
setelah Siska mengatakan Sesuatu yang tidak pantas dengan penampilannya. ia terus di Tatap oleh kelima Orang itu.
namun Siska tidak peduli sama sekali, sebab yang ada di pikirannya saat ini hanya ingin menghajar orang - orang itu.
"HAHAHA..Bagus, sangat bagus, aku suka sikapmu itu."
ucap Si Pria yang kayak pemimpin.
mendengar ucapannya membuat Siska lansung menatap Orang itu dengan tajam, sambil meremas tangannya dengan erat.
tetapi Orang itu bukannya takut. ia malah terlihat bersenang - senang.
"Oi, Oi Oi tidak usah menatapku seperti itu, lagi pula mulai sekarang aku tidak akan membuli adekmu.!"
"tidak mungkin aku percaya!"
bentak Siska dengan Marah.
"aku bisa berjanji. tapi sebagai gantinya...kau harus mengikuti kata - kataku gimana??"
"DASAR BAJI-!!"
'NGAN' ingin ucap Siska. namun, sebelum ia mengucapkan itu, Leon lansung berdiri di hadapannya, sambil membentangkan kedua tangannya.
seolah - olah ia ingin melindungi Kakaknya lagi.
"BRENGSEET JANGAN BERANI - BERANI KAU MENYENTUH KAKAK KU, JIKA TIDAK AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!"
"Leon!!"
Siska terkejut mendengar ucapan Leon, sebab sudah lama Siska tidak melihat Leon semarah ini.
tetapi, sesaat Siska tersentuh oleh Ucapan Leon, dari samping tiba - tiba sebuah tendangan, terlihat mengarah ke pipi Leon.
dan hanya beberapa detik kemudian Tendangan itu lansung mengenai Pipinya, hingga membuat Leon terlempar dan Menabrak Tambok di sampingnya.
BRUKKK!!
"~Ughhh!!"
rintih kesakitan Leon, hingga ia terjatuh duduk di tanah.
"DASAR BOCAH BRENGSEET, JANGAN SOK - SOK JADI PAHLAWAN.!"
ucap Orang itu, sambil memandang rendah Leon. di sisi lain....
"LEOOON!!"
ketika Siska melihat Leon sedang kesakitan di sana, ia lansung berbalik dan menatap Orang itu dengan sangat marah.
"DASAR BAJINGAN. APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADEKKU!"
sambil meneriakkam itu, Siska lansung berlari ke arah Orang itu dan mencoba memukulnya.
namun, dengan cepat Orang itu menghindarinya. sehingga membuat mata Siska sedikit melebar.
"APA!!"
di tambah lagi, tanpa ia sadari, kedua gadis yang satu kelompok dengan orang itu, lansung menahan Siska dengan megenggam kedua Tangannya.
hingga mendorongnya ke arah Tembok, dan membuat Siska tidak bisa bergerak.
"~~Aghh,...DASAR ****** LEPASKAN AKU.."
"jika di lihat dari wajahmu kau itu lebih muda dari kami kan, seharusnya kau menghormati yang lebih tua??"
ucap Salah satu Gadis yang berambut Merah.
namun, tanpa pedulikan itu, Siska lansung menatap gadis itu dengan tatapan jijik.
sebab ia tidak bercermin sama sekali, dengan apa yang sudah ia lakukan pada Leon. sehingga membuat Siska jengkel dan lansung meludai pipi gadis itu.
"puuu!!"
"....!!!"
gadis itu lansung terlihat terkejut dan menatap Siska dengan marah.
"KAU,..BERANINYA KAU MELUDAIKU!!"
sambil meneriakkan itu, Gadis tersebut lansung Menampar Pipi bulan hingga menarik rambutnya dan membenturkanya ke arah tembok.
BUK!!!
"ARGGH~~!!"
setelah membenturkan kepala Siska, gadis itu dengan kuat melayankan sebuah pukulan tepat di perut Siska.
hingga membuat Siska terjatuh sambil mengeluarkan Air Liur dari mulutnya.
"~~ugghee!!"
"DASAR WANITA SIALAN!!...PUU!!"
ucap Gadis itu dengan kesal. sambil meludai Siska yang lagi bersujud di tanah.
namun, tak berhenti sampai di situ, Gadis tersebut menendang lagi Siska dari samping, hingga menginjak - injak Perutnya.
