
Sudah beberapa menit berlalu setelah ku beritaukan Identitas ku, dan saat ini Brid tidak Bicara apapun, bahkan ketika aku melihatnya, ia lansung memalingkan pandangannya ke arah Lain seolah ia tidak ingin melihat Tatapanku.
"Sialan,..Woy kau ini kenapa sih, jika ada yang ingin kau bicarakan cepat bicara saja, tidak usah bersikap begitu."
"Hah Tidak, Bukan begitu Ketua...hanya saja aku masih tidak percaya anda benar - benar masih hidup.-
-Terlebih lagi anda berada di Tubuh Anak Kecil Yang tidak lain adalah Tubuh dari Adek Muridmu sendiri."
Yaa tidak bisa di pungkiri Jika Brid sampai berkata seperti itu, lagi pula aku pun sama, Bahkan Sampai saat ini pun aku masih sulit percaya kalau aku ini benar - benar akan Reinkarnasi Ke Tubuh anak ini.
(Yah meskipun aku sudah tau penyebabnya tetapi tetap saja ini membuatku kesal karena harus berada di tubuh anak kecil)
Pikirku, lalu saat itu juga tiba - tiba Brid memanggilku dengan tatapan Serius.
"Ketua."
"Um, Ada apa?"
"Anu,...Boleh tidak beritaukan aku, kenapa anda bisa jadi seperti ini?"
Untuk sesaat aku tidak menjawab pertanyaan Brid dan hanya diam sambil memperhatikan tatapannya.
"....."
Setelah beberapa Detik aku perhatikan tatapannya, tak lama kemudian aku pun menjawab...
"Baiklah aku akan Beritau, sebetulnya alasan kenapa aku bisa jadi seperti ini, itu karena Gara - Gara Sebuah TUPXION."
"Eh TU~TUPXION, tunggu dulu Bukankah itu..."
Seolah tau apa yang ingin Brid katakan, aku lansung jawab...
"Yah, sama dengan Carla, aku juga Salah Satu Dari Tujuh Pengguna TUPXION yang ada dunia ini."
"Ka~Kau pasti bercandakan."
Brid benar - benar merasa sangat terkejut mendengar hal itu. Sebab ia tau sendiri seberapa Kuat Kekuatan TUPXION itu, bahkan saking kuatnya ia mengakui sangat Mustahil untuk bisa mengalahkannya.
Baik pasukan Elite maupun Para Pengguna Senjata S Gear sekalipun.
Jadi jika aku yang dikenal Sebagai manusia Tak terkalahkan sampai Memiliki kekuatan itu(TUPXION), Maka...
(Sudah pasti ini akan sangat Gila. Bahkan Harus ku katakan Ia mungkin Lebih mengerikan dari Para Monster.)
Pikir Brid. Tetapi ia lansung membantah Pikiran tersebut, sebab jika itu benar kalau begitu kenapa Pula aku bisa sampai mengalami Luka Parah seperti ini.
Padahal Jika di pikir baik - baik seharusnya aku tidak akan mengalami hal seperti ini karena aku mempunyai TUPXION, bahkan meski harus melawan salah satu Pengguna Senjata S Gear Sekalipun. Itu berarti...
"Ketua, Boleh Aku tau Kekuatan TUPXION anda apa?"
"Untuk saat ini aku hanya mengetaui Kekuatan TUPXION Ku adalah Reinkarnasi."
(Sudah Kuduga, ia benar - benar belum memahami Seluruh kekuatan TUPXION nya.)
Pikir Brid, lalu kemudian ia lanjutkan..
(Tapi, di lihat dari apa yang ia katakan barusan.....Itu berarti...)
"Ketua, jangan Bilang anda juga sudah menyadari kalau Kekuatan TUPXION anda bukan hanya sekedar Reinkarnasi saja, melainkan ada kekuatan yang lainnya?"
"Yah, itu benar, aku memang sudah menyadarinya."
Jawabku dengan Tegas, dimana membuat PIX merasa sangat terkejut dan bertanya - tanya...
[Ma~Master, apa itu benar? Apa anda benar - benar menyadari bahwa kekuatanku bukan hanya Reinkarnasi saja?]
(Yah )
[Ta~Tapi, kapan anda menyadarinya?]
Ketika PIX menanyakan itu, aku mulai mencoba menjelaskannya...
(Kamu masih ingatkan Ketika kamu bilang bahwa TUPXION itu di Ciptakan untuk bisa menghadapi para Monster?)
[Yah, aku masih ingat.]
(Nah, saat itu aku merasa janggal, bagaimana Bisa kau hanya memiliki Kekuatan Reinkarnasi saja.-
-Padahal jika di pikirkan baik - baik Kekuatan Reinkarnasi memang bisa di bilang Berada di luar nalar manusia, tetapi itu tidak ada gunanya jika menyangkut soal masalah mengahadapi para Monster.-
-Selain itu Sejak awal Kalian itu di Ciptakan hanya untuk Bisa menghadapi para Monster tetapi di lihat dari manapun Kekuatan Reinkarnasimu itu tidak.)
