
setelah ledakan itu mulai mereda, di sebuah lorong, ada bebatuan yang sudah hancur berbentuk seperti gunung. dan tak lama, didalam bebatuan, keluar sebuah tangan, dan perlahan tangan itu mulai mengeluarkan anggota tubuhnya yang lain, sampai akhirnya orang itu mulai keluar, dan dia adalah ketua dari Serigala pemburu.
"tidak ku sangka ledakannya akan sebesar ini!"
aku perlahan mulai berjalan kedepan, untuk melihat ruangan yang tadi kuledakkan. setelah aku sampai aku berdiri di dekat pintu dan melihat ruangan yang sudah hancur berantakan, namun bebatuan tembok yang hancur tidak ada di ruangan ini, melainkan langsung jatuh ke arah bawah, dimana, disitu ada tempat jalan rahasia bawah tanah.
"kan sudahku bilang, aku pasti akan memberikanmu peti mati.!!"
ketika aku menatap Boktis yang sudah terkubur hidup hidup di jalan rahasia bawah tanah, aku sedang memikirkan, apa yang ku lakukan beberapa menit yang lalu,
(Saat itu!!)
_____________________
______________
"kalo begitu, aku pergi dulu mengejar sih target!?"
"yah!!"
saat aku mengatakan itu dengan Brid yang ada di atas lubang, tempat dimana aku lompat.
aku mulai berjalan, namun sebelum aku meninggalkan ruangan ini, aku mencoba untuk menghubungi Carla terlebih dahulu.
"Carla, apa kau bisa dengar??"
{yah, aku dengar dengan baik ketua?}
"bagus, kalau gitu aku ingin bertanya sesuatu padamu sebentar?"
{apa??}
"tadi aku memberitaumu, kalo mungkin target saat ini kabur menggunakan jalan rahasia bawah tanahkan??"
{yah, memang kenapa??}
"aku hanya ingin tahu, apa mungkin, jalan rahasia itu terhubung langsung tepat ruangan dibawahku ini??"
{aku tidak tau...tapi...tunggu dulu, aku akan mengecetnya!!..}
setelah itu Clara mulai memainkan jari - jarinya di keyboard, dan tak lama di layarnya, muncul sebuah ruangan dimana ketuanya saat ini berada.
latar belakang ruangan itu berwarna biru dan struktur bagunannya berwarna putih.
sedangkan untuk ketuanya yang sedang berdiri, berwarna merah.
setelah itu Carla mulai menggerakkan layarnya ke bawah , dan di sana, Carla menemukan dua struktur bangunan seperti sebuah lorong bawah tanah. dan salah satunya, tepat di atas dimana ketuanya saat ini berada.
{ ketua, ini Carla!!....memang betul, ada salah satu lorong bawah tanah tepat di bawahmu!!}
"salah satu??..memang ada berapa banyak lorong di bawah tanah??"
{hanya ada dua lorong ketua. yang satu tepat di bawah ketua, dan yang satunya lagi, di gunakan sih Target untuk kabur!!}
"begitu!!...makasih karna sudah memberitauku Carla!!"
{tidak apa. tapi, bagaimana ketua bisa tahu, kalo ada lorong tepat di bawah ketua??}
"....aku tidak tahu, aku cuma menebaknya saja. karena ruangan saat ini aku berada, berdekatan dengan ruangan sih target, makanya aku menebak, mungkin saja tepat dibawahku ini ada lorong bawah tanah, dimana saat ini sih target kabur, tapi aku tidak mengirah, ternyata ada dua lorong!!"
Clara yang mendengarkan aku mengatakan itu, mulai bertanya apa yang ia pikirkan.
{begitu yah, tapi untuk apa ketua bertanya seperti itu? apa mungkin ketua akan menghancurkan lantai ruangan itu, dan mengejar target dari bawah??}
saat Carla bertanya seperti itu, aku langsung membantah.
"tidak!!,...yah, memang bagus juga jika aku mengejarnya dari bawah. tapi, bukan itu yang mau ku lakukan!!"
ketika Carla mendengar itu, dia tidak mengerti sama sekali, dan akhirnya bertanya lagi.
{ kalo begitu, untuk apa??}
"TENTU SAJA AKAN KU BUATKAN GORILA ITU PETI MATI, DI BAWAH SINI."
saat Carla mendengar itu, dia cuma bisa terkejut, dan tak bisa mengatakan banyak.
