BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEBENARAN RASA SAKIT ADEKKU


__ADS_3

beberapa saat setelah Leon Pingsan. di Sore hari, tepatnya di Lorong rumah sakit.


di sana terlihat seorang gadis sedang berlari dengan sekuat tenaga sambil mengenakan pakaian kasual.


gadis itu adalah Siska, kakak dari Leon.


"~haaa!!...haaa!!...haa!!.."


dengan wajah yang terlihat kecapean, Siska terus berlari di Lorong tersebut. hingga menghindari beberapa orang yang ada di depannya.


namun, sesaat Siska mau berbelok, tanpa sengaja, ia menyengol orang tua yang ada di depannya.


"UWAAAA!!"


"hah, aku minta maaf pak, aku lagi buru buru!"


"WOY, JANGAN LARI - LARI DI LORONG."


teriak orang tua itu dengan kesal.


namun, tanpa pedulikan itu, Siska terus berlari di lorong tersebut.


beberapa dokter yang melihatnya pun ikut juga menegurnya. tetapi tetap saja Siska tidak mempedulikannya dan terus berlari ke ruangan Leon berada.


Tap!!...Tap!!....Tap!!....


ketika Siska terus berlari di Lorong, ia ingat lagi, apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.


dimana, ketika Siska baru saja sampai di rumahnya setelah mengunjungi Adeknya. yaitu Leon di Rumah sakit.


ia mendapatkan sebuah panggilan dari pihak rumah sakit.


mereka mengatakan kalau adekku sedang hilang kendali beberapa menit yang lalu, dan para dokter mencoba menenangkannya namun.


Adekku terus saja memberontak, hingga menghajar beberapa dokter yang mencoba menenangkan nya.


mendengar hal itu, Siska lansung terkejut dan merasa khawatir, sehingga tanpa pedulikan tampilannya ia lansung berlari meninggalkan Rumah.


setelah mengingat hal itu. tak berselang lama Siska akhirnya sampai di depan Pintu Ruangan Leon, dan tanpa pikir panjang Siska lansung membukan pintu tersebut dengan keras.


KNOOOOCK!!


para Dokter yang ada di dalam ruangan itu lansung kaget saat dengar suara Pintu tersebut.


sehingga mereka semua lansung melihat ke arah sana. di mana di situ terlihat Siska sedang berdiri sambil wajahnya di penuhi oleh keringat.


namun tanpa pedulikan itu Siska lansung berjalan masuk dan menuju ke tempat Leon.


dimana Leon terlihat sedang tidak sadarkan diri di kasur.


"Leon."


ucap Siska dengan khawatir.


setelah itu ia mengenggam Tangan Leon sambil memperhatikan wajahnya.


setelah beberapa detik memperhatikan Wajah Leon, Siska mengalihkan pandangannya ke arah para Dokter, dan mencoba bertanya.


"Dokter, bagaimana kondisi adekku??"


ucap Siska dengan khawatir.


"kamu tidak perlu khawatir, untuk saat ini adekmu baik - baik saja, ia hanya sedang istirahat karena obat bius. sebentar lagi dia pasti akan sadar!"


"begitu...fuuu...syukurlah!!"


setelah mendengar Kondisi Leon, Siska lansung merasa Lega. sebab Leon baik - baik saja.


namun, ketika Ia memikirkan itu, Sih dokter lanjut Bicara lagi.


"hanya saja,..adekmu sepertinya sering bertingkah aneh belakangan ini?"


"ehh!!"


tentu saja Siska lansung terkejut dan bingun saat mendengar hal itu. sehingga ia mencoba bertanya...


"a-apa maksudmu dokter??"

__ADS_1


"untuk saat ini kami masih belum mengetaui, apa penyebab adekmu bertingkah aneh seperti itu, hanya saja tubuhnya saat ini tidak memiliki kondisi serius dan adekmu akan baik - baik saja."


"jadi begitu..."


meskipun Siska tidak tau tingkah aneh apa yang di maksud para dokter itu, namun ia sudah bersyukur jika Leon baik - baik saja.


