BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KE KHAWATIRAN SISKA


__ADS_3

Di saat kami sudah sampai di tempat parkiran yang berada di bawah tanah, aku berdiri di salah satu samping mobil yang ada di sini sambil melihat ke dalam.


Dimana tepat di dalam Mobil terlihat Wanita yang berada di dalam Lift denganku tadi sedang duduk di dalam sana, sambil mencoba menyalahkan Mobilnya.


Dan ketika mobilnya sudah menyalah, ia mengalihkan pandangannya ke arahku kemudian berkata.....


"Makasih sudah menemaniku sampai di sini."


"Itu tidak apa - apa. Lagi pula menemani Wanita Cantik seperti kakak, itu tidaklah buruk."


Mendengar apa yang aku katakan, membuat si Wanita lansung tertawa sedikit.


"Fufufu Kakak Senang kamu bilang begitu."


Ucapnya, setelah itu ia melihat di sekitar parkiran dan bertanya...


"Omong - omong apa kamu tidak apa - apa pergi sendiri? Bagaimana jika mereka(anak berandalan itu) mengganggumu?"


"Tidak usah khawatir, lagi pula sepertinya mereka juga sudah pulang."


Ucapku sambil melihat - lihat di sekitar parkiran dimana aku tidak melihat satupun orang di sini selain kami berdua.


Melihat itu si wanita lansung tersenyum dan berkata..


"Baguslah,...kalau gitu Kakak Pergi dulu?"


"Umm."


Jawabku dengan anggukkan. Namun di saat aku mengangguk, wanita itu seperti baru ingat sesuatu dan buru - buru melihat ke arahku.


"Oh iyah aku lupa,...Boleh aku tau siapa namamu?"


"Namaku?....Namaku Leon."


"Leon."


"Yah."


Jawabku secara singkat. Di sisi lain Setelah mengetaui namaku, Wanita itu terlihat sedang melamun. Seolah - olah ia sedang memikirkan sesuatu.


Merasa ada sesuatu yang aneh dengannya sehingga aku mencoba bertanya...


"Ada apa Kak? Kau melamun begitu?"


"Huh, bukan apa - apa, hanya saja namamu terdengar seperti Hewan Lion(Singa) saja."


"Setelah di pikir - pikir benar juga."


Jawabku, seolah - olah tidak menyangkal dengan apa yang ia katakan, kemudian Wanita itu melanjutian lagi..


"Jujur saja, aku pikir kamu ini benar - benar seperti layaknya seekor Lion(Singa)"


"Benarkah?"


"Yah, Lion di anggap sebagai hewan perkasa dan kuat, sehingga di juluki sebagai Raja Hutan, karena ia tidak takut dengan hewan manapun, baik yang lebih besar darinya maupun yang kecil.-


-namun, meski begitu, Lion(Singa) juga di kenal sebagai satu Gen dengan Hewan Kucing, dimana mereka adalah Hewan yang imut dan terlihat lemah.-


-bukankah, perpaduan 2 hewan ini benar - benar sangat mirip denganmu?"

__ADS_1


"Tidak, tidak, tidak,....apa yang kakak katakan, tidak mungkin aku sama seperti Hewan - Hewan itu."


Ucapku Seolah - olah menyakal dengan apa yang ia katakan, tetapi....


"Tidak,...itu tidak benar sama sekali, kau benar - benar sangat Mirip dengan Hewan - Hewan itu.-


-Waktu di lift saja. Meskipun aku melihatmu kayak anak Kecil yang Polos seperti layaknya Kucing.-


-tetapi, saat kau menghadapi mereka(Anak berandalan) kau terlihat seperti orang yang berbeda, dimana meskipun mereka terlihat Kuat dan lebih tua darimu, kau tidak ketakutan sedikitpun. bahkan, kau terlihat tenang - tenang saja saat mereka membentakmu."


"I-itu,...aku....."


Seolah - olah aku susah untuk membalasnya, Wanita itu melanjutkan lagi...


"Itulah sebabnya, aku pikir kau benar - benar sangat Mirip dengan Singa, Leon."


Ucapnya sambil menatapku dengan serius.


Jujur saja aku ingin sekali menyangkalnya, karena aku hanya ingin ia melihatku seperti anak kecil yang Polos.


Namun jika ia sudah menjelaskan hal itu secara Rinci, mau tidak mau aku harus menerimanya.


"Haa, kau benar juga Kak, sepertinya sebagian sifatku benar - benar Mirip dengan Singa."


Ucapku dengan lesu, melihat itu Si wanita lansung mendengus dan berkata..


"Leon, tidak usah murung begitu, lagi pula aku tidak membenci sifatmu yang itu kok."


"Benarkah? Aku senang kakak bilang begitu."


