
setelah beberapa saat aku terbaring di kasur, dimana pipiku sedang merah akibat tamparan Kak Siska, saat ini kami bicara berbagai macam hal.
namun setelah beberapa saat kami Bicara, tak lama kemudian, Kak Siska perlahan berdiri dari tempat duduk dan melihat ke arahku.
"kalau begitu, aku pergi dulu Leon?"
"eh, Apa Kak Siska sudah mau pergi?"
"yah, masih banyak tugas sekolah yang harus kakak kerjakan, nanti kakak akan datang lagi!?"
"begitu!?" jawabku.
Kak Siska mengambil tasnya yang ada di dekat meja, setelah itu, ia berjalan ke arah Pintu.
namun, saat ia berada di dekat pintu, ia berhenti sebentar dan melihat ke arahku.
"Leon, aku senang kau baik - baik saja, meskipun Kondisimu sudah lebih baik. tapi kau harus banyak istirahat, mengerti?"
"Yah, aku mengerti Kak Siska."
"bagus."
ucapnya sambil tersenyum.
setelah itu, ia lansung keluar dari ruangan dan menutup Pintunya kembali.
setelah Siska tutup, ia bersandar di Pintu tersebut, sambil menundukkan kepalanya ke arah bawah.
"Leon, syukurlah kau hilang ingatan, lagi pula aku rasa itu lebih baik untukmu."
sambil membisikkan itu, ekspresi Siska terlihat sedih.
namun hanya berselan beberapa detik saja Siska kembali sadar dan mulai meninggalkan tempat itu.
_____________________________
________________________
di sisi lain, ketika aku (Leon) terus menatap kearah pintu. aku merasa kalau Kak Siska sudah pergi.
sehingga aku lansung menghela nafasku sedikit sambil melihat telapat tanganku.
"haaa, tidak kusangkah, ternyata bocah ini punya kakak secantik itu!"
[kau benar, sepertinya Master senang, punya Kakak secantik itu yah?]
"UWAAAAA!!"
aku langsung kaget saat mendengar suara PIX, dan dengan cepat mengarahkan tatapanku ke kaos tangan itu.
"Oi Bisa tidak jangan bicara tiba - tiba, kau membuatku kaget sialan?"
[a-aku minta maaf master!]
meskipun ia bilang begitu, tetapi ia tidak menunjukkan wajah seperti tidak bersalah sedikitkpun. sehingga membuatku kesal.
namun, karena ada sesuatu yang ingin ku tanyakan ke dia. jadi untuk saat ini aku lupakan saja soal itu.
"haa sudahlah, yang lebih penting PIX ada sesuatu yang ingin ku tanyakan."
[apa itu master??]
"jujur aku tidak mengerti? bagaimana suaramu tidak keluar dari kaos tangan ini, melaingkan aku seperti dengar suaramu diseluruh ruangan ini?"
tanyaku dengan kebingunan, setelah itu PIX menjawab...
[Oh ternyata soal itu?...namun, sepertinya master salah paham sesuatu. sebetulnya master tidak mendengar suaraku di ruangan ini, melaingkan master mendengar suaraku di dalam diri master!!]
"di dalam diriku? apa maksudmu??"
saat aku bertanya lagi, dengan tenang PIX menjawab.
[Maksudku. aku tidak mengirim suaraku dari luar, melaingkan dari dalam otak master. atau biasa di sebut didunia ini seperti kekuatan TELEPATI!!]
"TELEPATI, YAH."
Bisikku, sambil berpikir.
memang benar dari awal aku mendengar suaranya, aku merasa aneh.
sebab saat aku dengar suara seseorang, aku bisa tau dimana dia berada dan seberapa jauh jarak ia dariku, hanya dengan mendengar suaranya saja.
itulah kenapa aku bisa sering lolos dari kejaran musuh, sebab hanya mendengar suara langka kakinya saja, aku lansung bisa tau, Lokasi setiap musuh.
sedangkan suara PIX saat ku dengar, aku merasa aneh. karena berapa kalipun aku menjauh. jarak suaranya tidak berubah sama sekali.
bahkan aku tidak tau, kalau suaranya itu berasal dari mana? di kiri? atau di kanan?.
tetapi setelah ia memberitauku kalau suaranya dikirim lewat otakku layaknya telepati.
aku akhirnya mengerti dengan semua yang ku dengar saat ini.
