BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SAATNYA MENJELASKAN Bagian 1


__ADS_3

Setelah Bulan selesai melakukan penyelidikan bersama Isty dan Firdaus, akhirnya mereka pun kembali pulang ke Kantor Polisi.


Sesampainya mereka di sana Bulan lansung keluar dari dalam Mobil, kemudian ia pergi bicara dengan Isty yang baru saja keluar juga.


"Anu, Terima kasih sudah membawaku ke sana."


"itu tidak apa - apa."


Balas Isty, sambil melihat Bulan dan bertanya...


"Jadi, bagaimana perasaanmu setelah pergi ke sana?"


"A-aku,...aku tidak tau."


Jawab Bulan sambil pura - pura sedih.


"Begitu,...yaa sudah, tidak usah di pikirkan, lagi pula kami pasti akan berusaha mencari temanmu, benarkan?"


Tanya Isty sambil berahli ke arah Firdaus, dimana Firdaus yang baru juga keluar dari dalam Mobil lansung menjawab Dengan anggukkan.


"Umm."


Setelah Firdaus menjawab, Isty kembali melihat Bulan dan berkata...


"Lihatkan?"


"Iya."


Balas Bulan yang terlihat senang. Kemudian ia berbalik dan berkata...


"kalau gitu, aku permisi dulu."


Setelah mengatakan itu, Bulan lansung berjalan pergi, meninggalkan kantor Polisi.


Dimana Isty terlihat melambaikan tangannya di belakang...


"Hati - hati di jalan yah."


Ucapnya.


Ketika Isty merasa Bulan sudah agak jauh dari Mereka, Isty pun Berguman...


"Dia gadis yang baik yah?"


Fidaus yang dengar itu membalas...


"Um, kau benar."


Setelah pembicaraan pendek mereka, Isty yang tadinya terlihat senang tiba - tiba berubah menjadi Serius.


Dimana, tanpa melihat Firdaus, Isty pun bertanya...


"Omong - omong pak, kenapa anda tidak memberitau dia(Bulan) bahwa yang mengejar teman - temannya itu kemungkinan adalah Orang - orang dari dunia Bawah?"


Firdaus yang dengar itu lansung menyipitkan matanya, dimana ia bertanya - tanya...


"Apa maksudmu?


"Tidak usah di sembunyikan, aku sudah melihat Rekaman CCTV yang ada Masion Korban(Luis), dan jujur saja aku sangat Shock, Sebab Semua Rekaman itu mengalami Kerusakan yang sama Persis dengan Rekaman yang kita lihat Di dekat bangunan Itu.-


-di tambah lagi, anda juga pernah bilang bahwa pelaku dari kejadian Bangunan itu kemungkinan besar adalah Orang dari dunia bawah.-


-itu berarti, Orang yang mengejar teman dia(Bulan) adalah Orang yang sama kan?"


Tanya Isty sambil melihat Firdaus dimana Tatapannya terlihat sangat Serius.


Sedangkan di sisi lain, Firdaus yang mendengar penjelasan Isty barusan merasa terkesan.


Sebab ia tidak pernah menduga bahwa Isty bisa memgetauinya sejauh ini.


"Isty, tidak ku sangkah kau bisa mengetaui itu yah.-

__ADS_1


-Memang benar aku juga berpikir bahwa pelaku dari kejadian kali ini kemungkinan besar sama dengan pelaku yang pernah menghajar anak berandalan di bangunan itu. Terlebih lagi, bukti yang kita dapatkan di Masion dia(Luis) dengan di bangunan itu hampir sama.-


-itulah sebabnya, aku tidak memberitau gadis itu(Bulan), karena aku takut jika ia tau. KEMUNGKINAN BESAR IA AKAN TERSERET JUGA DALAM MASALAH INI(ORANG DARI DUNIA BAWAH.)"


Ucap Firdaus dengan sangat - sangat Serius.


________________________________


______________________________


Setelah Bulan berpisah dengan Isty dan Firdaus, saat ini ia sedang berjalan di sebuah perumahan.


Dimana Tidak jauh di depannya, ia melihat seorang Anak lelaki sedang bersandar di sebuah Tiang sambil melipat tangannya.


Dimana Anak itu tidak lain adalah aku(Leon).


"Yo, akhirnya kamu pulang juga."


Ucapku.


"Leon."


Ucap Bulan sambil berlari mendekatiku, kemudian ia bertanya...


"Kau,...apa yang kamu lakukan di sini?"


"Apa? tentu saja menunggumu."


"Menungguku?"


"Yah, aku ingin dengar apa yang kamu temukan di sana?"


Di saat aku menanyakan itu, untuk sesaat Bulan terlihat terkejut, namun beberapa detik kemudian tiba - tiba ia menatapku dengan Serius dan tanpa banyak tanya ia lansung menarik tanganku.


"Leon, ikut aku sebentar."


"Eh, tu-tunggu woy apa yang kau lakukan?"


Dimana hanya kami berdua saja yang duduk di sana. Di tambah sebuah minuman di tangan kami masing - masing.


Aku tidak tau, kenapa Bulan membawaku kesini, tetapi untuk sekarang aku bertanya saja terlebih dahulu...


