BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENINGGALKAN PANGKALAN


__ADS_3

Ketika Gregori Menghajar Semua Prajurit di Koridor.


di dalam Ruangan, di sana terlihat Dux sedang bersandar di tembok sambil mendengar setiap Jeritan para prajurit yang ada di luar.


"~~Menjauh,..Menjauh dari k~ Aghhhh!!"


"~~Tidaaaak jangan ke si~ Arghhhh!!"


"~~Ughhhhh!!"


setelah beberapa saat Dux mendengar jeritan tersebut, tak lama Kemudian Jeritan itu perlahan Menghilang.


Mengetau itu, Dux lansung berjalan keluar dan melihat para Prajurit sudah tak sadarkan diri di Lantai.


Dimana wajah mereka di penuhi darah akibat pukulan yang mereka terima.


Namun, Tanpa pedulikan itu, Dux terus berjalan ke arah Gregori dimana ia sedang berdiri di tengah Koridor


"Yo sepertinya kau sudah selesai."


Mendengar Suara Dux, Gregori melihat ke arahnya dan lansung mengangguk.


Melihat hal itu, Dux lansung mengarahkan pandangannya ke para Prajurit dan bertanya..


"Omong - omong apa kau membunuh mereka semua?"


Saat Dux bertanya, Gregori lansung mengelankan kepalanya. Seolah - olah ia menyangkal itu.


"Hmm itu berarti. Apa hanya sebagian yang kau Bunuh?"


saat Dux bertanya lagi, Gregori lansung mengangguk setuju.


Melihat hal itu, Dux lansung tersenyum dan berkata..


"Begitu, Sepertinya kau masih bisa menahan diri yah."


Ketika Dux mengucapkan itu, Gregori tidak merespon apapun. Melihat itu Dux lansung mendesah dan berkata..


"Sudahlah, yang lebih penting, ayo kita pergi, kita tidak punya waktu."


Ucap Dux dan lansung di balas anggukan oleh Gregori.


Setelah itu, mereka berdua lansung berlari dan meninggalkan tempat itu.


________________________________


__________________________


Setelah beberapa saat Dux dan Gregori berlari, tak lama kemudian mereka akhirnya sampai ke tempat tujuan.


Dimana Tepat di depan mereka Terlihat sebuah Ruangan Baja, yang di dalamnya terdapat beberapa Koper platinum di balik Kaca.


Tanpa menunggu lama mereka berdua lansung masuk ke dalam dan Dux mencoba Menembak Kaca tersebut.


Namun, sayangnya Kaca itu tidak Pecah sehingga membuat Dux sedikit terkejut.


"Ka-Kaca ini anti peluru, kalau begitu.."


Dux mengeluarkan salah satu Bomnya di dalam Ransel, setelah itu ia menempelkannya ke Kaca tersebut dan melihat ke arah Gregori.


"Yosh, Ayo kita menjauh sedikit."


Mendengar itu, Gregori lansung mengangguk. Setelah itu mereka berdua mulai menjauh dari Kaca itu.


Dan Saat Dux merasa bahwa ia sudah agak jauh dari kaca tersebut, tanpa menunggu lama ia lansung meledak kan Bomnya....


BOOOOOMM!!


..hingga membuat seisi Ruangan di penuhi oleh asap


Setelah asap itu mulai menghilang, di dalam sana memperlihatkan, kalau Kaca itu tetap tidak pecah dan hanya mengalami Retakan.


melihat hal itu. Membuat Dux lansung terlihat kaget.


"Oi, kau pasti bercanda, Ini Bom loh. Bagaimana Bisa kaca itu tidak pecah."


Ucap Dux yang kebingungan.


Sedangkan Di sisi lain, Gregori yang melihat itu lansung berjalan ke Kaca tersebut.


"Um? Gregori kau mau kemana?"


Saat Dux Bertanya Gregori tidak Merespon apapun dan terus berjalan ke arah kaca itu.


