BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERTEMUANKU DENGAN PARA BOCAH PEMBULI


__ADS_3

ketika aku sedang berjalan di Pinggir jalan. aku sedang bermain hp sambil meminum susu kotak menggunakan pipet.


[Master, bukankah akhir - akhir ini anda sering kali minum susu? apa ada alasannya?]


(alasan? yaa mungkin, aku cuma ingin cepat menambahkan tinggi badanku.)


[tinggi badan. apa anda pikir dengan meminum susu, badan anda bisa secepat itu tinggi.]


(tentu saja, lagi pula banyak yang bilang jika seseorang sering minum susu, maka badan ia akan cepat tinggi, apa lagi untuk para Bocah.)


[Be-begitu ya.]


setelah PIX mengatakan itu, perlahan ekspresinya mulai berubah serius sambil melihat ke arah Hp yang aku genggam.


[Hp itu,....bukankah Hp itu punya anak berandalan yang Master ambil waktu itu?]


(ya, memang kenapa?)


[bukan apa - apa kok. hanya saja aku penasaran, apa yang Master lakukan dengan Hp itu?]


saat PIX mencoba bertanya, dengan santai aku lansung menjawabnya.


(oh ini,..yaa, dari tadi aku sedang melihat - lihat Chatting Grub, dan sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik di sini.)


[menarik, apa itu?]


saat PIX mencoba bertanya lagi, perlahan aku memasukkan hp itu kedalam kantong celanaku.


setelah itu aku menatap ke arah depan, dimana tatapanku seperti memancarkan cahaya saat seluruh wajahku di tutupi oleh bayangan.


(jujur ini hanya perkiraan ku saja. tapi, sepertinya Bocah itu sudah mulai bergerak)


[Bocah itu? maksudmu, para Bocah yang pernah membuli Leon?]


(ya.)


jawabku secara Singkat. setelah itu PIX mencoba untuk bertanya.


[jadi, apa yang akan Master lakukan, apa anda akan bergerak sekarang atau...]


(tidak, untuk sekarang kita tidak akan bergerak.)


[kenapa?]


(seperti yang aku katakan sebelumnya, untuk saat ini aku ingin melihat situasinya terlebih dahulu.)


setelah mendengar apa yang aku katakan, untuk sementara PIX terus menatap mataku.


namun, setelah beberapa detik kemudian, ia mulai bicara.


[Master, bukankah akhir - akhir ini anda terlalu bertindak hati - hati.]


(hati - hati, aku?)


[ya,..aku tau kalau Master saat ini ingin hidup normal tanpa membuat kegaduan sedikitpun. tetapi, dari data yang aku dapatkan di kehidupan anda sebelumnya. anda bukanlah Orang yang seperti itu. yang terus mengabaikan sesuatu yang terjadi di sekitar anda.]

__ADS_1


memang benar, dibandingkan di kehidupanku sebelumnya. aku saat ini sangat hati - hati saat ingin melakukan sesuatu.


sebab di kehidupanku sebelumnya. jika aku mengetaui ada Orang yang mengincar atau mengawasiku. tanpa ampun aku lansung membunuh mereka semua.


baik itu dari Suatu Organisa atau kelompok dari dunia bawah. bahkan pemimpin suatu negara sekalipun.


namun, bukan berarti jika aku hati - hati aku sudah berubah. sebab, jika aku benar - benar ingin membunuh atau membantai seseorang.


aku bisa katakan ini dengan pasti, bahwa aku akan melakukan itu tanpa berpikir dua kali.


hanya saja, alasan aku Sangat Hati - hati, saat ingin melakukan sesuatu di kehidupanku saat ini. itu karena adanya sebuah KELUARGA.


jika saja Bocah (Leon) ini tidak mempunyai keluarga, sudah lama Para Bocah itu menghilang dari dunia ini. baik yang membuliku ataupun yang terus mengawasiku saat ini.


saat aku memikirkan itu, meskipun tatapanku sangat tenang. namun itu di penuhi dengan niat membunuh yang sangat kuat.


ketika PIX merasakan Niat membunuhku yang tiba - tiba keluar, ia lansung merinding ketakutan dan mencoba bertanya.


[Ma~Master, kau kenapa?]


mendengar suara PIX di dalam Pikiranku, aku lansung sadar kembali dan perlahan menghilankan niat membunuhku.


(Maaf, aku hilang kendali tadi.)


