
Ledakan terus terjadi di ruangan Alexei. Dan tidak hanya sekali tapi ada beberapa kali sampai akhirnya seluruh dinding di ruangan itu hancur. Tanpa kecuali dinding di sekitar jendela.
Lalu pada saat ledakan itu sudah mulai berhenti. Ruangan itu di penuhi oleh asap tebal, dan dari dalam asap itu beberapa orang melompat keluar dan mendarat tepat di samping halaman mansion.
Dimana mereka adalah, Alexei, Valdo, Amaliya, Sherlie dan juga Vincent.
"~Fuuu itu hampir saja."
Guman Amaliya. Kemudian di balas oleh Sherlie.
"Kau benar, aku pikir kita akan mati."
Lalu setelah itu Valdo berdiri dan mencoba menghilangkan semua pedangnya yang melindungi dirinya dan juga Alexei dari ledakan itu.
"Apa anda tidak apa - apa?" Tanya Valdo.
"Ya aku tidak apa - apa." Jawab Alexei.
Sementara itu Amaliya mencoba menghilangkan perisai esnya juga yang telah melindungi dirinya dan juga Sherlie sama Vincent dari ledakan itu.
Setelah perisai Es nya menghilang, Sherlie langsung berdiri dan mencoba berterima kasih pada Amaliya.
"Makasih sudah menolongku."
"Tidak perlu berterima kasih, Lagi pula ini sudah tugasku."
Balasan Amaliya sangat dingin namun meski begitu Sherlie meresponnya dengan senyuman hangat.
Lalu kemudian Amaliya menambahkan lagi...
"Omong - omong kalian berdua ini pengguna TUPXION kan? Kenapa kalian tidak menggunakan kekuatan kalian tadi? Padahal Jika kalian menggunakannya maka seharusnya kalian bisa menghindari ledakan itu dengan mudah."
"A-anu soal itu...."
Sherlie mencoba menjelaskannya tetapi ia terlihat kesulitan jadi Vincent yang langsung menggantikan dia untuk menjelaskan.
"Maaf, bukannya kami tidak mau menggunakannya hanya saja kami telah di perintahkan oleh Jendral Alexei untuk sebisa mungkin tidak menggunakan kekuatan kami, apa lagi saat menghadapi mereka."
"Eh memang kenapa?"
"Kalau itu jangan tanya kami tanya saja Jendral Alexei. Lagi pula kami sendiripun tidak tau alasannya."
"Hmm..."
Amaliya mengalihkan pandangannya ke arah Alexei.
"Anu Jendral Ale-!!"
Sebelum Amaliya selesai bicara tiba - tiba Alexei dan Valdo merasakan ada sebuah serangan dari arah samping kanan. Dan saat Valdo melirik ke arah sana ia melihat terdapat 5 tembakan Laser yang sedang menuju ke arah mereka.
Dengan cepat Valdo menarik salah satu pedang silver nya dari lingkaran sihir dan berlari ke arah samping untuk menebas semua serangan itu.
SLINT!!...SLINT!!...SLINT!!...SLINT!!...SLINT!!...
__ADS_1
Valdo membela laser - laser itu dengan santai dan elegan yang membuat dirinya terlihat seperti sedang menari di atas tumpukan salju.
Lalu setelah Valdo selesai menebas semua serangan itu ia dan yang lainnya langsung melihat ke depan. Dimana tidak jauh di depan sana mereka melihat Carla sedang berdiri tegak sambil di temani oleh dua anggotanya.
Satu anggotanya sedang berlutut dengan seluruh kepalanya di tutupi oleh Dondo jaketnya sehingga wajahnya tidak bisa di lihat.
Sedangkan yang satunya lagi adalah Mael yang sedang memegang sniper nya. Dimana Sniper itu model baru yang tidak pernah di lihat di manapun.
Di tambah lagi Sniper itu memiliki beberapa garis akar bercahaya yang mirip dengan garis akar yang terdapat di wajah Amaliya dan juga Valdo.
"Tunggu! Vi~Vincent bukankah itu...."
Seolah tau apa yang ingin Sherlie katakan, Vincent langsung menjawab..
"Yah, tidak salah lagi itu adalah salah satu senjata S Gear yang pernah ku buat."
Kemudian Vincent menambahkan lagi di dalam pikirannya...
(Selain itu aku masih ingat saat itu dia(Brid) juga mengeluarkan sebuah pipa rokok dari balik jaketnya. Kemungkinan besar pipa rokok itu juga Senjata S Gear.-
-Yang menjadi masalahnya, bagaimana mereka bisa mendapatkan itu semua?)