"jadi begitu,...tapi, ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan padamu?"
[apa itu master??]
"aku ingin tahu, apa gadis yang jatuh bersamaku di jurang itu, selamat??"
saat aku bertanya aku menatap PIX dengan penuh minat.
di sisi lain, PIX yang dengar itu untuk sementara tidak mengatakan apapun.
[....]
namun setelah beberapa detik kemudian ia mulai menjawab.
[Master, anda tidak usah khawatir, gadis itu selamat kok begitupun dengan anggota master yang lain, dan hanya master yang mati!]
mendengar hal itu aku lansung merasa lega. sebab meskipun aku sudah mati aku tidak menyesal sama sekali.
alasannya, itu karena aku mati saat menyelamatkan gadis itu, jadi setidaknya aku bisa bangga jadi pahlawan di saat terakhirku.
"Syukurlah,..meskipun aku mati karna menyelamatkan Gadis itu, tapi aku tidak menyesal sama sekali!!"
ucapku dengan senang. namun di sisi lain, PIX yang dengar itu, terlihat sedang meneteskan keringat dingin di wajahnya.
__ADS_1
[...Ma~Master sebenarnya!!....itu.....]
saat aku melihat PIX, dia seperti ingin mengatakan sesuatu, namun dia menahannya.
karena penasaran aku mencoba untuk memaksa dia mengatakan apa yang ingin ia katakan.
"PIX ada apa? jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja tidak usah menahannya segala??"
[Ta~Tapi Master, jika aku memberitaumu, bisa saja Master akan marah.]
meskipun aku tidak tau, apa yang PIX ingin katakan, namun aku tetap memaksanya.
"tidak usah pikirkan diriku, jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja? aku pasti tidak akan marah Kok."
[apa master yakin?]
"yah."
[.....]
"....."
untuk sementara Kesunyian terjadi di antara kami berdua. namun setelah beberapa saat kemudian PIX mulai Bicara.
[baiklah, jika Master memaksa,..kalau begitu aku akan mengatakannya!]
mendengar itu entah kenapa aku merasa gugup. di sisi lain PIX menatapku dengan serius dan mulai bicara.
[...Master, Sebetulnya anda tidak mati karena menyelamatkan gadis itu.]
"Eh, a- apa maksudmu??"
aku sangat terkejut dan tidak mengerti, apa yang dikatakan PIX.
sebab di lihat dari manapun, aku saat ini benar - benar sudah mati dan Reinkarnasi di Tubuh ini.
tapi, PIX barusan mengatakan, kalau aku tidak mati saat menyelamatkan gadis itu. yang artinya.....
"PIX, jangan bilang, aku tidak mati karena mencoba menyelamatkan gadis itu saat terjatuh dari jurang. tapi, aku mati di suatu tempat??"
saat aku mengatakan Itu, PIX lansung menjawabnya dengan senang.
[benar sekali. saat itu, master menggunakan semua kekuatan di kaki Master untuk menendang air terjun dengan sekuat tenaga. sehingga membuat master dan Gadis itu terlempar kedepan.
namun, karena Master mencoba melindungi gadis itu dari hantaman bebatuan kecil di tepi sungai. sehingga Master mendapatkan luka serius di bagian belakang kepala dan beberapa retakan tulang di tubuh anda.]
"hmm jadi begitu, itulah kanapa gadis itu bisa selamat. karena meski aku melindunginya dari bawah, aku yakin gadis itu tidak bisa selamat dari hantaman batu besar itu."
ucapku, dan di sambung oleh PIX.
[Anda benar sekali.]
setelah itu, aku menghela nafasku, "haaa..." dan melihat ke arah PIX lagi.
"aku mengerti sekarang, jadi dimana aku mati? tidak mungkin aku bisa mati hanya karena luka seperti itu. lagi pula, aku sangat percaya diri dengan kekuatan tubuhku sendiri!"
aku mengucapkan itu dengan nada sombong, namun tanpa pedulikan itu PIX dengan tenang menjawab.
