
setelah beberapa saat. aku, Putri dan adeknya, Rusli ngobrol denganku di taman, sambil duduk di kursi taman.
Putri melihat ke arah jam tangannya, yang menunjukkan sudah pukul 06 : 32.
"uwaah, ini sudah setengah tujuh, aku tidak sadar sama sekali!!"
kata putri, sambil mulai berdiri dari tempat duduk dan melihat ke arah adeknya.
"hey, kau juga cepat berdiri dari situ, kita harus cepat - cepat pulang, pergi sekolah!?"
"ta- tapi...."
saat Rusli melihat kakaknya, dia mengalihkan pandangannya ke arahku. seolah - olah tidak ingin meninggalkanku sendirian di sini, dan itu membuat Kakaknya terlhat senang. namun....
"Rusli, jangan bilang, kau tidak ingin pergi ke sekolah kan.??"
katanya, sambil menatap Rusli dengan tatapan yang sangat menyeramkan. hingga membuat Rusli jadi merinding.
"te- tentu saja tidak,....ba- baik, aku akan berdiri cepat...!!"
"umu, baguslah kalo begitu.!?"
setelah Putri mengatakan itu, dia mengalihkan pandangannya ke arahku.
"kalo begitu Leon, kami pergi dulu, aku senang bicara denganmu!?"
"yah, aku juga!?"
setelah itu, mereka mulai berlari untuk meninggalkan tempat ini.
namun ketika Putri terus berlari, hanya beberapa detik, Rusli tiba - tiba berhenti, dan melihat ke arah belakang, dimana aku berada sambil meneriakkan sesuatu.
"LEON, KAPAN KAU AKAN PERGI KE SEKOLAH??"
"MUNGKIN, HARI INI AKU AKAN MASUK!?"
"BENARKAH....KALO BEGITU, SAAT WAKTU JAM ISTIRAHAT, AKU AKAN PERGI KE KELASMU YAH!?"
"UMMM..."
kataku, sambil menganggukkan kepalaku sedikit.
Setelah itu, Rusli mulai berlari untuk menyusul kakaknya dan meninggalkan tempat ini.
saat aku terus melihat Rusli ke arah depan, suara PIX tiba - tiba terdengar di dalam kepalaku.
[mereka sudah pergi yah, master!?]
"yah,"
jawabku secara singkat, ketika aku terus melihat, arah dimana mereka berdua berlari.
setelah itu, aku perlahan mulai membisikkan sesuata, yang tak seorangpun bisa dengar di sekitarku, kecuali PIX yang berada di dalam Pikiranku.
"PIX, kau dengar tadi kan, saat perempuan itu bilang, dia sering berinteraksi dengan Leon.."
kataku, ketika mengeluarkan suara dingin sambil ekspresiku yang tidak bisa dilihat karena di tutupi oleh bayangan.
[ya~ yah??!]
kata PIX, dengan suara yang sangat ketakutan.
meski aku tidak memgarakan pandanganku ke arah emoji di kaos tanganku. aku bisa mengetaui kalo emoji yang ada di kaos tanganku, sedang mengeluarkan keringat dingin di dahinya??.
"kalo begitu, bisa kau jelaskan kenapa kau bilang tadi, kalo Leon sebetulnya tidak banyak berinteraksinya dengan perempuan itu, padahal kau sendiri dengarkan tadi, apa yang di katakan perempuan itu??"
[ya~ yah??...]
"kalau begitu,...kenapa!!"
[so~ soal itu..-!!]
__ADS_1
sebelum PIX mulai bicara, tiba - tiba, aku memotong pembicaraannya, dan menyambunkannya, dengan apa yang ingin ia katakan padaku.
"apa kau berharap saat aku mengatakan (ketika kau memberitauku ingatan leon dan perempuan) itu , aku akan di pukuli oleh perempuan itu...kan?"
kataku sambil mengalihkan pandanganku ke arah emoji, dengan tatapan dingin, sehingga membuat dia terus meneteskan keringat dingin di wajahnya.
[....ya~ yah??]
"begitu..!!"
setelah aku mengatakan itu secara singkat, aku perlahan mulai menenangkan diriku kembali. sambil tarik nafas dan mengeluarkanya dari mulut...
"haaa...sudahlah kalo begitu!!"
[master, apa kau tidak memukulku?]
"apa kau menyuruhku, untuk memukul kepalaku sendiri!?"
[tidak,...lagi pula, sepertinya, kepala master sudah mulai pintar yah,?]
"apa kau sedang mengejekku??"
[tidak, aku sedang memujimu master!]
"puji bokong kau brengseet!!"
[sayangnya aku tidak punya bokong master!?]
"aku sudah tau itu, Sialaan!!"
setelah aku berbicara panjang lebar dengan PIX, perlahan aku mulai berdiri dari tempat duduk di kursi taman.
namun, ketika aku mulai meregankan tanganku, tiba - tiba aku berhenti, karena aku mendengar suara PIX di dalam pikiranku.
[Ngomon - ngomon master, kenapa kau tidak mengatakannya ke perempuan itu??]