"Terima kasih dokter?!"


"yah, kalo begitu kami permisi dulu!?"


sambil mengucapkan itu para Dokter lansung meninggalkan Ruangan ini.


hingga menyisahkan Siska dan Leon yang tidak sadar.


setelah itu, Siska lansung mengambil kursi yang ada di ruangan dan duduk didekat leon.


"Leon."


sambil membisikkan namannya Siska megenggam lagi tangan Leon dan mulai mengingat apa yang terjadi sebelum kondisi Leon menjadi seperti ini.


saat itu


____________________________


_____________________


ketika Siska pulang lebih awal dari sekolah karena kondisinya yang kurang sehat.


ia melihat adeknya. yaitu Leon sedang berjalan masuk ke sebuah Lorong kecil yang tidak banyak orang lalui.


tanpa pikir panjang Siska lansung masuk dan mencoba mengejarnya, namun...


"Leon.. kau mau pergi kemana??"


ketika Siska memanggil Leon, ia tidak merespon sama sekali, dan terus berjalan masuk ke dalam.


dan saat Siska sudah menyusul Leon, ia lansung megenggam tangannya, untuk menghentikan Leon masuk lebih dalam lagi.


"Leon...Berhenti Dulu? Apa Kau Dengar??"


mendengar teriakan Siska, membuat Leon lansung sadar dan perlahan melihat ke arah belakang.


sesaat Siska melihat wajah Leon, sentak ia lansung shock dan tidak bisa mengatakan apapun.


sebab di Wajahnya penuh dengan luka, bahkan mata kirinya sangat bengkat hingga hampir menutup seluruh matannya.


"Le~Leon wajahmu!!..APA YANG TERJADI DENGAN WAJAHMU??"


Leon dengan cepat menutup mata bengkatnya dan lansung melihat ke arah lain.


"i~ini..tadi aku sedang terjatuh!?"


"jangan bohong!!"


Siska dengan cepat berjongkot untuk menyamai ketinggiannya dengan Leon.


setelah itu, ia mengenggam pundaknya dan mencoba untuk memaksa ia mengatakannya.


"CEPAT BERITAU KAKAK, SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADAMU??"


"su~sudah ku bilang, ini karena aku terjatuh!?"


"TIDAK MUNGKIN KAU MENDAPATKAN LUKA SEKERAS ITU HANYA KARENA TERJATUH!? CEPAT BERITAU KAKAK SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADAMU??" Bentak Siska


sebab saat pertama kali Siska melihat Luka tersebut. ia lansung tau kalau luka tersebut akibat dari pukulan seseorang.


bukan hanya itu saja. Siska juga Sering melihat Leon mendapatkan luka saat pulang dari sekolah.


namun ketika Siska menanyakan dari mana ia dapat Luka itu, Leon terus saja bilang kalau luka tersebut akibat berkelai dengan teman sekelasnya.


meskipun Siska masih khawatir dengan adeknya. namun karena luka yang Leon terima tidak terlalu parah, sehingga ia tidak mempedulikannya.


sebab Siska mengangap, kalau itu hal yang biasa di lakukan oleh anak kecil.


namun luka yang diterima Leon saat ini, bukan seperti pertengkaran anak kecil, melainkan seperti sedang di keroyok.


meski Siska belum tau, apa Leon benar - benar di keroyok atau tidak. namun ia terus mencoba memaksa Leon mengatakannya.

__ADS_1


"Leon cepat beritau kakak, siapa yang melakukan ini padamu??"


"Kak Siska tidak usah khawatir denganku, yang lebih penting kakak cepat pergi dari sini??"


"APA YANG KAU KATAKAN, TIDAK MUNGKIN KAKAK MENINGGALKANMU, DENGAN KONDISI SEPERTI ITU?"


meski Siska terus mencoba untuk memaksanya, namun Leon terus saja menolak, bahkan ia menyuruh Siska untuk meninggalkan tempat ini.


seperti ia sedang ingin menjaukan Siska dari sesuatu.


