BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
INI SANGAT MEREPOTKAN


__ADS_3

Ruangan Carla.


Carla, yang sedang menatap Lubang dimensi di monitor bagian tengah, sambil terus mengetik Keyboardnya dengan kecepatan tinggi.


secara perlahan, mata kiri Carla mulai kembali seperti semula. yang tadinya berwarna merah, sekarang sudah berubah menjadi kuning.


setelah mata Carla sudah sepenuhnya berwarna kuning, tak lama kemudian, terlihat huruf hijau terakhir, yang keluar dari mata Carla dan lansung menuju di Garis hijau, yang ada di dekat matanya.


setelah itu, dengan cepat Garis itu lansung terhisap turung. mulai dari dekat mata, hingga sampai di jari telunjuknya. seusai itu ia lansung masuk kedalam Monitor.


begitupun dengan Bola Kristal yang ada di dalam TUTPOR, secara perlahan, Garis hijau yang mengelilingi bola Kristal, mulai terhisap di Laser biru, sambil menempel terus di sana.


seusai itu, dengan cepat garis hijau yang menempel di Laser biru, lansung terhisap turung ke bumi, hingga sampai masuk kedalam Lubang dimensi. dengan kecepatan yang sangat tinggi.


setelah garis hijau itu terhisap masuk kedalam. akhirnya, lubang yang tadinya berwarna Ungu diikuti dengan aura hitam disekitanya, sekarang sudah berubah sepenuhnya, menjadi Lubang Dimensi berwarna Hijau. yang berada di tingkat paling bawah. diikuti dengan cahaya hijau di sekitarnya.


melihat Lubang dimensi yang sudah kembali ke warna sebelumnya. perlahan Carla menghentikan jari - jarinya yang sedang mengetik Keyboard. sambil menghela nafasnya sedikit.


"haaa,...akhirnya selesai juga."


ucap Carla, sambil menyandarkan punggungnya di kursi dan melihat ke arah atas.


setelah itu, Noel, yang masih berada di dalam Bola Kristal di dalam TUTPOR, perlahan mulai menghilang dan lansung muncul kembali, di dalam Monitor bagian tengah.


[Master, kerja bagus.]


"umm,..ya, kamu juga Noel,...terima kasih."


ucap Carla Sambil tersenyum ketika melihat Noel.


setelah itu, tiba - tiba, sebuah panggilan video terlihat di Monitor bagian tengah. tepat di bagian ujung paling atas.


disana terlihat seorang Pria berumur sekitar 52 tahun.


ia adalah Andry Alexei, seorang jendral di negara terbesar di dunia.


{Carla, terima kasih, kau sudah membantu.}


"ya, sama - sama,....meski begitu, lubang Abnormal saat ini, masih tersisa 5 yang belum terbuka."


ucap Carla Sambil melihat ke arah Monitor bagian Kanan, dimana masih tersisa 5 lingkaran Ungu yang masih Transparan. alias belum waktunya mereka terbuka.


{jadi masih tersisa 5 ya,....ngomon - ngomon, Carla!?}


"apa??"


{kira - kira, waktu Lubang ungu, yang paling tercepat terbuka, kapan?}


setelah mendengar Alexei, Carla Lansung memperhatikan, setiap tanggal dan waktu yang terus berjalan mundur. yang ada di atas lingkaran ungu Transparan.


"hmm,...yang paling cepat terbuka saat ini, setidaknya 4 hari dari sekarang. dan lokasinya berada di padang pasir."


{padang pasir, ya!?}


"ya,...jadi, 4 hari dari sekarang, aku harus melakukan hal ini lagi,....haaa,.. ini benar - benar sangat merepotkan."


ucap Carla sambil terlihat kelelahan. saat melihat Lingkaran ungu yang ada di dalam monitor.


{be- begitu ya,....Carla, maaf karna kami selalu merepotkanmu.}


mendengar Suara Alexei, Carla lansung mengalihkan pandangannya ke arah Monitor bagian tengah dan Melihat ke arah Alexei. dengan ekspresi bermasalah.


