BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
LUBANG DAN MONSTER


__ADS_3

setelah aku selesai bicara dengan keluargaku di ruang tamu. aku saat ini sedang berada di dalam kamar sambil berbaring di kasur.


ketika aku sedang berbaring, aku mengingat lagi video yang di perlihatkan Rusli pagi tadi. dimana sebuah penampakan Laser sedang turung dari atas langit.


awalnya aku mengira kalau Laser itu hanya Laser merek baru yang di buat oleh perusaan besar.


namun, ketika PIX menyangkal itu dan mengatakan kalau Laser itu bukan dari Dunia ini tapi berasal dari dunia lain. jujur itu membuatku sangat terkejut.


setelah memikirkan hal itu, perlahan aku menggerakkan tanganku tepat di depan wajah. setelah itu, aku melihat PIX yang berada di kaos tanganku.


"PIX, bisa kau lanjutkan lagi, pembicaraan kita tadi pagi?"


[tadi pagi? maksud Master?]


"Maksudku saat di kanting."


[ooh, tentang Laser itu ya?]


"ya."


jawabku secara singkat. setelah itu, PIX mulai bicara.


[baiklah, pertama - tama Master sudah tau kan, Kalau Laser itu berasal dari dunia lain.]


"yaa, aku sudah dengar itu tadi pagi. dan kalau tidak salah. kau bilang juga, kalau Laser itu di gunakan saat Lubang Abnormal sedang terjadi?"


[benar.]


jawab lansung PIX. setelah itu perlahan ekspresinya mulai berubah serius, sambil menatap Lurus ke arahku.


[Master, apa anda tau apa itu Lubang?]


"Lubang? tentu saja aku tau."


[eh, benarkah?]


"yaa, Lubang yang ada di pantat kan?"


ketika aku bercanda sedikit, PIX lansung terlihat marah dan menatapku dengan tatapan jijik.


[MASTER, BERHENTILAH BERCANDA, AKU SEDANG SERIUS INI.]


"ma-maaf aku salah,...jadi, apa itu Lubang?"


ketika aku meminta maaf dan mencoba bertanya sekali lagi. Perlahan PIX menenangkan dirinya. setelah itu, ia menatapku dengan tatapan serius.


[Baiklah, pertama aku akan jelaskan apa itu Lubang. Lubang adalah sebuah fenomena yang terjadi di dunia gadis itu.]


"fenomena?"


[yah, sebagai contoh Fenomena gempa bumi yang ada di dunia ini. waktu dimana bumi sedang bergetar. sedangkan untuk Fenomena Lubang di dunia lain. waktu dimana Para Monster sedang keluar.]


"tu-tunggu dulu. apa maksudmu para Monster?"


saat aku bingun dan mencoba bertanya. dengan santai PIX menjawabnya.


[seperti yang aku katakan, Monster adalah Maklut yang keluar dari dalam Lubang, dan mereka sangat senang membunuh manusia bahkan sering memakannya.]


"Memakan manusia?"


[yah, sebagai contoh, Master seharusnya tau kan, para Monster yang sering menyerang manusia di Game Fantasi?]


"soal itu,...yaa, tentu saja aku tau."


(lagi pula, aku sering di ajak Carla bermain game di dalam kamarnya. tentulah aku tau.)


saat aku memikirkan itu, PIX melanjutkan lagi.


[nah, kalau begitu, Master bisa samakan saja Monster yang ada di dalam game, dan Monster yang keluar di dalam Lubang.]


"eh, memang mereka mirip ya?"


[umm, bisa di bilang begitu.]

__ADS_1


mendengar jawaban tidak pasti PIX, untuk sementara aku memikirkan sesuatu. namun setelah beberapa saat kemudian. aku melihat ke arah PIX lagi.


"Omong - Omong PIX, dari tadi kau hanya sebut Lubang saja. memang beda yah dengan Lubang Abnormal?"


[ya, itu sangat beda Master.]


jawab lansung PIX. karena penasaran dengan yang di katakannya. aku pun bertanya.


"oh, bisa beritau aku lebih jelas lagi."


