BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
APK GRUP BARU


__ADS_3

Setelah beberapa saat kami berjalan, tak lama kemudian akhirnya kami sampai di Tempat Tinggal mereka(Haira, Rezvan).


Dimana kami melihat Bulan sedang berada di Luar dan seperti sedang menunggu seseorang.


kemungkinan yang ia tunggu adalah kedua adeknya yaitu Haira dan Rezvan.


"Oiii Kak Bulan."


Haira teriak memanggil Kakaknya yang membuat Bulan lansung kaget dan melihat ke arah kami.


"Rezvan, Haira akhirnya kalian Pulang juga."


Tanpa menunggu lama Bulan lansung berlari ke arah mereka lalu memeluknya.


Dengan perasaan lega Bulan peluk kedua adeknya dengan erat sambil membisikkan sesuatu ke telinga mereka.


"Astaga kenapa kalian lama sekali Pulang, aku sangat khawatir tau."


"A-aku,...aku minta maaf Kak, sudah membuatmu khawatir."


Ucap Haira di susul oleh Rezvan yang berbisik juga..


"Sama aku juga."


Setelah beberapa Detik mereka berpelukan tak lama kemudian Bulan akhirnya melepaskan kedua adeknya lalu ia melihatku.


"Leon, Terima kasih sudah mengantar mereka pulang."


"Itu tidak masalah, lagi pula yang mengajak mereka makan Malam di sana adalah saya. Jadi tidak usah di pikirkan."


Bulan hanya membalas senyuman terhadap perkataanku. Lalu ia melihat ke arah kedua adeknya kembali dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam Rumah terlebih dahulu.


"Baiklah Rezvan, Haira sekarang masuklah, Ibu Seharusnya sudah tidur di dalam, jadi kalian tidak usah takut di marahi."


"Benarkah, kalau begitu kami masuk dulu Kak."


Ucap Haira yang lansung berlari masuk ke dalam. Sementara itu, Rezvan yang mencoba untuk masuk juga sesaat berhenti dan melihatku.


"Leon."


"Um! Ada Apa?"


"A-anu....Terima kasih untuk hari ini. Meskipun kami sempat mengalami hal itu(Ditindas anak berandalan) tapi aku senang kau menolong kami, jadi terima kasih."


"Tidak perlu di pikirkan."


Balasku dengan santai, Lalu Rezvan berbalik dan melambaikan tangannya padaku.


"Kalau begitu aku masuk dulu."


Sambil meninggalkan kata - kata itu, Rezvan lansung berlari masuk ke dalam Rumahnya, dimana hanya menyisahkan Aku dan Bulan di Luar.


"Baiklah, karena urusanku di sini sudah selesai, kalau begitu aku permisi dulu."


Ketika aku mencoba meninggalakan tempat ini, dari belakang Tiba - tiba Bulan mencengkram tanganku dan menghentikanku.


"Leon, Tunggu dulu sebentar."


"Apa kau masih punya urusan?"


"Anu sebetulnya aku belum berterima kasih padamu."

__ADS_1


"Terima kasih? Untuk apa? Kalau Soal aku mengantar Adekmu aku sudah Bilang, tidak usah di pikirkan."


"Tidak, Bukan itu....."


"Lalu apa?"


"Ini soal kau menyelamatkan Mereka(Rezvan dan Haira) dari anak berandalan."


Mendengar itu sentak saja membuat aku merasa sedikit terkejut, sebab dari yang aku ingat, aku tidak pernah memberitau dia Soal kejadian di Lorong itu jadi bagaimana ia bisa tau.


"Bulan, bagaimana kau bisa tau itu?"


"Aku mengetauinya dari APK Chatting Grup."


"APK Chatting Grup? Kalau tidak salah bukankah Apk itu sudah di hapus oleh pemiliknya, karena takut di Selidiki para Polisi?"


"Kau benar ia memang sudah menghapusnya, tapi itu Apk Chatting Grup yang dulu.-


-Yang ku bicarakan sekarang adalah Apk Chatting Grup yang baru."


"Ooh."


Seolah aku tertarik soal itu, Bulan pun mulai memberitauku...


"Beberapa hari yang lalu, Aku mendapatkan sebuah email dari orang yang buat Grup itu, yang berisikan sebuah Link. Yang dimana Link itu..."


Seolah tau apa yang ingin di katakan Bulan, aku pun lansung jawab...


"LINK UNTUK DOWNLOAD APK TERSEBUT."


"Benar."


"Awalnya aku tidak punya niat untuk Membuka Link itu dan mendownload Apk tersebut.-


-Karena aku sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan anak - anak berandalan itu.-


-Namun, karena aku menerima pesan kedua dari Orang itu, sehingga mau tidak mau aku pun memutuskan untuk bergabung dan mendownload Apk tersebut."


"Hmm...."


Setiap kata demi kata yang di ucapkan Bulan aku mencoba mencernahnya di dalam pikirkanku.