Ucapku yang kembali terlihat senang, melihat itu Si Wanita lansung tersenyun, kemudian ia mengambil salah satu bingkisan yang ia bawah tadi dan melihat ke arahku.


"Ini, aku beli kue ini tadi di dalam, terimalah."


"Apa kakak yakin?"


Tanyaku.


"Yah, anggap saja ini hadiah dariku."


Ucapnya dengan senang, melihat itu, aku lansung mengambil Bingkisan tersebut dengan bahagia dan berkata..


"Terima kasih Kak."


"Yah,...kalau gitu Kakak Pergi dulu. Semoga kita bertemu lagi."


"Umm."


Jawab ku dengan anggukkan, kemudian Wanita itu pun mulai tancap gas dan pergi meninggalkan tempat ini.


"Hati - hati di jalan Kak."


Ucapku sambil melambai ke arah Mobilnya dengan bahagia. Namun....


"Huh, aku lupa tanya namanya."


Di saat aku mengucapkan itu, aku lansung mendesah dan berkata...


"Haaa lupakan saja. Yang lebih penting..."

__ADS_1


Sesaat aku berhenti, Ekspresiku yang tadinya sangat bahagia tiba - tiba berubah menjadi tenang, dimana tatapanku menyipit dengan tajam dan melihat ke arah belakang dari balik pundak.


"KALIAN SEMUA KELUARLAH, WANITA ITU SUDAH TIDAK ADA."


Ucapku dengan suara pelang tapi bergema dengan tajam di tempat ini. namun tidak ada satupun orang yang terlihat di belakangku.


Hingga berselang beberapa detik kemudian, tiba - tiba beberapa orang yang tadinya bersembunyi di balik Mobil dan tembok memperlihatkan dirinya.


Dimana mereka semua sedang membawa senjata seperti Pipa besi, kayu dan lain - lainnya, sambil melihatku dengan senyuman seringai.


Melihat itu bukannya takut, aku malah menatap balik mereka, dimana tatapanku terlihat sangat tenang namun tajam.


___________________________________


________________________________


Di waktu bersamaan, Tepat di tangga darurat mall, terlihat seorang Gadis sedang berlari menuruni tangga sambil wajahnya di penuhi oleh keringat.


dimana Gadis tersebut tidak lain adalah Siska, Kakak Perempuan Leon.


TAP!!...TAP!!....TAP!!....


Setiap tangga demi tangga ia turungi sambil berbisik...


"Anak - anak itu,...apa yang ingin mereka lakukan pada Leon."


Ucapnya sambil mengertakkan Giginya dengan kesal, dimana ia mencoba ingat apa yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Dimana ketika ia Dengar Leon minta izin ke Kak Rangga untuk pergi ke toilet, Siska Minta Izin juga dan mencoba menyusul Leon.


Namun, di saat ia menyusul, ia melihat Leon tidak mengarah ke tempat Toilet, melainkan ia pergi ke tempat lain.


Karena merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya, sehingga Siska mencoba mengikutinya dari jauh.


Dan, di saat ia mengikuti Leon, di situlah Siska mulai memperhatikan bahwa bukan hanya ia yang mengikuti Leon, melainkan ada beberapa Anak Berandalan juga yang mengikutinya dari belakang. Tidak jauh di depan Siska.


Dimana anak - anak itu terus mengawasi Leon, sampai - sampai mereka mengikutinya masuk ke dalam Lift.


Karena khawatir jika sesuatu yang tak di inginkan Terjadi pada adeknya. sehingga Siska buru - buru pergi ke tangga darurat, untuk menyusul Leon.


Setelah mengingat itu, Siska lansung mendecakkan Lidahnya dengan kesal sambil berkata....


"Cih,.....Leon, semoga kau baik - baik saja."


Ucapnya sambil terus berlari menuruni tangga tersebut.


_____________________________________


__________________________________


Kembali ke tempat Parkiran. Setelah anak - anak itu memperlihatkan dirinya. Mereka semua mulai berjalan ke arahku sambil mengetuk - ngetuk senjata yang mereka bawah di tanah. Mulai Dari Pipa, kayu dll.


Namun, tanpa takut sedikitpun, aku mencoba berjalan Mundur ke belakang dan bersandar di sebuah tembok. dimana keberadaan kami di halangi oleh beberapa Mobil yang sedang terparkir di sini.


Dengan melakukan ini, meskipun, suatu saat ada Mobil yang ingin masuk atau keluar dari tempat parkiran, mereka seharusnya tidak bisa melihat keberadaan kami di sini.


(TANPA KECUALI SAAT AKU MENGHABISI MEREKA)


Di saat aku memikirkan itu, terlihat mataku memancarkan cahaya di tempat yang gelap, sambil menatap mereka semua dengan tajam.

__ADS_1


Kemudian bibirku seringai 'Heh' dan berbisik..


"YOSH,...SAATNYA KITA MULAI."


__ADS_2