BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BISNIS


__ADS_3

Saat ini aku duduk di sofa yang saling berhadapan lansung dengan Genus. Pria tua yang pernah ku lawan bermain judi di kasino waktu itu.


"Baiklah, Seperti yang kau tau, alasan kedatanganku kemari karena aku ingin kau membawaku ke negara CN.-


-Tentu saja aku sudah menyiapkan bayaran tambahan jika kau sudah berhasil membawaku ke sana."


"Hmm begitu."


"Jadi, apa kau bisa membawaku ke sana?"


Ketika aku menanyakan itu, Genus tanpa pikir panjang lansung membalas...


"Ya tentu saja itu tidak ada masalah, Hanya saja sebelum itu bisa tidak kau beritau aku, apa alasanmu ingin pergi ke sana?-


-Tidak mungkin kau pergi ke sana hanya karena ingin berlibur doang kan?"


Yaa Itu tentu sajalah, lagi pula tujuanku ke sana karena ingin menemui Boktis. Namun tidak mungkin hal ini ku beritaukan pada Genus karena bisa - bisa ia menyuruh salah satu bawahannya untuk mengikutiku ke sana. Dan itu pastinya sangat menyebalkan bagiku.


Oleh karena itulah aku memilih untuk diam saja dan tidak menjawab apa - apa...


"....."


...Genus yang melihat itu merasa tidak senang dan lansung menyipitkan matanya.


"Ada apa Nak kau diam saja? Apa mungkin kau tidak mau memberitauku?"


"Yah, itu benar. Lagi pula aku datang ke sini bukan untuk minta bantuanmu melainkan aku datang ke sini untuk berbisnis denganmu.-


-Selama kau membawaku ke sana(negara CN) maka aku akan membayarmu sesuai yang sudah di perjanjikan, Jadi aku tidak punya lagi kewajiban untuk memberitaumu soal itu."


Genus seolah terkejut mendengar itu dan lansung tertawa..


"Kukuku nak kata - katamu boleh juga. Baiklah, untuk kali ini aku mengaku kalah."


"Aku senang anda berkata begitu."


Balasku lansung, kemudian aku lanjutkan lagi..


"Kalau begitu bisa tidak kita mulai sekarang?"


"Tentu saja."


Genus mulai mengambil selembar kertas dari atas meja kerjanya dan menaruknya di depanku, Dimana di situ aku melihat sebuah peta dunia di sertai dengan 4 titik di lokasi yang berbeda.


Kemungkinan besar ke empat titik itu adalah jalur yang akan kami ambil untuk pergi ke negara CN secara ilegal.


Titik pertama berada di pulau kalimantan dan titik kedua berada di negara malaysia sedangkan titik ketiga berada di sebuah pulau terpencil yang ada di Laut CN Selatan. Dan untuk titik yang terakhir berada di tepi laut negara CN.


"Hmm aku mengerti..jadi begitu, dengan kata lain pertama- tama kita akan melalui jalur laut untuk pergi ke pulau kalimantan kemudian kita lanjut ke jalur darat untuk masuk ke negara malaysia, setelah itu kita mengambil jalur laut lagi untuk pergi ke pulau terpencil di Laut CN Selatan...."


Ucapku, lalu di sambung oleh Genus.


"Benar, setelah kau sampai di sana(Pulau itu) kau akan ganti kapal, dimana kapal itu yang akan membawamu masuk ke negara CN."

__ADS_1


"Hmm aku mengerti. Masalahnya berapa lama waktu yang di butuhkan untuk bisa sampai ke sana(Negara CN)?"


"Itu tergantung cuaca. Jika cuacanya bagus, kami bisa mengantarmu ke sana 5 sampai 6 hari. Dan jika cuacanya buruk maka kemungkinan kau bisa sampai ke sana lebih dari seminggu."


"Uwaa itu lama sekali."


Menurut Brid pertemuan Carla dengan Alexei akan berlansung dalam 3 hari lagi, jadi meskipun cuacanya bagus sekalipun aku tetap akan terlambat menemui Boktis untuk melanjutkan rencanaku yang selanjutnya.


(Haaa ini sangat menyebalkan.)


PIX yang dengar itu mencoba menyarankan sesuatu padaku...


[Master, bagaimana kalau anda cari cara lain saja?]


(Percuma, kita tidak punya waktu untuk melakukan itu.)


