
Sementara Carla terus di serang oleh duri - duri es itu. Beberapa detik kemudian ELSIE Melihat seluruh Drome yang mengikuti Carla di belakang tiba - tiba menjauh atau pergi dan hanya menyisahkan Carla seorang di sana.
[Apa yang sedang ia rencanakan?]
ELSIE tidak tau apa yang sedang Carla rencanakan dan menjadi waspada. Lalu tak lama kemudian ELSIE melihat Carla loncat dari Drome nya.
[APA!]
ELSIE Kaget, ia pikir Carla sedang cari mati, namun sebuah cahaya tiba - tiba muncul di belakang Carla, dan dari dalam Cahaya itu Selena keluar dan langsung mendekati Carla kemudian menyentuh Pundaknya.
[Tunggu! Wanita itukan...jangan bilang!]
ELSIE Seolah memiliki firasat buruk. Dan seperti yang ia pikirkan sekejap Selena dan Carla hilang di sana dan muncul tepat di atas Amaliya.
Selena melepaskan Carla dimana Carla langsung meluncur ke bawah dan menuju ke Amaliya yang masih dalam kondisi menyerap energi alam di sekitarnya.
"Kena kau!"
Carla Mengulurkan tangannya ke depan dan mencoba menyentuh Amaliya.
[Takkan ku biarkan!]
ELSIE Segera menciptakan kuba es untuk melindungi Amaliya.
"Cih."
[Master, tak usah khawatir, sentuh saja kuba es itu, biar aku yang urus.]
Carla mengikuti intruksi Noel dan menyentuhnya.
Noel mulai menganalisa kuba es itu, dan tak lama kemudian tiba - tiba muncul garis - garis hijau di tangan Carla, Garis itu menyebar dan memenuhi seluruh kuba es itu.
[I-Ini....]
ELSIE tau apa yang ingin mereka lakukan. Mata Carla bercahaya dan tangannya di penuhi oleh kekuatan.
[Analisa Selesai,....FORMAT SISTEM.]
Setelah Noel mengatakan itu, Garis hijau yang memenuhi kuba Es Amaliya lansung berubah menjadi merah, di susul oleh kuba es nya yang perlahan mulai retak dan akhirnya hancur berkeping - keping hingga tak tersisa.
[Sekarang Master!]
Carla langsung menggunakan tangan yang satunya lagi untuk menyentuh Amaliya. Namun tiba - tiba Carla merasakan ada serangan yang datang dari arah samping.
Carla melirik ke arah sana dan melihat ada aura tebasan yang sedang menuju ke arahnya.
"Itukan....NOEL!"
Noel dengan cepat merespon perkataan Carla dan pergi ke arah samping, kemudian ia mengumpulkan garis - garis hijau di sekitar tangannya dan membentuknya menjadi sebuah penghalan.
Benturan keras tak terhindarkan, Udara sekitar berhemburan. Perisai Noel juga tak kuat menahan serangan itu
dan akhirnya membuat Carla terhempas dari tempat itu.
"Carla!"
Selena Langsung teleportasi di belakang Carla dan menahan punggunnya agar tidak terhempas lebih jauh lagi. Noel lalu memanggil Dua Drome nya agar mereka berdua bisa berdiri di atasnya.
__ADS_1
"~Ughh.."
Carla terlihat kesakitan, Selena merasa khawatir dan bertanya...
"Apa kau tidak apa - apa?"
"Yah, aku tidak apa - apa, yang lebih penting serangan barusan, bukankah itu serangan dari pak tua(Valdo) itu?"
"Sepertinya." Balas Selena.
"Tapi bagaimana bisa? bukankah Dia saat ini bertarung dengan Gregori?"
Tanya lagi Carla. Namun kali ini bukan Selena yang balas melainkan Noel.
[Master, Coba anda lihat itu.]
Noel menunjuk ke suatu tempat, Carla mencoba mengikuti arah yang Noel tunjuk, dan di sana mereka melihat Valdo sedang menaiki pedang terbangnya dan mencoba menuju ke tempat Amaliya.
"Ke~Kenapa dia ke sini? Bukankah ia sedang bertarung? apa mungkin Gregori dan Mael sudah kalah?" Tanya Selena.
Carla Lansung melihat ke bawah dan memperhatikan Dua anggotanya yaitu Gregori dan Mael ternyata belum kalah, mereka hanya di hadang oleh 3 rantai es di bawah sana sehingga mereka tidak bisa mengejar Valdo.
(Rantai es! tidak ku sangka ternyata ia(ELSiE) masih bisa mengeluarkan rantai es, berapa banyak yang bisa ia keluarkan?)
[Anda salah Master, itu bukan Rantai es baru yang ia keluarkan, itu adalah Rantai es yang sudah ia keluarkan sebelumnya.]