"DASAR WANITA ******, RASAKAN INI.."
"~~Ughh!!"
Siska terus menahan rasa sakit yang ia terima dari Gadis itu.
sedangkan Gadis yang satunya lagi, ia hanya melihat saja saat Siska di perlakukan seperti. seolah - olah ia tidak peduli sama sekali.
namun, meski begitu ia tetap memperingati temannya yang terus menginjak - injak perut Siska.
"hey bukanya kau terlalu berlebihan. kita di suruh cuma menahan dia saja?"
"Hah, salahkan ****** ini, dia yang pertama kali memulai."
"tapi, apa perlu kau membenturkan kepala ia di tembok? kesalaan kecil saja, kita bisa saja masuk penjara?"
"....a-aku juga tahu itu...tapi-!!"
pada saat kedua gadis itu sedang ngobrol. orang seperti pemimpinya berjalan ke arah mereka berdua.
sedangkan dua laki - laki lainnya terus menghajar Leon di sana, sambil sesekali menumpahkan air di kepalanya.
di sisi lain, Siska yang melihat Leon di perlakukan seperti itu hanya bisa mengertakkan Giginya.
__ADS_1
sebab meskipun ia ingin membantu Leon, ia tidak bisa bergerak sama sekali.
Bahkan Saat ia mencoba berdiri, ia terlihat sangat kesakitan. sampai - sampai ia terjatuh dan kembali bersujut di tanah.
(SIAL.)
Ucap di pikiran Siska dengan kesal.
di sisi lain, ketika Siska masih bersujut di tanah, Si pemimpin sepertinya dah sampai ke tempat dua gadis itu berada.
"kalian berdua, sudahlah tidak perlu kalian bertengkar hanya karena masalah kecil, lagi pula..."
sesaat Orang itu berhenti, ia melihat ke arah Siska. sambil menarik rambutnya ke atas. dimana memperlihatkan Wajahnya yang lagi kesakitan.
"bagaimana, perjanjian kita masih berlaku, jika kau mau mendengarkan apa yang aku katakan maka aku tidak akan pernah lagi menganggu adekmu??"
"mati saja kau SIALAAN...puu!!"
Siska lansung meludai wajah orang itu, sebab meskipun wajahnya sangat tampan namun Siska sangat jjijik saat melihat wajahnya.
di tambah lagi, meskipun perut Siska masih kesakitan sekarang. namun ia tetap tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.
melihat Hal itu, orang itu lansung terlihat terkesan.
"sepertinya kau bukan hanya cantik tapi kau juga lebih berani dari yang aku kira...kalo begitu!!"
sesaat ia melihat ke belakang, dimana kedua temannya sedang asik menyiram air di kepala Leon di iringi dengan ketawa jahat, orang itu lansung memanggil mereka.
"kalian berdua kesini!!"
kedua orang itu lansung berhenti menyiram kepala Leon dan pergi ke tempat orang itu.
"ada apa??"
tanya salah satu temannya.
"kau, cepat angkat cewek ini dan bahwa dia ke tempat biasa...sepertinya kita perlu menghukum dia??"
Ucap orang itu sambil seringai.
tanpa mengatakan apapun, Temannya itu lansung mengankat Siska di atas pudaknya.
"KURANG AJAR, LEPASKAN AKU!!"
bentak Siska sambil mencoba memberontak.
sayangnya, meskipun ia memcoba memberontak, ia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawan. sehingga ia hanya bisa pasrah saja. namun....
"ka~ kak Siska!?"
pada saat Leon mendengar kalau Kakaknya mau di bawah pergi, ia mencoba memaksakan dirinya untuk berdiri, meski ia mendapatkan luka yang sangat serius di bandingkan kakaknya.
setelah Leon berdiri, ia mengambil sebuah balok tidak jauh darinya. dimana balok tersebut. terdapat sisa - sisa paku yang masih menempel di ujungnya.
setelah Leon memgambil Balok itu, ia berbalik dan melihat orang yang mengankat Kakaknya mencoba meninggalkan Tempat ini.
