BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
TIBA DI NEGARA CN


__ADS_3

Keesokan harinya cuaca sudah mulai membaik. cahaya cerah matahari masuk kedalam pesawat lewat jendela dan menerangi wajah Reyna yang sedang lagi tidur di tempat duduknya.


"~Unghhh!!"


Perlahan mata Reyna terbuka dan ia pun bangun.


"Un! Sejak kapan aku tertidur?"


Reyna menggosok - gosok kelopak matanya lalu saat itulah yang pertama kali ia lihat adalah wajah Leon yang sedang tidur di atasnya.


Tidak hanya itu saja Reyna juga baru menyadari bahwa saat ini ia tidur menggunakan paha Leon sebagai bantal.


"~Kyaaaaa!!"


Dengan sigap Reyna langsung bangkit dari tempat duduknya dan menjauh dari Leon.


"A-apa yang terjadi? Kenapa Bocah ini bisa berada di tempatku? Apa yang terjadi semalam?"


Reyna menjadi Gelisah dan saat itulah ia mulai mengingat semuanya. Apa saja yang terjadi semalam.


"Oh aku ingat sekarang, semalam aku ketakutan dan Bocah ini mencoba menyerang ku."


Wajah Reyna memerah dan ia sedikit kesal Lalu Reyna mendekati Leon dan menertawainya dengan licik.


(Hehehe Bocah, semalam kau sudah bersenang - senang dengan ku, sekarang giliran ku yang akan membalas mu.)


Reyna mengambil sebuah listip dari balik bajunya dan mencoba mencoret - coret wajah Leon.


Tetapi ketika Reyna melihat wajah tidur Leon yang polos seperti bayi, entah kenapa Reyna tiba - tiba merasa gemas dan langsung menghentikan niatnya itu.


"Haaa sudahlah, tidak ada gunanya melakukan hal itu pada anak kecil sepertinya, yang lebih penting sebaiknya aku pergi cuci muka dan sarapan."


(Namun sebelum itu...)


Reyna mencoba memperbaiki posisi tidur Leon. Dimana yang tadinya duduk sekarang sudah terbaring di tempatnya. Tidak lupa Reyna juga mengambil selimut dan menyelimuti seluruh bagian tubuh Leon.


"Hmm kurasa ini sudah cukup."


Setelah Reyna melakukan itu semua, ia pun pergi mencuci mukanya dan sarapan.


_________________________________________


___________________________________


>Beberapa saat kemudian.


"On....Leon bangunlah."


Seseorang sedang mengguncang - guncang tubuhku. Perlahan aku pun membuka mataku dan bangun.


"~auwww!"


Aku melihat sekeliling dan memperhatikan ternyata orang yang membangunkanku adalah Reyna.


"Oh Reyna, ada apa sayang membangunkanku pagi - pagi begini?"


Aku hanya ingin sedikit bercanda tetapi Reyna sepertinya malah kelihatan kesal dan langsung mengetok kepalaku, hingga membuat aku kesakitan.


"~Aduh!!"

__ADS_1


"Sayang palamu, berhentilah ngelantur cepat bangun.-


-Selain itu ini sudah siang jadi cepat pergi sana cuci muka dan sarapan. Ni aku juga sudah membawakanmu makanan."


"O-oh makasih, kalau begitu aku pergi dulu mencuci muka."


Aku buru - buru meninggalkan tempat itu agar tidak di pukul lagi oleh Reyna.


____________________________________________


_______________________________________


Setelah aku selesai cuci muka, aku kembali ke depan dan mengambil makanan yang di berikan Reyna padaku. Lalu kemudian aku pergi duduk di tempat dudukku dan mulai memakan sarapanku.


Seusai aku makan, aku mengambil segelas air putih dan meminumnya.


~Glup!!...Glup!!...Glup!!....


"Oh iya Leon."


Reyna memanggilku. Aku berhenti minum dan menaruk gelas itu di atas meja kecil yang terdapat di depanku kemudian aku melihat ke arah Reyna.


"Ada apa?"


"Makasih telah membantuku semalam. Jujur awalnya aku sangat marah karena kau mencoba melakukan hal itu padaku. Tapi setelah aku pikirkan baik - baik akhirnya aku mengerti.-


-Semua yang kau lakukan itu hanya untuk bisa membuat aku tenang dan menghilangkan rasa takutku. Berkat itu juga aku bisa tidur dengan nyenyak semalam, karena itulah aku sangat berterima kasih padamu."


"Hmm...Begitu."