[Seperti yang master katakan, master tidak mati karena luka - luka itu. melainkan, Master Mati saat berada di rumah sakit.]
ketika aku mendengar itu, ada satu hal yang tidak ku mengerti. karena jika seandainya aku sudah berada di rumah sakit, sudah pasti luka - lukaku akan di atasi.
selain itu ada satu hal lagi yang mengganguku dari tadi. yaitu apa yang di katakan PIX barusan. dimana ia mengatakan.
dengan kata lain, aku tidak meninggal dari kondisiku yang sangat krisis, melainkan aku meninggal karena....
"AKU DIBUNUH."
Bisikku.
meskipun bisikan itu sangat pelan namun itu di penuhi dengan aura intimidasi dan bisa menembus telinga seseorang saat mendengarnya.
"aku mengerti, jadi aku tidak mati karena menyelamatkan gadis itu atau luka - luka yang kuterima. melainkan aku mati karena aku DI BUNUH."
Saat mengucapkan itu, aku menatap tajam PIX di kaos tanganku. sambil mengeluarkan Niat membunuhku.
namun di sisi lain, Bukannya PIX takut saat merasakan aura membunuhku. malahan ia terlihat terkesan dengan apa yang aku katakan.
[seperti yang di harapkan dari Master. tapi, bagaimana Master bisa tau??]
saat PIX bertanya, dengan santai aku menjawab..
"itu gampang. sejak dulu aku sudah banyak mengalahkan musuh saat menjalankan misi dan aku tidak pernah kalah sekalipun. baik dalam berduel maupun dalam perang."
[Master, sepertinya kau sangat percaya diri?]
"tentu saja, karena itu adalah kenyataan!" jawabku dengan bangga.
setelah itu aku melirik ke arah PIX dimana tatapanku seperti memancarkan cahaya di balik bayangan.
"jika aku melawan orang yang sangat kuat, aku pasti akan menggunakan cara licik untuk mengalahkannya, meskipun itu cara pengecut sekalipun yang penting aku bisa menang, aku tidak peduli sama sekali."
[seperti yang Master lakukan pada Gorila itu.]
"yah."
jawabku lansung, setelah itu aku lanjutkan lagi.
"-bukan hanya dia saja, baik suatu kelompok maupun organisasi, aku tidak akan segan menggunakan cara licik untuk bisa menang.
itulah kenapa, aku mempunyai banyak musuh di berbagai tempat yang ingin membunuhku-!!"
[begitu, jadi satu - satunya cara mereka, untuk bisa membunuh master, yaitu...]
"benar, saat aku dalam keadaan koma atau tidak sadarkan diri...
...meski begitu, aku tidak tahu bagaimana bisa mereka membunuhku. padahal saat aku dalam keadaan seperti itu sudah pasti anggotaku yang lain akan melindungiku-"
kan, yang ingin ku katakan saat melihat PIX. PIX yang melihat itu lansung menjawab
[yah, seperti yang master katakan!]
"kalau begitu, siapa yang berhasil membunuhku, bahkan sampai bisa melewati anggotaku sekalipun?"
__ADS_1
[kalau soal itu....]
saat aku bertanya, PIX terlihat kesusahan untuk menjawab. namun, tanpa pedulikan itu, aku terus bertanya.
"jangan bilang mereka dari organisasi besar atau mungkin salah satu kelompok yang ditakuti didunia?"
[sayangnya bukan mereka semua yang membunuh master!]
"kalau bukan mereka semua, kalau begitu siapa yang membunuhku, apa mungkin ada seorang penghianat di kelompot ku?"
[ohh, itu mungkin bagus juga master!]
"WOY!!"
[aku hanya bercanda. sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang membunuhmu master??]
"kalo begitu siapa???"
saat aku bertanya lagi, PIX lansung menatapku dengan serius.
[sebenarnya yang membunuh master adalah???]
"adalah???"
[......]
"...."
sambil menunggu jawabannya, kami berdua saling menatap satu sama lain. namun setelah beberapa detik kemudian PIX mulai bicara..
[yang membunuh Master adalah seekor KUCING!]
