balik ia dan mengelus kepalanya agar bisa membuat ia sedikit tenang.


"Maaf sudah membuatmu khawatir."


_____________________________________


________________________________


>Beberapa saat kemudian.


Di dalam Apartemen, di ruang tamu, di sana aku duduk di sofa yang saling berhadapan dengan Bu Linda. Sambil meminum teh yang di buat olehnya.


Glup!!...Glup!!...Glup!!!


Setelah aku minum Teh tersebut, aku menaruknya kembali ke atas meja kemudian melihat Bu Linda.


"Makasih Tehnya, ini sangat enak."


"Benarkah? Syukurlah kamu menyukainnya."


Balas Bu Linda, dimana membuat kami berdua merasa senang dan tersenyum. Namun tak berselang lama tiba - tiba tatapanku berubah menjadi serius.


"Omong - omong Linda, soal utang suami mu, mulai sekarang kau tidak perlu khawatir lagi. Karena mereka tidak akan pernah lagi datang mencarimu."


Bu Linda terkejut mendengar itu dan bertanya..


"Benarkah? Tapi dari mana kamu dapat uang sebanyak itu untuk melunasi Utang suamiku?"


"Sebetulnya Aku tidak melunasi Utang suamimu. Yaa awalnya aku memang berniat melakukan itu namun karena ada beberapa hal yang tidak terduga terjadi di sana, jadi aku berbubah pikiran dan menggunakan cara lain untuk menghilangkan utang suami mu."


Seolah Penasaran, Bu Linda sekali lagi bertanya..


"Cara lain? Apa itu?"


"Soal itu kamu tidak usah tau, yang jelas mulai sekarang kamu tidak akan di datangi lagi oleh mereka."


Meskipun aku berkata begitu, tetapi Bu Linda sepertinya masih penasaran akan hal itu.


Karena merepotkan jika ia bertanya lagi soal itu, Jadi aku buru - buru mencoba mengganti topik pembicaraan.


"Dari pada itu, Linda Apa kamu tau keberadaan suami mu ada dimana?"


Tiba - tiba di tanya seperti itu, tentu membuat Bu Linda merasa terkejut sekaligus kebingungan dan bertanya balik.


"Kenapa kamu ingin tau itu?"


"Yaa ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengannya."


"Bicara? Apa?"


"AKU INGIN PAKSA DIA UNTUK MENCERAIKANMU."


Kaget bukan main, Bu Linda sangat shock, sampai - sampai ia membatu di depanku.


"Eh."

__ADS_1


__ADS_2