
Sementara aku sedang memikirkan beberapa hal, Firdaus melihatku dan bertanya...
"Omong - omong Leon, sejak kapan kamu sadar kalau aku sudah bangun."
"Un! Waktu aku periksa kondisimu. Saat itu kelopak matamu bergerak - gerak terus, di tambah lagi jantungmu juga berdetak sangat kencang setiap kali aku memeriksa kondisimu.-
-Di lihat dari manapun sudah jelas kalau kau ini sudah bangun."
"Hmm jadi Begitu.....Hahaha sudah kuduga kau ini memang hebat Leon. Tak bisa di pungkiri jika kami kesulitan untuk mencarimu."
Tentu saja aku mengerti maksud dari perkataan Firdaus. Namun untuk sekarang aku pura - pura saja terlebih dahulu.
"Mencariku? Apa yang kau katakan?"
"Hahaha Leon, tidak usah kau memakai topeng itu sekarang. Cepat lepaskan saja topengmu itu dan tunjukkan saja wajah aslimu. Aku sudah tau semuanya kau lah yang telah membunuh anak - anak itu di sana(Di Hutan) kan?"
Yang ia maksud pasti Luis dan lainnya. Yaa karena ia sudah tau, jadi aku rasa tidak ada gunanya menyembunyikan diriku sekarang.
(Baiklah, jika itu yang kau inginkan maka akan ku tunjukkan sosok ku yang Sesungguh nya.)
Dengan sekali helahan nafas, suasana di sekitarku lansung berubah menjadi tegang. Mataku yang tadinya ceria berubah menjadi tajam di iringi dengan aura mengerikan yang terus keluar dari Tubuhku.
Meskipun Firdaus tidak bisa melihatnya tetapi ia bisa merasakan kalau yang di depannya saat ini bukan seorang bocah melainkan seekor monster.
Yang dimana membuat sekujur tubuhnya merasa merinding dan terlihat ketakutan.
"Ha~Ha~Ha!!....su-sudah kuduga kau ini memang bukan anak bisa Leon.-
-A~anak kecil sepertimu mana mungkin bisa mengeluarkan aura mengerikan seperti ini."
"......"
Aku diam saja sambil menatap tajam Firdaus.
___________________________________
_______________________________
"Ja~Jadi, setelah kau menunjukkan sosok aslimu, apa yang akan kau lakukan? A~apa kau berniat membunuhku, seperti yang kau lakukan pada anak - anak itu?"
Aku mengabaikan perkataan Firdaus. Sebab tidak ada gunanya membalas perkataan dia.
Selain itu karena aku sudah menunjukkan sosok asliku jadi aku rasa tidak ada gunanya bersikap baik di depannya.
Jadi Aku tarik rambutnya ke atas yang dimana membuat Firdaus sedikit kesakitan.
Meski begitu aku tidak peduli sama sekali dan memaksa ia untuk melihat mataku. Dimana tatapanku sangat tajam bagaikan silauan silet yang menusuk jantungnya.
"Oi siapa juga yang mau membunuhmu? Dari pada membunuhmu aku lebih suka menggunakan mu sebagai pionku."
"Pion?"
__ADS_1
"Yah, contohnya saja kau akan menuruti semua yang ku katakan seperti memberikan informasi setiap pergerakan dari pihak kepolisian dan juga mrnyuruhmu menangkap orang yang ku inginkan.-
-Kukuku memikirkannya saja entah kenapa membuatku sangat bergairah. bagaimana bukankah menurutmu ini hebat."
"Hebat kau bilang? JANGAN BERCANDA..."
Firdaus membentakku sambil memberikan aku tatapan yang sangat marah.
"KAU...APA KAU PIKIR AKU MAU MELAKUKAN SEMUA ITU? JANGAN MIMPI, AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENURUTI SEMUA KAU KATAKAN."
"Oh apa kau yakin?"
"Apa!"
Firdaus kaget, sebab ia tiba - tiba di peringati seperti itu olehku. Dan bukan hanya itu saja ia juga merasakan firasat buruk saat melihat senyuman seringai yang terpancar di bibirku.
"Ka~Kau....apa yang sedang kau rencanakan?"
"Heh aku tidak sedang merencanakan apapun, aku hanya ingin bilang bahwa akhir - akhir ini bukankah adikmu sangat dekat denganku?...Tidak, dari wajahnya sepertinya ia malah sudah mulai menyukaiku."
Tentu saja Firdaus tau hal itu. Lagi pula Sara sering bercerita bahwa ia sangat senang saat bersama dengan Leon. Ia juga sering mengatakan bahwa ia sangat berterima kasih pada Leon karena sering membantunya.
(Tapi, kenapa Leon mengungkit hal itu sekarang?....Jangan Bilang-!!)
"LE~LEON KAU....JANGAN BILANG KAU MENCOBA MENGANCAMKU MENGGUNAKAN ADIKKU? DASAR LICIK!"
Firdaus kelihatan sangat marah sampai - sampai urat - uratnya kelihatan di dahinya.
Meski begitu aku tidak takut sama sekali dan tetap bersikap seperti layaknya penjahat.
