
Setelah aku berpisah dengan Reyna, saat ini aku duduk di taman yang cukup ramai sambil menyantap makanan khas negara CN yaitu Bakpao.
"Hmm ini cukup enak."
Sementara aku menikmati menyantap makanan ku. Tepat di kaos tanganku terlihat sorot mata PIX melirikku dan bertanya..
[Master, apa tidak apa - apa anda makan di sini? Bukankah Anda harus cepat menemui dia(Boktis)?]
(Tenang saja aku tau itu kok. Lagi pula aku ini berbeda denganmu, aku ini manusia, aku butuh makan untuk bisa menambah staminaku.)
PIX yang dengar itu merasa tidak senang dan langsung mengerutkan keningnya. Sementara itu Aku mencoba mengabaikannya dan buru - buru menghabiskan makananku.
~Nyanm!!....Nyam!.....Nyaamm!!...
___________________________________________
_______________________________________
>Beberapa menit kemudian.
"~Fuuu akhirnya habis juga."
Setelah aku menghabiskan makananku, aku mengumpulkan pembungkus bakpao yang barusan ku makan dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah itu aku kembali ke tempat dudukku.
"Baiklah mari kita lihat, kita ada dimana sekarang?"
Aku mengeluarkan hp ku dari dalam kantong celana dan masuk ke apk Map dimana aku lihat ternyata aku sekarang berada di pinggiran kota **.
Sedangkan untuk lokasi Boktis jaraknya masih sangat jauh dari lokasi ku. Setidaknya membutuhkan waktu 9 jam perjalanan untuk bisa sampai ke sana.
Aku melihat jam di hp ku, dimana sekarang sudah pukul 16 : 08 sore. Yang artinya jika aku ke sana menggunakan kendaraan maka aku akan tiba pas jam 1 malam.
Jujur itu sudah agak sedikit terlambat, sebab pertemuan Carla dengan Alexei akan di mulai pada esok hari jadi setidaknya aku harus membicarakan rencanaku dengan Boktis hari ini atau malam ini.
PIX seolah menyadari hal itu juga dan bertanya padaku.
[Aku rasa kita tidak akan sempat. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?]
Aku merespon pertanyaan PIX dengan senyuman dan berkata...
(Tenang saja kita masih punya satu cara agar bisa cepat ke sana.)
[Ooh benarkah? Jadi cara apa itu?]
(Heh, itu.......)
_________________________________________
___________________________________
Setelah meninggalkan taman saat ini aku berada di sebuah Stasiun kereta, dimana tempatnya sangat ramai.
Aku mencoba untuk mencari tempat duduk sambil menunggu keretanya datang namun sayangnya aku tidak Kebagian sehingga aku memutuskan berdiri tepat di samping rel kereta.
[Begitu, jadi anda naik kereta ya?]
Tanya PIX, dimana aku dengan santai menjawab...
(Benar, berkat dokumen lengkap yang di berikan Reyna padaku, kita bisa naik kereta.-
-Selain itu, negara ini juga di kenal sebagai negara yang dalam bidang teknologi nya sudah sangat maju. Dan salah satunya adalah Kereta super cepat.-
__ADS_1
-Jadi jika kita menaiki kereta itu maka aku yakin kita pasti masih bisa sampai ke sana sebelum tengah malam.)
[Hmm aku mengerti.] Balas PIX.
Lalu setelah beberapa saat aku menunggu, tak lama kemudian akhirnya kereta itu pun datang, dimana aku langsung masuk ke dalam.
__________________________________________
_____________________________________
Setelah lebih dari 3 jam perjalanan akhirnya aku pun sampai juga di tempat tujuan, dimana terdapat sebuah jalan setapak di dalam hutan yang di kelilingi oleh pepohonan lebat dan juga angker. Di tambah lagi ini juga sudah malam sehingga nuansa horornya makin terasa.
Meski begitu aku tidak takut, aku dengan berani memasuki jalan tersebut.
"Fuuu akhirnya sebentar lagi kita akan sampai."
PIX seolah setuju denganku dan menganggukkan kepalanya.
[Anda benar.]
Aku mengeluarkan hp ku dari kantong celana dan mencoba mengecek jamnya, dimana di situ terlihat sudah pukul 19 : 32, yang artinya kita masih sempat untuk bicara dengan Boktis.
Lalu seiring berjalannya waktu aku menelusuri hutan itu, cahaya bulan yang tadinya menyinari jalan sekarang semakin gelap karena di tutupi oleh pepohonan yang lebat sehingga aku menyalahkan senter hp ku untuk menerangi pandanganku.
