BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERTANYA SOAL KAKAKNYA


__ADS_3

>Di apartemen Bu Linda.


Setelah kami selesai makan malam, aku bersandar di kursiku dan terlihat sangat lelah karena kenyang.


"~Haaa aku kenyang sekali."


Bukan hanya aku saja, tapi semua orang yang ada di sini juga kelihatan kenyang, kecuali satu orang yaitu Sara.


Ia kelihatan baik - baik saja, meskipun sudah lebih dari 3 kali ia tambah makanan.


"Sara, apa di dalam perutmu itu ada lubang hitam?"


Di saat aku menanyakan, Sara seolah - olah merasa tidak senang dan lansung memberikan aku tatapan tajam.


"Leon, apa kau bodoh, mana mungkin di dalam perutku ada lubang hitam."


"Eh Kalau begitu, kemana semua makananmu itu pergi, tidak mungkin makananmu itu masuk ke dalan perut sekecil ini?"


Tanyaku sambil mengelus perut Sara, yang dimana membuat wajah Sara lansung memerah dan tanpa ampun ia menampar kepalaku, hingga kepalaku terbentur di meja makan.


PATT!!


"~Aduh, woy apa yang kau lakukan?"


"Justru aku yang harusnya bilang begitu, apa yang tiba - tiba kau lakukan? Berani - beraninya kau pegang - pegang perut seorang gadis."


"Memang kenapa, apa kau malu?"


"TENTU SAJALAH, DASAR LEON BODOH."


Sekali lagi Sara menampar kepalaku, yang dimana membuat aku sedikit jenkel.


"Woy berhenti menapar kepalaku. Itu sakit tau."


"Bodoh amat, aku tak peduli."


Sementara kami berdua sedang ribut, di sisi lain Bu Nara mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, dimana ia melihat hari sudah malam, jadi ia pun memutuskan, sudah saatnya membawa kami pulang.


Lagi pula ia juga khawatir dengan orang tua kami, karena membawa kami kemalaman.


Meskipun kami sudah memberitau orang tua kami masing - masing, Namun tetap saja ia tidak bisa menghilangkan kekhawatiran nya.


(Yaa aku harap orang tua mereka tidak marah padaku)


Pikir Bu Nara. Lalu setelah itu Bu Nara melihat Bu Linda dan berkata...


"Baiklah, Kalau begitu Linda sudah saatnya kami pergi."


"Eh kamu sudah mau pergi?"


"Yah, lagi pula aku juga masih harus mengantar mereka pulang."


Bu Linda seolah mengerti apa yang Bu Nara pikirkan, dan ia pun menyetujuinya.


"Aku mengerti. Kalau begitu hati - hatilah di jalan, dan juga makasih banyak karena sudah datang berkunjung, untuk mengantar pemakamam suamiku."


"Itu tidak masalah, lagi pula kami juga senang karena kamu sudah menyiapkan kami makanan sebanyak ini."


Seolah setuju dengan Bu Nara, Para gadis itu secara serentak lansung mengangguk.

__ADS_1


""""Um.""""


Lalu Setelah Bu Nara selesai bicara, kami semua mulai bersiap - siap dan pergi ke depan pintu untuk memakai sepatu kami masing - masing.


Setelah kami selesai memakai sepatu kami. Bu Linda mendekatiku dan memperhatikan kaki ku yang udah di obati dengan ekspresi khawatir.


"Leon, apa kakimu benar - benar sudah tidak apa - apa?"


"Yah, kakiku sudah jauh mendingan di bandingkan tadi."


"Begitu syukurlah. Tolong jangan terlalu memaksakan dirimu yah."


"Aku tau."


Balasku. Lalu Bu Nara masuk di antara kami dan mencoba bicara dengan Bu Linda.


"Linda, setelah kami pergi, kamu tidak akan merasa kesepiankan?"


"Nara apa - apaan yang kamu tanyakan itu, Tentu sajalah aku tidak akan merasa kesepian. Lagi pula Kenapa kamu menanyakan itu?"


"Yaa kamu tau sendirikan, karena suami mu sudah tidak ada, jadi aku pikir kau mungkin saja akan meresa kesepian."


"Hmm begitu, aku mengerti apa yang kamu katakan, tapi kamu tak usah khawatir karena aku baik - baik saja."


Meskipun Bu Linda berkata begitu tetapi Bu Nara masih tetap khawatir. Jadi Bu Linda mencoba menjelaskannya....


