
setelah beberapa saat aku berlari, tak lama kemudian, aku akhirnya sampai di rumah.
setelah aku sampai, aku perlahan membuka pintu, dan menutupnya kembali.
Knock
setelah aku sudah berada di dalam, aku perlahan mulai berjalan menuju ke kamarku di lantai dua.
saat aku menaiki tangga, aku bertemu dengan Kak Siska yang baru saja ingin turung dari tangga, dan mulai menyapanya.
"selamat pagi, Kak Siska?!"
"pagi!"
jawabnya secara singkat. ketika aku perhatikan, dia sedang memakai pakaian sekolah sambil membawa sebuah tas di belakang punggungnya.
(sepertinya dia sudah mau pergi ke sekolah..)
ketika aku memikirkan itu, Kak Siska sedang memperhatikan ku dan melihat kalo aku saat ini sedang berkeringat dan terlihat sangat lelah.
"Leon, kau pergi kemana pagi - pagi begini, bahkan sampai selelah itu??"
"aku, aku baru saja selesai pergi berolahraga.."
"olahraga??"
katanya sambil memiringkan kepalanya karena bingun.
"yah,..meskipun aku sudah lama keluar dari rumah sakit,...tapi, entah kenapa tubuhku masih sangat lemah, sehingga aku mencoba untuk berolahraga untuk menambah staminaku.."
"jadi begitu.."
setelah Kak Siska mengatakan itu, dia melihat ke arah wajahku sambil tatapannya mengarah ke hidungku.
Tiiiiii..!!
"umm?"
saat aku sadar, kalo Kak Siska sedang menatap terus hidungku, aku lansung menyembunyikannya dengan kedua tanganku, sambil mengalihkan pendanganku ke arah lain.
"kau,..apa yang sedang kau lihat??"
"hah,..maaf. aku hanya ingin tau, apa hidungmu masih merah atau tidak.."
"tenang saja, hidungku sudah tidak merah lagi, jadi berhentilah memanggilku hidung merah terus.."
"kenapa,...bukankan itu lucu!?"
"lucu apanya??"
"lucu karna, kau terlihat seperti seorang badut!?"
"cih..."
jujur, untuk sesaat aku terlihat sangat jengkel. namun karena aku ingin cepat pergi ke kamarku dan bersiap pergi sekolah jadi....
"haa, sudahlah,..kalo begitu, aku pergi dulu mandi di kamarku, dan bersiap - siap.!?"
"bersiap - siap? untuk apa??"
"tentu saja untuk pergi sekolah!?"
ketika aku mengatakan itu, Kak Siska sepertinya baru ingat lagi tentang pembicaraan kemarin, kalo mulai hari ini aku akan pergi ke sekolah.
"oh,..betul juga. kalo begitu, setelah kau selesai, cepatlah turun kebawah sarapan!?"
"yah, aku mengerti.."
setelah mengatakan itu, aku mulai berjalan menaiki tanggan dan lansung pergi menuju ke kamarku.
setelah aku sampai, aku perlahan membuka pintu kamarku dan saat aku sudah di dalam, aku lansung menutupnya kembali.
________________
_________
setelah beberapa saat aku sudah selesai, aku saat ini sedang berjalan menuruni tangga, sambil memakai pakaian sekolah anak SMP dan membawa sebuah tas di belakang punggungku.
setelah itu, aku berjalan untuk pergi di ruangan makan.
ketika aku sudah sampai disana, aku melihat kalo ayah, ibu dan juga Kak Siska sedang duduk, sambil menungguku untuk sarapan.
tap...Tap....TAP
"hmm!!"
saat aku berjalan ke arah mereka, ibu pertama kali yang menyadari keberadaanku dan lansung menyapaku.
"Leon, kau sudah selesai,...kalo begitu, cepat duduk di sana!?"
katanya sambil menunjuk kursi yang ada di samping Kak Siska.
"ba- baik..!?"
ketika aku berjalan ke arah sana, dan hanya butuh beberapa detik, aku sudah sampai, tempat dimana ibu menunjuk.
aku perlahan menggeser kursi itu dan lansung duduk di samping Kak Siska.
ibu "karena semuanya sudah berkumpul...kalo begitu..."
Ayah,Ibu,Kak Siska "selamat makan."
Leon "Selamat makan"
setelah itu, aku dan keluargaku mulai sarapan pagi bersama.
__ADS_1
_____________
_______
setelah kami semua sudah selesai sarapan, aku dan Kak Siska lansung di antar ke sekolah kami menggunakan mobil.
sesampainya di depan pintu gerbang sekolahku, aku yang masih di dalam mobil melihat ke arah kedua orang tuaku, yang sedang duduk di kursi depan.
"kalo begitu, aku pergi dulu!?"
