BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
FIRDAUS MENGHILANG


__ADS_3

"Kalau begitu Bu Linda aku pergi dulu."


Di saat Sara mencoba meninggalkan tempat ini, Bu Linda memperhatikan ekspresi Sara kelihatan sedih. Sehingga Bu Linda buru - buru menghentikan nya karena cemas.


"Sara tunggu dulu."


Sara lansung berhenti jalan dan berbalik melihat Bu Linda.


"Y-yah ada apa Bu Linda?"


"Sara, maaf kalau aku terlalu ikut campur, tapi Apa mungkin telah terjadi sesuatu dengan Kakakmu?"


Di saat Bu Linda menanyakan itu sontak Sara terkejut dan Matanya berkaca - kaca seolah ingin menangis. Melihat hal itu Bu Linda merasa kaget sebab ia tidak pernah melihat Sara seperti itu.


"Sa-Sara ada apa, apa kau tidak apa - apa?"


Sara tidak merespon Bu Linda sama sekali, ia terus terhisap - hisap sambil melap air matanya. Dan tak lama kemudian tiba - tiba ia berlari ke arah Bu Linda dan memeluknya di iringin dengan suara tangisan.


"~Bu Linda, Kakak ku,....~Kakak ku......"


Bu Linda bisa merasakan tubuh Sara sangat gemetar. Jadi ia mencoba menenangkan nya.


"Sara, tolong tenangkan dirimu dulu."


"A~Aku...~Kakak ku..."


"Pertama - tama tolong ambil nafas dalam - dalam lalu keluarkan dari mulut."


Sara melakukan apa yang di suruh oleh Bu Linda. Dan setelah beberapa kali ia melakukan itu tak lama kemudian akhirnya ia mulai tenang.


"Bagaimana, Apa kamu sudah tenang?"


Tanya Bu Linda, dimana Sara dengan lemas menjawab..


"Yah aku sudah sedikit tenang, makasih Bu Linda."


"Itu tak masalah, dari pada itu bisa beritau aku sekarang, apa yang terjadi dengan Kakakmu?"


Sara membalas dengan anggukkan "Um." lalu kemudian ia mulai menceritakan semuanya ke Bu Linda apa yang terjadi dengan kakaknya.


"Anu tadi malam, saat aku baru saja sampai ke rumah, aku menerima kabar bahwa Kakak ku telah menghilang."


"Apa menghilang!"


"Yah. Saat itu ia sedang patroli di pinggiran Kota, namun ia berserta Mobilnya tiba - tiba menghilang entah kemana.-


-Dari yang aku dengar Mobilnya sudah berhasil di temukan namun Kakak ku sampai saat ini masih belum bisa di temukan. Semua temannya juga sudah berusaha mencarinya semalam penuhi tapi tetap saja ia masih tetap tidak bisa di temukan.-


-Karena itulah saat aku dengar dari teman Kakak ku, kalau Kakak ku pernah menemui Bu Linda beberapa hari yang lalu sebelum ia menghilang, aku ingin sekali bertemu denganmu dan bicara denganmu. Tapi seperti yang anda tau selama beberapa hari ini anda tidak pernah masuk sekolah sehingga saat aku dengar kalau hari ini Bu Nara mencoba mengajak kami berkunjung ke rumahmu, aku lansung ikut, sebab aku pikir mungkin saja aku bisa bicara denganmu dan menemukan sesuatu."


"Hmm jadi begitu, itulah alasan kenapa kamu ikut dengan mereka?"


Seolah tidak menyangkal hal itu Sara mengangguk.


"Um. Karena itulah jika anda tau seuatu soal Kakak ku tolong beritau aku, sedikitpun tidak apa asalkan itu bisa membantu Pihak ke polisian untuk mencari Kakak ku."


Bu Linda sangat mengerti apa yang di rasakan Sara saat ini, namun....


"Maafkan aku, aku tidak tau apapun."


Jawab Bu Linda dimana membuat Sara kelihatan sedih.

__ADS_1


".......Begitu."


"Namun."


"Apa?"


(Aku tidak tau apa firasatku ini benar atau tidak? Namun aku merasa hilangnya Kakakmu kemungkinan ada kaitannya dengan Leon.-


-Terlebih lagi melihat cara Leon bertarung saat itu. Bukan tidak mungkin kalau ia bisa mengalahkan Kakakmu dengan mudah.-


-Tapi, apa itu benar? Apa Leon benar - benar pelakunya?)


Sementara Bu Linda memikirkan itu, Sara mencoba memanggil Bu Linda "Bu....Bu Linda." Yang dimana membuat Bu Linda kembali sadar dan melihat Sara.


"Hah maaf aku melamun barusan."


"Itu tidak apa - apa, dari pada itu apa yang tadi Bu Linda ingin katakan?"