Setelah ia sampai, ia mengepalkan tangannya dan tanpa menunggu lama ia lansung memukul Kaca itu tepat di retakan.

__ADS_1


hingga membuat Kaca tersebut lansung hancur dan berterbangan di udara.


Dux yang melihat itu mulutnya lansung terbuka lebar, seolah - olah ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.


"Gregori, kau itu benar - benar Monster."


Bisiknya.


>Skip....


________________________________


___________________________


Setelah Kaca itu hancur, Dux lansung mengambil 4 Koper, seperti yang di perintahkan Carla dan memberikannya ke Gregori.


"Baiklah, bisa kau angkat ini semua?"


Saat Dux bertanya, sesaat Gregori tidak merespon apapun dan hanya melihat Koper itu.


Namun setelah beberapa detik kemudian ia anggukkan kepalannya dan mulai mengankat 4 koper itu di atas pundaknya. 2 di kiri dan 2 di kanan.


*************


Author: Kasihan Gregori, di jadiin pengangkat barang terus😢


Pasti ia kesal Hahahah😁😁


*************


Setelah Gregori mengangkat Koper itu. Di sisi lain Dux lansung mengambil senjata AKnya dari dalam Ransel.


Setelah itu ia melihat ke arah Gregori dan Berkata...


"AYO, IKUTI AKU."


Mendengar hal itu, Gregori lansung mengangguk "umm" dan mereka berdua lansung Berlari meninggalkan Ruangan itu.


___________________________________


_____________________________


Pada saat Dux dan Gregori berlari di Koridor. Tidak jauh di depannya mereka melihat Brid Dan Selena tengah berlari.


Melihat hal itu Dux lansung memanggil mereka berdua.


Mendengar nama mereka di panggil, mereka berdua lansung berhenti berlari dan melihat ke arah belakang.


Dimana terlihat Dux dan Gregori sedang menuju ke arahnya.


"Ohh Dux, Gregori,..sepertinya kalian sudah selesai." ucap Brid


"Heh, tentu saja."


Jawab lansung Dux, setelah itu Selena perhatikan 4 koper yang di angkat Gregori dan berkata...


"Hmm, jadi ini yah koper yang di maksud. Apa kalian sudah lihat isinya?"


Saat Selena bertanya, baik Dux maupun Gregori lansung mengelankan kepala mereka masing - masing. Seolah - oleh ia tidak tau.


Setelah itu Dux berkata.


"Kami belum lihat, lagi pula Koper ini membutuhkan Kode untuk membukanya."


"Kode?"


"Yah, kemungkinan besar, hanya Carla yang tau Kode tersebut."


"Hmmm."


Ketika Selena terus memperhatikan Koper itu, seolah - olah ia ingin sekali tau apa isi koper itu.


Brid lansung Terbatuk "COUGH!" dan berkata...


"Yosh, ayo kita pergi, kita tidak punya waktu berdiam diri terus di sini."


Mendengar hal itu, Selena lansung menyipitkan matanya. Seperti ia tidak suka Brid mengakhiri pembicaraan.


Namun, karena ia juga tau kalau waktu mereka sangat sedikit, sehingga ia berkata..


"Kau benar. Ayo kita pergi."


Setelah itu mereka berempat mulai berlari dan meninggalkan Fasilitas tersebut.


__________________________________

__ADS_1


___________________________


Di pangkalan, pada saat Trio bodoh terus bertahan dan menembaki setiap Prajurit yang mendekati mereka.


Tanpa Greg sadar, tepat di belakangnya terlihat seorang Prajurit sedang bersembunyi sambil mengeker kepala Greg.


Namun, Betris yang saat itu tengah reload melihat prajurit tersebut dan berteriak..


"GREG AWAS DI BELAKANGMU."


Sayangnya sebelum Greg berbalik, Prajurit itu dengan cepat menekan Pelatuknya. Dan tak lama kemudian...