[tentu, pertama aku akan memberitau anda soal Lubang biasa. Lubang biasa adalah sebuah Lubang yang di bagi menjadi 3 warna atau 3 tingkat.]


"3 tingkat?"


saat aku bertanya, dengan tenang PIX mulai mejelaskannya.


[benar, yang pertama, Lubang berwarna hijau, menunjukkan tingkat paling Bawah.]


[-dan yang kedua, Lubang berwarna biru, menunjukkan Tingkat menengah!]


[-sedangkan yang ketiga, Lubang berwarna merah, menunjukkan Tingkat atas.]


"hmm, kalau begitu bagaimana kalau Lubang Abnormal?"


ketika aku bertanya lagi. dengan cepat PIX menjawabnya.


[berbeda dengan mereka bertiga. Lubang Abnormal, adalah Lubang yang sering di sebut sebagai Lubang yang belum di ketaui atau masih Misteri.]


"masih Misteri?"


[benar, dari yang aku tau, Lubang Abnormal, adalah Lubang yang bisa mengubah warna dan tingkatan dari Lubang biasa. selebihnya aku tidak tau lagi.]


ucap PIX sambil terlihat menyesal karena tidak banyak membantu.


meski begitu aku sudah sangat bersyukur karena ia memberiku banyak Informasi.


sebab dari apa yang di katakan PIX. besar kemungkinan kalau Dunia ini juga, sedang di serang oleh para Monster.


tetapi. jika mereka bisa menyembunyikan hal ini dari publik selama itu. itu berarti yang mereka hadapi saat ini bukanlah Monster tingkat atas. melainkan Tingkat menegah atau bisa juga tingkat bawah.


namun, jika aku kumpulkan setiap puzzel yang aku dapatkan. aku merasa kalau mereka belum menghadapi Tingkat menengah.


sebab jika kita perhatikan baik - baik. mereka sangat mudah dalam menyembunyikan hal ini dari Publik. bahkan tidak ada satupun informasi soal penampakan Monster atau sebuah kota yang sedang di karantina.


itu berarti, satu - satunya jawaban yang bisa aku dapatkan saat ini adalah, mereka masih bisa mengatasi para Monster itu dengan baik. karena yang mereka hadapi hanyalah Monster Tingkat bawah. bukan Tingkat menengah.


selain itu, beberapa hari yang lalu aku juga melihat sebuah Berita, dimana ada beberapa Tentara yang tewas akibat tanah Lonsor saat melakukan Latihan Militer di kedalaman hutan dan di atas pegunungan.


namun ketika aku melihat Video itu. meskipun tidak terlalu jelas tetapi aku bisa pastikan kalau Pegunungan yang ada di berita dan Pengunungan tempat Laser itu Turung hampir sama.


dengan kata lain, Mereka tidak melakukan Latihan Militer di dalam sana. melainkan Mereka sedang Menghadapi Para Monster yang keluar Dari dalam Lubang.


memikirkannya saja. membuatku lansung terlihat tersenyum, sambil melihat ke arah luar Jendela. dimana Bulan sedang menerangi bumi di malam hari.


"aku ingin tau, sampai kapan mereka bisa sembunyikan hal ini dari Publik."


saat membisikkan itu, PIX merasa aku sedang mengatakan sesuatu dan mencoba bertanya.


[Master, apa anda memgatakan sesuatu barusan?]


"tidak, aku tidak mengatakan apapun kok."


jawabku dengan tenang. setelah itu aku mulai menanyakan sesuatu pada PIX.


"omong - omong PIX. karena aku sudah mengerti soal Lubang dan para Monster,.....jadi bisa beritau aku sekarang. kenapa Laser itu bisa ada di dunia ini?"


ketika aku bertanya, PIX tidak menjawab apapun dan malah bertanya balik.


[sebelum aku menjawab pertanyaan Master, aku akan bertanya terlebih dahulu. apa Master tau siapa yang membuat Laser itu?]