Yaa sejujurnya semua yang ku lakukan tadi malam itu tidak semuanya benar. Karena selain mencoba menenangkannya sebetulnya aku juga benar - benar berniat ingin menyerangnya semalam, Namun di karenakan beberapa alasan sehingga aku menghentikan niatku itu.


PIX yang dengar itu langsung membalas...


[Kemungkinan besar ia hanya akan menertawai anda Master.]


(Menertawaiku? Kenapa?)


[Yaa coba anda pikirkan baik - baik, apa anda pikir ia tidak akan tertawa saat melihat barang kecil anda itu?]


(WOY!)


[Maaf, aku hanya bercanda saja.]


(Candamu tidak lucu sama sekali.)


Aku menghela nafas untuk menenangkan diri ku. Lalu saat itulah aku sadar Tasku yang ku taruk tepat di sampingku terlihat sedikit basah.


Semua barang - barangku dan dokumen penting yang di berikan Reyna padaku sebelum berangkat, ku masukkan kedalam tas ini.


Namun karena tas ini anti air sehingga aku rasa tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.


(Meski begitu, aku ingin tau kenapa tas ini bisa basah?)


Di saat aku menanyakan hal itu, pandanganku beralih ke arah jendela dimana aku bisa lihat sebuah daratan yang sangat - sangat luas di bawah sana.


Aku juga melihat kota yang sangat besar dan juga beberapa gedung tinggi yang menjulang tinggi ke atas.


"Omong - omong Reyna, kapan kita akan sampai?"

__ADS_1


Di saat aku menanyakan itu, Reyna melihat jam di hpnya sambil menjawab...


"Hmm aku rasa sebentar lagi kita akan sampai."


"Oh begitu, itu berarti daratan yang ku lihat di bawah sana......"


"Benar, itu adalah negara CN."


Sambung langsung Reyna.


____________________________________________


________________________________________


Setelah pesawat kami mendarat di bandara. Aku, Reyna dan pengawalnya mulai bersiap - siap untuk keluar dari pesawat. Tidak lupa aku juga membawa tasku dan menggantung nya di belakang punggung.


Setelah kami keluar, kami mulai turun dari pesawat dimana di bawah sana kami melihat ada beberapa orang berpakaian jas hitam yang sudah menunggu.


"Oh sepertinya mereka sudah datang."


Guman Reyna. Mendengar hal itu aku langsung melirik Reyna dan bertanya...


"Siapa mereka?"


"Mereka bawahan dari kenalanku, atau lebih tepatnya orang yang ingin kutemui di negara ini."


"Hmm....."


Aku tidak ingin terlalu tau soal itu jadi aku memutuskan untuk tidak lanjut bertanya.


Lalu setelah kami sampai di bawah. Kami melihat salah satu bawahan dari kenalan Renya maju ke depan.


Bawahan itu bernama Xian Yu, ia dengan elegang menundukkan kepalanya sambil menyambut kedatangan Reyna.


"Nyonya Reyna selamat datang, kami sudah menunggumu."


"Makasih telah menyambut ku. Kalau begitu bisa kalian turunkan barang - barang ku sekarang(di dalam Pesawat)? Aku ingin secepatnya menemui Bos kalian.-


-Dan juga tolong hati - hatilah saat menurunkan barang - barang itu, karena barang itu adalah barang penting yang di pesan oleh Bos kalian. Jika kalian merusaknya yaa kalian pasti tahu sendiri kan apa yang akan terjadi?"


Reyna menyipitkan matanya seolah mengintimidasi mereka. Sontak saja hal itu membuat Xian Yu dan bawahan yang lainnya merasa pucat dan sedikit ketakutan.


Melihat hal itu Reyna langsung tertawa, ia merasa senang karena telah berhasil menakuti mereka.


"Hahahaha tidak usah setakut itu aku hanya bercanda kok.-


-Tapi memang benar sih semua barang di dalam sana itu adalah barang penting bos kalian jadi aku harap kalian berhati - hati saat menurunkan nya, mengerti?"


"Ba~Baik, kami mengerti."


"Bagus, kalau begitu sementara kalian menurunkan semua barang - barang itu, aku keluar dulu sebentar."


Xian Yu dan bawahan yang lainnya langsung menganggukkan kepala mereka masing - masing. Lalu setelah itu Reyna berbalik dan melihat ke arahku.


"Kalau begitu Leon ayo kita pergi."


"Kemana?"


"Ikut saja denganku."

__ADS_1


Reyna langsung menarik tanganku dan membawaku keluar dari bandara. sedangkan pengawalnya masih tinggal di situ untuk mengawasi mereka semua(Xian Yu dan yang lainnya).


__ADS_2