
saat Mael memasukkan Koper terakhir ke dalam Mobil Box. ia menutup Pintunya kembali. Setelah itu ia memijat pundaknya.
"Ughh, akhirnya selesai juga, aku sangat lelah."
Ucapnya, setelah itu ia melihat ke arah Gregori, dimana ia sedang bersandar di Mobil.
"Gregori, apa kau tidak lelah?"
Saat Mael bertanya, Gregori hanya mengelankan kepalanya. Seolah - olah ia tidak lelah sama sekali.
Melihat hal itu, Mael hanya tersenyum.
"Begitu."
Setelah Mael mengatakan itu, tak lama kemudian, dari dalam Rumah terlihat Dux dan Selena Sedang Keluar.
Dimana Selena masih Menguap karena baru di bangunin oleh Dux.
"Maaf kami lama, ni Cewat susah banget di bangunin."
ucap Dux sambil menunjuk Selena. Di sisi lain, Selena yang dengar itu lansung bertanya.
"apa maksudmu?"
"Apa? Tentu saja caramu tidur. Kamu pikir berapa kali kau menendangku, saat aku coba bangunin? Dasar Gorila."
"Hah, kau bilang apa."
Karena kesal Selena lansung melilit kepala Dux di tangannya. Hingga membuat Dux terlihat kesusahan bernapas.
"~~Ughh,..Wo-Woy ******, lepaskan aku."
Mendengar hal itu, Selena terlihat tambah marah, hingga ia menguatkan lagi lilitannya.
"~~Ughh,..le-lepaskan, aku tidak bisa bernafas."
"Kau,..beraninya kau memanggilku seperti itu. Rasakan ini."
Selena menguatkan lagi lilitannya hingga Membuat Dux kehilangan kesadaran dan jatuh Pingsan.
Disisi lain, Mael yang melihat kejadian itu hanya menatap mereka berdua dengan tatapan Suram.
"Kalian,...apa yang kalian lakukan."
Bisik Mael dengan datar.
>Skip....
___________________________________
_____________________________
Setelah beberapa saat mereka berangkat dan meninggalkan Kota.
Saat ini mereka sedang singgah di dekat sebuah pegunungan bebatuan. Dimana lokasinya tepat berada di tengah padang pasir.
Ketika mereka singgah di sana, di situ terlihat Mael, Gregori dan Selena sedang merokok di luar Mobil Box, sambil bersandar di sana.
"Fuuu, omong - omong kapan anggota lain akan datang?"
Sambil bertanya, Selena melihat ke arah Mael, yang lagi Lihat pemandangan bintang, di malam hari.
"Seharusnya sebentar lagi mereka akan datang."
Jawab Mael. Mendengar hal itu, Selena menghisap rokoknya kembali dan melihat Ke arah Bintang juga.
"Hmmm, Aku harap begitu."
Setelah beberapa saat mereka menunggu. Tak lama kemudian Akhirnya Mael melihat sebuah Cahaya di atas langit.
Dimana cahaya tersebut tidak lain adalah Lampu dari....
"Helikopter?"
Bisik lansung Selena, setelah itu Mael menjawab.
"Benar, merekalah anggota yang kita tunggu."
__________________________________
____________________________
Pada saat Helikopter itu mendarat. Di sana terlihat 4 orang yang sedang keluar dari dalam Helikopter.
Di mana 4 orang tersebut tidak lain Adalah anggota dari kelompok Serigala Pemburu.
Yaitu, Greg, Mavra, Betris dan yang terakhir adalah Brid.
Tanpa menunggu lama mereka berempat lansung menghapiri Mael.
"Maaf kami lama."
Ucap Brid.
"itu tidak apa - apa. yang lebih penting..."
Sesaat Mael berhenti ia melirik ke arah Samping. Brid yang melihat itu lansung mengikuti pandangannya.
Dimana Di Samping Mael terlihat Selena dan Gregori sedang bersandar di Mobil sambil melihat mereka.
"Jadi kalian datang yah, aku pikir kalian menolak permintaan Carla?"
__ADS_1
Tanya Brid. Setelah itu Selena dengan santai menjawab..
"Awalnya kami memang menolak. Tapi karena kami penasaran oleh sesuatu, sehingga kami menerimannya."
"Penasaran? Apa maksudmu?"
Saat Brid mencoba bertanya. Selena terlihat seringai sambil melihat Brid dengan tatapan tajam.
"Jangan pura - pura bodoh, di lihat dari manapun aku tau kalau ini bukanlah misi biasa. Sebab kalian sampai menyewa kami segala. Terlebih lagi, kalian membawa semua anggota kalian kesini. Jadi sudah pasti ada sesuatu yang Spesial dari misi ini kan?"
