BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
LEON VS SELENA Bagian 1


__ADS_3

TAP!!....TAP!!....TAP!!....TAP!!...


Aku berlari sekuat tenaga untuk bisa melarikan diri dari orang itu.


Tetapi di tengah perjalanan Tiba - tiba aku merasakan hawa keadiran orang itu telah Hilang lagi.


Meski aku belum tau trik apa yang ia gunakan untuk melakukan itu, tetapi entah kenapa aku mempunyai firasat buruk dengan situasi saat ini.


Dan seperti yang aku pikirkan, tepat di atasku tiba - tiba muncul sebuah Cahaya terang. Cahaya itu membuat pandanganku silau dan lansung berhenti sejenak.


"Sial, Cahaya apa ini?"


Ketika aku menanyakan itu, Dari dalam Cahaya turung sebuah bayangan dimana Bayangan itu sedang megenggam sebuah belati di tangannya dan mencoba Menusuk Pundakku.


Secara Reflek aku lansung mundur ke belakang untuk hindari serangannya. Tetapi karena Gerakanku lebih lambat sedikit darinya akhirnya Pundakku kena.


"~Ughh Sial!"


[Apa anda baik - baik saja Master?]


"Tenang saja, aku hanya terluka Sedikit. Yang lebih penting apa - apaan Cahaya tadi itu? Apa kau tau sesuatu PIX?"


Aku bertanya Pada PIX, tetapi PIX diam saja dan tidak menjawab.


[.......]


"Woy jangan diam saja cepat beritau aku Cahaya apa itu tadi?"


Setelah aku bertanya untuk kedua kalinya Akhirnya PIX melihat diriku dan menjawab...


[Ma-Master Cahaya itu sebenarnya mengandum Aura Monster.]


Tentu saja Mendengar hal itu membuat aku lansung terkejut.


"Eh! Woy apa kau yakin?"


[Yah, tidak salah lagi, cahaya itu memang mengandung Aura Monster.-


-Aku tidak tau bagaimana orang itu bisa melakukan hal itu, yang jelas anda harus hati - hati karena dari yang aku lihat, sepertinya Ia bisa menggunakan salah satu kemampuan Dari para Monster.]


"Kemampuan? Kemampuan apa maksudmu?"


[Itu....KEMAMPUAN TELERPORTASI.]


"APA! TELEPORTASI."


Aku terkejut mendengar hal itu, sebab Jika itu memang benar, maka inilah alasan kenapa Keadiran dia bisa terus berpindah tempat ke tempat yang lainnya dalam waktu singkat.


"Haaa..sepertinya aku mendapatkam lawan yang sangat merepotkan."


Gumanku sambil menghela nafas. Lalu aku mengarahkan pandanganku ke arah Depan Di mana orang itu sedang berdiri di sana sambil menatap diriku.


Ia mempunyai Rambut kuning yang di ikat Ponytail dan mengenakan Pakaian Hitam Ketat yang hampir menutupi seluruh bagian badannya. Di tambah ia juga memakai sebuah Topeng Putih agar identitas tidak di ketaui.


Saat ini ia mengarahkan Belatinya padaku dan Terlihat senang.


"Bocah tidak ku sangkah kau bisa menghindari seranganku barusan, apa kau sering latihan?"


"Begitulah."


Balasku dengan nada santai. Lalu aku tatap ia dengan Serius dan berkata..


"Kau....di lihat dari Dua Bola di dadamu itu, apa mungkin kau ini wanita?"


Di saat aku menanyakan itu, Sentak saja ia lansung membatu dan kaku. Bukan hanya dia saja bahkan PIX pun sama.


Dimana ia lansung melihatku dengan tatapan marah dan teriak di dalam pikiranku.

__ADS_1


[MASTER, INI BUKAN WAKTUNYA ANDA BERCANDA.]


"Maaf aku hanya ingin konfirmasi saja apa ia benar - benar wanita atau tidak?"


[Dasar gila, Di lihat dari manapun kita sudah tau kalau ia Seorang Wanita, buat apa anda Konfirmasi segala. Apa anda Bego.]


