
Setelah mereka mengeluarkan semua Koper. Brid lansung membuka salah satu Koper, dimana isinya beberapa Senjata.
Setelah melihat itu, Brid beralih ke arah semua anggotanya, dan berkata..
"Baiklah, pilihlah Senjata yang kalian suka. Setelah itu, aku akan jelaskan Rencana dan misi kita kali ini."
Setelah mendengar ucapan Brid. Semua anggota mulai membuka Koper itu satu persatu dan mengambil beberapa senjata yang ada di dalam. Seperti Belati, Granat, AK47 dan Rifles.
Pada saat mereka semua sedang mengambil senjata. dari dalam Mobil terlihat Dux sedang keluar dan melihat ke arah mereka semua.
"Um, kenapa banyak sekali orang di sini?"
Ketika Dux bertanya sambil menguap, Brid lansung melihat ke arahnya.
"Oh, Dux kau sudah sadar?"
"Eh, yah,..omong - omong Brid, kenapa kau ada di sini?"
"Kenapa? Bukankah Carla sudah memberitaumu?"
"Memberitauku?...Hah."
Ketika Dux mulai mengingat apa saja yang terjadi sebelum ia Pingsan. Ia lansung melihat sekeliling dan menemukan Selena yang lagi milih senjata.
"Benar juga, Selena beraninya kau membuatku pingsan."
"Memang kenapa kalau aku buat kau pingsan. Lagi pula, itu salahmu sendiri."
Ucap Selena dengan seringai. Merasa dirinya sedang di ejek, Dux lansung terlihat marah dan Berkata..
"Dasar Wanita ******. Aku akan membalasmu nan-!"
'TI' ingin ucapnya. Namun, sebelum mengucapkan itu, sebuah tembakan terdengar dan lansung mengarah ke samping pipi Dux.
DOR!!
"Eh."
Dux lansung Terdiam dan kaku di sana, sebab ia tidak menyangkah kalau Selena akan melepaskan sebuah Tembakan peringatan.
Namun, tanpa pedulikan itu, Selena terus melihat Dux dengan tatapan tajam, sambil mengeluarkan aura intimidasi.
"Kau,...barusan kau bilang apa, Wanita ******?,... APA KAU INGIN KU BUNUH."
Mendengar nada dingin Selena membuat Dux lansung menggigil sambil menunduk ke arah bawah. Dan berkata..
"~~Ma-Maafkan aku, aku salah."
Ucapnya dengan gemetar.
>Skip.....
___________________________________
_____________________________
setelah beberapa saat kemudian, akhirnya semua anggota sudah mengambil Senjata yang mereka inginkan.
Melihat itu, Brid lansung menutup Semua Koper, dimana didalamnya masih terdapat beberapa Senjata yang tak terpakai.
Setelah Brid menutup Koper itu, ia melihat ke arah Gregori dan berkata..
"Gregori, bisa kau angkat koper ini nanti, ke dalam Helikopter?"
Ketika Brid bertanya, Gregori lansung menganggukkan kepalanya dengan setuju.
"Makasih, kalau begitu, aku akan mulai menjelaskan Rencana dan misi kita kali ini."
Ucap Brid sambil melihat ke arah Mereka semua.
Setelah itu, Brid mengeluarkan sebuah Kertas dan lansung menaruknya di atas Tumpukan Koper.
di mana, pada saat Kertas itu di Senter, di situ memperlihatkan sebuah jalur, setiap Ruangan yang ada di fasilitas bawah Tanah.
Dimana fasilitas tersebut, berada tepat di Bawah Pangkalan Militer.
"Seperti yang kalian lihat, misi kita kali ini ada dua-"
"-Yang pertama, kita mengambil sebuah dokumen yang ada di Ruangan xxxx, sedangkan yang kedua, kita pergi ke ruangan Xxxx untuk mengambil Koper Platinum."
Mendengar itu, Selena terlihat bingun dan bertanya...
"Koper platinum? Apa isinya?"
"Yah, aku juga tidak terlalu tau apa isinya, yang jelas Carla menyuruh kita untuk mengambil Koper tersebut."
Jawab Brid dengan Serius.
Meskipun Selena masih ingin menanyakan sesuatu. Tetapi karena ia sadar kalau waktu mereka sangat sedikit. Sehingga ia menyerah.
"Hmm,..Baiklah, aku mengerti."
Mendengar hal itu, Brid lansung tersenyum dan melanjutkan lagi.