{Heh!!}
_______________
__ADS_1
_________
kembali lagi waktu di mana sih Boktis sudah terkubur hidup - hidup.
ketika aku melihat terus ke arah bawah, dimana lorong bawah tanah sudah di penuhi bebatuan yang runtu.
aku mencoba menkonfirmasi apa Boktis masih hidup atau tidak.
namun setelah aku lama menunggu, tidak ada lagi pergerakan di bawah sana, sehingga aku mencoba meninggalkan ruangan.
namun, ketika aku baru saja berbalik ke arah pintu, tiba - tiba aku mendengar suara di belakangku.
suara itu seperti sebuah batu yang terus di lempar ke dalam lorong.
namun aku tidak panik, setelah mendengar suara di belakang, karna aku sudah tau siapa yang melempar batu itu.
perlahan aku menggerakkan kepalaku ke samping tampa membalikkan badan ku.
setelah itu mataku langsung mengarah kebawah, dimana disitu ada sebuah tangan yang keluar dari bebatuan dan tangan itu terus mengambil satu persatu batu dan melempar kedalam lorong bawah tanah, hingga terdengar suara gema di lorong itu.
tak lama setelah satu persatu batu di lempar. di tumpukan bebatuan ada sebuah lobang yang terbentuk dan di situ muncul wajah yang sedang melihat keatas.
dimana saat ini aku sedang berdiri dan menatapnya ke bawah dengan tatapan tajam.
"yo, sepertinya kau baik - baik saja hah?"
aku mengatakan itu sambil menatap kearah bawah dimana saat ini wajah Boktis terlihat di lubang itu.
"BRENGSETT, TUNGGU SAJA SAAT AKU KELUAR DARI SINI, AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!!"
Boktis mengatakan itu sambil mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat, sampai - sampai untuk sesaat aku bisa merasakan niat membunuh itu menembus ke dalam tubuhku.
meski begitu aku mencoba untuk tetap tenang menghadapi orang ini.
"oy, setelah kau terkena ledakan sebesar itu, kau bahkan masih bisa selamat.
apa tubuhmu itu lebih kuat dari gorila??"
"CEBOL BRENGSETT, APA KAU SEDANG MENGEJEKKU..HAH??"
Boktis mengatakan itu sambil melotot ke arahku. namun tanpa pedulikan itu, aku terus bicara.
"HEH?"
saat aku mengatakan itu, Boktis yang tadinya terus marah - marah sambil mengeluarkan niat membunuh, tiba - tiba merasa malu.
sebab dia tidak pernah menyanka kalo aku akan menkagumi kekuatan tubuhnya.
"MA- MAKASIH. TIDAK KU SANGKA TERNYATA KAU SANGAT MENYUKAI TUBUHKU INI."
"Hah!"
sepertinya dia salah pahan tentang sesuatu. wajahku tiba - tiba kaku saat Boktis mengatakan itu sambil tersipu malu.
"TAPI, MAAF AKU TIDAK BISA MEMBERIKAN TUBUHKU INI PADAMU, KARNA TUBUHKU INI MILIK ISTRIKU SEORANG!"
(WOY NIH GORILA NGOMONG APAAN SIH. LAGI PULA SIAPA JUGA YANG MENGINGINKAN TUBUH GORILAMU BRENGSEET!!"
saat aku memikirkan itu, wajahku makin kaku dan untuk pertama kalinya aku merinding dan sangat ketakutan saat melawan orang ini.
"woy, bisa tidak, kau tidak mengatakan sesuatu seperti itu. jujur, aku memang saat ini sangat ketakutan melihat wajah (tersipu malumu) itu. dan kau tau, kau itu sangat menjijikkan gorila!!"
saat aku mengatakan itu dengan suara datar dan cepat. Boktis yang tadinya malu - malu, mulai kembali sadar dan langsung melotot ke arahku.
"BRENGSEET, BERANINYA KAU MENGEJEKKU TERUS, AKU PASTI AKAN MEMBU-!!"
saat Boktis terus marah - marah, dia tiba - tiba berhenti, sebab dia melihat ada sebuah benda yang sedang masuk kedalam ruangan di lantai dua.
dimana Ruangan tetsebut saat ini lantainya sudah runtu, sehingga ia bisa melihat benda itu terus terbang di atas atap.
"WOY JANGAN BILANG ITU??"
"yah, kau benar, itu adalah DRONE, atau lebih tepat itu DRONE PELEDAK!!"
Boktis tiba - tiba Terkejut saat aku mengatakan itu. dia tidak menyangkah kalo selama ini aku masih punya rencana lain, itulah kenapa aku...
"WOY, JANGAN BILANG SELAMA INI KAU MENGAJAKKU BICARA KARNA??"
