
>Di dalam Mansion KSP.
Tepat di salah satu kamar yang gelap dan juga sedikit berantakan. Di sana Carla sedang duduk di kursinya sambil memandang layar monitornya.
Dimana di layar monitor itu memperlihatkan sebuah peta dunia yang di isi dengan beberapa lingkaran kecil yang tersebar di seluruh dunia.
Lingkaran itu menandakan lokasi tempat dimana Lubang dimensi terbuka.
Tentu saja di antara mereka ada juga yang kelihatan transparan. Itu menandakan bahwa lubang di lokasi itu masih belum terbuka.
Namun yang menjadi perhatian Carla di sini adalah Lingkaran warna - warni yang ada di kota sulsel. Dimana Beberapa hari yang lalu lingkaran ini telah berubah menjadi warna putih.
Tidak hanya itu saja lingkaran ini juga berpindah tempat dari tempat yang seharusnya ia berada, tapi sekarang ia sudah kembali seperti semula.
"Sungguh lubang abnormal yang aneh."
Sementara Carla mengumankan itu. Noel terus memperhatikan Carla dari layar monitor yang satunya dan bertanya..
{Master, apa anda mengkhawatirkan lubang itu?}
"Yah. Meskipun analisa kita mengatakan bahwa lubang ini tidak berbahaya sama sekali tapi firasatku malah mengatakan sebaliknya."
{Hmm begitu,...Apa anda mau aku menganalisanya lebih lanjut lagi?}
"Yaa kalau kamu memang bisa maka tolong lakukan."
{Aku mengerti.}
Setelah Noel mengatakan itu, ia lansung hilang dari layar monitor.
SLIP!!
Dan di saat itu juga tiba - tiba terdengar suara ketokan dari arah pintu kamar Carla.
Tok!!...Tok!!...Tok!!
Carla penasaran siapa itu jadi ia pun mencoba bertanya tanpa memalingkan pandangannya dari layar monitor.
"Siapa?" Tanya Carla.
"Ini aku Brid."
(Brid! Ada urusan apa lagi ia datang ke sini?)
Carla merasa bingun. Sebab tadi pagi Brid sudah datang ke sini untuk mencari tau alasan kenapa Carla membuat keputusan untuk menghentikan KSP berhenti beroperasi. Dan sekarang Brid datang lagi.
Carla tidak tau apa tujuan Brid datang kemari tapi ia tetap mempersilahkan Brid untuk masuk ke dalam.
"Masuklah, pintunya tidak terkunci."
Perlahan pintu kamar Carla terbuka dan terlihat Brid berjalan masuk ke dalam. Dimana ia tidak pergi duduk atau mendekati Carla melainkan ia lansung bersandar di tembok tepat di samping pintu.
Tingkahnya itu membuat Carla merasa aneh dan bertanya - tanya...
"Ada apa? Kenapa kamu berdiri saja di situ? Duduklah?"
Sayangnya tawaran Carla lansung di tolak oleh Brid.
"Tidak, aku di sini saja, lagi pula urusanku di sini juga tidak lama kok."
"Hmm jadi ada urusan apa kamu datang kemari?"
__ADS_1
Ketika Carla menanyakan itu, tatapan Brid yang tadinya tenang lansung berubah menjadi serius dan menatap lurus ke arah punggung Carla.
"Carla, kamu masih ingatkan pertempuran yang kita lakukan waktu di pulau itu."
"Maksudmu saat kita mencoba menculik gadis kecil(SIH PEMBAWA TUPXION) itu?"
"Yah. Saat itu aku dan Ketu-!!..Maksudku Dirman melawan Boktis dan Dirman berhasil mengalahkan Boktis dengan mengubur ia hidup - hidup.-
-Saat itu aku berpikir kalau orang itu(Boktis) pasti sudah mati tapi kenyataannya tidak.-
-Carla, orang itu sampai sekarang masih hidupkan?"
Tiba - tiba di tanya seperti itu membuat Carla sontak lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"Eh!"
Namun tak butuh waktu lama Carla berhasil menenangkan dirinya kembali dan berbalik melihat Brid.
"Kenapa kau menanyakan itu padaku?"
Tanya Carla.
"Yaa aku hanya ingin tau saja."
Jawab Brid, Setelah itu ia mencoba bertanya lagi..
"Jadi bagaimana Carla, apa orang itu masih hidup?"
"....."
Awalnya Carla ragu memberitaunya dan memilih untuk diam. Namun karena ia juga sadar bahwa hal ini tidak ada gunanya di sembunyikan jadi ia pun mulai memberitaunya.