__ADS_1
"Sekarang untuk pembagian tugas. Aku dan Selena akan pergi ke Ruangan Xxxxx untuk mengambil Dokumen, sedangkan untuk Dux dan Gregori, kalian Pergi ke Ruangan Xxxx mengambil Koper itu."
"Baik, kami mengerti."
Jawab Dux, begitu pun dengan Gregori yang menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Brid melihat ke arah Greg, Mavra dan Betris. Dan berkata..
"untuk kalian bertiga, aku ingin kalian amankan jalur pelarian, jangan sampai musuh mengambil alih tempat itu mengerti."
""""Siap pak.""""
Jawab mereka bertiga secara serentak.
Setelah itu yang terakhir adalah Mael.
"Mael, untuk bagianmu, aku ingin kau naik ke Helicopter itu dan pergi ke tempat yang sudah di tunjukkan Carla."
"Di tunjukkan Carla? Apa aku tidak ikut dengan kalian?"
"Tidak, kau berada di tempat yang berbeda. Carla akan memberitaumu detailnya nanti."
Meskipun Mael kecewa karena ia tidak ikut dengan mereka semua. Namun ia tetap menuruti apa yang Brid katakan.
"Baiklah, aku mengerti."
Setelah Brid memberitaukan semua Anggotanya, ia lansung menatap mereka semua dengan serius dan berkata..
"KARENA SEMUANYA SUDAH DAPAT TUGAS MASING - MASING, KALAU BEGITU, AYO KITA BERANGKAT."
*************
Author: disini aku tidak terlalu menjelaskan Rencananya. Karena itu terlalu ribet😵
Makanya aku hanya menjelaskan secara sederhana saja.
Yaa muda - mudahan kalian masih bisa mengerti, penjelasan di atas.😄
*************
____________________________________
________________________________
Di dini hari. Tepatnya jam 2 malam.
Di sebuah tempat di tengah padang pasir. Di sana terdapat Sebuah Pangkalan Militer. Dimana pangkalan itu, memiliki banyak sekali prajurit.
Mulai dari yang sedang patroli, Mengawasi di sekitar di atas Menara, sampai Penjaga Pintu Gerbang.
Dan satunya - satu cara untuk memasuki pangkalan tersebut, adalah dengan melewati Jalan utamanya yaitu lewat dari Gerbang depan.
Saat ini tepat di jalan utama, di sana terlihat sebuah Mobil pengangkut barang Militer tengah melaju ke arah Gerbang.
Dimana Gerbang tersebut terlihat beberapa Prajurit sedang menghentikan Mobil itu untuk melakukan pengecekan.
"Boleh kami minta waktunya sebentar. Bisa anda perlihatkan kartu identitas anda?"
Saat Prajurit itu bertanya, Brid yang lagi duduk di kursi depan dan mengenakan pakaian Militer lansung meyerahkan Kartu identitasnya lewat jendela Mobil.
"Tentu silahkan."
Setelah Prajurit itu mengambil kartu identitas Brid. Ia lansung mengeluarkan sebuah Barang.
Dimana Barang tersebut adalah barang untuk mendeteksi apa Mereka salah satu staf di Pangkalan ini atau tidak.
Setelah beberapa saat barang itu mendeteksi Kartu identitas Brid.
Tak lama kemudian di atas barang itu terlihat sebuah Tulisan succses. Yang artinya Brid adalah salah satu Staf di pangkalan ini.
Melihat hal itu, Prajurit tersebut lansung terlihat senang dan menyerahkan kembali Kartu itu ke Brid.
"Kami sudah mengkonfirmasi, anda Bisa masuk sekarang."
Ucap Prajurit itu, dan lansung di balas oleh Brid.
"makasih."
Setelah Brid mengucapkan itu, tanpa menunggu lama ia lansung tancap gas dan berjalan masuk ke dalam pangkalan.
Pada saat Brid melaju di dalam pangkalan ia bisa melihat beberapa Alutsista. Mulai dari Tank, Helikopter sampai kendaraan berlapis baja.
Namun, Brid tidak pedulikan hal itu semua. Sebab saat ini ia sangat terganggu oleh Tatapan Selena yang duduk di sampingnya.
Dimana tatapan Selena terus tertuju ke arahnya. Seolah - olah ia sedang mencari sesuatu.
"Selena ada apa, kau dari tadi terus saja menatapku?"
Ketika Brid bertanya. Sesaat Selena menyipitkan matanya setelah itu ia menjawab...
"Bukan apa - apa kok, hanya saja aku tidak mengirah kalau kita bisa masuk segampang ini.."