"tidak perlu sampai minta maaf, lagi pula hanya aku satu - satunya yang bisa menggunakan Sistem TUTPOR saat ini kan?,....selain itu-!!"


sesaat Carla berhenti bicara dan melihat Alexei dengan Tatapan tajam.


"-bagaimanapun, setelah semua ini selesai, kau harus menepati janjimu, jika tidak....."


ucap Carla, sambil menyipitkan matanya dengan tatapan tajam.


meskipun Alexei di tatap seperti itu, alexei tetap terlihat tenang dan tidak memiliki ekspresi ketakutan sedikitpun di wajahnya.

__ADS_1


(seperti yang di harapkan dari seorang Jendral, ia tidak punya rasa takut sama sekali.)


saat Carla sedang memikirkan itu, Alexei lansung menjawab pertanyaan Carla.


{Carla kau tenang saja, aku tidak pernah lupa janjiku. lagi pula, sebentar lagi aku pasti akan menepatinya dan mempertemukan kalian dengan.....}


sesaat Alexei berhenti Bicara, dan lansung melihat Carla dengan ekspresi serius.


{...ORANG YANG TELAH MEMBUNUH KETUA KALIAN SAAT ITU.}


setelah mendengar apa yang dikatakan Alexei, sentak membuat Carla lansung mengepalkan tangannya dengan sangat erat. hingga darah mulai keluar dari tangannya. sambil mengeluarkan Niat membunuh yang sangat Kuat.


namun, setelah beberapa detik kemudian, perlahan Carla mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri, sambil melihat ke arah Alexei.


"bagitu, aku tidak sabar ingin bertemu dengannya."


setelah mengatakan itu, perlahan Carla mengeluarkan headsed bandolnya yang tergantung di leher, dan menyimpannya di depan meja.


setelah itu, perlahan ia mulai berdiri dari kursi sambil mencoba untuk meninggalkan ruangannya.


"kalo begitu, aku akan Tutup. aku ingin pergi istirahat dulu!?"


ucap Carla, sambil mencoba untuk menutup panggilan Alexei.


namun, sebelum ia melakukan hal itu, tiba - tiba ia lansung di panggil oleh Alexei.


{Carla tunggu sebentar!?}


"ada apa?"


ucap Carla, sambil melihat ke arah Alexei.


{sebelum kau tutup, aku ingin bertanya sesuatu?}


"sesuatu?"


{ya,..aku ingin bertanya, apa kau sudah mengetaui, kapan Lubang kedua, yang akan terbuka di negaranya anak itu??}


{yang aku maksud, Rangga.}


mendengar apa yang di katakan Alexei, sesaat membuat ekspresi Carla sedikit terkejut.


"Rangga? apa yang kau maksud, murid Ketua yang dulu??"


"ya, bagaimana, apa kau sudah tau, kapan Lubang kedua, akan terbuka di negaranya"


setelah Alexei bertanya lagi, perlahan Carla melihat ke arah Monitor bagian kanan.


dimana, di bagian Kota Sulsel, terdapat sebuah lingkaran berwarna - warni seperti pelangi, sambil diikuti dengan tanda tanya di atasnya.


"seperti yang ku beritaukan sebelumnya Jendral Alexei, saat ini, aku belum bisa memastikan, Kapan Lubang itu akan terbukan ataupun jarak Lubangnya akan terbuka. yang jelas aku bisa pastikan, kalo lubang itu akan muncul di dekat Kota Sulsel. tapi, kalo waktu terbukannya, sayangnya, disini belum terlihat sama sekali!?"


{jadi begitu,.....yaa, lagi pula, aku sudah memberitau Rangga, kalo lubang kedua akan terbuka disekitar kota sulsel.}


mendengar apa yang di katakan Alexei membuat Carla sedikit kaget.


"tu- tunggu dulu, jendral Alexei, apa anda sudah memberitau dia?"


{ya, aku dengar ia juga bertanya ke kamu kan, tapi karena kau tidak memberitaunya, ia akhirnya-}


"-bertanya ke anda ya."


ucap Carla, sebelum Alexei selesai bicara. setelah itu, ia melanjukan lagi.