"....Yah itu benar, orang itu memang masih hidup."
"Itu tidak perlu, karena aku sudah tau lokasi dia ada dimana sekarang"
Brid seolah tidak pernah menyangkah hal itu dan terlihat sangat terkejut.
"Eh Serius?"
"Yah."
Jawab Carla. Lalu kemudian ia menambahkan...
"Tapi Brid untuk apa kau ingin tau lokasi dia? Apa kamu punya urusan dengannya?"
"Hah i-itu......"
Brid buru - buru memalingkan pandangannya ke arah lain seolah tidak mau memberitau Carla alasan ia ingin mengetaui lokasi Boktis.
Di sisi lain, Carla juga tidak terlalu peduli soal itu dan memilih kembali melihat ke layar monitornya.
"Yaa aku tidak masalah si jika kau tidak ingin memberitauku, tapi sebelum aku beritaukan lokasi Boktis padamu Aku ingin kau tidak menemui ia(Boktis) dulu sebelum pertemuan kita dengan Alexei ini selesai."
"Tenang saja, aku juga mengerti itu kok."
Jawab Brid dengan serius.
Lalu setelah itu Carla mengambil pulpen dan selembar kertas dari dalam lacinya. Kemudian ia tulis tempat dimana Boktis saat ini berada.
"Baiklah..ini!"
__ADS_1
Carla menyerahkan kertas itu pada Brid, dimana Brid dengan senang hati mengambilnya.
"Makasih, kalau begitu aku pergi dulu."
TAP!!....Tap!!.....tap!!..........!!
Setelah Brid berjalan keluar dari kamar Carla. Tak lama kemudian Noel tiba - tiba muncul kembali di layar monitor dan memanggil Carla.
{Master, apa tidak masalah anda memberitaukan lokasi dari pengguna TUPXION 06 berada?}
"Yah, itu tidak masalah, lagi pula ini mungkin waktu yang pas untuk menyelidiki apa yang sedang ia rencanakan."
Noel seolah tidak mengerti apa yang Carla katakan dan bertanya..
{Maksudmu?}
Carla tidak menjawab apa - apa dan hanya terus menatap layar monitornya dengan serius.
>Sementara itu, di sisi lain.
Setelah Brid berhasil mendapatkan apa yang ia mau. Ia lansung pergi ke belakang Mansion dan menulis sebuah pesan di hpnya.
Dimana pesan tersebut bertuliskan tempat dimana saat ini Boktis berada dan mengirimkan nya ke seseorang.
"Yosh, dengan begini tugas pertama selesai.-
-Meski begitu, aku tidak pernah menyangkah kalau orang itu(Boktis) benar - benar masih hidup."
_____________________________________
_________________________________
Sementara itu, aku(Leon) sedang asik mabar bersama dengan Rusli dan Lia di dalam kamarku. Lalu tiba - tiba aku mendapatkan pesan dari Brid.
Karena aku penasaran dengan isi pesan tersebut jadi aku pun keluar dari permainan.
"Maaf semuanya aku AFK dulu sebentar."
{Apa! Oi Leon tunggu dulu seben-!!}
Sebelum Rusli menyelesaikan perkataannya aku lansung keluar dari permainan dan membuka pesan tersebut.
Dimana Pesan itu berisikan sebuah alamat tempat Boktis berada. Orang yang pernah ku lawan dulu dan ku kalahkan dulu sebelum bereinkarnasi di tubuh anak ini.
"Bagus, kita sudah mendapatkan alamatnya. Sepertinya sudah saatnya aku bergerak ju-!!"
Tiba - tiba aku menghentikan perkataanku saat melihat hpku mengalami Nge glitch.
Awalnya hpku masih bisa kembali normal tapi lama kelamaan nge glitch itu makin parah hingga membuat layar hpku Bergaris - garis dan berkedip sampai pada akhirnya hpku mati total.
"I-ini....jangan bilang hpku barusan di retas?"
[Sepertinya begitu, terlebih lagi meskipun agak samar - samar tapi sebelum Hp anda mati aku merasakan ada aura yang sangat ku kenal tadi.]
"Aura?"
[Yah. Aura itu sama persis dengan milik Noel.]
"Noel? Tunggu bukankah dia...."
Seolah tau apa yang ingin aku katakan, PIX lansung menjawab..
__ADS_1
[Benar, dia adalah TUPXION. dengan kata lain yang meretas hp anda tadi itu bukan manusia melainkan TUPXION 03 Bercode Name Noel.]