
saat Rombongan Monster terus berlarian di sebuah jalan, dimana pepohonannya sudah di tebang oleh Ogre King.
tampa mereka sadari, di sebelah kanannya, terdapat sebuah pasukan yang sedang bersembunyi di dalam hutan, di balik pohon, sambil mengawasi mereka.
mereka adalah, pasukan dari gabungan 2 unit yaitu. Unit 16 dan unit 11.
"uwaah, Ada berapa banyak mereka di sana??"
ucap Reswara, Kapten dari unit 16.
"tidak tau,...lagi pula, Rombongan ini benar - benar sangat banyak, di bandingkan dengan Rombongan yang kita lawan."
ucap Ardiyanto, Kapten dari unit 11.
"....betul juga, mungkin ini alasan Kolonel mengirim kita ke sini."
"ya."
jawab Ardiyanto secara singkat.
setelah itu, untuk sementara mereka berdua terus mengawasi Rombongan itu. namun, setelah beberapa detik kemudian, perlahan Reswara melihat ke arah Ardiyanto.
"Ngomon - ngomon Kapten Ardiyanto!?"
"hmm, ada apa??"
"berapa lama lagi, kita Diam saja disini?"
ketika Reswara mencoba bertanya. Ardiyanto lansung melihat ke arahnya dan mulai menjawabnya.
"...tidak tau, lagi pula, kita belum mendapatkan panggilan dari Kolonel, jadi kita cuma perlu menunggu, untuk menyerang mereka"
"tapi,...jika kita terus begini, mereka akan terus memojokkan Kapten Respati kan?"
"aku sudah tau itu,.....tapi, ki-!!"
sebelum Ardiyanto selesai bicara, tiba - tiba ia dan Reswara mendapatkan panggilan dari Kolonel.
{Ardiyanto, Reswara, Apa kalian dengar.}
"disini Kapten Ardiyanto, aku dengar dengan baik Kolonel."
"sama, aku juga Kolonel."
ucap Reswara.
{baiklah, pertama - tama aku minta maaf karena terlambat menghubungi kalian. dan yang kedua, aku ingin memberitau kalian bahwa Unit yang berada di sayap kiri sudah datang dan membantu Respati.}
mendengar apa yang di katakan Kolonel, membuat mata Ardiyanto sedikit melebar, sambil mulai bertanya.
"sudah datang membantu,...itu berarti!?"
{ya, kalian sudah bisa menyerang mereka.}
"begitu,....baiklah, Kami mengerti Kolonel."
ucap Ardiyanto
"heh, aku sudah menunggu ini."
ucap Reswara.
setelah panggilan mereka berakhir, perlahan Ardiyanto mengangkat satu tangannya ke atas, untuk mengumpulkan pandangan setiap pasukan.
setelah seluruh pasukan melihat ke arahnya, Ardiyanto lansung memperlihatkan 3 jarinya yang sedang berdiri ke atas, sambil mulai menghitung mundur, setiap menurunkan satu jarinya ke bawah.
"baiklah, semuanya bersiap, kita akan serang mereka dalam hitungan,.....3,.....2,.....1, SERANG MEREKA SEKARANG!?"
saat Ardiyanto meneriakkan itu, tampa menuggu lama, seluruh pasukan lansung menembak Rombongan Monster yang berlarian, di sebuah jalan di depan.
mulai dari senjata Rifles, Sniper Rifles, hingga senjata Mesin Gun. terus menghujani ribuan Monster yang ada di depan.
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
ARGHHHHHHHHHHHHHHH!!
"HEHEHE BAGUS, UNIT 16 TERUS TEMBAK MEREKA, JANGAN SAMPAI KALAH DENGAN UNIT 11, MENGERTI!?"
"""""""""" SIAP KAPTEN.""""""""""""
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
AGHHHHHHHHHHHHHH!!
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
UWRGHHHHHHHHHHHHHHH!!
"OI, INI BUKAN WAKTUNYA KITA BERTANDING!?"
ucap Ardiyanto, setelah itu, Reswara lansung menjawabnya sambil terlihat bersenang - senang.
"BODOH AMAT, YANG PENTING, SIAPAPUN UNIT YANG PALING BANYAK MEMBUNUH MONSTER, IA HARUS DI TRAKTIR MAKAN SATE SEPUASNYA, BAGAIMANA?"
"......"
__ADS_1
untuk sesaat, Ardiyanto tidak mengatakan apapun. namun, setelah beberapa detik kemudian, ia lansung menatap Reswara, sambil menunjukkan senyum menyeramkan di bibirnya.
