BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
ALASAN RANGGA INGIN MELAWAN BRID


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap dan Di tengah - tengah Hutan, di sana terlihat Bagas dan yang lainnya sedang berjalan untuk keluar dari dalam Hutan. Dimana Bagas berjalan di depan dengan menggendong Selena di belakang punggungnya Sambil Menuntung Brid dan Rangga yang berjalan di belakang mereka.


Dimana Terlihat Rangga sedang Meminjamkan pundaknya Pada Brid agar Bisa membantu Brid berjalan.


"Omong - omong Paman Brid, maaf ya karena sudah melukai kakimu."


"Eh ada apa tiba - tiba kau berkata seperti itu."


"Tidak bukan apa - apa, hanya saja aku merasa harus mengatakan ini.-


-Lagi pula Jika saja sejak awal aku tidak main tuduh saja(Kalau Selena adalah Pelakunya) dan bertanya terlebih dahulu ke Leon, aku yakin kejadian seperti ini Tidak akan pernah terjadi."


Memang benar jika ia melakukan itu maka Leon bisa lansung Memberitaukan semua Skema yang ia buat seperti yang Bagas lakukan tadi. Tanpa perlu ada perkelaian.


Namun Leon tidak melakukannya, alasannya itu karena Sejak awal ia memang sudah berniat ingin membuat kita Berdua bertarung.


Meskipun aku tidak tau alasannya tetapi aku bisa katakan ini dengan pasti bahwa Rangga tidak salah apapun. Dan Semua ini salah dia(Leon). Karena itulah Rangga tidak perlu minta maaf.


Selain itu, Orang yang ia tuduh juga tidak salah, Karena memang dialah(Selena) pelaku sebenarnya yang telah menyerang adek Rangga...yaitu Leon.


(Meski begitu tetap saja aku masih terkejut dengan Kemampuannya, tidak ku sangka ia berhasil membantai Seluruh Anggota RED GARDEN tanpa menyisahkan satupun.)


Brid juga merasa kasihan pada orang - orang itu, Karena tanpa Mereka ketaui mereka telah di jadikan Kambing Hitam oleh Leon, hanya untuk bisa membuat Rangga menghentikan Niatnya membunuh Selena.


(Harus ku katakan Rencana dia(Leon) kali ini benar - benar sangat Licik, karena ia mengorbangkan Orang - orang yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah penyerangan yang terjadi pada dirinya.-


-Namun....JUJUR AKU TIDAK MEMBENCINYA SAMA SEKALI.)


Pikir Brid yang terlihat senang sambil tersenyum.


"..man Brid,...Paman Brid apa kau dengar."


Ketika Rangga memanggil Brid, Sontak Brid lansung kembali sadar dan melihat ke arahnya.


"O-oh ada apa memanggilku."


"Tidak bukan apa - apa, hanya saja aku lihat dari tadi anda terus melamun, Seolah anda sedang memikirkan sesuatu. Apa yang sedang anda pikirkan?"


"A-Aku...aku tidak memikirkan apapun."


"Benarkah?"


"Y-yah."


Balas Brid yang Gugup. Namun saat itu juga tiba - tiba ia ingat Ada satu hal yang ingin sekali ia tanyakan ke Rangga sehingga ia melihatnya.


"Dari pada itu, Rangga boleh aku menanyakan sesuatu."


"Apa?"


"Kau....alasan kau datang ke sini bukan hanya ingin mengincar Selena kan? Tapi Kau datang kesini juga karena ingin melawanku."


Mendengar hal itu, Sontak Rangga lansung melebarkan matanya karena terkejut...


"Eh Ba-Bagaimana bisa anda tau itu."


Tentu saja aku tau, lagi pula ia(Leon) sendiri yang bilang padaku tadi pagi.


Brid ingin mengatakan itu tapi ia lansung hentikan. Lalu ia buru - buru mencoba mencari jawaban yang lain.


"Kau tanya bagaimana bisa aku tau itukan? Sebetulnya yang memberitauku soal itu adalah Gurumu sendiri."


"Gu-Guruku."

__ADS_1


"Yah, kejadiaannya sudah lama, saat itu ia Bilang kau ingin sekali mengalahkanku. Tentu saja awalnya aku tidak percaya. Namun setelah melihat dirimu Hari ini, aku rasa apa yang ia katakan itu benar."


"Ma-Maafkan aku."