"Woy, kau mau pergi kemana Brengseet!!"
sambil membisikkan itu Leon menatap Pria itu dengan tatapan tajam. dan dengan cepat ia berlari ke arah pria tersebut, sambil mengakat balok yang ia genggam tinggi - tingga ke atas....
"KAU MAU BAWAH KEMANA KAKAK KU DASAR SIALAAAAN!!"
bukan hanya ia, bahkan 4 temannya pun ikut juga berbalik.
namun sayangnya sudah terlambat, tanpa pedulikan paku yang ada di balok tersebut, Leon dengan kuat memukul di bagian belakang kepalanya, hingga membuat paku itu lansung masuk dan tertusuk kedalam.
BRUKKK!!
ketika Balok itu tertempel di kepalannya. Leon mencoba menariknya keluar.
dan sesaat balok itu di tarik. Darah lansung tersembur keluar dari dalam kepalannya. hingga membuat pria itu perlahan jatuh di tanah.
begitupun dengan Siska, yang ia angkat.
"~~a-apaaaa!!!!"
"~~kyaaaaa"
"~~HIII!"
".......~~~~"
ke 4 temannya, yang melihat itu lansung terlihat shock dan merasa merinding, ketakutan.
sebab mereka semua tidak percaya kalau Leon melakukan hal itu.
namun tanpa pedulikan mereka, Leon melanjutkan memukul Pria tersebut. dimana ia sudah tidak sadarkan diri.
"MATI SAJA KAU SIALAN,...JANGAN PERNAH BERPIKIR BISA MEMBAWA KAKAK KU!!"
teriak Leon dengan marah.
bukan hanya kepala saja yang Leon pukul, melainkan seluruh bagian anggota tubuhnya pun ikut juga ia pukul dan melobanginya.
"DASAR BRENGSEEET, SUDAH KU BILANG JIKA KAU MENYENTUH KAKAK KU SEDIKITPUN, AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!!"
Teriak Leon, penuh dendam.
"Leon...!"
Siska yang melihat Leon seperti itu, tidak bisa berkata apapun. sebab ia tidak pernah mengirah kalau Leon semarah itu hanya untuk dirinya.
sehingga tanpa sadar air mata mulai menetes di wajahnya.
"ehh...ke- kenapa air mataku keluar??"
saat Siska mencoba menghapus air matanya. tetap saja Air matanya tidak mau berhenti keluar dan terus mengalir layaknya Air terjun.
"hikss...hiksss...kenapa?..kenapa air mataku tidak mau berhenti keluar??"
"MATI..MATI..MATI..MATI SAJA KAU SIALAAAN!!"
sesaat mendengar teriakan kemarahan Leon, Siska akhirnya mengerti kenapa air matanya tidak mau berhenti keluar.
itu karena Siska bisa merasakan rasa sakit Leon selama ini, yang ia pendam dan sembunyikan darinya.
alasan kenapa Leon menyuruh Siska pergi saat itu, itu karena ia tidak mau membuat Siska merasakan apa yang ia rasakan selama ini.
namun karena ke egoisannya, sehingga Siska membiarkan amarah dan dendam Leon itu lepas.
yang pada akhirnya membuat Leon tanpa segan membunuh seseorang, agar membuat Siska tidak merasakan apa yang ia rasakan selama ini.
__ADS_1
"hikss...Leon sudah cukup...a~aku baik - baik saja sekarang!!"
"MATI SAJA...KAU..SIALAAAN!!"
tanpa mendengarkan Suara Siska. Leon terus memukul orang itu, dimana wajahnya penuh dengan kemarahan.
"hiksss...kumohon tolong hentikan!!"
"MATI KAU BRENGSEEET!!!"
"LEOOOOOON!!"
"HUH!"
Pada saat Siska meneriakkan namanya. Leon akhirnya sadar kembali dan melihat ke arah kakaknya.
"Ka~Kak Siska aku..."
"Tenang saja, aku tidak apa - apa, apapun yang terjadi aku pasti akan di pihakmu!?"
ucapnya sambil melihat Leon dengan senyuman. dimana Air matanya masih mengalir layaknya air terjun.
"ta- tapi aku...aku sudah membunuh orang??"