Tanya Selena sambil melihat semua Anggota Serigala Pemburu.
Di sisi lain, Brid yang di tanya seperti itu, melihat Selena dengan ekspresi senang dan berkata...
"Seperti yang di harapkan dari Selena, kau sangat jeli."
Ucap Brid, setelah itu ia menatap Selena dengan Serius. Dan melanjutkan lagi..
"Seperti yang kau katakan, Misi kali ini memang sangat penting bagi kami-,.. tidak, lebih tepatnya bagi Kelompok Kami."
"Hmmm, Boleh aku tau alasannya?"
"Kalau soal itu aku tidak bisa memberitaumu terlalu banyak, yang jelas aku bisa pastikan kalau Misi kali ini berhubungan dengan Kematian ketua Kami sebelumnya."
"Ketua Kalian sebelumnya? Itu berarti Maksudmu DIRMAN?"
Mendengar Nama itu, tanpa ada yang sadar di situ Gregori terlihat sangat Terkejut, bahkan tubuhnya terlihat agak Gemetar.
Namun, karena tidak ada yang menyadarinya, sehingga Brid menjawab..
"Benar."
Setelah Brid mengatakan itu, untuk sementara Selena menghisap rokoknya "~Fuuu." setelah itu, ia mendesah dan melihat ke arah Brid lagi.
"Haaa baiklah, aku mengerti sekarang."
"Apa kau sudah puas?"
Saat Brid bertanya, sambil tersenyum Selena menjawab.
"Yaa, aku sudah Puas. Aku tidak menyesal sama sekali. Apa lagi misi ini berhubungan dengan kematian Orang itu. Tidak mungkin aku senang, benarkan?"
Ucap Selena sambil melihat ke arah Gregori. Gregori yang ditanya seperti itu lansung sadar dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Ummm."
Melihat sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, Brid melihat ke arah Mael dan berkata...
"Kalau begitu Mael, Bisa kau perlihatkan Senjata yang kau bawah."
"Tentu."
Setelah itu ia berjalan Ke arah belakang mobil Box. di ikuti semua orang di belakannya.
Sesampainya di sana, Mael lansung membuka pintu Box Tersebut.
Namun sesaat ia membuka pintu tersebut, tiba - tiba Greg, Mavra, Betris dan Brid terlihat sangat Shock.
Sebab tepat di dalam Mobil, di sana terlihat Dux sedang tidak sadarkan diri di atas tumpukan Koper. Di tambah lagi ia mengeluarkan Air busa dari mulutnya.
Hingga membuat Brid terlihat Kaku dan bertanya..
"Ma~Mael, apa yang di lakukan Dux di situ?"
"So~soal itu...."
Saat Brid bertanya, Mael terlihat kesusahan untuk menjawab dan hanya melihat Selena terus.
Namun, ketika Brid Melihat itu, ia lansung tau apa yang terjadi.
"Jadi kau yah, biang keroknya."
Ucap Brid dengan Datar.
"I-ITU,...ITU BUKAN SALAHKU, DIA YANG SALAH DULUHAN." Bentak Selene.
Mengetaui kalau tidak ada gunanya bertengkar sekarang, sehingga Brid lansung menyerah.
"Haa Sudahlah, yang lebih penting, apa yang harus kita lakukan?"
Tanya Brid kepada Mael, Mael yang di tanya seperti itu merasa bingun dan bertanya balik.
"Apa maksudmu?"
"Maksudku, jika Dux tiduran di situ, itu berarti kita tidak bisa mengeluarkan kopernya?" Ucap Brid.
Mendengar hal itu, untuk sementara Semua anggota Serigala Pemburu hanya terdiam dan berpikir.
Namun beberapa detik kemudian, tiba - tiba Selena masuk kedalam Mobil dan tanpa ampun lansung menendang Dux ke arah samping.
BUKKK!!
"Yosh, dengan begini seharusnya kita sudah bisa mengeluarkan Kopernya kan?"
Ucap Selena sambil melihat ke arah Luar Mobil, dimana Semua anggota Serigala Pemburu, sedang melihat ke arahnya dengan kaku.
"Wo~Woy, apa yang kau lakukan?"
Saat Brid bertanya, Selena dengan santai menjawab..
"Apa?...bukankah sudah jelas. Aku hanya memindahkan Temanmu ke Samping."
__ADS_1
"Samping apanya, jelas - jelas kau menendang Dux barusan."