"Woy, tidak usah berkata seperti itu, lagi pula aku juga sudah minta maaf."


Meskipun aku mengatakan itu tetapi PIX tetap terlihat kesal dan memalingkan pandangannya ke arah lain.


[Hmph!]


Sementara itu di sisi lain, Wanita itu terlihat marah setelah mendengar apa yang aku katakan tadi. Tetapi ia lansung mencoba untuk menenangkan dirinya.


"~Fuuuu, sabar - sabar ia hanya Bocah, aku tidak perlu sampai marah."


Setelah ia tenang ia lansung memanggilku...


"Bocah, aku akan lupakan Apa yang kau katakan tadi jadi cepat suruh orang itu keluar."


"Hah? Siapa yang kau maksud?"


Tanyaku yang kebingungan.


"Tidak usah pura - pura bodoh, kau pasti tau orang yang sering melindungimu di belakang layar kan-


-Setidaknya aku ingin Lawan ia terlebih dahulu sebelum aku membunuhmu."


"Hmm, aku mengerti sekarang jadi begitu."


Gumanku, setelah mengetaui bahwa orang yang ia cari kemungkinan identitas yang aku buat - buat sendiri untuk mengelabui anak - anak Berandalan dulu, supaya mereka berpikir bahwa yang menghajar anak berandalan bukanlah aku melainkan ada Seseorang yang sedang melindungiku di belakang layar.


"Hehehe!!"


Ketika aku tiba - tiba tertawa Wanita itu lansung mengerutkan dahinya dan terlihat sangat kesal.


"Bocah, apa yang kau tertawakan?"


Benar, seandainya Identitas palsu yang ku buat untuk anak - anak berandalan itu tidak ada. Kemungkinan Besar wanita ini pasti sudah menyerangku di malam saat pertama kali aku merasakan keadirannya.


dan Jika hal itu terjadi sudah pasti aku akan kesulitan melawannya, sebab Saat itu aku belum punya persiapan apapun apa lagi senjata.


Itulah sebabnya aku senang, karena berkat Identidas palsu ini,


Aku punya waktu untuk melakukan Persiapan dan Beli beberapa Senjata sebelum aku menghadapi dia.


"Apa ini yang di sebut keberuntungan atau tidak, yang jelas dengan ini aku punya peluan untuk mengalahkannya."


Gumanku. Lalu aku buka Tasku dan dari dalam Tas aku mengeluarkan sesuatu..


"I-Itu kan...."


Wanita itu lansung kaget setelah tau yang ku keluarkan dari dalam tas adalah sebuah Pistol.


Namun tanpa pedulikan itu aku menutup tasku kembali lalu aku lihat dia.


"Baiklah, Sebelum kita bertarung aku ingin menanyakan sesuatu terlebih dahulu.-


-Selama ini kau sudah mengawasiku dari jauh kan tapi Kenapa baru sekarang kau bergerak? Apa mungkin karena kau tidak tau keberadaan orang yang melindungiku di bekakang layar? Sehingga kau memilih untuk bertindak Hati - Hati."


Mata wanita itu lansung melebar setelah mendengar itu, kemudian ia bertanya...


"Ka-Kau bagaimana kau bisa tau?"


"Heh Tentu saja aku tau. Lagi pula orang itu tidak lain adalah diriku sendiri."


"Eh Apa maksud-!!"

__ADS_1


Sebelum Wanita itu selesai bicara, Aku lansung mengarahkan Pistolku ke arahnya dan tanpa ragu sedikitpun aku tekan pelatuknya Hingga suara Tembakan Terdengar.


DORR!!


Wanita itu buru - buru mencoba menghindar dengan lompat ke arah samping. Dan di waktu bersamaan ia juga melempar Belatinya Ke arah wajahku.


Namun dengan cepat aku menghindarinya dengan memiringkan kepalaku ke samping. Sehingga membuat belatinya meluncur di belakang ku.


"Fuuu itu hampir saja."


Ucapku. Setelah itu aku mencoba mengarahkan pandanganku ke arah Wanita itu lagi. Tetapi sayangnya Ia sudah tidak ada di sana dan hanya menyisahkan sebuah Cahaya yang mulai mereda.