"Hah itu...tidak, tolong lupakan saja, aku hanya terlalu banyak berpikir tadi."


"Hmm....begitu."


Sara kembali kelihatan sedih. Namun meski begitu setidaknya ia berhasil mendapatkan informasi kalau Kakaknya sedang menyelediki Leon.


Meskipun ia tidak tau alasan nya tetapi jika ia menggunakan informasi ini, maka ada kemungkinan ia bisa menemukan Kakaknya.


(Baiklah, pertama - tama aku harus bicara dengan Leon)


Pikir Sara. Lalu Sara menjadi bersemangat dan melihat Bu Linda.


"Makasih Bu Linda karena sudah menemaniku bicara. Padahal anda sendiri baru saja kehilangan suami, tapi aku malah...."


"Tak apa Sara, aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu kok. Selain itu sudah kewajibanku untuk membantu setiap muridku yang sedang lagi dalam kesulitan."


Sara tersenyum mendengar itu. Lalu setelah itu Sara menundukkan kepalanya sambil mencoba berpamitan ke Bu Linda.


"Yaa sudah, kalau begitu aku permisi dulu Bu."


"Um, hati - hatilah di jalan."


Balas Bu Linda. Kemudian Sara melambaikan tangannya dan mulai berlari meninggalkan tempat itu.


(Aku harap kamu berhasil menemukan Kakakmu, Sara.) pikir Bu Linda.


____________________________________


__________________________________


Setelah Sara kembali, ia lansung masuk ke dalam Mobil dan duduk di kursi belakang dekat jendela.


Aku penasaran apa yang ia bicarakan dengan Bu Linda, sehingga aku mencoba bertanya...


"Apa yang kau bicarakan dengan Bu Linda?"


Sara hanya menjawab....


"Kami hanya bicara soal kapan ia masuk sekolah dan mengajar kita lagi."


Aku bertanya lagi....


"Jadi, apa kau sudah tau kapan ia akan masuk?"

__ADS_1


"Tidak. Namun aku pikir ia akan masuk setelah ia sudah merasa lebih baik."


(Yaa aku juga tau itu.) pikirku.


Dari perkataannya, sudah jelas kalau Sara sedang berbohong. Sejak awal ia tidak pernah membicarakan hal itu dengan Bu Linda.


Namun para gadis itu sepertinya tidak menyadari hal tersebut dan malah terlihat senang. Tanpa kecuali Bu Nara.


(Astaga kenapa mereka semua bodoh sekali, apa mereka benar - benar tidak sadar?)


[Itu judah jelas, namanya juga anak kecil.]


(Ooh bagaimana dengan yang di samping ku ini?)


Tanyaku sambil melirik Bu Nara, dimana PIX hanya menjawab.


[Kalau dia,...sejak awal dia ini sudah aneh, jadi wajarlah.]


Seolah tidak menyangkalnya, aku mengangguk kuat.


(Um, Kau benar juga.)


____________________________________


_______________________________


Setelah Bu Nara mengantar keempat gadis itu ke rumahnya masing - masing, tiba waktunya kami mengatar Sara pulang ke rumahnya.


Dimana di saat kami sudah sampai, Sara lansung turung dari mobil dan pergi ke pintu depan untuk melihat Bu Nara dari jendela Mobil


"Bu Nara, Makasih karena sudah mengantarku pulang."


"Ya itu tidak masalah, lagi pula aku juga senang karena kamu mau ikut bersama kami." ucap Bu Nara.


Aku pikir Sara akan lansung masuk ke dalam rumahnya, tetapi ia diam saja di situ sambil menatapku.


Karena aku penasaran jadi aku pun bertanya...


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?"


"Eh y-ya, tapi....."


Sara melirik Bu Nara. Seolah - olah mengisyaratkan kalau ia tidak mau Bu Nara mendengar pembicaraan kami, jadi aku pun memutuskan untuk keluar dari Mobil.


"Aku mengerti. Kalau begitu Bu Nara kau tunggu lah di sini, aku mau bicara dengan Sara dulu sebentar."


"Um, jangan lama - lama ya?"


"Aku tau."


Balasaku, Lalu setelah itu kami berdua mulai meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat sepi untuk bicara.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"


Di saat aku menanyakan itu, untuk sesaat Sara merenung. Namun tak lama kemudian ia melihatku dan menatapku dengan Serius.


"Leon, sebetulnya......."


Sara mulai menceritakan semuanya padaku, apa yang terjadi dengan kakaknya Kemarin malam saat ia patroli di Pinggiran Kota dan tiba - tiba menghilang.


Tentu saja ia tidak memberitaukan soal apa yang ia bicarakan dengan Bu Linda. karena itu berkaitan denganku.

__ADS_1


__ADS_2