Teriak Mavra dengan Kesal. Namun tanpa pedulikan itu, Selena dengan tenang mengambil satu Koper, dan melihat ke arah Mavra.
"Tidak usah teriak begitu, cepat ambil Nih Koper."
Sambil mengucapkam itu, Selena lansung melempar Koper tersebut ke arah Mavra.
Hingga Membuat Wajah Mavra lansung di hantam dan terjatuh di tanah.
"~aghhhh!!"
Melihat hal itu, kedua sahabatnya yaitu Greg dan Betris lansung terlihat marah. Namun...
"WANITA GILA, APA YANG KAU LAKUKAN KE MAV-!!"
...Sebelum Betris menyelesaikan Ucapannya, tiba - tiba Sebuah Koper melayang ke arahnya dan dengan kuat menghantam Wajahnya.
Hingga membuat Betris terjatuh dan terbaring di tanah.
"~~~Ughhhh!!"
"BETRIIIIS,....WANITA SIALAN, KAU SUDAH KETERLALUAN-"
Saat Greg mengatakan itu, sebuah koper melayan ke arahnya juga. Namun berbeda dengan kedua temannya. Ia dengan cepat mengindari Koper tersebut dengan menunduk ke belakang.
Sehingga membuat Koper tersebut Lewat di atasnya.
"Fuuu, itu Ampir saja."
Ucapnya, setelah itu Greg memperbaiki Postur tubuhnya dan lansung berkata...
"Heh, jangan pikir aku bisa kena seperti kedua orang-"
'Itu' ingin ucapnya, Namun sebelum Greg mengucapkan itu, tiba - tiba sebuah Koper lansung jatuh dari atas kepalannya
Hingga membuat kepala Greg pusing dan terjatuh di tanah.
"~~Arghhh!!"
Melihat Trio Bodoh terbaring di sana. Membuat Brid lansung mendesah
"haaa, apa yang mereka lakukan."
Setelah itu, ia melihat ke arah Selena, dimana ia tengah bersiap, Melempar Koper ke arahnya
"Oi apa yang kau lakukan?"
Tanya Brid dengan datar.
"Apa? Bukankah sudah jelas, aku bantu kalian keluarkan Koper - koper ini."
Jawab Selena, sambil melempar Koper tersebut ke arah Brid.
Namun, Brid dengan tenang terus menatap Koper itu, yang meluncur ke arahnya.
Hingga sesaat Koper itu sudah hampir mengenai wajahnya. Hanya dalam waktu Singkat Brid lansung hilang dari tempat itu. Dan muncul Di belakang Selena.
Dimana salah satu tangannya sedang megenggam sebuah Belati. Dan belati tersebut di arahkan tepat di Leher Selena.
"APA!!"
Baik Selena Maupun Gregori yang melihat itu lansung terkejut.
Sebab Mereka berdua tidak melihat pergerakan Brid sama sekali. Namun tanpa pedulikan itu Brid berkata...
"Sudah cukup bercandanya, ini bukan waktunya main - main."
Ucap Brid sambil menatap tajam Selena. Namun bukannya takut, Selena malah terlihat senang.
"Baiklah aku kalah."
Ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya. Setelah itu Selena melirik ke arah Brid dan berkata....
"Seperti yang di harapkan dari teman dekat Dirman, kecepatanmu itu benar - benar di luar manusia normal...hanya saja-"
Sesaat Selena berhenti, ia menyipitkan matanya ke arah Brid dan melanjutkan lagi..
"..hanya saja aku ingin tau, kenapa kau orang yang paling dekat dengan Dirman di tambah lagi punya kecepatan seperti itu. Malah tidak jadi Ketua?"
Pada saat Selena Bertanya, untuk sementara Brid tidak mengatakan apapun.
Sebab Ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan pertanyaan seperti itu. Bahkan Beberapa anggotanya pun sering bertanya soal itu. Dimana mereka mengatakan...
Namun Brid hanya menjawab..
Meskipun semua anggota tidak tau alasannya. Namun mereka semua tetap menuruti apa Yang di katakan Brid.
seusai memikirkan itu, perlahan Brid mendesah "haaa.." Setelah itu ia menurunkan Belatinya dari Leher Selena dan berkata...
"Sudahlah, kau tidak perlu tau soal itu."
Sambil mengucapkan itu, Brid lansung mengambil dua Koper dan membawanya keluar dari Mobil.
Di sisi lain ketika Brid membawa Dua Koper tersebut, tanpa ia sadari di sana, terlihat Mata Selena memancarkan Cahaya di dalam kegelapan, sambil bibirnya tersenyum seringai.
"Heh."
__ADS_1