"Yaa memang benar, sampai saat ini aku masih belum bisa menerima kematian suamiku, tapi bukan berarti aku merasa kesepian, karena seperti yang kamu tau suamiku jarang sekali pulang ke rumah, jadi aku sudah terbiasa menjalani hidupku tanpa dirinya.-


-Selain itu, Yang aku inginkan saat ini hanya terus melangkah ke depan dan berusaha untuk membahagiakan anakku."


Bu Linda mengelus kepala Kana, yang dimana membuat Kana kelihatan sangat senang. Melihat itu kami semua tersenyum.


"Kana, ini mungkin singkat tapi aku senang sekali bisa bermain denganmu."


"Sama aku juga."


"Aku juga."


"Um, aku harap kami semua bisa datang lagi ke sini bermain denganmu."


Seolah tidak masalah dengan itu, Kana lansung menyetujuinya.


"Tentu saja, kalian bisa datang ke sini, kapan saja yang kalian mau."


Mendengar itu para Gadis itu lansung menjadi bersemangat dan terlihat senang.


"Benarkah? Asik Aku senang sekali."


"Um, aku tidak sabar main denganmu lagi."


"Kalau begitu besok, setelah kami pulang sekolah kami akan datang ke sini."


"Um aku tunggu."


Balas Kana.


(Sepertinya, mulai sekarang tempat ini akan ribut.) Pikirku.


Setelah kami semua selesai bicara, kami mulai meninggalkan tempat itu. Namun di saat kami menuruni tangga aku perhatikan Sara tidak ada di manapun, sehingga aku mencoba bertanya ke Bu Nara.

__ADS_1


"Bu Nara, Sara tidak ada?"


"Oh kalau kau mencari Sara, ia masih di sana, sepertinya masih ada yang ingin ia bicarakan dengan Bu Linda, jadi ia menyuruh kita duluan dan menunggunya di Mobil."


"Hmm begitu."


Jujur aku penasaran apa yang ingin ia bicarakan dengan Bu Linda. Tetapi aku juga tidak ingin mengganggu mereka, jadi untuk sekarang sebaiknya aku biarkan saja mereka di sana.


(Yaa aku harap semuanya baik - baik saja.) pikirku.


___________________________________


_______________________________


Sementara itu, tepat di depan Pintu. Di sana terlihat Sara dan Bu Linda saling mengahadap. Dimana ekspresi Sara terlihat murun.


"Jadi Sara, apa yang ingin kamu bicarakan?"


Di saat Bu Linda menanyakan itu, tatapan Sara tiba - tiba berubah menjadi serius.


"Anu Bu Linda, beberapa hari yang lalu, apa Kakak ku pernah datang ke sini menemuimu?"


"Kakakmu?"


"Yah, ia seorang polisi. Umurnya mungkin sekitar 24 Tahun."


"Oh maksudmu anak muda itu yah. Jadi ia kakakmu."


"Um."


Balas Sara dengan anggukkan. Lalu kemudian ia bertanya lagi....


"Jadi, apa ia pernah datang ke sini?"


"Yah, beberapa hari yang lalu ia memang datang ke sini berbicara denganku."


Mendengar hal itu, Sara sontak lansung


Bersemangat dan buru - buru mendekati Bu Linda.


"Benarkah? Bisa beritau aku, apa yang kalian bicarakan?"


"Hmm kami tidak membicarakan banyak hal, ia hanya menanyakan pendapatku soal Leon."


Seolah tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, mata Sara lansung melebar dan ia terlihat sangat shock.


"Apa Leon?"


"Yah, ia terus menanyakan pendapatku soal bagaimana pandanganku terhadap muridku yang bernama Leon dan juga bagaimana kehidupan ia sehari - hari saat di sekolah dan lainnya."


"Hmm tapi kenapa Kakak ku menanyakan hal itu padamu?"


"Kalau itu aku juga tidak tau, namun satu hal yang pasti, kemungkinan besar Kakakmu mungkin saja sedang menyelidiki Leon.-


-Meskipun aku tidak tau apa yang sudah Leon perbuat sampai di selidiki seperti itu."


Ekspresi Bu Linda kelihatan sedih, namun dalam waktu singkat ia kembali seperti semula dan melihat Sara.


"Jadi, apa hanya itu yang ingin kamu tanyakan?"

__ADS_1


"Eh y-yah,....makasih banyak karena sudah memberitauku, kalau begitu aku pergi dulu."


__ADS_2