"meski begitu, kenapa anda memberitau dia sekarang, bukankah kita belum tau, kapan dan sekitar mana lubang itu akan terbuka nanti?"


{mau gimana lagi. lagi pula anak itu terus saja bertanya, jadi aku tidak punya pilihan lain, selain memberitaunya...}


ucap Alexei, sambil terlihat pusing, dan sesaat kemudian, wajahnya lansung terlihat sedikit sedih.


{..selain itu, Lubang yang akan terbuka kali ini. berada, kota dimana Orang tua dan saudara anak itu tinggal, jadi tidak mungkin aku tidak memberitaukan hal itu.}

__ADS_1


"....be-begitu ya!?"


ucap Carla, sambil merasa bersalah.


ketika melihat Ekspresi Carla, yang seperti itu, Alexei mulai bicara lagi dengannya.


{Yaa, bagaimanapun, jika kau sudah tau, kapan Lubang itu akan Terbuka, tolong beritau lansung anak itu. meskipun ia saat ini fokus bertarung dengan para Monster. tapi, aku yakin ia masih merasa khawatir dengan tempat, orang tuanya tinggal, jadi...}


"ya, aku tau, anda tenang saja, aku pasti akan memberitaukan ia, setelah aku mengetauinya."


{umm, bagus,...kalo begitu, aku tutup dulu.}


"ya."


jawab Carla secara singkat


setelah itu, gambar Jendral Alexei yang ada di monitor bagian tengah lansung menghilang. dan perlahan Carla mulai Berjalan ke arah pintu, sambil melihat ke arah layar hpnya, dimana Noel terlihat di dalam sana.


"Noel, istirahatlah dulu jika kau kelelahan??"


[tidak, aku baik - baik saja master.]


"benarkah?"


[ya,...ngomon - ngomon master, anda mau pergi kemana??]


"umm, cuma mau mengambil beberapa cemilan, setelah itu, kembali lagi kesini."


seolah - olah mengetaui apa yang ingin aku lakukan, Noel lansung menjawabnya.


[oh, apa anda ingin bermain game lagi ya, bukankah master tadi bilang, ingin pergi istirahat?]


"aku emang bilang begitu, tapi game lebih penting dari pada istirahat!?"


[...master sangat suka ya, bermain game?]


"saya juga suka nonton anime."


[......be- begitu ya.]


setelah pembicaraan mereka berakhir, perlahan Carla mulai membuka pintu kamarnya. seusai itu, ia lansung berjalan dan meninggalkan ruangan itu.


________________________________


_______________________


diruangan Jendral Alexei.


setelah Jendral Alexei menutup video panggilan dari Carla, perlahan ia menghela nafasnya "haaa...." sambil melihat ke arah Monitor besar yang ada di depan.


dimana memperlihatkan sebuah Rombongan Monster, yang terlihat dari atas kamera satelit, di luar angkasa.


mereka sedang berjalan turung dari atas pegunungan untuk pergi ke lokasi, dimana tempat Rangga berada.


"bagaimanapun, bagian kita sudah selesai,....sekarang!?"


setelah Alexei membisikkan itu, tampa menunggu lama, ia lansung memberi perintah ke beberapa orang, yang sedang mengendalikan Monitor bagian depan.


"SEMUANYA, NONAKTIFKAN SISTEM TUTPOR SEKARANG!?"


""""""""" BAIK JENDRAL!?"""""""""


Jawab orang - orang itu dengan nada tegas. setelah itu, perlahan Alexei melihat kembali, ke arah monitor besar yang ada di depan.


dimana, sekarang sedang memperlihatkan, dua Monster tingkat menengah. satu Ogre King dan satunya lagi Goblin Shaman.


mereka saat ini sedang berada di atas pegunungan, sambil terlihat bersantai di atas bebatuan.


melihat hal itu, Alexei lansung menatap Monitor itu, dengan tatapan tajam.


"Nak, semoga kau berhasil mengalahkan mereka."

__ADS_1


__ADS_2