[Hmm jadi apa yang harus kita lakukan?]


Sementara PIX menanyakan itu, aku kembali melihat Genus dan bertanya lagi padanya..


"Genus apa tidak ada cara lain lagi agar aku bisa cepat ke sana. Setidaknya yang hanya membutuhkan waktu 2 hari saja."


"Sayangnya tidak ada."


"Begitu."


Gumanku, namun tak berhenti sampai di situ Genus melanjutkan lagi bicara nya.


"Tapi kalau wanita itu, mungkin ia bisa membawamu ke sana(Negara CN) dalam 2 hari."


"Um."


Balas Genus dengan anggukkan. Aku sedikit penasaran siapa wanita yang dimaksud Genus. Dan akhirnya aku pun bertanya padanya..


"Tapi, siapa wanita yang kau maksud itu?"


"Aku rasa kamu mengenalnya."


"Aku?"


"Yah. Kau masih ingatkan wanita yang pernah kau lawan juga saat bermain judi denganku?"


Tentu saja aku masih ingat. Kalau tidak salah nama dia Reyna. Ia di kenal juga sebagai ratu judi di tempat itu.


"Yah, aku masih ingat."


Jawabku.


"Nah, aku dengar kalau malam ini ia akan keluar negeri untuk menjalankan sebuah Bisnis."


"Bisnis? Apa mungkin Bisnisnya itu berada di negara CN?'


Seolah aku tepat sasaran, Genus lansung menganggukkan kepalanya dan tersenyum padaku.

__ADS_1


"Benar sekali. Karena itulah jika kita meminta ia untuk mengantarmu ke sana juga dengan pesawat pribadinya aku yakin kau pasti bisa sampai ke sana dalam 2 hari."


"Hmm aku mengerti. Masalahnya apa ia mau mengantarku ke sana atau tidak?-


-Karena seperti yang kau tau wanita itu sangat membeciku, apa lagi setelah aku melakukan hal itu padanya waktu itu."


"Maksudmu saat kau mencium nya?"


Aku seolah tidak mencoba menyembunyikannya dan menjawabnya dengan serius.


"Yah. Jujur saja aku rasa kita tidak perlu terlalu berharap padanya karena ia pasti akan menolak permintaanku."


Ucapku, namun Genus malah berpikir sebaliknya dan berkata..


"Hahaha nak kau sepertinya telah salah paham padanya."


"Salah paham?"


"Yah. Wanita itu sebetulnya tidak membencimu, malahan ia sangat menyukai apa yang kau lakukan(Menciumnya) waktu itu."


Saking tidak percaya nya mulutku sampai terbuka lebar karena terkejut.


"Hah! Kau bercandakan?"


"Tidak, aku serius. Bahkan akhir - akhir ini aku dengar kalau ia sedang berusaha mencari informasi tentang dirimu. Kemungkinan besar ia mulai tertarik denganmu.-


-Karena itulah kau tidak usah khawatir, aku yakin ia pasti mau membantumu dan membawamu ke sana(Negara CN)."


Jujur saja aku sedikit ragu. Tapi aku juga merasa tidak ada salahnya untuk mempercayainya, jadi.....


"Baiklah, jika kau berkata begitu aku akan terima usulanmu."


"Bagus, kalau begitu nanti malam datanglah lagi ke sini. Biar aku yang mengantarmu lansung ke tempat dia(Reyna)."


"Baik." balasku.


Lalu setelah itu, aku pun memutuskan untuk pergi dari sini.


"Ya udah karena sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, Kalau begitu aku pergi dulu."


Aku lansung berdiri dari tempat dudukku dan meninggalkan ruangan itu.


___________________________________


________________________________


>Setengah jam kemudian.


Setelah aku sampai di rumah, aku serahkan kembali kunci motor Kak Rangga. kemudian aku naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarku untuk istirahat.


"~Fuuu sungguh hari yang melelahkan. Yaa tapi setidaknya aku berhasil mendapatkan tumpangan untuk bisa pergi ke sana(Negara CN) sesuai jadwal yang di rencanakan."


Jujur saja aku tidak terlalu berharap kalau aku bisa pergi ke sana dalam dua hari, tapi dewi keberuntungan sepertinya masih berpihak padaku.

__ADS_1


(Ini mungkin hari yang bagus bagiku, hehehe.)


__ADS_2