"BAIKLAH, JIKA ITU YANG KAU MAU,...UNIT 11, APA KALIAN DENGAR ITU, JANGAN BIARKAN MEREKA SAMPAI MENANG, PAHAM?"
""""""""PAHAM KAPTEN.""""""""
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
ARGHHHHHHHHHHHH!!
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
WAGRHHHHHHHHHHHHHH!!
"OOH, MEREKA MULAI SERIUS, KALO BEGITU, UNIT 16 TIDAK BOLEH KALAH JUGA, SEMUANYA BANTAI PARA MONSTER ITU."
""""""""""" BAIK KAPTEN.""""""""""""
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
AGHHHHHHHHHHHHHHH!!
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
UWRGHHHHHHHHHHHHHHH!!
setelah itu, kedua unit terus melanjukkan bertanding. siapa yang paling banyak membunuh Monster.
sedangkan di sisi lain, Kolonel yang menatap dan mendengar percakapan mereka berdua di dalam monitor, lansung membatu dan tidak bisa mengatakan apapun.
(oi, ini bukan waktunya masalah traktir Sate segala.)
_____________________________
___________________
di atas pegunungan.
ketika Respati melihat ke arah bawah pegunungan. terlihat Ribuan peluru, datang dari dalam hutan, tepat di samping kanan Rombongan Monster.
mereka terus membunuh, setiap monster yang ada di sana. mulai dari menjebol kepala, kaki hingga badan mereka.
melihat hal itu. Respati tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"i- ini, dari unit mana mereka??"
ketika Respati mencoba bertanya, dari samping Widura lansung menjawabnya.
"oh mereka,...mereka dari unit 16 dan unit 11."
"kau benar."
jawab Widura.
setelah itu, perlahan Respati melihat ke arah bawah lagi, sambil mulai membisikkan sesuatu.
"begitu,...jadi merekalah yang datang membantu."
seusai ia membisikkan itu, untuk sementara Respati terus melihat ke arah bawah, dimana para Monster di bantai.
namun tak lama kemudian, tiba - tiba ia mengingat sesuatu. dan lansung melihat ke arah, tiga orang di sampingnya.
"tu- tunggu dulu, kalo tidak salah, bukankah unit 11, seharusnya di perintahkan untuk membantu unit 9? kenapa mereka ada di sana?"
ketika Respati mencoba bertanya, Raditya, Kapten dari unit 13 lansung menjawabnya.
"yaa, sebetulnya bukan hanya mereka saja, yang awalnya di perintahkan untuk membantu unit 9. bahkan unit 17 pun juga sama."
"eh, apa itu benar?"
ucap Respati dengan wajah terkejut, sambil mengalihkan pandangannya ke arah Surya. Kapten dari unit 17.
setelah itu, Surya lansung menjawabnya.
"ya itu benar, baik unitku dan unit 11, awalnya di perintahkan untuk membantu unit 9. tapi, karena suatu alasan, tiba - tiba perintah itu di ubah untuk membantu unit lain."
"membantu unit lain??" ucap Respati
"yaa, sebagai contoh unitku. kami di perintahkan untuk membantu unit 13 agar secepat mungkin, membersihkan sisa - sisa Monster yang ada di sayap kiri, dan pergi membantumu."
"hmmm, jadi begitu,...itulah kenapa kalian lama datang kesini!?"
"so-soal itu,...kami, kami minta maaf!?"
ucap Surya, di ikuti dengan ekspresi rasa bersalah, ketiga Kapten di samping Respati.
"yaa, lupakan saja soal itu,...jadi, itu berarti Rombongan Monster di sayap Kiri sudah tidak ada lagi dong?"
"ya. tenang saja kami sudah membersihkan mereka semua tampa tersisa."
jawab Surya dengan nada bangga.
melihat itu, untuk sementara suasana di tempat itu menjadi jeda. namun, setelah beberapa detik kemudian Respati mulai mengatakan sesuatu.
"baiklah, kembali ke topik utama. jika unit 17 diperintahkan untuk membantu unit 13 agar membersihkan sisa - sisa Monster. kalo begitu, bagaimana dengan unit 11??"
__ADS_1
ketika Respati mencoba bertanya, Surya lansung menjawabnya lagi.
"soal itu, berbeda dengan unitku, unit 11 di perintahkan untuk membantu unit 16 dan sebagian unit 10, agar melakukan pemblokiran 2 jalur, arah Monster."
"2 jalur, arah Monster??"
ketika Respati mencoba bertanya sambil terlihat kebingungan, Widura yang lansung menjawabnya.
