BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BRID VS RANGGA Bagian 1


__ADS_3

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"


"Woy berhenti teriak sialan!"


BUKK!!


Terdengar Kepala Selena yang sedang di ketuk, dimana membuat Selena merasa kesakitan dan lansung Berhenti teriak.


"~Ughh apa - apaan itu tadi?"


"Sepertinya kau sudah tenang ya?"


"Tunggu! suara ini kan...."


Selena kaget, seolah ia sudah mulai menyadari pemilik Suara itu. Ia buru - buru melihat ke arah depan, dimana meski Sosok suara itu tidak terlihat tetapi Selena tetap mencoba bertanya padanya...


"Kau jangan Bilang..."


"Yah ini aku Brid."


Balasnya, lalu saat itu juga tiba - tiba muncul Sebuah Asap tebal di hadapan Selena. lalu di saat Asap itu mulai Menghilang terlihat sosok Brid yang sedang berdiri di hadapan Selena.


Dimana ia Sedang menahan kedua pundak Selena agar tidak jatuh dari Kasur.


"Apa kau tidak apa - apa?"


"Eh y-yah, aku tidak apa - apa."


Selena benar - benar terlihat Terkejut, meski begitu Brid mengabaikannya dan lansung menggendong Selena layaknya menggendong ala tuan Putri, kemudian Ia baringkan kembali di kasur.


"Astaga kau ini, apa yang kau pikirkan ingin Membuang dirimu di kasur, apa kau tidak lihat kondisimu saat ini?"


"I-Itu..."


Selena Seolah tidak bisa membalas Perkataan Brid, jadi ia buru - buru mencoba mengganti Topik pembicaraan.


"Yang lebih penting apa yang kau lakukan di sini?"


"Apa yang ku lakukan?..TENTU SAJALAH AKU DATANG UNTUK MENCARIMU.-


-KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN MAIN PERGI BEGITU SAJA TANPA BILANG PADA KAMI."


"Ma~Maafkan aku."


Meskipun Selena meminta maaf tetapi Brid tidak memaafkannya begitu saja, ia terlihat kesal dan lansung mengetuk Kepala Selena dimana Membuat Selena sekali lagi Kesakitan.


"~Aduh!!...bisa tidak berhenti mengetuk kepalaku itu sakit tau."


"Bodoh amat, itu salahmu sendiri."


BUKK!!


"~Aduh!!..."


___________________________________


________________________________


Beberapa saat kemudian Setelah Brid memarahi Selena, saat ini ia sedang mencoba melihat - lihat Ruangan Sekitar dimana ia memperhatikan Tempat ini sudah sangat Rusak dan cukup tua.


Terlebih lagi beberapa Prabotannya pun sudah di penuhi oleh lumut di karenakan Usia.


"Hmm Jadi kau tinggal di sini?"


Guman Brid dimana Selena yang dengar itu lansung jawab.


"Yah."


Setelah itu Brid mencoba berahli ke Arah Selena yang sedang terbaring di kasur, dimana Kondisinya benar - benar terlihat sangat Buruk.


Bukan hanya itu saja Bahkan wajahnya terlihat sangat Pucat dan Kakinya sedikit bengkat dan memar di karenakan Peluru yang tertanam di kakinya masih belum di keluarkan.


"Omong - omong aku sudah dengar kau sedang terluka parah tapi tidak ku sangka kau terluka separah ini.-


-Apa mungkin Ketu-!!...Maksudku, Anak Itu yang melakukan ini padamu?"


Ketika Brid menanyakan itu Selena lansung mengertakkan giginya dan Terlihat kesal, seolah ia tidak terima kekalahan seperti ini.


"Yah itu benar, dia yang melakukan ini padaku.-


-Ketawalah jika kau ingin ketawa lagi pula ini benar - benar sangat memalukan bagiku untuk di kalahkan Oleh Seoarang Anak Kecil."