"yah, belajarlah dengan giat!?"
kata ayahku sambil melihatku di kaca bagian tengan dalam mobil.
"yah, aku mengerti!"
setelah aku mengatakan itu, aku perlahan membuka pintu mobil, dan saat aku sudah berada di luar, aku menutupnya kembali.
ketika aku melihat ke arah sekolahku, Kak Siska yang masih berada di dalam mobil, menurunkan kaca pintu mobil dan memanggilku.
"Leon!"
"umm, ada apa Kak Siska??"
"apa kau benar - benar tidak apa - apa pergi sendirian??"
kata Kak Siska sambil melihatku dengan wajah yang sedikit khawatir.
"yah, aku baik - baik saja, lagi pula, setidaknya aku masih bisa mengingat sesuatu tentang sekolahku ini, jadi tidak perlu mengantarku masuk!?"
kataku, sambil tersenyum ke arah Kak Siska.
meskipun aku sebetulnya tidak tau apa - apa tentang di mana kelasku berada atau di kursi mana aku duduk.
namun, itu semua bisa di atasi karena PIX sudah mengcopy semua ingatan tentang kehidupan Leon, jadi aku tidak perlu merasa khawatir.
"begitu,...kalo begitu, hati - hati saat kau mau pulang, ya!?"
ketika aku mendengarkan Kak Siska, untuk sesaat aku melebarkan mataku, karena aku tau betul, apa maksud dari yang dikatakan Kak Siska.
setelah itu, aku tersenyum saat melihat ke arah Kak Siska.
"tenang saja, aku akan hati - hati kok!?"
setelah aku mengatakan itu, ayahku menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkanku di sini.
untuk sementara aku terus menatap, arah dimana mobil itu pergi.
[mereka sudah pergi master!?]
"yah, aku tau...kalo begitu-!!"
setelah Beberapa detik aku melihat arah mereka pergi, aku mengalihkan pandanganku ke arah sekolah, sambil tersenyum.
"-ayo kita masuk!"
setelah mengatakan itu, aku perlahan mulai berjalan untuk masuk kedalam.
_________________
__________
saat aku sedang berjalan di lorong kelas, sambil meletakkan kedua tanganku di kantong celanaku. aku bertanya pada PIX di dalam pikiranku.
(ngomon - ngomon PIX, aku berada di kelas mana??)
[master, berada di kelas B1, yang berada di lantai dua!]
(begitu..)
saat aku menjawab secara singkat, aku berjalan ke arah tangga untuk pergi ke lantai dua, dimana kelasku berada.
setelah aku sampai di depan kelasku, aku membuka pintu dan perlahan mulai berjalan masuk kedalam kelas.
namun, ketika aku sedang berjalan masuk, semua teman kelasku lansung terkejut dan melihat ke arahku sambil membisikkan sesuatu.
"hey, liat itu Leon!!"
"sepertinya di sudah sembuh??"
"sembuh? emang dia kenapa??"
"aku dengar kalo beberapa bulan ini ia tidak pernah masuk sekolah, itu karena dia sedang di rawat di rumah sakit gara - gara di keroyok beberapa anak SMA XXXX!?"
"Benarkah itu!"
"yah, bahkan beberapa hari yang lalu, gue dengar rumor, kalo dia saat ini sedang hilang ingatan!?"
"uwaa, apa dia baik - baik saja, pergi sekolah setelah mengalami semua itu??"
"gue juga tidak tau!?"
ketika aku mendengarkan pembicaraan tentangku di dalam kelas, aku sama sekali tidak pedulikan mereka, dan mulai bertanya pada PIX lagi di dalam pikiranku.
(PIX, kau taukan dimana tempat aku duduk??)
[yah, menurut data Leon, master seharusnya duduk di paling belakang. bangku kedua dari dekat jendela!?]
"bangku kedua di dekat jendela,..ya!?"
saat aku membisikkan itu, aku mulai berjalan ke bangku kedua paling belakang di dekat jendela.
setelah aku sampai, aku menggeser kursiku sedikit dan perlahan duduk di situ, sambil menghembuskan nafas.
"haaa..."
__ADS_1
[sepertinya, kau terlihat gugup master!!]
(tentu saja,...jujur, gue tidak pernah menyangkah, kalo aku akan merasakan yang namanya sekolah lagi..!?)
[begitu yah!]
ketika aku dan PIX sedang berbicara di dalam pikiranku. aku merasakan semua teman kelasku sedang melihatku dengan wajah heran, sambil membisikkan sesuatu lagi.
"oy,..sepertinya, rumor itu benar!?"
"yah, aku rasa dia benar - benar sedang hilang ingatan!?"
"kalo begitu, kenapa kau tidak beritau saja dia.."
"ogah banget,..kau aja yang beritau!?"