"ya itu benar, coba kau perhatikan lokasi unit 9, apa kau memperhatikan sesuatu?"
setelah Widura mengatakan itu, perlahan Respati mengalihkan pandangannya ke arah lokasi unit 9, sambil mulai memperhatikan area di sekitarannya.
(dari yang aku lihat, tidak ada yang berubah sama sekali. baik Kapten Rangga yang sedang menghadapi Ogre King, maupun Seluruh pasukannya yang sedang istirahat, sebab Rombongan Ogre King sedang mengarah ke tempatku. jadi apa yang beru-!!)
saat Respati sedang memikirkan hal itu, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab matanya lansung melebar, karena menyadari sesuatu.
"be- begitu, Rombongan Monster yang pertama kali menyerang unit 9, saat ini sudah tidak terlihat, jangan - jangan."
"betul, baik Rombongan Unit 9 maupun unit 16, awalnya mereka satu Rombongan Monster yang di bagi menjadi 2 arah. itulah sebabnya unit 11 diperintahkan untuk membantu unit 16 dan sebagian unit 10, agar-!!"
"-memblokir dua arah Monster itu kan?" ucap lansung Respati
"benar."
jawab Widura secara singkat.
setelah itu, perlahan Respati mengarahkan pandangannya ke arah Rangga, yang saat ini sedang bertarung melawan Ogre King.
seusai itu, ia terus melihat pertarungan Rangga, sambil mulai memikirian sesuatu.
(begitu Ternyata, sejak aku datang ke sini, aku merasa aneh, kenapa Unit 9 yang menghadapi, hampir Ratusan Ribu Rombongan Monster, tidak mendapatkan unit bantuan sama sekali..)
(...bukannya ia tidak mendapatkan unit bantuan, melainkan sejak awal, Kapten Rangga berniat, mengirim unit bantuannya untuk membantu unit lain, agar bisa mengurung dan membantai Rombongan Monster, yang saat ini kita hadapi...)
seusai itu, perlahan Respati mengalihkan pandangannya ke arah Surya. dan melanjukkannya lagi.
(...selain itu, dari tadi aku merasa aneh juga, kenapa Kapten Surya tidak pernah menyebutkan, bahwa ia di perintahkan oleh Kapten Rangga,....apa mungkin.)
"omong - omong Kapten Surya."
"apa?"
"aku ingin tau, siapa yang perintahkan anda saat itu, untuk membantu unit 13?"
ketika Respati mencoba bertanya, Surya lansung menjawabnya sambil terlihat kebingungan.
"perintahkan aku? bukankah sudah jelas, ia adalah pemimpin kita, Kolonel."
"apa Kapten Ardiyanto juga??"
"ya."
jawab Surya secara singkat.
namun, karena merasa ada sesuatu yang aneh dengan pertanyaan Respati, Surya mencoba untuk bertanya balik.
"Kapten Respati, kenapa anda menanyakan hal ini??"
"tidak, bukan apa - apa kok."
jawab Respati dengan cepat, sambil mengalihkan pendangannya lagi ke arah Rangga. dan mulai mengatakan sesuatu di dalam pikirannya.
(jadi begitu, Kapten Rangga masih menyembunyikan fakta, bahwa Semua Rencana dan unit yang bergerak saat ini, sebetulnya adalah dari ia. sedangkan untuk Kolonel, ia hanya mendengarkan semua intruksi darinya.)
(... ini hampir seolah - olah seperti, ia sedang bersembunyi di belakang Kolonel, dan pada saat bersamaan ia juga memerintahkannya.)
memikirian hal itu semua, Respati tidak bisa menyembunyikan ekspresinya yang merinding, sambil mulai membisikkan sesuatu, dimana keringat dingin mulai menetes di pipinnya.
"..sial, ia masih terlihat muda tapi sudah mengerikan, apa lagi jika ia tumbuh besar lagi, aku ingin tau, ia akan jadi seperti apa nanti?"
"Kapten Respati, Apa anda mengatakan sesuatu??" ucap Widura
"tidak, bukan apa - apa."
jawab lansung Respati
setelah itu, untuk sementara Respati terus melihat ke arah bawah. namun, setelah beberapa detik kemudian ia lansung melihat ke arah Widura dan mulai bertanya sesuatu.
"omong - omong, aku ingin bertanya satu hal lagi."
"apa itu??"
jawab Widura
"jika Unit 16 dan unit 11 ada di bawah sana, itu berarti, yang Blokir 2 jalur Monster saat ini hanya...."
"YA, KAU BENAR, HANYA SEBAGIAN UNIT 10."
jawab lansung Widura, dengan ekspresi serius.
__ADS_1