Sementara Vincent terhanyut ke dalam pikirannya. Di sisi lain Carla melihat mereka semua satu persatu lalu menatap nya dengan tajam.
"Sepertinya kalian semua berhasil selamat dari ledakan itu.-
-Yaa sebetulnya aku tidak peduli si lagi pula sejak awal tujuanku meledakan ruangan itu bukan untuk membunuh kalian."
Alexei merasa kebingungan lalu tiba - tiba ia mendapatkan sebuah panggilan dari Pelayan nya(Gennadius). Alexei langsung mengangkat panggilan itu.
"Ada apa?"
{Tuan gawat, seseorang sedang menyusup ke ruang fasilitas bawah tanah anda.}
"APA!!"
Alexei sontak langsung kaget yang dimana membuat Vincent dan lainnya langsung melihat ke arahnya.
"Ada apa Jendral Alexei? Apa ada masalah?" Tanya Vincent.
"Baru saja aku mendapatkan kabar dari pelayan ku, sepertinya ada penyusup yang masuk ke ruangan fasilitas bawah tanah ku."
"Maksudmu Fasilitas di bawah Mansion ini?"
"Yah."
Jawab Alexei. Lalu kemudian Alexei kembali bicara lagi dengan Gennadius.
"Gennadius tolong beritahukan situasinya."
{Baik, saat ini penyusup itu telah berhasil masuk ke dalam dan menumbangkan beberapa penjaga kita.-
-Kami masih berusaha mencarinya namun sepertinya ini sedikit sulit karena tubuh orang itu tidak terlihat sama sekali.}
__ADS_1
"Tidak terlihat, Apa maksudmu? Apa orang itu tidak berhasil tertangkap oleh CCTV?"
{Hmm aku rasa ia tertangkap tapi....}
"Tapi?"
{Mungkin lebih baik jika anda melihatnya sendiri. Aku akan kirimkan videonya.}
Setelah video itu terkirim di hp Alexei, Alexei langsung memutarnya dimana Alexei melihat terdapat beberapa penjaga yang sedang bersiap di tikungan koridor untuk menyergap penyusup itu.
Namun entah kenapa tiba - tiba para penjaga itu terlihat seperti sedang tersetrum oleh sesuatu dan tumbang sendiri tanpa ada yang sentuh.
Di tambah lagi tidak hanya satu lokasi saja para penjaga seperti itu tapi di lokasi lainnya juga sama. Yang dimana hal itu benar - benar membuat Alexei terlihat sangat terkejut.
"A~Apa - apaan ini, apa sebenarnya yang sedang terjadi?"
"INI PASTI PERBUATAN DIA."
Vincent tiba - tiba membisikkan hal itu yang dimana membuat Alexei dan yang lainnya langsung melihat ke arahnya.
"Vincent, apa kau tau siapa penyusup ini?" Tanya Alexei.
"Yah. Anda masih ingatkan ketika orang itu, siapa lagi namanya...Brid menunjukkan pipa rokoknya?"
Alexei menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"Um aku ingat."
"Nah saat itu aku mengira kalau itu hanya pipa rokok biasa tapi setelah aku melihat orang itu(Mael) menggunakan senjata S Gear aku pun menduga bahwa pipa rokok itu kemungkinan besar adalah Senjata S Gear juga.-
-Terlebih lagi jika aku tidak salah ingat kekuatan dari Pipa rokok itu, ia bisa membuat pengguna nya menghilang atau tidak terlihat sama sekali.-
-Benar, sama seperti yang terjadi di ruang bawah tanah anda saat ini."
Semua orang langsung terdiam. Namun tiba - tiba Amaliya merasa ada yang aneh dan mengangkat tangan nya ke atas.
"Tunggu dulu, jika memang benar yang menyerang fasilitas bawah tanah itu adalah dia(Brid), kalau begitu siapa orang yang di sana itu?"
Amaliya menunjuk salah satu anggota Carla yang dari tadi diam saja berlutut di sana. Alexei dan yang lainnya melihat ke sana juga. Dimana orang itu sekilas melihat Carla.
"Sepertinya mereka sudah menyadarinya"
Ucap orang itu.
"Kau benar. Kalau begitu tidak perlu di sembunyikan lagi. Tunjukkan dirimu."
Ucap Carla.
"Aku mengerti." Balas orang itu.
Lalu kemudian orang itu berdiri dan mulai melepaskan Dondo nya, dimana Ketika wajah orang itu mulai terlihat ekspresi Alexei langsung berubah menjadi serius.
"SE~SELENA."
__ADS_1