Memang benar Dari pandangan Selena hal ini sangat memalukan bagi dirinya. Tetapi bagi Brid tidaklah seperti itu, sebab ia tau sendiri seberapa Kuat anak Itu. Bahkan saking kuatnya ia yakin anak itu bisa mengalahkan Para Pengguna Senjata S Gear sekalipun tanpa kecuali Selena.


Karena itulah tidak ada yang perlu di malukan Sebab anak itu tidak lain adalah Mantan Ketua KSP sekaligus Orang yang menyandan gelar sebagai manusia tak Terkalahkan.


Jadi tak bisa di pungkiri jika Selena bisa di kalahkan seperti ini.


"Selena aku tau Kau kalah dari anak itu tapi tidak perlu sekesal itu, lagi pula ia bukan orang yang bisa kau kalahkan semudah itu. bahkan aku sekalipun mungkin tidak akan bisa mengalahkannya."


Tentu saja Selena yang dengar itu lansung melebarkan matanya karena terkejut.."Eh!!"..Lalu kemudian ia bertanya...

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Aku tidak bisa memberitaumu sekarang. Yang jelas untuk saat ini kita pergi dari tempat ini dulu, setelah itu kita akan membicarakannya lagi di tengah perjalanan."


"Hmm....Kau benar."


Setelah pembicaraan mereka selesai, Brid Lansung membantu Selena bangkit dari Kasur kemudian ia menganti posisi tasnya, dimana yang tadinya di gendong di belakang punggung sekarang di depan.


Setelah itu ia membelakangi Selena dan memberikan Punggungnya. dimana Membuat Selena lansung bertanya - tanya...


"Apa yang kau lakukan?"


"Naiklah aku akan Menggendongmu. Dengan Kedua kakimu yang terluka seperti itu, tidak mungkin kau bisa jalan."


Awalnya Selena terlihat Enggan untuk di gendong oleh Brid di Belakang Punggungnya, tetapi karena ia sadar bahwa kondisi dia saat ini benar - benar terlihat buruk jadi mau tidak mau Ia pun menerimannya.


"Haaa ini benar - benar sangat memalukan."


"Tidak usah bilang begitu, lagi pula ini semua salahmu sendiri, terluka seperti ini."


"Baik - Baik aku mengerti aku yang salah, tidak usah semarah itu Hmph!."


Selena Terlihat Ngambek dan lansung memalingkan pandangannya ke arah lain.


Namun tanpa pedulikan itu Brid lansung pergi mengambil tas Selena, kemudian ia berjalan Keluar dari Ruangan.


____________________________________


________________________________


Setelah Brid dan Selena Keluar dari Ruangan, ia mencoba menuju ke arah Pintu untuk keluar dari Gudang ini, namun tiba - tiba Brid berhenti bergerak ketika Merasakan ada sebuah keadiran dari Luar Gudang.


"SIAPA DI SANA, KELUARLAH."


Baik Brid maupun Selena lansung terlihat waspada, dimana Brid lansung mengambil Belatinya yang di selipkan di Pinggangnya sedangkan Selena bersiap - siap ingin menggunakan kekuatan S Gearnya.


Lalu tak lama kemudian Pintu Gudang itupun terbuka dan memperlihatkan Sosok Rangga Yang sedang berjalan masuk ke dalam. Dimana tatapannya terlihat sangat tenang namun tajam.


"Ini aku paman Brid, tidak ku sangka anda berhasil menemukannya(Selena) Secepat ini."


"Ra-Rangga!"


Brid merasa kaget. Namun berbeda dengannya Selena malah tersipu malu, dimana ia seolah penasaran dengan Pria yang ada di hadapannya itu dan bertanya ke Brid.


"Brid Siapa Pria Tampan itu, apa kau mengenalnya?"


"Ka~Kau dasar Wanita Sialan bisa - bisanya kau bilang begitu."


"Memang kenapa apa ada masalah?"


Brid ingin mengetakan itu tetapi ia lansung hentikan, sebab tidak ada gunanya bertengkar di situasi saat ini.