"soal apa??"
jujur, aku ingin melupakan saja apa yang PIX beritaukan padaku tadi, tentang ingatan leon dan Putri.
namun, sepertinya PIX tidak menyadari apa yang aku maksud.
dan mulai mengulangi, apa yang ia beritaukan aku tadi.
[soal apa?...bukankah sudah jelas. soal perempuan itu memiliki tahi lalat di ***********!?]
ketika aku mendengarnya, aku lansung merasa sangat jengkel, saat dia mengatakan itu dengan entengnya.
"DAN KAU MENYURUKU, UNTUK MENGATAKAN ITU DI DEPANNYA!!"
[tentu saja!]
"mati saja kau sialan..!!"
tampa jeda, aku lansung mengatakan itu dengan sangat jengkel.
namun, setelah beberapa detik, aku perlahan mulai menenangkan diriku kembali.
"haaaa....!!"
memang betul, apa yang tadi PIX beritaukan padaku. itu tentang ingatan leon yang tampa sengaja melihat tahi lalat yang ada di payudara perempuan itu. saat keluarga mereka sedang pergi berlibur bersama keluargaku di pantai.
dan alasan kenapa PIX menyuruku mengatakannya. itu karena hanya ada tiga orang yang tau soal tahi lalat itu.
dimana hanya kedua orang tua dia dan juga diriku sendiri yang tau.
jadi, ketika aku memberitaukan ia soal ini, otomatis dia pasti akan lansung menganggapku leon asli dan percaya, kalo aku masih mengingat tentang dirinya yang hanya mereka berdua yang tau.
ketika aku memikirkan itu, PIX yang melihatku dari tadi hanya diam terus, mulai bicara lagi.
[jadi master, kenapa kau tidak memberitaukanya ke perempuan itu??]
__ADS_1
ketika aku mendengar suaranya lagi, aku sangat marah dan lansung berteriak di depan kaos tanganku.
"TIDAK MUNGKIN, AKU BISA MENGATAKAN ITU DI DEPANNYA BEGOO!!"
Ketika aku meneriaki kaos tangunku, orang - orang yang ada di sekitarku melihatku dengan tatapan aneh.
tampa pikir panjang, aku lansung berlari, pergi meninggalkan taman itu.
_________________
__________
di jalan raya.
setelah Putri pergi meninggalkan Leon di taman, saat ini ia sedang berlari di tepi jalan, bersama dengan adeknya yang ada di sampingnya.
ketika Putri sedang berlari, untuk sementara dia melirik adeknya yang berada di samping.
saat ia memperhatikannya, Rusli terlihat sangat senang, setelah ia bicara dengan Leon waktu di taman.
"Rusli, kelihatannya kau terlihat sangat senang..!?"
"umm,..awalnya, aku sangat khawatir sih saat tau Leon mengalami kecelakaan dan hilang ingatan,...tapi, saat aku bicara dengan Leon hari ini, aku sangat senang ternyata Leon masih ingat denganku..."
katanya, sambil menunjukkan wajahnya yang ceria, ketika ia sedang berlari.
"begitu.."
jawab Siska secara singkat, sambil tersenyum melihat adeknya seperti itu.
dan perlahan mengalihkan pandangannya ke arah depan lagi.
"emang benar sih, hari ini Kakak juga sangat senang bicara dengan Leon..!?"
kata Putri sambil tersenyum.
"benarkah!?"
"yah,!?"
ucap Putri secara singkat.
setelah itu, untuk sementara, mereka berdua tidak mengatakan apapun dan hanya terus berlari. namun setelah beberapa detik. Putri melihat ke arah samping dan mencoba untuk bertanya pada adeknya.
"ngomon - ngomon, saat aku meninggalkanmu di belakang, apa yang kau bicarakan dengan Leon.??"
"hoh,..aku hanya bertanya, kira - kira kapan dia akan masuk sekolah??"
"hmmm, jadi apa jawaban Leon??"
"dia bilang, dia mungkin akan masuk hari ini"
"benarkah!?"
"umm.."
katanya, sambil menganggukkan kepalanya, ketika melihat ke arah depan.
ketika putri memperhatikan wajah adeknya, dia sepertinya sangat senang dan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Leon di sekolah.
"begitu.."
ketika Putri sedang membisikkan itu sambil tersenyum melihat adeknya. ia tiba - tiba lansung menyentuh kepala adeknya, sehingga membuat adeknya melebarkan mata karena terkejut dan melihat ke arah kakaknya.
"kakak??"
"Leon sudah di rawat di rumah sakit selama beberapa bulan. tapi,sepertinya hari ini kau sudah bisa bermain lagi dengan Leon kan!?"
saat Rusli mendengarkan apa yang dikatakan Kakaknya, dia sedikit terkejut dan perlahan mulai tersenyum saat mengalihkan pandanganya ke arah depan.
"yah,..aku, aku sudah tidak sabar bermain dengan Leon lagi..."
__ADS_1
setelah mengatakan itu, mereka berdua menambah laju larinya, sehingga hanya beberapa saat, mereka berdua sudah tidak terlihat lagi di jalan raya ini.