"sama, gue juga males beritau dia, kalo bangku itu bukan miliknya..!"
saat aku mendengar percakapan mereka, aku sesaat melebarkan mataku karena terkejut, apa yang mereka katakan.
"eeh!..bangku ini bukan milikku,..jangan bilang!!"
ketika aku membisikkan itu, aku perlahan mengalihkan pandanganku ke arah kaos tanganku, dan melihat kalo wajah emoji itu sedang menyeringai saat melihatku.
[Hehehe...!!]
(Sialan, beraninya kau menipu ku..!!)
[jika aku berani, emang master bisa memukulku. lagi pula sepertinya dia sudah datang..!?]
(sudah datang? siapa yang kau mak-!!)
sebelum aku selesai bicara dengan PIX di dalam pikiranku, tiba - tiba aku mendengar suara perempuan di sampingku.
"permisi, bisa kau pindah dari situ??"
"umm!!"
saat aku mengalihkan pandanganku ke arah suara itu. disana terlihat seorang gadis kecil yang tingginya lebih pendek sedikit dariku, sambil melipat tangannya.
dia menatapku dengan tatapan sedingin es. dan ia memiliki rambut hitam yang panjang sampai ke pinggangnya.
ketika aku perhatikan, ia tidak membawa sebuah tas di punggungnya.
(dimana tas dia??)
[kalo master mencari tas gadis ini, dia sudah menaruhnya dari tadi di bawah laci mejah di depan master]
saat aku mendengar apa yang di katakan PIX, aku perlahan melirik di bawah laci meja di depanku. dan disana aku melihat sebuah tas berwarna merah ke hitaman sedikit.
"...."
ketika aku melihat tas gadis kecil itu, dan aku tidak melihat ke arah dia atau meresponnya sama sejali.
dia terlihat sangat kesal dan melihatku dengan tatapan tajam yang sangat dingin. hingga untuk sesaat aku merasa merindin saat melihat tatapan itu.
"apa kau tidak dengar,..bisa kau pergi dari situ, itu bangku ku!!"
"hah maaf,...aku akan pergi sekarang!?"
setelah aku mengatakan itu dengan tenang, aku perlahan berdiri dan pergi di samping bangkunya.
setelah itu, gadis kecil itu menggeser kursinya dan lansung duduk di situ, tampa pedulikan aku yang sedang memperhatikan dia dari samping.
"haaa..!"
saat aku menghembuskan nafas, aku mulai melihat - lihat sekitar ruangan kelasku, dimana beberapa teman kalasku sedang melihatku dengan wajah yang kasihan.
(woy, berhenti melihatku seperti itu, bocah - bocah sialan!!)
jujur itu membuatku sedikit kesal saat para bocah ini terus melihatku seperti itu. namun, untuk sekarang aku biarkan saja dan mencoba mencari bangku ku, terlebih dahulu.
tapi, sayangnya, aku tidak bisa mengetaui dimana tempat duduk ku berada, dan saat aku mencoba bertanya pada PIX aku lansung berhentikan niatku, karena dia sudah tidak bisa di percaya lagi.
sehingga aku memperhatikan beberapa teman kelasku. dan melihat ke arah beberapa bocah yang tadi terus saja membicarakan ku.
"woy, apa kau tau dimana aku duduk??"
ketika aku bertanya pada mereka, untuk sesaat mereka semua terkejut, namun, tak lama setelah itu, salah satu dari bocah di situ, menunjukkan jari telunjutnya mengara di samping kiriku.
"situ, kau duduk di bangku tepat di sampingmu!?"
saat aku mendengarkan apa yang di katakan bocah itu, aku melihat ke arah samping. dimana bangku paling belakang di dekat jendela.
setelahnya, aku perlahan menaruk tasku disitu, dan melihat ke arah bocah itu lagi.
"terima kasih!?"
"ya- yah!"
setelah itu, aku perlahan menggeser kursiku dan lansung duduk di situ. sambil mengalihkan pandanganku ke arah luar jendelah. untuk menghindari tatapan bocah - bocah di kelas ini.
saat aku melihat ke arah luar jendela, cahaya matahari yang menerangi beberapa tanaman di dekatku, sangatlah indah.
dan itu membuatku sangat tenang.
"fuuu,..hari yang sangat cerah,...namun-!!"
saat aku mengatakan itu, hembusan angin masuk ke dalam jendela, sehingga menerbankan rambutku.
dan saat itu juga, jauh di dalam hatiku aku berkata...
(-sayangnya, Hari pertamaku masuk sekolah malah jadi begini,...sialan, aku harap kau mati saja PIX!)
__ADS_1
dan begitulah awal mulah aku menjalani kehidupan sekolahku yang sangat memalukan gara - gara PIX Sialan itu.