
Ketika Bulan mendengar perkataanku, ia mencoba berusaha untuk tetap terlihat Kuat dan bertanya....
"Le~Leon, aku mulai sedikit mengerti apa yang kamu katakan, tapi masih ada satu hal yang tidak ku mengerti."
"Apa?"
"Kau,...kenapa kau harus membuat mereka(Polisi itu) berpikir, bahwa pelakunya itu adalah Orang dari dunia bawah, apa kau punya alasan?"
Ketika Bulan menanyakan itu, aku dengan tenang menjawab...
"Tentu saja aku punya. Setidaknya aku punya tiga alasan kenapa aku melakukan itu."
"Ti-Tiga!"
"Yah, Yang pertama aku ingin menghubungkan kejadian kali ini dengan kejadian dulu. Sedangkan yang kedua, aku-!!"
Sebelum aku selesai bicara, Tiba - tiba Bulan menghentikanku dan berkata...
"Tu-Tunggu...Tunggu dulu Leon, barusan kau bilang menghubungkan Kejadian dulu. Jangan Bilang maksudmu kejadian waktu di bangunan itu?"
"Yah, memang kenapa?"
"Tidak bukan apa - apa, hanya saja baru kali ini aku dengar."
Ucap Bulan dengan senyuman tipis di bibirnya. kemudian ia menatapku dengan Serius dan bertanya...
"Jadi, waktu itu apa yang kamu lakukan?"
"Apa kau ingin tau itu juga?"
"Yah aku ingin tau."
Balas Bulan dengan tegas, dimana aku yang dengar lansung tersenyum dan mulai memberitaunya...
"Seperti yang kamu lakukan di Masion Luis, aku juga menggunakan alat Anti Camera CCTV untuk menggangu/Mematikan setiap Rekaman CCTV yang ada di jalanan yang ku lalui, Supaya mereka(Polisi) berpikir bahwa Pelakunya adalah Orang dari dunia Bawah."
Bulan yang dengar itu merasa Kebingungan dan bertanya - tanya...
"Kenapa bisa seperti itu?"
"Yaa, itu karena Orang dunia bawah Sering kali menggunakan cara seperti ini saat menjalankan tugas. Sehingga mau tidak mau, Mereka(Polisi) pasti akan berpikir bahwa pelakunya adalah Orang dunia bawah."
"Hmm....tidak kusangka kau tau banyak soal Mereka ya(Orang Dunia Bawah)? Leon, Apa kau punya koneksi dengan mereka?"
Koneksi apanya, malahan aku salah satu Orang paling terkenal di dunia bawah.
Aku ingin mengatakan itu, tapi aku lansung hentikan. Sebab tidak ada gunanya mengatakan hal itu sekarang.
"Haaa,..kau salah Bulan, aku tidak punya koneksi apapun dengan mereka, aku hanya sering dengar dari ayahku." ucapku.
"Ayahmu? Hah, kalau tidak salah Ayahmu itu seorang mantan tentara kan?"
"Benar, dulu dia sering kali melakukan kontak dengan Orang - orang itu, Sehingga ia sering menceritakannya padaku."
Tentu saja semua itu bohong, lagi pula aku sendiri juga tidak tau apa orang itu(Ayah) sudah pernah melakukan Kontak dengan orang dunia bawah atau tidak.
Tetapi Bulan yang dengar itu, dengan mudahnya percaya.
"jadi Begitu."
Ucap Bulan. Setelah itu aku pun mulai melanjutkan lagi...
"Baiklah, kalau gitu kita lanjutkan lagi. Alasan ke dua kenapa aku melakukan ini,.....itu karena aku ingin membatasi informasi yang ingin di dapatkan para Polisi.-
-Sehingga ketika mereka ingin bertanya soal pelaku ke Orang yang terlibat, maka mereka(Polisi) tidak akan Bisa terlalu banyak tanya, karena mereka tau jika mereka melakukan itu, otomatis Mereka hanya akan melibatkan Orang itu ke dalam masalah, yang nantinya...."
__ADS_1
"Orang itu akan di bunuh oleh si pelaku, yang mereka anggap orang dari dunia bawah."
Jawab lansung Bulan Seolah sudah tau apa yang ingin aku katakan.
"Benar."
Balasku. Kemudian aku lanjutkan lagi....
"Baiklah Sedangkan alasan ketiga, itu karena aku sedang Buat Skenario seperti yang kau katakan tadi, dimana aku membuat Seolah - olah Luis dan yang lainnya Sedang di targetkan Oleh orang dunia bawah."
Bulan yang dengar itu lansung berguman. "Sudah kuduga." kemudian ia menatapku dengan Serius dan bertanya...
"Karena kau berkata seperti itu, itu berarti sudah saatnya kamu memberitauku semuanya kan?"
"Yah itu tentu saja, tapi sebelum itu aku ingin memperingatkanmu satu hal."
"A-Apa?"
"Karena ini terlalu kejam untuk di dengar oleh Orang biasa sepertimu. Jadi aku harap kau mempersiapkan Mentalmu."
Bulan yang dengar itu lansung terlihat was - was denganku, dimana ia bertanya - tanya...
"Me-Memang apa yang kamu lakukan?"
Di saat Bulan menanyakan itu, Aku mulai memberitaukan semua, Mulai Saat aku membakar kedua temannya Hidup - Hidup, sampai ketika Aku tanpa ampun memotong salah satu tangan Luis.
Mendengar hal itu semua, membuat Bulan merasa merinding dan terlihat Pucat.
