BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AKU AKAN MEMBANTU MU


__ADS_3

>Beberapa saat kemudian, Setelah Sara menceritakan semuannya padaku.....


"Begitu, jadi kakakmu menghilang ya?"


"Um."


Sara mengangguk dengan sedih, lalu kemudian ia melihatku dan bertanya....


"Karena itulah Leon, jika kamu tau sesuatu tolong beritau aku? Apapun itu asalkan bisa membantu pihak kepolisian untuk menemukan Kakak ku."


"Aku mengerti apa yang kau katakan, tapi maaf aku tidak tau apapun."


"Begitu...😞."


Sara merasa lemas.


Tapi Jujur saja sebetulnya waktu aku dengar kalau Kakaknya-!!...tidak, maksudku Firdaus sedang menyeledikiku, aku sedikit terkejut. Sebab itu artinya ia sudah mulai mencurigaiku.


Namun kalau soal masalah hilangnya dia, sayangnya aku tidak tau apapun. Karena sejak kemarin aku berada terus di tempat Bu Linda dan mengurusi masalahnya, jadi sudah jelas bukan aku pelakunya.


Ada kemungkinan ini di lakukan oleh orang lain...


(Tapi siapa?)


Meskipun aku belum tau pelakunya siapa. Namun setidaknya ada satu orang yang mungkin tau soal itu.


(Sepertinya aku harus bertanya padanya?)


Tapi bertama - tama aku harus menenangkan Sara terlebih dahulu.


"Sara, untuk sekarang kamu sebaiknya kembali saja dulu ke rumahmu dan tidur. Soal masalah Kakakmu biar aku yang urus."


"Eh itu berarti, apa kamu ingin membantu mencari Kakak ku?"


"Yah. Aku berjanji secepat mungkin aku akan menemukan Kakakmu, karena itulah kau tidak usah khawatir lagi dan istirahatlah di dalam dengan tenang mengerti?"


"U-um aku mengerti, Makasih banyak Leon."


Sara berlari ke arahku dan memelukku, yang dimana membuat aku sedikit kaget. Namun sesaat kemudian aku kembali tenang dan membalas pelukan ia dengan mengelus kepalanya.


"Sama - sama. Sekarang masuklah."


Setelah Sara melepaskanku, ia menundukkan kepalanya lalu berlari meninggalkan tempat itu. Dimana sekarang hanya tersisa aku di sana.


Sementara aku diam saja di situ. PIX melirikku dan bertanya...


[Master, anda bilang akan membantu dia(Sara), tapi apa anda benar - benar bisa menemukan pelaku yang menculik Kakaknya?]


(Tidak, namun setidaknya ada satu orang yang seharusnya tau siapa yang menculik Firdaus.)


PIX penasaran dan bertanya...


[Siapa?]


(SELENA.)


_____________________________________


__________________________________


Setelah aku bicara dengan Sara, aku kembali ke tempat Bu Nara dan duduk di kursi depan tepat di samping Bu Nara.

__ADS_1


"Maaf sudah membuatmu menunggu."


"Itu tidak apa. Yang lebih penting cepat pasang sabut pengamanmu."


Aku lansung memasang sabuk pengamanku. Dan setelah aku selesai memasang sabut pengamanku aku kembali melihat Bu Nara.


"Aku sudah selesai."


"Bagus, kalau begitu waktunya kita berangkat."


Bu Nara lansung menyalahkan mesin Mobilnya. Lalu setelah itu ia tancap gas dan meninggalkan tempat itu.


Namun ketika kami di tengah perjalanan, aku perhatikan Bu Nara sering kali melirikku. Jujur itu membuat aku tidak nyaman dan bertanya....


"Ada apa? Kau melirikku terus?"


"Hah tidak, aku hanya penasaran saja, apa yang kalian berdua bicarakan tadi?"


Tentu saja yang ia maksud itu pembicaraanku dengan Sara. Namun aku menolak untuk memberitaunya, karena itu hanya akan membuat ia khawatir.


"Kau tidak perlu tau, lagi pula ini bukan sesuatu yang harus di beritaukan pada orang sepertimu."


Mendengar ucapanku yang sedikit kasar membuat Bu Nara merasa tidak senang dan ngambek, lalu ia mencubit perutku yang dimana membuat aku kesakitan.


"~Aghhh!!"


"Leon kata - katamu itu kasar sekali tau."


"Yaa mau gimana lagi, lagi pula sejak awal beginilah caraku bicara." balasku.


"Tidak, itu pasti bohong, waktu kamu bicara dengan Linda, nadamu sangat lembut."


"Hmm Mungkin karena Bu Linda malaikat sedangkan kamu Iblis makanya caraku bicara dengan kalian berdua, beda begitu."


"~Aduh..du..du!!..Woy berhenti mencubit perutku, itu sakit tau!"


Setelah Bu Nara berhenti mencubit perutku, aku pikir ia sudah berhenti. Namun ia masih tetap melirikku dan malah mencoba mengajukan pertanyaan lagi padaku..


"Anu Leon, aku ingin tanya sesuatu, antara aku dan Linda, siapa yang paling kamu suka?"


"Hah! Kenapa tiba - tiba kau menanyakan itu?"