"Haaa sudahlah..."


Brid menghela nafasnya kemudian menjawab..


"Seperti yang kau katakan, aku memang kenal Pria itu.-


-Nama dia Rangga dia adalah satu - satunya Murid ketua kami sebelumnya sekaligus Kakak dari anak yang kau serang itu."


Sentak saja Selena lansung melebarkan matanya karena terkejut. "APA!!" Lalu kemudian ia bertanya...


"Tunggu dulu sebentar, kau bilang Kakak dari anak yang ku serang waktu itu? itu berarti alasan ia datang kesini ingin balas dendam padaku dong?"


"Yah."


Jawab Brid Dengan Santai. Lalu Kemudian ia melirik ke arah Selena dan mencoba membisikkan sesuatu padanya.


"Selena kita tidak punya waktu jadi dengarkan baik - baik.-


-Aku akan membantumu menggunakan kekuatanmu jadi bersiaplah."


"Eh tunggu dulu, apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku akan lompat."


Jawab Brid, dimana Selena seolah lansung mengerti apa maksudnya.


"Baiklah, aku menger-!!"


Namun sebelum ia menyelesaikan kata - katanya tiba - tiba Brid kaget saat melihat ada sebuah Bom asap yang sedang melayang tepat di samping Selena.


Dimana tanpa sempat menghindarnya Bom itu lansung meledak dan membuat mereka berdua lansung di tutupi oleh kumpulan asap tebal sampai - sampai mereka tidak bisa melihat.


(Sial jika kita berada di sini terus ini akan sangat berbahaya. Kita harus cepat - cepat pergi dari sini.)


Pikir Brid, kemudian ia sekali lagi mencoba membisikkan sesuatu ke Selena.


"Selena Bersiaplah menggunakan Kekuatanmu, aku akan Lompat seka-!!"


'Rang' ingin ucap Brid, namun sebelum ia mengucapkan itu Ia merasakan ada sesuatu yang sedang meluncur di belakang mereka.

__ADS_1


Yang dimana besar Kemungkinan itu adalah Rangga yang sedang mencoba menyerang Selena.


Tidak membiarkan hal itu terjadi Brid lansung berbalik ke belakang kemudian Ia melancarkan sebuah Tebasan Vertical.


Namun sayangnya ia lansung kaget saat mengetaui bahwa yang ia tebas itu ternyata bukan Rangga melainkan Sebuah Karung yang isinya di penuhi oleh Pasir.


Tentu saja Mata Brid lansung ke masukkan dan ia tidak bisa melihat.


Menggunakan kesempatan itu Rangga lansung menyelinap di belakang mereka kemudian ia tarik Selena agar ia lepas dari Brid.


(Sial!!)


Meski Brid tidak bisa melihat tetapi ia masih bisa tau Arah Selena di tarik sehingga ia mencoba merebutnya kembali.


Sayangnya perut ia lansung di tendang. Brid Dengan cepat mencoba menahannya. Namun karena Kekuatan Yang di lancarkan Rangga terbilang cukup kuat sehingga membuat tubuh Brid lansung terpental dan keluar dari Kumpulan asap.


~Ughh!!


Tentu saja Brid tidak tinggal diam, Ia lansung memutar tubuhnya dan buru - buru mengatur posisinya kembali agar ia tidak terpental lebih jauh lagi ke belakang.


"Sial, tidak kusangka ia menyerang secara tiba - tiba."


Guman Brid yang kesal, lalu kemudian ia merasakan ada sebuah Air Botol di dalam tas Selena, tanpa menunggu lama ia lansung mengambil air botol tersebut. Kemudian Ia membasuhi wajahnya Serta matanya. Dimana Secara Perlahan pandangannya mulai membaik dan Ia pun bisa Melihat.


~Fuuuu...!!


(Untunglah Selena punya Air botol jika tidak aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.)