-APA LAGI KAU SEHARUSNYA TAU, AKU INI ORANG DUNIA BAWAH, JADI KAU SEHARUSNYA TAU JUGA KALAU CARA SEPERTI INI SUDAH LUMRAH DI LAKUKAN OLEH ORANG - ORANG DUNIA BAWAH."
Firdaus hanya diam saja sambil menatapku dengan sangat marah. Namun aku tak punya niat untuk berhenti dan melanjutkan lagi..
"Selain itu Firdaus Asal kau tau..AKU INI SANGAT SUKA SEKALI KETIKA MENGGUNAKAN GADIS BODOH ITU(SARA) UNTUK MENGANCAM MU."
Aku membisikkan hal itu di dekat telinga Firdaus, yang dimana membuat Firdaus tidak bisa lagi menahan emosinya dan lansung menghancurkan ikatan yang mengikat kedua kaki dan tangannya. Lalu ia menerjangku dan mencoba memukulku...
"LEOOOON! BERANI - BERANINYA KAU MENGATAKAN ITU!!"
...Serangannya sangat lambat di karenakan kondisi tubuhnya sangat lemah, sehingga aku dengan mudah menahan pukulannya.
Setelah itu aku putar tangannya ke belakang dan ku dorong ke lantai agar ia tidak bisa bergerak.
Namun meski begitu Firdaus tidak menyerah, ia berusaha melawan agar bisa lepas dariku.
" ~SIAL!...LEPASKAN! AKU AKAN MENGHANCURKANMU LEOOON!"
"Oi tenanglah, jika kau memaksa melawan kau hanya melukai dirimu sendiri."
Meakipun aku berkata begitu, tetapi Firdaus tidak mendengarkan, ia tetap mencoba melawan.
__ADS_1
(Astaga, sepertinya aku sudah terlalu berlebihan ya.)
PIX yang dengar itu lansung melirikku dan membalas.
[Anda benar, anda sudah terlalu berlebihan Master. Aku tau anda ingin bersikap seperti penjahat yang ada di film - film. Tapi apa yang ada katakan barusan benar - benar sudah terlalu berlebihan.]
(Yaa habisnya ia bilang ia ingin aku menunjukkan sosok asilku yang sesungguh nya. Padahal aku sendiri tidak tau bagaimana sosok asliku. Jadi ya udah aku pakai saja karakter penjahat yang ada di Film agar ia puas.)
[Begitu....jadi, apa yang akan anda lakukan padanya? Dari yang aku lihat sepertinya ia tidak mau berhenti melawan.]
(Hmm Satu - satunya yang bisa kita lakukan sekarang hanya menunggu sampai ia lelah.) Balasku.
Sementara aku terus menahan Firdaus. Di sisi lain, Selena yang pergi mengambil makanan dan minuman di rumah malah ketauan oleh Kak Siska sehingga ia di marahi dan di tanyai banyak sekali pertanyaan seperti...Untuk apa kau mengambil makanan sebanyak itu....Atau....Kamu mau bawa kemana semua makan ini dan lainnya.
___________________________________
________________________________
Setelah beberapa saat aku menahan Firdaus, tak lama kemudian akhirnya ia mulai tenang. Dimana ia tidak mencoba melawan lagi.
(Fuuu akhirnya ia tenang juga)
Sementara aku memikirkan itu, Firdaus berusaha membalikkan kepalanya ke samping dan mencoba melihatku.
"Le~Leon, cepat katakan apa yang kau inginkan?"
"Eh!"
"Mulai sekarang aku akan menuruti semua yang kau katakan, karena itulah kau harus berjanji padaku, kau tidak akan pernah mengganggu Adikku lagi, mengerti."
"......."
Aku tidak bisa berkata apa - apa dan hanya bisa diam saja. Sebab aku tidak pernah menyangkah kalau ia benar - benar mau nurut padaku.
Padahal sejak awal tujuanku hanya ingin mempermainkannya saja dengan pura - pura bersikap penjahat seperti yang ada di Film - Film.
Yaa aku tau aku sudah terlalu berlebihan karena menggunakan Sara dalam Skenarioku dalam penjahat untuk mengancam dia. Tapi tetap saja bukan ini yang aku inginkan.
(Sial, ini sungguh menyebalkan.)
[Tidak usah kesal begitu, lagi pula ini semua salah anda sendiri karena terlalu mendalami karakter anda.]
(Tanpa kau bilang pun, aku sudah tau itu sialan.)
Setelah aku bicara dengan PIX. Aku menghela nafasku dalam - dalam..."~Haaa.."...kemudian aku melepaskan Firdaus dan mencoba untuk membantunya bangun.
Setelah itu aku sandarkan ia ke tembok. Yang dimana membuat Firdaus merasa sangat kebingungan dengan apa yang aku lakukan.
Meski begitu aku abaikan dan lansung pergi ke depannya, kemudian aku menundukkan kepalaku sambil mencoba minta maaf.
"Pertama - tama Kak Firdaus, aku sungguh minta maaf dengan apa yang ku katakan sebelumnya. Sebetulnya sejak awal Aku tidak punya maksud untuk melakukan itu."
__ADS_1
"Eh! A-apa yang kau katakan?"
Ketika Firdaus menanyakan itu aku mulai menjelaskan semuanya, alasan kenapa aku melakukan itu.