[Kalau di pikir - pikir itu benar Juga.]
(Nah karena itulah aku mencoba mencari tau alasannya dan akhirnya menemukan, bahwa kekuatanmu itu sebetulnya bukan hanya sekedar Reinkarnasi saja, melainkan ada kekuatan yang lainnya lagi yang coba kau sembunyikan dariku.-
__ADS_1
-Aku tidak tau kenapa kau mencoba menyembunyikannya tetapi Cepat atau Lambat aku pasti akan menemukannya sendiri.)
Ucapku di dalam pikiran sambil menatap PIX dengan Tajam, dimana membuat PIX lansung merasa Menggigil sekaligus keringat dingin mengalir Di wajahnya.
[Sudah kuduga, orang ini benar - benar Berbahaya. Jika Aku tidak hati - hati dalam berbicara, maka ia bisa lansung menyadari nya.] Pikir PIX.
Lalu saat itu juga tiba - tiba Pintu Ruangan terbuka dan memperlihatkan Sosok Ibu yang sedang berjalan masuk ke dalam.
Dimana ia membawa Sebuah kantong Hitam di tangan kanan nya. Yang kemungkinan Kantong hitam tersebut berisikan sebuah Nasi Gorang yang aku suruh beli Tadi.
"Haaa...haaa, maaf yah Leon Ibu kelamahan, Ibu tadi harus mengantri dulu karena terlalu banyak Pembelinya."
"Itu tidak apa - apa, yang lebih penting mana Nasi Gorengnya."
"Ini, Aku juga belikan Buat Dia(Brid)."
Balas Ibu sambil Menyerahkan Kantong Hitam Tersebut padaku. Lalu kemudian aku buka Kantong Hitam itu dan mengambil 3 bungkus nasi Goreng yang ada di dalam. Satu untuk ku dan Satu untuk Ibu sedangkan yang Satunya lagi buat Brid.
"Ini."
"Maaf merepotkanmu."
Ucap Brid. Dimana bukan Aku yang lansung balas perkataannya Melainkan Ibu...
"Tidak, Itu tidak apa - apa, Lagi pula aku dengar kamu juga sudah menjaga kami sepanjang Malam, jadi jangan sungkan dan makanlah."
"Ba-Baik, terima kasih banyak Nyonya."
"Um, Sama - sama."
Balas Ibu yang terlihat senang. Tetapi berbeda dengannya, di sisi lain aku tatap Brid dengan tatapan aneh.
Alasannya itu karena aku masih memikirkan apa yang ia katakan barusan, dimana ia memanggi Ibuku dengan Sebutan...
(Nyonya? Sejak kapan Dia panggil Loli ini seperti itu?)
Pikirku sambil memiringkan kepalaku ke samping. tetapi karena tidak ada yang memperhatikan ku jadi aku memutuskan untuk mengabaikan mereka dan mengalihkan pandanganku ke arah Fira, dimana ia sepertinya sedang ngambek.
Mungkin karena Gara - gara Semua orang mendapatkan Bagian(Nasi Goreng) sedangkan ia tidak jadi ia seperti itu.
"Fira, Apa kau mau ini?"
Ketika aku menawarkan untuk membagi Nasi Gorengku, Fira terlihat sangat senang dan buru - buru menjawab dengan menganggukkan Kepalanya dengan Ceria.
"Um..um acu au(Aku mau)"
"Baiklah, kalau begitu sini duduk di dekatku, aku akan menyuapimu."
"Yeaah!"
Fira lansung pergi duduk di depanku, lalu kemudian aku mulai menyuapinya.
Dimana Ketika aku sedang menyuapi Fira, tanpa aku sadari tepat di samping kasurku di sana terlihat Ibu sedang memperhatikan kami.
Dimana tatapan nya terlihat hangat dan senyuman indah terpancar di Bibirnya.
(Syukurlah, sepertinya ia sudah kelihatan baik - baik saja.)
Pikir Ibu, lalu setelah itu ia membuka pembungkus nasi Goreng nya dan mulai makan Juga.
___________________________________
______________________________
Setelah kami semua Selesai Makan, Ibu Terlihat Ingin Minum, tetapi ketika ia Mencoba mengambil Air Botol yang ada di atas Laci. Air Botol tersebut sudah Hilang entah kemana.
"Eh, kemana Semua air Botol? padahal tadi masih ada Di sini(Laci)?"
"Apa Mungkin Ibu salah lihat, bagaimana kalau Ibu pergi beli saja yang baru."
Aku mencoba menyarankannya. dimana tanpa Pikir Panjang Ibu lansung menerimannya.
"Kau benar, kalau begitu Leon maaf meningglakan Fira padamu lagi, aku keluar dulu sebentar."
"Um tidak masalah, Pergilah."
Balasku. Lalu Kemudian Ibu berdiri dari tempat duduknya dan mulai Berjalan keluar dari Ruangan, dimana Ketika ia sudah tidak ada aku lansung berahli ke arah Bird dimana Tatapanku terlihat Tajam.
"Jadi, kenapa kau melakukan itu?"