DORR!!


Suara tembakan Terdengar, hingga membuat Betris lansung menutup kedua matanya. Karena ia tidak mau melihat Greg mati di tembak.


Namun saat Betris membuka kedua matanya ia lansung kaget sebab Greg terlihat baik - baik saja. Dimana Tembakannya Meleset.


"Eh."


Karena penasaran Betris mencoba melihat ke arah Prajurit itu. Dimana tepat di lehernya terlihat sebuah Belati sedang menembus sambil mengeluarkan banyak darah.


Pada Saat Belatinya itu di Cabut, Prajurit itu lansung terjatuh di tanah dan memperlihatkan Seseorang di belakangnya.


Dimana Orang tersebut tidak lain adalah Brid yang sedang Genggam belati di lumuri oleh darah.


Bukan hanya Brid saja. Bahkan Dux, Selena dan Gregori juga terlihat di belakangnya.


"BRID, SEMUANYA, AKHIRNYA KALIAN DATANG." Ucap Mavra yang terlihat senang.


"Maaf kami lama."


Ucap Brid. Sambil menghampiri mereka. Setelah itu ia Bersembunyi di Balik Mobil dan memanggil Greg...


"Greg, kau sudah pasang Bomnya kan?"


Greg yang dengar itu lansung berhenti menembak dan melihat ke arah Brid.


"Yah, aku sudah Pasang."


Jawabnya.


"Bagus kalau begitu,...Dux, Hacurkan sekarang."


"Aku mengerti."


Jawab Dux sambil menekan sebuah Tombol. Dan sesaat itu juga sebuah Ledakan Terjadi di Benteng. Tepat di belakang mereka.


BOOOOOM!!


Setelah Ledakan itu selesai, benteng tersebut memperlihatkan Sebuah Lubang, dimana Lubang itu Jalan keluar dari pangkalan ini.


Brid yang melihat itu, lansung menatap semua anggotanya dengan Tegas dan berkata..


"SEMUANYA, MASUK SEKARANG KE DALAM MOBIL."


Mendengar Teriakan Brid mereka semua lansung masuk kedalam Mobil sambil membawa Koper Platinum itu ke dalam.


kecuali Brid dan Gregori, Mereka berdua masih di luar menahan serangan Musuh.


Setelah Semua anggota sudah masuk ke dalam Mobil, tanpa menunggu lama Brid lansung melempar Granatnya ke para Prajurit.


Dan saat suara Ledakan terdengar...


BOOOOM!!


..saat itu juga Brid lansung melihat Ke arah Gregori dan berkata...


"Yosh, saatnya kita masuk."


Mendengar ucapan Brid, Gregori lansung mengangguk. Dan mereka berdua berlari masuk ke dalam Mobil. Dimana Brid duduk di Kursi depan.


Terlebih lagi, ketika Brid baru saja masuk, ia bisa dengar beberapa Peluru menghujani Mobilnya.


Namun, Tanpa pedulikan itu, Brid lansung Tancap Gas dan meninggalkan pangkalan Lewat Lubang tersebut.


Setelah mereka keluar dari pangkalan, Dux melihat beberapa mobil berlapis baja sedang mencoba mengejar mereka Lewat Lubang itu.


Namun, sebelum mereka melewati Lubang tersebut, Dux lansung menekan sebuah tombol merah Dan sesaat itu juga sebuah ledakan terjadi Di atas Lubang itu.


Hingga membuat bebatuan di atasnya lansung roboh dan menutupi Lubang tersebut.


Brid yang melihat itu dari kaca spionnya lansung tersenyum dan berkata..


"semuanya Kerja bagus, saatnya kita pulang "

__ADS_1


{{{{{{BAIK.}}}}}}


jawab Semua anggota secara serentak. setelah itu Brid menambah kecepatan Mobilnya dan pergi dari pangkalan itu.


__ADS_2