"Kak Siska, cepat pergi saja dari sini."


"KENAPA KAU MEMAKSAKU UNTUK PERGI? APA SEBENARNYA YANG SEDANG KAU TAKUTI??"


"ka-kalau itu...yang penting Kak Siska Pergi saja cepat!..kalau tidak...kalau tidak Kak Siska akan-!!"


sebelum Leon selesai Bicara, terdengar suara Pria dari belakang.


"aku pikir siapa yang teriak - teriak di lorong ini, ternyata ada tamu yang tak di undang!!"


sentak Leon lansung Shock saat mendengar suara itu, hingga wajahnya terlihat merindin dan ketakutan.


Siska yang perhatikan itu merasa ada sesuatu yang aneh dengan Leon. sehingga ia mengarahkan pandangannya ke belakang Leon.


dimana, di situ terlihat 5 anak SMA sedang berjalan kearah Leon dan Siska. 2 perempuan 3 laki - laki.


setelah beberapa saat mereka berjalan. mereka lansung berhenti tak jauh di belakang Leon.


setelah itu, salah satu pria di kelompok itu mulai menatap Siska dengan tatapan jijik.


Leon yang mengetaui hal itu lansung berdiri tepat di depan Siska sambil membentakan kedua tangannya.


seolah - olah ia ingin melindungi kakaknya dari orang itu.


"~Ka-Kalian ingin uangku kan? ka-Kalau begitu jangan coba - coba meletakkan tanganmu pada Kak Siska.!!"


mendengar ucapan Leon, Pria yang dari tadi terus melihat Siska dengan tatapan jijik, lansung terlihat terkejut.


"Kakak??...HAHAHA...aku pernah dengar kalau kau itu punya kakak perempuan, tapi aku tidak menyangkan kalau kakakmu itu ternyata Siska, salah satu wanita tercantik di sekolah itu!..tidak kusangka aku seberuntung ini."


ucapnya yang terlihat senang.


"bro, jangan bilang cewek ini Siska dari SMA xxxxx??" tanya salah satu Temannya.


"yah, aku pernah melihat fotonya yang di kirim temanku, satu sekolah dengan nih Cewek!!"


ucap Orang itu, sambil memandang Siska. dimana Siska sedang ngintip di balik punggung Leon.


di sisi lain, Leon yang melihat pandangan orang itu merasakan perasaan Buruk.


sehingga ia lansung menghalangi pandangannya lagi.


"Ka-Kalian,..jika kalian ingin membuliku, buli saja aku tapi jangan pernah seret Kakak ku."


"buli??"


mendangar ucapan itu, membuat Siska lansung menyadari sesuatu.


(jangan bilang selama ini luka yang Leon terima saat pulang sekolah, gara - gara orang ini??)


sambil memikirkan itu, Siska terlihat sangat marah, bahkan Kedua tangannya di remas dengan erat. seolah - olah ia ingin memukul orang itu.


sebab Siska tidak percaya anak SMA seperti mereka malah membuli adeknya yang baru saja Lulus dari SD.


"tidak bisa di maafkan, aku takkan pernah memaafkan kalian!"


sambil membisikkan itu, perlahan Siska berdiri dan menatap ke lima Orang itu dengan sangat marah.


"sangat menjijikkan!!"


"HAH, kau barusan bilang apa?!"


tanya orang itu dengan kesal.


namun tanpa pedulikan hal itu, Siska pergi di depan Leon untuk menghalangi pandangannya dari ke 5 orang itu.


"KAU,..APA KAU TIDAK DENGAR, AKU BILANG KALIAN INI SANGAT MENJIJIKKAN. DASAR BAJINGAN."

__ADS_1


"""""...!!"""""


mendengar hal itu, sentak ke 5 orang tersebut langsung terlihat terkejut. sebab mereka tidak menyangkah kalau Siska mengatakan sesuatu yang tidak pantas dengan tampilannya.


__ADS_2