Dimana ia tidak pernah mengirah bahwa aku membunuh kedua temannya dengan cara seperti itu.
"~Le~Leon kenapa,...~kenapa kau membunuh mereka dengan Cara seperti itu?"
Tanya Bulan, dimana ia menatapku dengan tubuh gemetar.
"Kau bilang Kenapa? Bukankah sudah jelas, itu karena aku ingin mereka merasakan rasa sakit yang sama, yang sering mereka lakukan pada anak ini.-
"Eh, jejak mereka? Bukankah mengubur mereka saja sudah cukup?"
Tanya Bukan yang terlihat marah. Namun mengabaikan itu, aku dengan tenang menjawab....
"Tidak, meskipun aku mengubur mereka, suatu hari ada kemungkinan mayat mereka akan di temukan.-
-itulah sebabnya aku membakar mereka sampai jadi abu, supaya mereka tidak bisa lagi di temukan."
Bulan yang dengar lansung melebarkan mata karena terkejut. "Eh." sebab apa yang barusan ia dengar Sangat sulit untuk di percaya.
Tentu saja semua yang ku katakan itu hanya sebagian saja yang benar, karena bagaimanapun Juga, membakar Tubuh manusia sampai jadi abu, itu bukanlah sesuatu yang bisa di lakukan dengan mudah, di tambah lagi dengan bahan dan alat seadahnya.
Itulah sebabnya aku membeli Cairan keras beberapa Hari yang lalu di pasar gelap, supaya aku bisa melarutkan Tubuhnya.
(Sayangnya, aku tidak bisa memberitaukan hal ini padanya, karena ini terlalu kejam bagi ia dengar.)
Ucapku di pikiran sambil melihat Bulan, dimana Bulan masih terkejut dengan apa yang ia dengar tadi.
"Le~Leon,...kau Bilang, kau bakar mereka sampai jadi Abu, kamu bercandakan? Mana mungkin anak kecil sepertimu kuat melakukan hal itu."
"Oh jadi kau masih menganggapku seperti anak kecil. Tapi sayangnya itu memang benar.-
-lagi pula, aku kan sudah pernah memberitaumu sebelumnya kalau...KEDUA TEMANMU ITU SUDAH BERCAMPUR DENGAN TANAH."
Di saat Bulan dengar itu, ia lansung ingat perkataanku waktu kami Ngobrol di kafe.
Dimana waktu itu aku juga mengatakan hal yang sama...
__ADS_1
Namun, waktu itu Bulan masih mengirah bahwa maksud dari perkataan tersebut adalah mengubur mereka.
Sayangnya, ia tidak menyangkah bahwa maksud sebenarnya adalah mencampur kedua abu temannya itu ke dalam tanah.
(jadi ini maksud perkataan dia saat itu.)
Pikir Bulan. Dan saat itu juga tiba - tiba ia merasa mual dan terlihat Pucat.
Dimana ia lansung berdiri dari tempat duduknya dan Buru - buru pergi ke toilet.
TAP!!...Tap!!...tap!!....
Di saat Bulan sudah pergi, PIX yang dari tadi hanya diam dan memperhatikan kami berdua mencoba bertanya....
[Apa gadis itu baik - baik saja?]
"Tentu saja tidak, lagi pula bagi orang normal yang tidak terbiasa mendengar hal seperti ini, sudah pasti ia tidak kuat."
Jawabku, namun tak berhenti sampai di situ, PIX bertanya lagi...
[Jika anda tau itu, kenapa anda masih memberitaunya?]
"Yaa itu karena aku sudah pernah bilang, aku ingin mengubah Gadis itu."
[Setelah di ingat - ingat anda memang pernah bilang begitu.]
Ucap PIX, kemudian ia menatap mataku dan bertanya..
[omong - omong Master Aku ingin tanya, kenapa anda ingin mengubah Gadis itu?]
"Hmm aku hanya ingin membiasakannya saja."
"Membiasakannya?"
"Yah, lagi pula cepat atau lambat Kota ini pasti akan di serang nanti oleh para Monster.-
-Sebelum itu terjadi aku ingin segera mengubahnya, supaya ia tidak panik saat kejadian itu terjadi.-
-karena bagaimanapun juga, aku sangat membutuhkan dia, agar dia bisa bergerak di situasi seperti itu."
Ucapku dengan Serius. Dimana PIX yang udah mulai mengerti lansung berkata...
[Jadi begitu.]
Setelah PIX mengatakan itu, Beberapa detik kemudian akhirnya Bulan pun keluar dari Toilet, dimana Wajahnya masih terlihat sedikit Suram..
"Ma~Maaf aku tiba - tiba pergi."
Ucapnya.
"Itu tidak apa - apa. Yang lebih penting apa kau baik - baik saja?" tanyaku.
"Yah aku baik - baik saja."
Jawab Bulan sambil kembali duduk di tempat duduknya. Kemudian ia menatapku dan bertanya..
"Kalau begitu, bisa kau Beritaukan kelanjutannya?"
"Yaa aku tidak masalah, tapi Sepertinya kau terlihat tidak baik - baik saja, apa kita hentikan saja sampai di sini dulu?"
"Tidak, to~tolong lanjutkan saja, aku benar - benar tidak apa - apa."
"Apa kau yakin?"
"Yah."
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban tegas Bulan, aku lansung menghela nafas "Haaa...!" kemudian menjawab......
"Baiklah, jika kau berkata seperti itu, kalau gitu ayo kita lanjutkan."