Pikir Brid sambil melepaskan Tas Selena dan menaruknya di Tanah. sedangkan untuk tasnya sendiri ia kembalikan lagi ke posisi sebelumnya yaitu di belakang Punggung.


Setelah persiapan Brid selesai, ia mencoba berdiri dan melihat ke arah depan. Dimana Asap yang tadinya terkumpul secara perlahan mulai menghilang, diikuti dengan Sosok Rangga dan Selena yang mulai terlihat di sana, Namun.....


"Woy! I-Itukan...."


Brid sontak kaget ketika memperhatikan salah satu tangan Selena sedang di Borgol di sebuah Tiang. Dimana Hal itu bisa menyebatkan ia tidak bisa menggunakan kekuatan S Gearnya.


(Tapi bagiaman Rangga bisa tau kelemahan kekuatan S Gear Selena? Padahal Waktu itu aku hanya memberitau ia kalau Kekuatan Selena adalah teleportasi dan tidak memberitaukan Kelemahannya?)


Brid mencoba mencari tau jawabannya tetapi berapa kalipun ia memikirkannya ia tetap tidak bisa menemukannya, hingga akhirnya ia pun memilih menyerah.


"Haaa...Sudahlah tidak ada gunanya memikirkan hal itu sekarang, yang jelas untuk saat ini sepertinya ia tidak punya niat untuk membunuh Selena."


(BENAR, INI SAMA SEPERTI APA YANG KETUA KATAKAN.)


Pikir Brid. kemudian ia menghembusian nafasnya "Fuuu.." lalu menatap Rangga Dengan Serius...


"Rangga, aku akui serangan tiba - tibamu itu membuatku sangat terkejut, tapi jangan pikir kau bisa melakukan itu untuk kedua kalinya.-


-Lagi pula jika kau masih bersikeras ingin membunuh Selena, maka kali ini aku tidak akan Segang melawanmu, meski kau murid ketua ku Sekalipun."


"Heh, itu juga sama denganku. Berhentilah Menghalangiku Paman Brid, jika tidak aku akan menghancurkanmu."


"Oh Cobalah kalau kau memang bisa."


Balas Brid dengan nada tajam, dimana membuat suasana mereka berdua menjadi tegang dan saling menatap satu sama lain hingga tak ada yang bicara sedikitpun.


"......."


"......."


Setelah beberapa detik mereka saling menatap tak lama kemudian tiba - tiba mereka berdua Hilang dari tempatnya dan muncul di tengah - tengah Gudang.


Dimana dengan kuat Belati mereka saling menghantam satu sama lain Hingga terjadinya sebuah Letakan kecil di Gudang itu.


_____________________________________


__________________________________


Di waktu bersamaan, di rumah sakit Tepatnya di Ruanganku, di sana terlihat aku sedang bersantai di atas kasur sambil bermain Game Mobile bersama dengan Kak Siska.


lalu tak lama kemudian tiba - tiba PIX memanggilku.


[Master.]


(Um! Ada apa?)


[Beberapa saat yang lalu aku perhatikan sepertinya anda sedang mengirim pesan ke seseorang, siapa yang anda kirimkan?]


(Oh itu Brid, Ayah sama Rangga.)


[Eh Ti-Tiga Orang.]


(Yah, walaupun untuk Rangga aku kirimkan lewat Email sih, agar bisa menggunakan Akun palsu.)


[Hmm jadi begitu.]


Ucap PIX, namum tak berhenti sampai di situ ia lansung tatap aku dengan Serius dan bertanya...


[Tapi Master aku penasaran, pesan apa yang anda kirimkan pada mereka sampai - sampai anda Mengirimnya secara Bersamaan?....-


-MASTER, APA MUNGKIN ANDA SEDANG MERENCAKAN SESUATU LAGI?]

__ADS_1


Di saat PIX menanyakan itu Bibirku lansung seringai, Kemudian Sorot mataku melirik ia dengan tajam lalu dengan Santai aku jawab..


(Begitulah.)


__ADS_2