"tenang saja kakak akan membantumu."
"ta~tapi aku membunuh orang...a- aku..sudah-!!"
Siska yang memperhatikan, kalau Leon dah mulai hilang kendali mencoba memaksakan dirinya untuk berdiri.
setelah itu ia mengulurkan tangannya ke arah Leon, untuk menenangkannya.
namun sebelum tangannya itu mencapai Leon, tiba - tiba sebuah tangan lain Muncul megenggam kepala leon.
dimana tangan tersebut tidak lain adalah Tangan dari pemimpin anak - anak ini.
setelah Orang itu megenggam kepala Leon, ia dengan kuat membenturkannya ke tembok. hingga membuat tembok itu hancur dan berbentuk seperti jaring laba - laba.
"DASAR BOCAAAH..BERANINYA KAU MELAKUKAN ITU PADA TEMANKU BRENGSEEET!!"
melihat si pemimpinnya itu terus membenturkan kepala Leon di tembok.
Siska tidak tinggal Diam. ia mencoba memaksakan dirinya lagi untuk berdiri dan mencoba memukul orang itu.
namun Sebelum Pukulan Siska mencapai Orang itu, tiba - tiba...
"SIALAAN, APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADEKKU!!"
"dasar penganggu!"
dengan santai Orang itu lansung menendang Perut Siska, hingga membuat Siska terlempar dan terbaring di tanah.
"~~ughh!!"
melihat Siska mencoba memaksakan dirinya untuk berdiri kembali. orang itu lansung melihat kedua gadis itu.
"Oi kalian berdua, jangan cuma diam saja, cepat tahan wanita itu?!"
sentak kedua wanita yang dari tadi merinding dan ketakutan lansung sadar kembali dan dengan cepat pergi menahan Siska.
"Ughh, apa yang kalian lakukan, lepaskan."
"kau diam saja di sini ******."
ucap si gadis Rambut merah.
melihat kalau Siska sudah tidak bisa bergerak. Orang itu perlahan berbalik ke arah Leon.
"penganggu sudah tidak ada, SAATNYA UNTUK MENGHABISIMU BOCAH!!"
sambil mengucapkan itu, orang itu mulai menghinjak injak leon yang tergeletak di tanah.
Siska yang melihat itu, mencoba memohon padanya untuk berhenti, namun...
"kumohon tolong hentikan!"
..orang itu tetap saja memukul Leon Hingga wajah Leon sudah di penuhi oleh darah.
"LEOOOON!!"
tanpa nyerah Siska mencoba berusaha sekuat tenaga untuk berdiri, namun tetap saja ia tidak bisa.
hingga ia hanya bisa menatap Leon yang berlumuran dengan darah.
"leoon!!"
saat Siska mencoba mengulurkan Tangannya ke tempat Leon. perlahan kesadarannya mulai menghilang..
"le...on~~~"
hingga akhirnya matanya mulai tertutup dan pingsan di tempat itu.
namun, setelah Siska Bangun, ia sadar kalau ia sudah berada di rumah sakit.
____________________________
_______________________
kembali di waktu ruangan Leon.
setelah Siska ingat kejadian itu. ia menatap wajah Leon, dimana ia masih tidak sadarkan Diri.
setelah itu, ia mencoba megenggam tangan Leon, sambil mengelus kepalanya menggunakan tangan yang satunya lagi.
"Leon."
dalam kesunyian Siska terus menatap Leon, namun tak lama kemudian, tiba - tiba air matanya mulai mengalir.
"hiksss....hiksss...hikss....Leon!?"
setelah Siska ingat kejadian itu, tentu saja ia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus mengalir.
sebab, bagaimanapun Siska sangat senang karena Leon bisa selamat dari kejadian itu.
"Hikss..Le~ Leon...aku, aku sangat bersyukur kau bisa selamat..."
ucapnya sambil megenggam Tangan Leon dengan erat, hingga ia menundukkan kepalanya dan berkata...
"dan juga...maafkan aku...aku benar - benar minta maaf Leon...."
di dalam ruangan, suara tangisannya terus terdengar, dan air matanya terus mengalir, hingga cahaya tenggelamnya malam menyinari dirinya di ruangan itu.
__ADS_1