"Tidak perlu minta Maaf, lagi pula itu bukan sesuatu yang perlu di minta maafin karena Ingin mengalahkanku.-


-Hanya saja aku ingin tau, kenapa kau ingin sekali mengalahkanku? bahkan kau sampai mengabaikan Dia(Selena) yang dimana dia itu adalah Target utamamu hanya untuk bisa melawanku."


Di saat Brid menanyakan itu untuk Sementara Rangga memandang Langit yang mulai terlihat Gelap.


"......"


Setelah beberapa detik ia memandang ke atas sana, tak lama kemudian ia kembali melihat Brid dan menjawab...


"Yah sebetulnya alasan aku melakukan itu, itu karena aku punya janji dengan Guruku."


"Janji?"


"Yah saat itu, ketika aku masih di latih oleh dia(Dirman) di dalam Hutan. ia menyadari bahwa aku mempunyai Satu potensi yang bisa membuat aku Menjadi kuat yaitu-!"


Sebelum Rangga selesai Bicara Brid lansung menjawab..


"Kecepatan?"


"Benar, namun sayangnya karena guruku tidak punya potensi seperti itu(Kecepatan) sehingga ia mencoba meminta bantuanmu untuk melatihku. Tapi apa anda masih ingat apa yang anda katakan saat itu?"


"Yah, kalau tidak salah aku menolaknya."


"Bukan hanya itu saja, anda juga berkata seperti ini Paman Brid....PERGILAH SIALAN, KAU PIKIR AKU INGIN MELATIH ANAK INI, JANGAN BERCANDA. YANG MEMUNGUT ANAK INI(RANGGA) ADALAH KAU, JADI KAU SENDIRI YANG HARUS MELATIHNYA JANGAN MINTA BANTUANKU MENGERTI."


Setelah Rangga mengatakan itu, Brid buru - buru memalingkan pandangannya ke arah lain, seolah ia merasa malu mengingat kejadian waktu itu.


Alasannya itu karena apa yang di katakan Rangga memang benar. waktu itu Brid memang bilang begitu kepada Dirman, namun bukan berarti tidak ada alasannya.


"Sayang kau sudah pulang, Eh dimana Dirman? Bukankah aku sudah bilang undang ia Kemari saat kau pulang?"


"Anu Sebetulnya Dirman sedang lagi banyak urusan jadi ia tidak bisa datang kemari."


"Hmmm.....BEGITU."


Istriku mengatakan itu dengan nada dingin dan Wajahnya yang terlihat kecewa, lalu tanpa banyak bicara denganku, ia lansung pergi meninggalkanku yang sendirian di ruang tamu.


Tentu saja saat itu aku sangat marah dan Kesal. Lalu Aku terus mengutuk Dirman di dalam pikiranku, karena ia tidak mau hilang dari pikiran Istriku.


Bukan berarti aku tidak mengerti kenapa istriku segitunya ia tidak bisa melupakan Dirman, karena jauh sebelum aku bertemu dengannya(Istriku), Aku sudah dengar bahwa Dirman sering kali membantu ia dari masalah, bahkan Dirman sering menolong ia dari Orang - orang yang berniat Jahat padanya. Karena itulah Istriku sangat menyukainya.


Namun meski begitu, bukan berarti ia harus bersikap dingin Seperti ini padaku, karena bagaimanapun juga saat ini aku adalah Suaminya jadi setidaknya ia harusnya bersikap baik padaku.


(Yaa mungkin ini semua gara - gara Waktu itu, dimana saat itu Aku menyuruh Dirman untuk menjauh dari Istriku dan tidak menemuinya lagi.-


-Sehingga Istriku yang mengetaui itu lansung marah dan mulai bersikap dingin padaku.)


Pikir Brid. Lalu setelah itu ia mencoba mengingat lagi kejadian waktu itu.


Dimana Dalam keadaan yang masih kesal dan juga marah Brid kembali ke Markas KSP dan mencoba istirahat sejenak di sofa untuk mendinginkan kepalanya.


Namun tiba - tiba ia dibangunin Oleh Dirman yang dimana Membuat Brid saat itu sangat Marah.


Di tambah lagi Dirman malah meminta Brid untuk Melatih Anak kecil yang ia bawah. Sehingga membuat Brid yang saat itu tidak bisa lagi menahan amarahnya mulai membentak mereka berdua dengan Kata - kata kasar.