"Jadi, kenapa kau membawaku kemari?"


"Hmm, Aku hanya ingin bicara saja."


"Bicara?"


"Yah,...Leon, kamu.....apa yang sudah kamu lakukan?"


Ketika Bulan tiba - tiba menanyakan itu aku lansung kebingungan dan bertanya - tanya....


"Bulan, Apa yang kau katakan?"


"Tidak usah pura - pura bodoh, aku tau kau sudah melakukan sesuatu di Hutan itu kan?"


"Hutan?.....Hah! Maksudmu bekas Darah dan Sidik jari yang ada di sana?"


"Yah, selain sidik jari dan bekas darah Luis, Semuanya sudah tidak ada di sana, baik punyaku, punyamu, punya Felik dan juga Erina. Seolah - olah kita berempat tidak pernah ada di sana,-


-itulah sebabnya aku ingin tau, Leon apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan?"


Ketika Bulan menanyakan itu lagi, untuk sementara aku terdiam dan menatap ia terus.


"......."


Setelah beberapa detik aku tatap, tak lama kemudian Bibirku melengkun seperti Bulan sabit, tatapanku terlihat sangat Serius dan berkata...


"Bulan, Sebelum aku memberitaumu, bisa kau beritau aku dulu, bagaimana penyelidikan para Polisi di sana?"


"Eh, kenapa kau ingin tau itu?"

__ADS_1


"Yaa aku hanya ingin memastikan saja, apa mereka benar - benar bergerak seperti yang ku harapkan atau tidak."


Di saat Bulan dengar itu. Untuk sesaat ia berpikir. "......" setelah ia berpikir ia kembali melihatku dan menjawab...


"Baiklah, aku akan memberitaumu. Sebetulnya......"


______________________________


___________________________


Setelah beberapa saat Bulan memberitauku, tak lama kemudian akhirnya selesai juga.


Dimana aku terlihat tengah melamun sambil berguman.


"Begitu,...jadi mereka benar - benar mengikuti Rute yang ku buat?"


Bulan yang dengar itu lansung membalas dengan anggukkan. "Umm...!" kemudian ia Berkata....


"Jujur saja, saat aku berada di sana, aku benar - benar sangat terkejut, sebab semua yang aku dengar dan ku lihat, seolah - olah seperti sebuah Skenario yang di buat - buat."


"Bukan Di buat - buat, tapi aku memang membuatnya."


Gumanku dengan Pelan. Dimana Bulan yang tidak terlalu dengar mencoba bertanya...


"Leon, apa kau mengatakan Sesuatu?"


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun."


"Benarkah?...yah sudah. Dari pada itu, Leon sekarang Giliranmu yang memberitau ku, apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan di sana?"


Di saat Bulan menanyakan itu, Untuk sesaat aku meminum minumanku. Setelah aku minum aku kembali melihat Bulan dan menjawab....


"Baiklah, aku akan memberitaumu, namun sebelum itu aku ingin memastikan Satu hal dulu."


"Apa?"


Tanya Bulan.


"Dari apa yang kau bicarakan tadi, sepertinya Polisi itu(Firdaus) masih belum memberitaumu semuanya yah."


"Eh, Soal apa?"


Tanya Bulan yang kebingungan.


"Soal penyelidikan yang mereka lakukan di Masion Luis, mereka belum memberitaumu kan?"


Di saat aku menanyakan itu, Sentak Bulan terlihat sangat terkejut, sebab jika ia ingat lagi. Ia memang tidak pernah di beritaukan soal itu pada Polisi(Firdaus).


"Setelah di ingat - ingat, itu benar juga."


Guman Bulan seolah sependapat denganku. Kemudian ia menatapku dan bertanya...


"Tapi, kenapa dia(Firdaus) tidak ingin memberitauku? Leon apa kau tau sesuatu?"


"Yaa Tentu saja aku tau, Itu karena mereka(Firdaus dan Isty) ingin melindungimu."


Bulan yang dengar itu lansung Kaget dan kebingungan, dimana ia bertanya - tanya...


"APA!! MELINDUNGIKU? BUAT APA?"


"Tentu saja Buat menghindarimu dari bahaya, lagi pula mereka pasti berpikir bahwa yang mengejar Luis dan yang lainnya bukanlah orang sembarangan, melainkan Orang dari dunia bawah."


"O-Orang dunia bawah? Maksudmu seperti Kelompok yang kau beritaukan dulu?"


Tanya Bulan, dimana aku dengan tenang menjawab...


"Yah, Mereka adalah Orang - Orang yang tidak pernah takut membunuh seseorang, baik itu dari kalangan atas, Targetnya, Saksi mata sampai orang Yang ikut terlibat juga di dalamnya. Mereka semua pasti akan di Bunuh.-


-itulah sebabnya polisi itu tidak Memberitaukan semuanya padamu, karena mereka takut jika kau terlalu banyak mengetauinya, kau mungkin saja...AKAN DI BUNUH JUGA."


Ucapku dengan nada tenang namun tajam, dimana Membuat Bulan yang mendengarnya lansung terlihat sedikit Pucat.

__ADS_1


__ADS_2