"Jawab saja pertanyaanku."


"......Yaa jika aku di suruh memilih antara kalian berdua, maka aku lebih suka Bu Linda."


"Eh Kenapa!! Padahal aku itu sangat menyukaimu loh."


"Yang kamu suka itu bukan aku tapi tubuhku yang mirip Shota kesukaanmu itu."


Benar, meskipun dia adalah wanita yang cantik tapi aku tidak boleh lupa kalau dia ini pencinta Shota.


Namun Bu Nara seolah tidak terima dengan apa yang aku katakan dan mencoba membantahnya.


"Tidak, kau salah Leon, Memang benar dulu itu aku pencinta shota tapi sekarang tidak lagi, setelah ka~kamu...."


"Aku apa?"


Di saat aku menanyakan itu, Wajah Bu Nara merah merona dan ia terlihat sangat malu.


"SE~SETELAH KAMU MENDORONGKU KE KASUR, SEJAK ITULAH AKU TIDAK PERNAH LAGI MELIHAT ANAK LAINNYA DAN HANYA MELIHAT DIRIMU."

__ADS_1


"Hah😧!"


Kalau di ingat - ingat, dulu aku memang pernah mendorong ia ke kasur.


Saat itu, kejadiannya aku belum tau kalau ia adalah pencinta shota dan aku mencoba menggodanya secara agresif dengan mendorong ia ke kasur, dengan tujuan agar ia tidak melihatku sebagai anak kecil melainkan sebagai pria.


Namun tidak ku sangka kalau ia ternyata penyuka anak kecil.


Meskipun beberapa orang mungkin akan mengatakan kalau hal ini, hal yang bagus bagiku. Tapi setelah kau melihat Buku itu(Shota x Shota), aku bisa pastikan semua anak kecil pasti akan lari ketakutan. Karena bisa saja ia menjerumuskan kita ke dalam hobinya itu.


Karena itulah aku tidak ingin dekat - dekat dengannya.


(Namun, di lihat dari tingkah ia, yang ia tunjukkan padaku selama beberapa hari ini, memang benar aku merasa kalau ia sudah mulai berubah. Meskipun tetap saja ia masih pencinta Shota(Anak kecil) sih.)


Pikirku. Lalu setelah itu aku menghela nafas dan mengalihkan pandanganku ke arah luar jendela.


Lalu kemudian aku mencoba mengakhiri pembicaraan kami sampai disini.


"~Haaa sudahlah, tidak ada gunanya membicarakan hal itu sekarang. Cepat antara saja aku pulang ke rumah."


"~Ungh, kenapa sikapmu kasar sekali padaku, apa kamu benar - benar tidak menyukaiku."


"Yah, aku tidak menyukaimu. Apa kau sudah puas."


"Hmph😡..Tapi aku tidak akan menyerah tau, Lihat saja suatu hari nanti aku pasti akan membuatmu menyukaiku."


(Percuma saja, itu tidak ada gunanya.)


Aku pikir begitu, tapi satu hal yang harus aku ingat, tidak ada yang bisa mengetaui apa yang terjadi di masa depan, Bisa saja aku benar - benar menyukai wanita ini(Bu Nara).


(Yaa aku harap hal itu tidak pernah terjadi.)


___________________________________


_______________________________


Setelah beberapa saat kami menempuh perjalanan akhirnya kami sampai di depan pintu Gerbang rumahku, dimana aku lansung turung dari mobil dan mencoba berpamitan ke Bu Nara.


"Makasih sudah mengantarku, kalau begitu aku masuk dulu."


Aku mencoba berjalan masuk, namun Bu Nara tiba - tiba menghentikanku...


"Leon tungggu dulu."


...Yang dimana membuat aku lansung berhenti jalan dan berbalik melihat ke arahnya.


"Ada apa?"


"Mungkin ini sudah terlambat untuk mengatakannya, tapi makasih banyak karena sudah membantu Linda.-


-Jujur saja, awalnya aku tidak terlalu banyak berharap padamu, karena kamu itu hanya anak kecil. Namun tidak ku sangka kau benar - benar berhasil menyelematkannya dari keterburukan.-


-Karena itulah, aku benar - benar sangat berterima kasih padamu, Leon."


Bu Nara memberikan aku senyuman hangat dan indah di sertai dengan cahaya Bulan yang menyinari Mobilnya, yang dimana membuat aku untuk sesaat terlena dengan pemandangan di hadapanku.


Namun dengan cepat aku mendapatkan kesadaranku kembali, dan buru - buru memalingkan pandanganku ke arah lain.


"Sudahlah, tidak usah di pikirkan, kalau begitu aku pergi dulu."


Aku berlari masuk ke dalam. Bu Nara memperhatikan Punggungku yang terus menjauh darinya. Lalu setelah aku sudah tak terlihat lagi Bu Nara menghela nafasnya dalam - dalam dan wajahnya terlihat tersipu malu.

__ADS_1


(Astaga, sampai akhirpun ia tetap saja terlihat keren. Aku benar - benar tidak bisa menahannya. Aku ingin cepat - cepat memilikinya.) Pikir Bu Nara.


__ADS_2