[i~itu tidak apa - apa. yang lebih penting, apa yang kau pikirkan tadi Master?]


(oh, itu hanya sesuatu yang membuatku kesal!)


[membuat anda kesal? apa itu Master?]


sambil meninggalkan kata - kata itu, aku terus berjalan di pinggir jalan, tanpa pedulikan pertanyaan yang di ajukan oleh PIX.


_____________________________


___________________


setelah beberapa menit aku berjalan. aku merasakan ada beberapa Orang yang sedang mengikutiku dari belakang.


ketika PIX merasakannya juga, ia lansung melihat ke arahku.


[Master.]


(ya, aku tau.)


jawabku dengan cepat. setelah itu aku terus berjalan kedepan tanpa pedulikan Orang yang mengikutiku di belakang.


namun, saat aku sedang berjalan, tiba - tiba PIX mencoba bertanya sesuatu padaku.


[Master, apa anda tau siapa mereka?]


(tentu saja tidak,...tapi, dari langkah kaki mereka, sepertinya mereka ada tiga Orang.)


[eeeh, benarkah? tidak ku sangkah Master mempunyai kemampuan seperti itu.]


(kemampuan apanya, ini hanya pendengaranku saja yang tajam. selain itu, aku merasakan sesuatu yang lain dari tatapan mereka.)

__ADS_1


saat aku mengatakan itu, PIX terlihat Bingun dan mencoba bertanya.


[tatapan mereka? apa maksud Master?]


(Seperti yang kau tau, akhir - akhir ini aku sering di awasi beberapa anak berandalan di segala tempat. mulai dari sekolah, warung Gado - gado sampai Di pinggir jalan kan?)


[tentu saja aku tau itu.]


(nah, setiap kali mereka mengawasiku, aku bisa merasakan niat mereka dari tatapannya.)


sesaat aku berhenti aku menghisap susu kotakku menggunakan pipet. setelah itu aku melanjuk kan lagi.


(contohnya di Kanting. ketika kakak kelas sedang mengawasiku, dari tatapannya aku bisa tau kalau ia sedang mencari sesuatu dariku, sedangkan tiga orang Di belakangku yang saat ini mengikutiku, mereka sepertinya ingin mengetaui sesuatu dariku.)


[mengetaui sesuatu?]


(ya, dengan kata lain, mereka bertiga adalah PENGUNTIK.)


mendengar apa yang aku katakan membuat PIX lansung terkejut.


[Eeh, Pe-Penguntik, apa mungkin mereka Wanita?]


(oh itu bagus juga. tapi, sayangnya dari langkah kaki yang aku dengar, sepertinya salah satu dari mereka seorang Pria.)


[Pria, apa mungkin ia Homo?]


(jika itu memang benar, LEBIH BAIK AKU MEMBUNUHNYA DARI PADA IA MENYERANGKU.)


ucapku Dengan nada tajam. sambil tatapanku terlihat sangat marah.


melihat tatapanku yang seperti itu membuat PIX lansung merinding ketakutan.


[be~begitu ya,....ja-jadi, apa yang akan Master lakukan?]


(hmm, pertama - tama kita lihat Dulu siapa mereka.)


[caranya?]


saat PIX bertanya, aku melihat sebuah pembelokan di depanku. dan lansung berbelok ke arah sana.


di sisi lain, Felik, Erina dan Bulan yang saat ini mengikuti Leon dari belakang. melihat, Leon sedang berbelok di sebuah Lorong.


melihat hal itu, tanpa menunggu lama mereka bertiga lansung mencoba mengejarnya.


TAP!!....TAP!!.....TAP!!....


ketika mereka bertiga mulai sampai di perbelokan, mereka mencoba masuk ke Lorong itu.


namun, sesaat mereka baru saja mau berbelok, tiba - tiba mereka bertiga lansung berhenti. sebab di depan matanya, ia melihat Leon sedang bersandar di tembok sambil meminum susu Kotaknya menggunakan pipet.


Setelah Leon meminum susu itu, perlahan ia melirik ke arah samping sambil menatap mereka bertiga dengan tatapan Tajam.


"KALIAN BERTIGA,....KENAPA KALIAN MENGIKUTIKU TERUS?"


""LE-LEON!!""

__ADS_1


Ucap mereka bertiga secara bersamaan, sambil melebarkan matanya karena terkejut.


__ADS_2