Brid yang tiba - tiba di tanya seperti itu merasa kebingungan dan bertanya...
"Eh apa Maksudmu?"
"Tidak usah pura - pura Bodoh, kau pikir aku tidak sadar, Kaulah yang mengambil Semua Air Botol yang ada di atas sini(Laci) kan?"
__ADS_1
Benar, Saat itu ketika aku dan Ibu sedang asik menyantap makanan kami. aku merasakan Hawa Keadiran Brid berada tepat di samping kasurku.
Meski aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena ia terlalu Cepat tetapi aku bisa tau ia telah Mengambil Sesuatu di sana.
"Sekarang Cepat mengakulah Brid?"
"....Baiklah, aku mengerti aku akan mengaku.-
-Seperti yang Ketua katakan, Aku memang yang ambil Semua air Botol di sana."
"Hmm jadi dimana Semua Air Botol itu sekarang?"
"Aku menyimpannya Di bawah Kasur."
Brid berjongkok lalu ia mengambil Semua Air Botol yang ia sembunyikan di bawah Kasurku, dimana Setidaknya Ada 4 air Botol. kemudian ia serahkan padaku.
"Ini."
Aku ambil Air Botol tersebut lalu aku simpan 3 di Atas laci kembali, sedangkan yang satunya lagi aku Minum.
Glup!!..Glup!!..Glup!!
Setelah aku selesai Minum aku mencoba menemani Fira bermain - main, dimana membuat Brid kebingungan dan Bertanya - tanya...
"Ketua, apa kau tidak menanyakan Alasan kenapa aku melakukan itu(Menyembunyikan Air Botol.)"
"Tidak, itu tidak perlu, lagi pula Aku sudah mengetaui alasannya."
"Eh benarkah?"
"Yah, itu karena Masih ada yang ingin kau bicarakan denganku kan? Sehingga kau sengaja menyembunyikan Air Botol ini supaya Ia(Ibu) bisa keluar.-
-Yaa meskipun di sini masih ada anak Kecil(Firal) tetapi itu tidak menggangu sama sekali."
Ucapku dengan Santai, dimana membuat Brid merasa terkejut sekaligus terkesan dengan apa yang aku katakan.
"Seperti yang di harapkan dari Ketua.-
-Memang benar alasan kenapa aku melakukan itu, itu karena masih ada yang ingin ku bicarakan Denganmu."
"Jadi, Apa yang ingin kau bicarakan?"
Ketika aku menanyakan Itu Brid lansung menatapku dengan Serius.
"Sebetulnya aku ingin membicarakan Soal masalah tadi."
"Masalah tadi? Yang mana?"
"Soal anda yang menyuruh aku untuk mencari Selena."
"Ooh Soal itu yah."
Tatapanku yang tadinya terlihat Santai tiba - tiba Berubah menjadi Serius juga. Namun tanpa pedulikan itu Brid melanjutkan...
"Jujur aku sudah Memikirkan ini sejak dari tadi, tapi aku masih tetap tidak mengerti kenapa kau ingin mencari Selena, Padahal ia telah melukaimu.-
-Atau mungkin ada alasan lain kenapa kau Ingin mencari dia? Benar contohnya saja...ANDA INGIN BALAS DENDAM?"
Tanya Brid dengan tajam, dimana aku dengan tegas lansung membantahnya.
"Tidak, aku tidak pernah Sekalipun memikirkan untuk Balas Dendam padanya.".
"Kalau begitu, Kenapa?"
Ketika Brid Bertanya lagi, Aku tidak lansung menjawab Pertanyaannya melainkan aku mencoba bertanya balik dulu padanya.
"Sebelum aku jawab Pertanyaanmu, aku ingin kau jawab dulu Pertanyaanku ini.-
-Kenapa Selena yang bukan Dari Kelompok Kita malah Datang Ke kota ini untuk mengambil Permintaan yang di Khususkan untuk KSP. Bukankah ini sudah melanggar aturan yang sudah di sepakati para Tentara Bayaran?"
Benar, bagi kami atau lebih tepatnya bagi para Tentara Bayaran yang ada di dunia bawah. Mengambil Permintaan yang di Khususkan untuk Kelompok lain adalah Sesuatu sangat tidak bisa terima.
Sebab itu bisa menyepatkan peperangan antara Dua Kelompok. Bahkan hal itu sudah sering terjadi Di dunia Bawah.
Maka dari itu tidak mungkin Selana berani mengambil Permintaan Tersebut (yang di Khususkan untuk Kelompok ku) tanpa Alasan. Aku yakin ia pasti punya alasan Kenapa melakukan itu.
"Ketua."
Sesaat Brid memanggilku, aku kembali sadar dan melihat dia.
"Ada apa?"
"Anu kamu mungkin Belum tau, tapi Sebetulnya alasan Kenapa Selena Berani mengambil Permintaan yang di Khusus kan Untuk Kelompok kita, itu karena ia sudah Bergabung Dengan KSP."
"APA!"
__ADS_1
saking kagetnya Aku lansung melebarkan mata karena Terkejut.