Lalu aku pun memutuskan untuk bertanya serius padanya...


"Omong - omong boleh aku tau, Pesan kedua yang kau terima dari orang itu berisikan apa?"


"Ka-kalau itu...."


Bulan lansung menghidari tatapanku dan diam, seolah ia bingun apa mau memberitauku atau tidak.


Namun karena ia sudah menceritakannya sejauh ini, jadi mau tidak mau ia pun harus memberitauku.


"Leon, pesan kedua yang ku terima dari dia adalah....setiap anggota di Grup itu harus mengawasimu."


"Apa mengawasiku?"


"Yah, aku sudah mencoba mencari tau alasan ia melakukan itu dan menemukan beberapa hal bahwa ia melakukan itu Bukan untuk menargetkan dirimu seperti yang di lakukan Luis, melainkan ia hanya ingin mencari tau informasi tentang dirimu."


"Huh?😦"


Jelas mendengar itu sentak saja membuat aku lansung kaku sekaligus kebingungan. Sebab ini sudah di luar dugaan dengan apa yang aku pikirkan.

__ADS_1


Namun tanpa pedulikan itu, Bulan melanjutkan lagi....


"Bukan hanya itu saja, Bahkan ia juga sudah menyiapkan imbalan bagi siapa saja yang menemukan Informasi penting tentang dirimu. Contahnya saja kegiatan sehari - hari yang sering kamu lakukan di pagi hari hingga di malam hari atau rahasiamu yang tidak ingin di ketaui oleh orang lain.-


-yaaa bisa di bilang Grup ini di buat hanya untuk mencari tau tentang dirimu."


"WOY APANYA HANYA MENCARI TAU, JELAS - JELAS INI TINDAKAN PENGUNTIK SIALAN."


"kalau itu...yaa aku tidak bisa membantahnya."


Ucap Bulan dengan Wajah yang Rumit seolah ia setuju sekaligus kasihan denganku.


Lalu ia menatapku dan mencoba kembali ke topik sebelumnya.


"Yang jelas dengan ini kamu sudah taukan, alasan aku tau kau menyelamatkan Kedua adekku itu karena aku lihat Videomu di Grup itu waktu kau menghajar mereka."


Meskipun Bulan mengatakan itu tetapi tetap saja aku masih bingun bagaimana di Grup itu bisa mendapatkan Videoku, padahal saat itu aku sama sekali tidak merasakan Satupun keadiran seseorang yang sedang mengawasiku jadi bagaimana?


Karena aku sangat penasaran, akhirnya aku pun mencoba meminta Bulan untuk memperlihatkan Video tersebut.


"Bulan, boleh aku lihat Video itu?"


"Tentu."


Balas Bulan.


Lalu ia pun mengeluarkan Hpnya dari saku dan memperlihatkannya padaku, dimana Layar Hpnya memperlihatkan diriku saat menghajar anak - anak berandalan itu.


Terlebih lagi aku juga menyadari bahwa video ini sepertinya tidak di ambil/Rekam dari Luar Lorong, melainkan ini di ambil dari dalam dengan ketinggian sekitar 10 meter ke atas.


Aku ingin mengatakan bahwa Video ini mungkin saja di ambil dari atap bangunan, tapi itu tidak mungkin, karena jika aku ingat lagi baik di Bagian kiri maupun di bagian kanan Lorong, semua bangunan di sana terbilang sangat tinggi sedangkan di Video ini tingginya hanya Sekitar 10m jadi sudah pasti ini tidak di ambil dari atap bangunan.


Yang artinya, satu - satunya jawaban yang bisa ku temukan adalah....VIDEO INI TIDAK DI AMBIL ATAU DIREKAM OLEH SESEORANG MELAINKAN INI DI AMBIL DARI REKAMAN CCTV YANG ADA DI LORONG ITU.


tapi bagaimana ia bisa mendapatkan akses untuk mengambil Rekaman CCTV itu?....


(Jangan bilang, Di Grup ini ada salah satu anggotanya yang seorang Hacker juga? Jika itu benar, maka ini mungkin akan sangat merepotkan bagiku.)


Pikirku dengan serius. Sementara itu Bulan yang melihat aku diam saja dari tadi mencoba memanggilku.


"Leon,.. Oi Leon apa kau dengar?"


"Hah! maaf ada apa?"


"Tidak ada apa - apa hanya saja kau dari tadi diam saja terus. apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Aku tidak memikirkan apapun."


"Benarkah?"


"Yah."


Balasku secara singkat, lalu aku menatap Bulan dan mencoba bertanya soal siapa yang buat Apk ini.


"Omong - omong Bulan, apa kau tau siapa yang Buat APK ini?"


"Tidak, aku tidak tau. Tapi ada satu orang yang ku kenal yang kemungkinan tau siapa yang buat Apk ini."


"Oh siapa?"


"Dia...Dia adalah ENDRU."

__ADS_1


__ADS_2