
ketika Siska sedang tidur di ruang tamu. Leon saat ini sedang berada di dapur, untuk mengambil Piring dan Sendok.
saat aku mencoba untuk mengambil piring dan sendok, tiba - tiba PIX bicara didalam pikiranku.
[master, apa kau tidak masalah dengan itu??]
"apa yang kau bilang?"
kataku sambil melirik PIX di kaos tanganku.
[masudku, apa kau tidak masalah jika tidak memberitau gadis itu yang sebenarnya,..lagi pula, aku rasa ia sudah tau sedikit, apa yang terjadi denganmu saat itu,...kan!?"
"yah,..aku tau apa yang ingin kau katakan...tapi,..PIX, apa kau mengerti, kadang ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan pada orang itu"
[apa maksud master, aku tidak mengerti sama sekali!?]
ketika PIX mengatakan itu, sebuah tanda tanya muncul di atas kepala emoji, di kaos tanganku.
"tentu sajalah kau tidak mengerti, lagi pula, meskipun kau punya pikiran sendiri, tapi, kau mana ada hati, seperti kami manusia,..BEGO!?"
[master, bukankah kata - katamu terlalu sadis,..apa kau masih marah denganku, karena yang tadi?]
"mungkin"
jawabku secara singkat, setelah aku mengambil apa yang aku butuhkan, perlahan aku mulai berjalan ke arah ruangan tamu, dimana Kak Siska berada, sambil membawa Piring dan juga sendok di kedua tanganku.
TAP....TAP....TAP...
setelah beberapa saat aku berjalan, aku akhirnya sampai di ruang tamu dan melihat wajah Kak Siska yang sedang tidur di sofa, sambil terlihat santai.
"sepertinya, dia benar - benar sangat kecapean, ketika mencariku?!"
saat aku mengumankan itu, perlahan aku berjalan ke arah sofa yang satunya, sambil menyimpang piring dan sendok yang aku pegang di kedua tanganku, ke atas meja di depanku.
setelah aku menyimpang piring dan sendok di atas meja, aku mencoba untuk mengambil selimut yang ada di dekatku, dan lansung menyelimuti bagian tubuh Kak siska.
seusai aku menyelimutinya. aku duduk di sofa yang satunya, sambil menunggu Kak Siska bangun, aku mengambil remote dan menyalahkan tv.
"hmm, siaran apa yang baik di nonton??"
[master, bagaimana kalo film kartun?]
"apa kau ingin ku bakar PIX??"
[...maafkan aku, aku salah master!?]
setelah itu, aku dengan santai membuang diriku di sofa sambil berbaring, dan memilih untuk menontong siaran berita.
______________________
_____________
di dekat pegunungan bebatuan, di sebuah hutan. terdapat sebuah area datar yang luasnya hampir seluas Stadion sepak bola.
disitu terlihat, terdapat Markas Militer dan ada beberapa tenda Militer, yang sedang berkemah, sambil dijaga ketat oleh beberapa Tentara bersenjata. yang sedang menjaga, setiap Wilayah Markas itu.
di salah satu tenda Militer, di dalamnya, terdapat beberapa orang yang sedang berdiskusi, sambil duduk dan mengeliling meja persegi panjang di depannya.
mereka semua adalah para KAPTEN dari PERWIRA PERTAMA yang dipimping lansung oleh KOLONEL dari PERWIRA MENENGAH, untuk melakukan misi di pegunungan ini.
"jadi, bagaimana situasi Lubang saat ini??"
kata Kolonel yang memimping kelompok ini.
ia bernama Ganendra, yang artinya Pasukan Dewa.
__ADS_1
ia berusia sekitar 53 tahun, dan memiliki tubuh yang sangat kekar dan terbentuk di balik bajunya yang ketat.
"yah, menurut laporan dari Pasukan pengintai unit 14 ku, saat ini, Lubang masih belum menunjukkan tanda - tanda penyerbuan monster, pak."
kata Kapten dari Unit 14.
dia bernama Respati, berumur 31 Tahun.
"itu benar, meskipun masih ada beberapa monster yang sering keluar dari lubang, tapi, pasukanku dari unit 12, dan unit 13, 14, masih bisa mengatasinya dengan baik."
Kata Kapten dari unit 12.
dia bernama Haris, berusia 34 Tahun.
"um, sangat bagus,...baiklah, teruskan pertahanan kita saat ini, jangan sampai pasukan kalian lengah sedikitpun, mengerti??"
""""""MENGERTI PAK!?"""""
jawab mereka semua secara serentak, dengan nada tegas dan juga tatapan tajam, sambil ekspresinya terlihat serius.
"bagus, kalo begitu-!!"
untuk sesaat Kolonel berhenti bicara, dan perlahan mengalihkan pandangannya ke arah salah satu Kapten, yang tidak jauh darinya.
ia adalah Kapten dari Unit 9, sekaligus Kapten Termuda di ruangan ini, dimana ia masih berumur sekitar 22 tahun.
ia Bernama Rangga, Kakak dari Leon dan juga Siska.
"Rangga, bagaimana lubang baru yang akan muncul di negara kita saat ini, apa kau sudah mendapatkan informasi baru, dari orang itu??"