"Hah, tentu saja tidak taulah, lagi pula itu berasal dari dunia lain!"


ucapku sambil terlihat jengkel. namun tanpa pedulikan hal itu PIX melanjutkan lagi.

__ADS_1


[benar, itu berasal dari dunia lain. tapi Master seharusnya tau kan. selain Laser itu, apa lagi yang ada di dunia ini, yang berasal dari dunia lain?]


"yang berasal dari dunia lain? bukankah itu ka-!!"


ketika aku ingin menunjuk PIX. tiba - tiba aku berhenti, sebab aku lansung menyadari sesuatu.


"Tu-Tunggu dulu. PIX, jangan bilang yang membuat Laser itu..."


[akhirnya anda sadar juga. Benar itu adalah salah satu Pengguna TUPXION, yang di bawah Gadis itu ke dunia ini.]


ucap PIX, sambil menatap serius ke arahku.


______________________________


________________________


pada waktu bersamaan. di sebuah tempat di negara terbesar di dunia.


di ruang bawah tanah, terdapat seorang Pria sedang berdiri sambil di kelilingi sebuah Kapsul yang isinya beberapa bagian Tubuh Monster yang sudah terpotong.


ia adalah Andry Alexei, seorang Jendral, sekaligus salah satu Petinggi yang mengatasi Fenomena Lubang dimensi di dunia ini.


ketika Alexei berdiri diam di sana. ia terus menatap ke arah 2 Kapsul besar di depannya.


dimana satu Isinnya sebuah kepala Naga tanpa badan, sedangkan yang satunya lagi, Badan Goblin Shaman yang kepalanya sudah hacur akibat pertarungan beberapa hari yang lalu.


Ketika Alexei terus melihat kedua Monster itu di dalam Kapsul. tak lama kemudian ada seorang pria Masuk kedalam ruangan.


ia adalah Arda Gennadius, Pelayan Alexei, sekaligus Mantan tentara dari kesatuan khusus.


ketika ia berdiri disana, perlahan Gennadius mulai berjalan ke arah Alexei. sesampainnya di sana ia lansung berdiri tepat di belakangnya.


"Tuan, aku sudah kembali."


tanpa membalikkan badan, Alexei mulai menjawabnya.


"Gennadius ya. bagaimana, apa semuanya lancar?"


"yah, semuanya baik - baik saja Tuan. dan satu hal lagi, coba anda baca ini!"


Saat Gennadius mengulurkan sebuah surat ke Alexei. perlahan Alexei mengambil Surat itu dan mulai membacanya.


setelah beberapa saat membaca surat itu. tak lama kemudian tiba - tiba ia terkejut.


melihat hal itu. Gennadius lansung mencoba bertanya.


"Tuan, apa yang di bilang orang itu?"


"yah, mereka bilang, mereka tidak masalah di pertemukan dengan Carla!"


"oh, jadi mereka sudah menerimannya yah?"


"benar, hanya saja, mereka mengajukan sebuah syarat."


"syarat?"


"yah, syarat mereka adalah. saat kita mempertemukan Orang itu dengan Carla, apa pun yang terjadi kita harus melindunginya."


mendengar apa Yang di katakan Alexei, membuat Gennadius sedikit terkejut.


"ja- jadi, apa yang akan tuan lakukan?"


"tentu saja aku terima. lagi pula aku sudah memprediksi hal ini."


jawab lansung Alexei. setelah itu perlahan Alexei melipat surat itu dan memasukkannya ke dalam kantong celana.


seusai itu, ia melihat ke arah Dua Kapsul di depannya lagi. sambil mulai membisikkan sesuatu.


"Mempertemukan Carla dengan Orang yang membunuh Ketuanya kah....aku harap semuanya berjalan dengan lancar, tanpa ada pertumpahan darah sedikitpun."


ucap Alexei dengan bisikan, setelah itu perlahan ia mulai menutup kedua matanya. sambil memikirkan sesuatu.


(Selain itu, masih ada satu hal lagi yang harus kita lakukan. yaitu....MENCARI SALAH SATU TUPXION YANG SAAT INI BELUM DI TEMUKAN!)

__ADS_1


__ADS_2