"Apa maksudmu?"
Noel langsung mengalihkan pandangannya ke suatu tempat, Carla mengikuti arah pandangannya dan melihat seluruh unit helikopternya ternyata sudah di jatuhkan dan di bekukan di bawah sana.
"Hmm Jadi begitu.." Gumam Carla.
______________________________
___________________________
Sementara itu di sisi lain, setelah Valdo sampai di tempat Amaliya, ia langsung melihat ELSIE dan bertanya..
"Apa kalian tidak apa - apa?"
[Yah, Makasih telah membantu kami tepat waktu.] Balas ELSIE.
"Tidak masalah, Lagi pula berkat kau juga aku bisa lolos dari mereka."
Sekejap Valdo melihat ke arah Gregori dan Mael, Lalu kemudian ia kembali melihat ELSIE.
"Omong - omong berapa lama lagi baru ia(Amaliya) bisa menggunakan Area bekunya?"
[Tidak tau, Mungkin masih lama, lagi pula Ia belum terbiasa menggunakan kekuatan ini jadi ia membutuhkan waktu yang lama untuk menyerap Energi alam di sekitarnya.]
"Hmm baiklah untuk sekarang kamu fokus saja melindungi dia(Amaliya), biar aku yang urus kedua orang itu."
Valdo menatap Carla dan Selena yang berdiri di atas Drome. kemudian Valdo menyiapkan 10 pedang silver yang memancarkan cahaya dan melayang - layang di belakangnya.
Melihat hal Carla dan Selena menjadi waspada. Sementara Noel mulai memanggil semua Drome nya lagi dan di kumpulkan di belakang Carla.
[Master....]
__ADS_1
(Yah aku tau, kita harus urus dia(Valdo) dulu jika tidak maka kita tidak akan pernah bisa mendekati Gadis itu.)
Carla lalu melirik Selena dan bertanya..
"Selena, berapa banyak lagi kristal monster yang kau miliki?"
"Sayangnya sudah habis, aku juga cuma bisa teleportasi dua kali lagi setelah itu sudah tidak bisa."
"...Begitu."
Sebetulnya Carla masih punya sekantong kecil Kristal Monster di balik jaketnya yang ia sembunyikan namun Carla tidak berniat mengeluarkannya karena krista monster itu akan Carla gunakan di saat - saat terakhir.
"~Haaa..."
Sejenak Carla menghela nafasnya lalu ia kembali melirik Selena..
"Baiklah, Selena dengar aku akan urus pak tua itu, Sebisa mungkin aku akan menjauhkan ia dari tempat ini.-
-Pada saat itu juga aku ingin kau teleportasi ke tempat Gregori dan Mael lalu membawa mereka berdua sedekat mungkin ke tempat gadis itu lalu menyerangnya bersama, mengerti?"
"Um aku mengerti."
"ingat jangan sampai gagal, jika tidak seluruh Alutsista yang telah di ambil akan di bekukan."
"Aku tau." Balas Selena
Lalu kemudian Selena lompat dari Drome nya dan menghilang. Melihat hal itu Valdo menjadi waspada dan memperhatikan sekeliling...
(Dari arah mana ia akan menyerang?)
[Master lihat Ia berada di bawah sana.]
Ketika LIEV mengatakan itu, Valdo kaget dan buru - buru melihat ke arah bawah dimana ia melihat Selena muncul di belakang Gregori dan Mael yang masih berusaha menghindari ketiga rantai es tersebut.
(Kenapa dia teleportasi di situ?)
Pada saat Valdo fokus ke tempat Selena Carla mengirim 3 Drome penghancurnya ke Amaliya.
[Master, lihat di depan!] Teriak LIEV.
Valdo segera melihat ke depan dan memperhatikan ada 3 Drome yang sedang menuju ke Amaliya.
Beberapa pedang yang melayang - layang di belakang Valdo langsung meluncur ke depan dan berhasil menghancurkan 2 Drome. Sedangkan yang satunya lagi berhasil selamat.
Namun ia tidak mendekati Amaliya, malahan mendekati Valdo dan kemudian meledak.
BOOM!
Ledakannya sangat keras hingga asap hitam tebal terkumpul di tempat itu.
Dari dalam asap itu Valdo terlempar keluar, namun ia tidak terluka Karena ia berhasil di lindungi oleh satu pedang besarnya yang melayang tepat di depannya.
Carla tidak diam saja, ia langsung maju ke depan sambil di ikuti beberapa Drome di belakangnya.
Satu persatu Drome Carla terus mendekati Valdo dan meledak namun entah bagaimana Valdo masih bisa selamat.
Meski begitu Valdo tidak sadar bahwa serangan Drome tersebut hanya pengalian saja supaya Carla bisa menjauhkan Valdo dari tempat Amaliya.
__ADS_1