"sayangnya, untuk saat ini kami belum menerima informasi lebih lanjut, dari orang itu, Kolonel.!?"
".. begitu."
setelah Kolonelnya mengatakan itu, Rangga melanjutkan lagi.
untuk sesaat Rangga menahan suarannya. namun, tak lama kemudian, Rangga melihat ke arah kolonel dengan ekspresi serius dan mulai bicara lagi.
"...Lubang baru yang akan muncul di negara kita, akan berada di dekat kota SulSel Kolonel!?"
ketika Rangga mengatakan itu, sentak, semua orang yang berada di dalam ruangan ini, lansung melebarkan matanya karena terkejut, sambil melihat ke arah Rangga.
"ko- kota SulSel,..Kapten Rangga, bukankah itu kota tempat, dimana orang tua dan saudara anda tinggal?"
kata Kapten dari unit 10.
dia bernama Bisma, berumur 35 Tahun.
setelah itu, perlahan Rangga mengarahkan pandangannya ke arah Kapten unit 10, yang sedang bicara dengannya.
"yah, itu memang benar, Kapten Bisma!?"
saat Rangga mengatakan itu, semua orang yang melihat tatapan matanya, lansung tercengan.
karena dimatanya, tidak memiliki rasa khawatir sedikitpun ataupun rasa takut, melainkan di matanya terlihat sangat tenang dan juga tajam.
seolah - olah ia tidak takut sedikitpun akan kehilangan orang yang di sayanginya.
saat semua orang masih tercengan dengan tatapan Rangga, tiba - tiba sirine, tanda peringatan berbahaya berbunyi, sehingga membuat semua orang di ruangan itu sadar kembali.
"APA YANG TERJADI!??"
ketika kapten dari unit 13, yang bernama Raditya, Berumur 35 Tahun meneriakkan itu.
salah satu tentara yang berada di luar, lansung berlari masuk ke dalam Tenda, sambil terlihat panik.
__ADS_1
"LA- LAPOR PAK, LUBANG,...LUBANG SAAT INI, SEDANG TERJADI PENYERBUAN MONSTER!?"
ketika tentara itu mengatakan itu, Semua orang yang berada di ruangan ini, lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"a- apa,..penyerbuan monster!?"
"kau pasti bercandakan??"
"oi, apa itu benar?"
ketika mereka bertiga mengatakan itu. mereka bertiga yang dari Kapten unit 12, 13, 14 lansung berdiri, dan menanyakan ke tentara itu.
mereka adalah para kapten yang unitnya berada di pasukan garis pertahanan pertama, untuk menghalau para monster.
"ya- yah, itu benar Kapten!?"
jawab orang itu dengan nada takut, ketika di tanyai oleh para kapten yang sedang panik.
sesaat kemudian, semua orang di ruangan ini, mulai ribut dan panik sambil gelisah saat membicarakan penyerbuan monster.
namun, setelah beberapa detik, tiba - tiba suara pukulan meja terdengar di dalam ruangan itu.
PAAAT!!
Sentak semua orang yang sedang panik dan gelisah, lansung terdiam, dan dengan cepat, mengalihkan pandangannya ke arah suara itu.
"Kalian semua, bisa tidak kalian tenang sedikit!"
ketika Kolonelnya mengatakan itu sambil menyipitkan matanya dengan tatapan tajam.
semua orang di ruangan ini lansung ketakutan, dan dengan tenang mulai duduk kembali, di tempat duduknya masing- masing.
saat Kolonel melihat, semua orang di ruangan ini mulai tenang kembali, ia mulai bicara....
"baguslah kalo kalian sudah tenang,...kalo begitu-!"
sesaat ia berhenti bicara dan mengalihkan pandangannya ke arah tentara yang sedang melapor.
"kalo begitu, bisa kau beritau aku situasi saat ini??"
"ba- baik pak,..menurut laporan yang aku dapatkan, saat ini, para Monster Penyerbu itu, sedang berpancar di setiap Lokasi pegunungan bebatuan, dan juga hutan yang kita sedang jaga!?"
"Berpencar?"
Tanya kapten dari unit 12.
"ya Kapten, saat ini, sudah ada beberapa unit yang sedang berperang dengan para monster, di setiap Lokasinya masing - masing!?"
ketika Rangga mendengarkan itu, sesaat matanya menyipik, dan melihat ke arah tentara itu.
"unit?..apa kamu tau, unit siapa saja yang berperang, melawan para Monster itu sekarang?"
kata Rangga ke orang itu, dengan ekspresi serius.
"ya Kapten, menurut laporan, unit yang berperang dengan para Monster saat ini, adalah dari Unit 12, 13, dan juga 14, dari pasukan pertahanan pertama."
"yah, itu sudah jelas."
kata kapten dari unit 14.
setelah itu, tentara itu mulai melanjukkan lagi laporannya.
"sedangkan untuk pasukan pertahanan kedua, unit yang berperang melawan Monster yang melewati pasukan pertahan pertama adalah, unit dari 16 dan juga unit anda kapten, unit 9!?"
""""""APA!!""""""
__ADS_1
setelah mendengarkan laporan tentara itu, sekali lagi, semua orang di ruang ini lansung melebarkan matanya karena terkejut, begitupun dengan aku, Rangga.