"begitu, jadi kucing yang berhasil membu-.....eh???"
sentak aku lansung membatu. sebab apa yang ku dengar barusan seperti sesuatu yang Konyol. sehingga aku mencoba bertanya lagi.
"P- PIX, bisa kau ulangi, sepertinya aku salah dengar??"
[seperti yang kukatakan. Master di bunuh oleh seekor KUCING!]
saat aku dengar untuk kedua kalinya, aku masih tetap tidak mau mempercayainya dan mencoba membantahnya. namun....
"ka~kau pasti bohongkan?? tidak mungkin seekor kucing bisa membunuhku??"
[sayangnya itu benar master. ketika master sedang di operasi bagian kepala belakang. tanpa ada yang sadar tiba - tiba seekor kucing melompat dari atas.
sehingga alat Bor yang di pegang dokter waktu operasi kepala master lansung kena dan dengan cepat masuk kedalam dan menghancurkan beberapa bagian xxxx!]
**************
Author: kalian bayankan saja, apa yang terjadi di dalam Otak Mc waktu ituππ
**************
"......."
mendengar apa yang terjadi di dalam kepalaku, membuatku lansung merasa merindin.
sebab membayankannya saja, aku merasa ingin Muntah.
namun, karena aku masih linglung dengan apa yang kudengar. sehingga aku lupakan saja soal itu.
"jadi,..aku meninggal, dengan sangat mengerikan, hanya karena...seekor kucing??"
Bisikku dengan Wajah Pucat. setelah itu di jawab oleh PIX.
[betul sekali Master. aku bahkan tidak percaya, Master yang tidak pernah kalah sekalipun. malah mati di tangan seekor kucing dengan sangat mengerikan!!]
ucap PIX dengan tegas. namun tanpa pedulikan itu, aku terus menundukkan kepalaku. dimana wajahku tidak bisa di lihat karena di tutupi oleh bayangan.
"~A-aku mati di tangan seekor Kucing."
sambil membisikkan itu, aku ingat semua musuh yang pernah aku kalahkan.
mulai dari beberapa kelompok terkenal sampai organisasi besar sekalipun, aku berhasil menghancurkan mereka.
Bahkan aku di kenal sebagai orang tak terkalahkan. baik dalam berduel maupun dalam Perang.
di tambah lagi, aku adalah Ketua dari kelompok Serigala Pemburu. salah satu kelompok tentara bayaran yang paling di takuti di dunia.
namun, bagaimana bisa aku malah mati di tangan seekor kucing dengan sangat mengerikan.
"hahaha...!!"
tanpa sadar aku mulai menertawai diriku sendiri. bahkan otakku mulai tidak waras. sebab tidak bisa menerima kenyataan ini.
[master, apa kau baik - baik sa-!!!]
"aku tidak terima ini??"
[master???]
"aku bisa terima jika aku mati di tangan seorang prajurit atau mati saat melindungi seseorang!....tapi!!"
saat aku terus membisikkan itu, PIX merasa khawatir dan mencoba bertanya, namun...
[master, apa kau ba-!!!]
sebelum PIX selesai Bicara, tiba - tiba aku teriak dengan sangat keras.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH TERIMA, JIKA AKU MATI DI TANGAN SEEKOR KUCING DENGAN CARA SEPERTI INI.!!"
[Master tolong tenanglah!]
"DASAAAAR NEKOOO SIALAAAAAN!!!"
pada saat aku terus teriak - teriak. beberapa dokter langsung masuk ke dalam ruanganku, dan mencoba untuk menenangkan ku.
namun, bukannya aku tenang malahan aku terus memberotak, bahkan tanpa sadar aku juga meninju beberapa dokter yang berusaha untuk menenangkan ku.
sedangkan di sisi lain, PIX yang melihat itu, hanya bisa mengatakan...
[Haa, itulah kenapa aku tidak ingin memberitau mu!!]
setelah aku terus memberontak, para Dokter mencoba menyuntik ku dengan suntikan penenang.
__ADS_1
namun, karena aku kebanyakan gerak. sehingga Suntikan itu malah tertusuk di belakang Bokongku.
hingga akhirnya secara perlahan aku mulai kehilangan kesadaran dan lansung jatuh pingsan di lantai.