"PERGILAH SIALAN, KAU PIKIR AKU INGIN MELATIH ANAK INI, JANGAN BERCANDA. YANG MEMUNGUT ANAK INI(RANGGA) ADALAH KAU, JADI KAU SENDIRI YANG HARUS MELATIHNYA JANGAN MINTA BANTUANKU MENGERTI."


Mengingat Kejadian itu saja membuat Brid benar - benar merasa sangat menyesal sekaligus bersalah atas apa yang ia lakukan pada Rangga.

__ADS_1


Sebab saat itu Rangga tidak ada hubungannya sama sekali dengan kekesalan ia pada Dirman.


(Inilah alasan kenapa Rangga ingin sekali mengalahkanku.)


Pikir Brid. Lalu kemudian ia merasa Rangga sedang memperhatikan dirinya, sehingga ia menboba bertanya..


"Ada apa?"


"Aku lihat anda sedang memikirkan sesuatu lagi, apa yang anda pikirkan kali ini?"


"Oh itu,...aku hanya sedang memikirkan masa lalu."


"Masa Lalu?"


Tanya Rangga sambil memiringkan kepalanya ke samping. Dimana Brid dengan tenang menjawab.


"Yah, saat itu aku benar - benar minta maaf karena telah membentakmu, di tambah lagi aku juga menggunakan kata - kata kasar saat menolak untuk melatihmu. Padahal saat itu kau tidak salah apapun.-


-Aku yakin alasan kau ingin sekali mengalahkanku karena itukan?"


Ketika Brid menanyakan itu, Rangga dengan tegas lansung membantahnya...


"Tidak, anda Salah, aku ingin mengalahkanmu bukan karena Gara - gara itu."


"Eh Kalau Gitu apa?"


"Alasan aku ingin mengalahkanmu, itu karena Seperti yang aku katakan tadi aku punya janji dengan Guruku.-


-Dimana saat itu, setelah kau menolak untuk melatihku, Guruku sebetulnya sangat marah dan ingin sekali membalasmu(Menggunakan kata - kata kasar), namun karena Ia sadar saat itu Anda sedang dalam kondisi yang tidak baik sehingga ia menghentikannya dan mencoba membalas anda dengan cara lain."


"Cara lain?"


"Yah, dia ingin melatih kecepatanku dengan serius, Supaya ia berharap aku bisa menghancurkan kemampuan yang sering anda banggakan yaitu kecepatanmu-


-Dengan melakukan itu, Guruku yakin anda pasti akan merasa kesal. namun Sayangnya aku malah di kalahkan, terlebih lagi aku di kalahkan dengan sangat muda sehingga membuat Guru saat itu benar - benar sangat terpukul."


Rangga masih ingat jelas dengan kejadian waktu itu, dimana saat itu ia tidak bisa melakukan apapun. Bahkan ia tidak bisa melancarkan serangan balik pada Brid, yang dimana membuat dirinya benar - benar terlihat menyedihkan..


"Karena itulah sebelum aku berpisah dengan kalian, aku bernjanji pada Guruku jika suatu saat aku pasti akan mengalahkanmu.-


-Meskipun Guruku saat itu bilang aku tidak perlu melakukan hal itu, tetapi jauh di dalam hatiku aku merasa harus melakukannya, karena aku sudah mengecewakan ia sekali."


Setelah Brid mendengar penjelasan Rangga, Brid menatap lurus kedepan lalu berguman.


"Jadi begitu. Itulah kenapa kau ingin sekali mengalahkanku hari ini."


"Yah. lagi pula kesempatan seperti ini tidak akan datang untuk kedua kalinya. Selain itu...."


Untuk sesaat Rangga berhenti bicara, Lalu ia melihat ke atas langit malam, dimana tatapannya terlihat sedih bercampur dengan rasa rindu juga.


Setelah itu ia lanjutkan lagi...


"Dengan mengalahkan anda hari ini aku mungkin akan merasa Tenang, karena sudah menepati janjiku dengan dia yang sudah berada di atas sana."


Mendengar Hal itu Brid lansung tersenyum, lalu kemudian ia gunakan Salah satu tangannya untuk memaksa Rangga menundukkan kepalanya kebawah sambil membisikkan sesuatu di telingannya.


"BUKAN DI ATAS SANA, TAPI DI BAWAH SINI BODOH."


Rangga lansung tertawa mendengar itu.


"Pfffft, anda benar😊"


Ucapnya.

__ADS_1


Lalu setelah itu mereka berhasil keluar dari dalam Hutan, dan tanpa menunggu lama mereka Lansung pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2