Ucapnya setelah itu Selena melirik ke arah Kartu Identitas Brid yang di jepitkan ke jarinya. Dan berkata..
__ADS_1
"Terlebih lagi, dari mana kau dapat Kartu itu? Apa kau pernah kerja di sini?"
Saat Selena bertanya, dengan tenang Brid menjawab.
"Tentu saja tidak, Kartu ini di buat oleh Carla sendiri."
"Carla yang buat? Itu berarti...."
"Yah, Carla sudah pernah meretas Sistem keamanan Pangkalan ini, dan membuatkan Kami identitas palsu di sini."
Ucap Brid sambil memasukkan kartunya ke dalam kantong bajunya. Setelah itu, selena melihat ke arah luar jendela dan berkata.....
"Pasti enak yah, punya Heacker hebat seperti dirinya." bisik Selena
Brid yang dengar bisikkan tersebut lansung menjawab...
"Yah."
__________________________________
_____________________________
Setelah Brid parkir Mobilnya, ia dan Selena lansung turung dari situ dan pergi ke belakang Mobil.
Dimana Di situ terlihat semua anggota sedang duduk di dalam sambil mengenggam senjata mereka masing - masing.
"Semuanya kita sudah sampai."
Pada saat Brid mengucapkan itu, Semua anggota yang ada di dalam Mobil lansung turung begitu pun dengan Gregori.
Setelah mereka semua Turung, Brid menatap mereka semua dengan Serius.
"Baiklah, kalian masih ingatkan Tugas kalian masing - masing?"
Saat Brid bertanya semua orang lansung mengenggukkan kepalanya secara serentak.
Melihat hal itu Brid lasung tersenyum
"Bagus, kalau begitu ayo kita mulai."
Setelah Brid mengucapkan Itu, semua anggota begitupun dengan dirinya lansung mengenakan penutup wajah.
Setelah itu, ia menghubungi salah satu anggotanya yaitu Mael.
"Mael, apa kau sudah sampai?"
{Yah, aku baru saja sampai.}
"Bagus, kalau begitu Mohon bantuannya."
{Aku mengerti.}
___________________________________
__________________________
Tepat di Lautan, tidak jauh dari daratan, di sana terlihat sebuah Helikopter sedang terbang sambil berdiam di sana.
Helikopter itu di Naiki oleh Mael yang lagi membuka Sebuah Box yang isinya sebuah Drone Bawah Laut.
Bentuk Drone itu seperti Gurita, dimana Dibawahnya terdapat sebuah baling - Baling sedangkan di atasnya terdapat sebuah Bom, yang Lampu merahnya sedang berkedip - kedip.
Setelah Mael mengeluarkan Drone itu, tanpa Menunggu lama Drone itu lansung di Buang ke bawah Laut, Hingga Drone itu terus bergerak sampai ke dasar Laut.
Sesampainya ke dasar laut, Drone itu menangkap sebuah Gambar, dimana memperlihatkan Sebuah Baling - baling Besar sedang Berputar di bawah Laut.
Terlebih lagi, Baling - Baling itu memiliki Sebuah Kabel yang Sangat Besar. Dimana Kabel tersebut mengarah ke sebuah Dataran.
Dimana penghubung antara Pangkalan itu berada.
Mael yang melihat itu dari Tapnya, bertanya Ke Carla...
"Carla, apa ini Sumber Energi Listrik. Pangkalan itu?"
Setelah itu Carla menjawab...
{Yah, Menurut apa yang di katakan Noel, Seharusnya itu.}
"Hmm, jadi kita cuma Perlu menghancurkan Kabel itu kan?"
{Benar, setelah kita hancurkan Kabel itu Maka Pangkalan itu....AKAN DI PENUHI OLEH KEGELAPAN.}
Mendengar Carla mengucaptkan kata yang sering di keluarkan dari Karekter Anime, membuat Bibir Mael lansung melengkung.
"Begitu,..baiklah, aku akan mulai."
Setelah Mael mengatakan itu, ia mengambil Tombol peledak yang ada di dalam Box, setelah itu ia melihat Ke bawah laut dan Menghubungi Brid.
"Brid, di sini Mael, aku sudah siap."
{Yosh, kalau begitu,...LEDAKAN SEKARANG!}
Mendengar perintah Brid, tanpa menunggu lama Mael lansung menekan Tombol tersebut, dan sesaat itu juga sebuah ledakan terjadi di bawah Laut.
__ADS_1
Hingga membuat Air laut itu, lansung tersembur ke atas.
BOOOOMM!!