~Tap!!....Tap!!....Tap!!....
Tak lama setelah aku menelusuri jalan itu akhirnya aku menemukan sebuah desa terpencil tidak jauh dari pegunungan.
Desa itu adalah titik lokasi dimana Boktis berada.
"Akhirnya kita sampai juga, ayo kita ke sana."
(Sepertinya semua penduduk di desa ini sudah masuk ke dalam rumah mereka pada saat jam begini?)
Aku pikir begitu, tetapi ketika Aku mengelilingi desa itu, tidak jauh di depanku aku melihat ada 3 pemuda yang masih berada di luar. Dimana mereka semua sedang nongkrong di salah satu teras rumah warga sambil Mabar.
"Bagus, aku berhasil ngekill." Orang ke 1
"Sial, aku malah mati." Orang ke 2
"Hahaha itu karena kau terlalu nafsu ingin membunuh, makanya kau sering mati." Orang ke 3
"Aku setuju." Balas Orang ke 1.
Ketika mereka semua sedang asik bermain game, orang ke 2 menyadari kehadiranku...
(Eh anak kecil?)
..Ia sontak langsung memanggil kedua temannya sambil menunjuk ke arahku.
"Oi lihat di sana." Orang ke 2.
"Apa! Anak kecil? Apa yang ia lakukan di desa ini, malam - malam begini?" Tanya Orang ke 1.
"Aku juga tidak tau." Jawab Orang ke 2.
"Bagaimana kalau kita panggil saja ia ke sini?"
Pada saat Orang ke 3 menyarankan hal itu, Orang ke 2 langsung menolak dan berkata...
"Apa! Tidak, jangan panggil ia ke sini, aku takut, bagaimana kalau ia hantu?"
__ADS_1
"Dasar bodoh mana mungkin ia hantu, lihat saja ia bahkan pegang hp." Ucap Orang ke 3.
Orang ke 1 seolah setuju juga dan mengangguk.
"Kau benar. Tidak mungkin hantu bisa bawa hp."
Lalu di saat aku melewati rumah itu salah satu dari mereka langsung melambaikan tangannya dan memanggilku.
"Hei bocah sini - sini." Orang ke 3.
Karena aku tidak punya alasan untuk menolak jadi aku pergi ke sana.
"Ada apa?" Tanyaku.
"Yaa aku hanya ingin tau saja apa yang kamu lakukan di desa kami malam - malam begini?"
Tanya orang ke 3. Kemudian di lanjutkan oleh orang ke 1.
"Benar, biasanya sangat jarang sekali ada orang yang berkunjung ke desa kami, apa lagi jam segini.-
-Selain itu di lihat dari wajahmu, sepertinya kamu itu bukan berasal dari negara ini, apa kamu turis?"
Aku merasa seperti sedang di interogasi. Aku sedikit kesal meski begitu aku tidak ingin buat keributan, Jadi untuk sementara aku akan jawab semua pertanyaannya.
"Eh yah bisa di bilang begitu." Jawabku.
"Hmm kamu berasal dari mana?"
"Aku berasal dari Indonesia."
"Ooh Indonesia aku tau, bukankah negara itu-!!"
Sebelum orang ke 1 menyelesaikan perkataannya, orang ke 3 langsung batuk untuk menghentikannya..."~Cough!!"...Lalu melihat ke arahku.
"Baiklah sudah cukup bicaranya. Mari kembali ke topik utama, jadi apa tujuanmu datang ke desa ini malam - malam begini?"
"Aku....aku sedang mencari seseorang, aku dengar ia tinggal di desa ini."
"Boleh aku tau siapa nama orang itu?"
"Tentu, nama dia Boktis."
Setelah aku memberitahu mereka, sontak orang ke 2 yang sejak tadi diam saja matanya langsung melebar karena terkejut.
"Apa!!"
Bukan hanya ia saja tapi dua temannya yang lainnya juga ikutan terkejut.
"Ka~Kamu sedang mencari pak Boktis?"
Tanya Orang ke 1, kemudian di sambung oleh orang ke 3.
"Oi Apa kamu serius?"
"Yah." Jawabku.
Mereka saling memandang satu sama lain dan ekspresi mereka terlihat rumit. Karena aku rasa ada yang aneh dengan mereka, sehingga aku mencoba bertanya...
"Memang kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan Boktis?"
Awalnya mereka diam saja dan tidak mengatakan apa - apa, namun tak lama kemudian mereka mulai memberitahuku.
__ADS_1