"yah, aku mengajakmu bicara karna untuk buat kau berhenti memindahkan bebatuan itu dari tubuhmu sambil menunggu Dux membawa DRONE PELEDAK ke sini!!"
__ADS_1
"DASAR, KAU PENGECUT!!"
saat Boktis mengatakan itu, dia sangat melotok ke arahku dan terus mengeluarkan niat mumbunuh.
"terserah kau mau bilang apa, yang penting..KAU GORILA BODOH SUDAH KALAH DAN AKULAH PEMENANGNYA!!"
saat aku mengatakan itu aku tertawa sedikit sambil melotok balik ke arahnya.
Boktis yang melihatku begitu langsung panik dan dengan cepat mulai memindahkan bebatuan yang ada di tubuhnya.
"percuma kau memidahkan bebatuan itu sekarang. kau sudah terlambat??"
aku langsung melihat ke pintu dan perlahan mulai berjalan meninggalkan ruangan ini.
"INGAT INI BAIK - BAIK SAAT AKU KELUAR DARI SINI, AKU PASTI AKAN MENCARIMU!!"
saat aku mendengar Boktis mengatakan itu, aku berhenti berjalan tepat di depan pintu. dan ingin mengatakan sesuatu yang penting.
"bisa tidak kau menyerah saja, lagi pula aku ini bukan HOMO, aku masih menyukai wanita,...Tapi, kalo tidak salah tadi kau bilang punya seorang istrikan??"
saat aku mengatakan itu sambil tersenyum. Boktis yang mendengar mulai mendapatkan firasat buruk.
"KAU..APA YANG INGIN KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU??"
saat Boktis mengatakan itu, aku mulai mengerakkan kepalaku ke samping dan melihat ke arah belakang.
namun, karena GORILA itu terkubur di ruang bawah Tanah sehingga aku tidak bisa melihatnya. meski begitu aku tetap berbicara.
"TENANG SAJA, SAAT KAU SUDAH TIDAK ADA AKU AKAN MENJAGA ISTRIMU DENGAN BAIK!!....HEH!!"
ucapku sambil tersenyum menyeringai.
di sisi lain Boktis yang saat ini sedang terkubur. meski tidak bisa melihatku, dia bisa merasakan kalo aku terlihat senang saat mengatakan itu.
"BRENGSEEET, KAUU!!"
Boktis langsung berteriak dengan sangat marah, dan mencoba memaksa keluar dari tumpukan bebatuan, namun..
"percuma saja, kau tidak punya kesempatan untuk keluar dari situ. lagi pula pasti istrimu akan senang, jika mendapatkan seorang pria yang hebat seperti aku ini kan?...hehe!!"
"DASAR PENGECUT, KAU CEBOL BRENGSETT!!"
karna aku sudah bosan mendengar suaranya, aku langsung menyuruh Dux untuk ledakan DRONE itu.
{ Dux lakukan }
{ si- siap ketua!! }
DRONE yang ada di atas atap ruangan lantai dua langsung meledak
BOOOOM
dan atap itu langsung rutuh ke bawah dimana saat ini Boktis sedang berada.
"DASAR BRENGSEET AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU,....AKU BERSUMPAH PASTI AKAN MEMBUNUMUUUUUU!!"
tak lama atap itu langsung menabrak ke arah Boktis dan..
BUTSSSS
Banyak debu yang berhemburan di ruangan, dan setelah debu itu mulai menghilang.
lubang yang ada di bawah lorong sudah tidak terlihat, karna sudah di penuhi oleh bebatuan yang runtuh.
"fuuu, akhirnya selesai juga!"
saat aku melihat itu, aku merasa sangat lega, dan mulai meninggalkan ruangan sambil berjalan santai di lorong yang sangat gelap.
sedangkan anggota yang lain, yang mendengar pembicaraan ketuanya saat melawan Gorila itu, hanya bisa kaku karna, meski musuhnya sudah mau di bunuh, dia sempat - sempatnya meminta istri orang lain.
{{{{{{ KETUA, KAU ITU SANGAT MENGERIKAN!! }}}}}}
saat semua anggota pria di kelompok ini mengatakan itu, dia merasa kasihan pada Gorila, karna bagi laki laki yang ingin di bunuh dan istrinya mau di ambil juga sudah seperti....DI NERAKA.
tapi berbeda dengan pria di kelompok ini. Carla yang satu - satunya wanita di kelompok ini, merasa kagum dengan rencana ketuanya yang di buat.
{ KETUA, KAU SANGAT HEBAT..SEPERTI YANG DIHARAPKAN DARI PRIA YANG KUSUKA..HEHEHEH!! }
{{{{{{ Heeeeeee }}}}}}
__ADS_1