"Cahaya itu?...JANGAN BILANG!"


Aku buru - buru melihat ke arah belakang. Dan seperti yang aku pikirkan wanita itu sudah ada di sana, terlebih lagi ia menangkap belatinya yang ia lepar tadi dan mencoba melancarkan sebuah tebasan Horizontal ke arah leherku.


Dengan cepat aku menunduk untuk hindari serangan itu lalu aku keluarkan Belatiku yang ku sembunyikan di dalam Baju dan ingin melancarkan serangan balik padanya.


Tetapi ia lansung menghindar dengan lompot tinggi ke atas. Namun ia tidak berhenti sampai di situ ia juga Mencoba menendang wajahku.


tidak tinggal diam, aku buru - buru mencoba melindungi wajahku.


Sayangnya karena Kekuatanku belum terlalu kuat untuk Bisa menahan Serangan orang itu akhirnya aku pun terlempar ke belakang dan berguling beberapa kali, hingga aku mengatur Posisiku kembali.


(Sial. meskipun kekuatanku Sudah bisa menahan serangan Orang biasa tapi orang - orang dunia bawah-!)


[Anda masih belum bisa menahannya? Itulah sebabnya


Sejak dari tadi anda terus menghindar?]


(Yah, Selain itu....)


Sorot mataku melirik perumahan sekitar, dimana Beberapa Orang Sedang mengintip di sela jendela sambil memperhatikan kami.


(Sepertinya kita harus cari tempat yang sepi untuk melawannya.)


[Anda benar.]


Balas PIX.


Sementara itu. Selena yang melihat Bocah di depannya tidak bergerak sedikitpun mencoba mendekatinya.


"Bocah, jujur aku terkejut kau bisa hindari semua seranganku, tapi kali ini kau pasti akan ku bunuh."


Selena Mencengkrang Belatinya dengan erat dan bersiap ingin membunuh Bocah itu.


Tetapi, Sayangnya sebelum ia melakukan itu tiba - tiba Bocah itu melembar Sesuatu ke arahnya yang membuat Selena lansung kaget sekaligus Shock.


Sebab apa yang Bocah itu lempar adalah Bom Cahaya jadi mau tidak mau Selena harus menutupi pandangannya.


PUSSSSS!!


Setelah Ledakan Bom Cahaya itu selesai, Selena perlahan membuka matanya dan memperhatikan bahwa Bocah itu sudah tidak ada di hadapannya.


"Sial jadi dia melarikan diri yah."


Ucap Selana Dengan kesal, lalu ia berpikir...


Meski begitu Siapa Bocah itu sebenarnya. Pertama Cara dia menghindari serangnku sudah jelas itu bukan gerakan Asal - asalan, sebab semua gerakan yang ia lakukan Sangat berpengalaman.


Apa lagi saat ia mengahadapi Senjata tajam, anak kecil seperti dia biasanya pasti akan ketakutan, tapi Bocah itu....saat itu aku tidak lihat rasa takut sedikitpun pada dirinya, bahkan ia terlihat sangat tenang seolah ia sudah sering menghadapi situasi seperti ini.


Selain itu beberapa Senjata yang ia gunakan tadi...dari mana ia mendapatkan itu semua?


Setiap pertanyaan demi pertanyaan terus di tanyakan di dalam pikiran Selena. tetapi tetap saja ia tidak bisa menemukan jawabannya akhirnya ia pun menyerah.


"Haaa sudahlah tidak perlu memikirkan hal itu, yang lebih penting aku harus cepat kejar dia, sebelum ia menjauh."

__ADS_1


Selena buru - buru Loncat tinggi ke atas lalu saat itu juga tiba - tiba Tubuhnya di penuhi oleh cahaya terang, hingga beberapa warga yang mengintip di Sela Jendela mereka lansung menutup mata.


Lalu setelah beberapa detik kemudian Cahaya itu pun perlahan mulai mereda di ikuti Selena yang sudah tidak ada di sana.


__ADS_2